Australia Mencari Konsep Wahana Udara Tanpa Awak Siluman

JakartaGreater.com – Kementerian Pertahanan Australia mengundang perusahaan kecil dan menengah (UKM) Australia agar mengajukan proposal untuk teknologi terbaru demi melindungi Australia, wahana udara tanpa awak (UAS) siluman yang membuat mereka lebih sulit untuk dideteksi, seperti dilansir dari situs resmi Kemenhan Australia.

Menteri Industri Pertahanan Australia, Hon Christopher Pyne MP, mengatakan ini adalah kesempatan bagi UKM di Australia untuk berkontribusi solusi inovatif untuk meningkatkan kemampuan Pertahanan.

“UKM Australia adalah inovator hebat dan kami ingin mereka bisa mengedepankan konsep inovatif untuk melindungi UAS kami agar tidak terlihat atau pun didengar dalam kondisi lingkungan yang berbeda”, menurut Menteri Pyne.

“Departemen Pertahanan mencari hasil untuk mengurangi deteksi visual dan akustik pada UAS dari pengamatan di permukaan tanpa mengganggu pengoperasian dari pesawat tanpa awak tersebut”, lanjut Pyne.

UAS digunakan untuk pengumpulan intelijen, pengawasan dan pengintaian dan terutama dalam situasi dimana penerbangan berawak dianggap terlalu berisiko. Punya kemampuan untuk tetap tidak terdeteksi akan memberikan keuntungan taktis yang signifikan untuk operasi semacam itu.

Proposal ini diundang di bawah inisiatif Inovasi Penelitian Kecil untuk Pertahanan (SBIRD) dari Pendanaan Teknologi Generasi Berikutnya.

Program itu dirancang guna merangsang penelitian inovatif untuk aplikasi Pertahanan oleh UKM dengan inovasi menjadi proyek pertama dibawah inisiatif yang membutuhkan aplikasi baru dari ilmu material dan sensor canggih.

Proposal yang memenuhi persyaratan akan didanai hingga $ 100.000, untuk penyelesaian dalam waktu sembilan bulan.

Jika berhasil, UKM yang memenuhi persyaratan tersebut harus mengajukan permohonan pendanaan untuk mendukung penelitian lebih lanjut serta pematangan konsep dalam 24 bulan, dengan pendanaan maksimum hingga $ 750.000.

Tinggalkan komentar