Jan 172014
 

angkatan-laut-australia

Pemerintah Australia menyampaikan permohonan maaf kepada pemerintah Indonesia setelah insiden kapal milik Angkatan Laut Australia secara tidak sengaja melanggar wilayah perairan Indonesia. Hal ini disampaikan Australia di tengah ketegangan soal kebijakan pengusiran para pencari suaka untuk kembali ke perairan Indonesia.

“Kami secara tulus menyesali kejadian tersebut,” ucap Menteri Imigrasi Australia Scott Morrison dalam konferensi pers kepada media setempat, seperti dilansir AFP, Jumat (17/1/2014).

Menurut Morrison, Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop menyampaikan permohonan maaf pada Kamis 16/1/2012 malam terhadap Indonesia dan Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa.

“Permohonan maaf tanpa syarat atas nama pemerintah Australia karena tidak sengaja memasuki wilayah perairan Indonesia,” ucap Morrison dalam pernyataannya.

“Memberikan jaminan bahwa pelanggaran wilayah perairan Indonesia seperti itu tidak akan terjadi lagi,” imbuhnya. Morrison menambahkan, Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia akan menyampaikan permohonan maaf secara resmi pada Jumat 17/1/2012.

Insiden tersebut, lanjut Morrison, terjadi pada Rabu (15/1/2012 lalu. Dia menjelaskan pemerintah Australia mendapat laporan bahwa otoritas Australia telah tidak sengaja memasuki wilayah perairan Indonesia beberapa kali, yang juga merupakan pelanggaran kebijakan pemerintah Australia.

“Saya menekankan bahwa hal ini terjadi secara tidak sengaja dan tanpa sepengetahuan atau adanya sanksi dari pemerintah Australia,” tegasnya

Secara terpisah, Letnan Jenderal Angus Campbell yang memimpin Operation Sovereign Borders menolak untuk menjelaskan insiden tersebut. Operasi tersebut merupakan operasi militer untuk menghentikan para pencari suaka masuk ke wilayah Australia via laut.

manusia-perahu-australia-2

Di bawah pemerintahan konservatif yang baru, diberlakukan kebijakan baru bagi para pencari suaka. Para pencari suaka yang tiba dengan kapal akan dikirim ke sebuah kamp yang ada di salah satu pulau di Samudera Pasifik untuk diproses tanpa adanya kemungkinan untuk tinggal di Australia. Sedangkan kapal yang berhasil dicegat di lautan akan diusir dan dikembalikan ke perairan Indonesia.

Bahkan sebagai bagian dari operasi militer tersebut, pemerintah Australia mengakui telah membeli sejumlah sekoci ukuran besar, yang akan digunakan untuk mengangkut para pencari suaka yang perahunya ditangkap oleh patroli AL. Dengan sekoci itu, para pencari suaka akan diarahkan untuk kembali ke wilayah perairan Indonesia.

Hal itulah yang memicu kemarahan Indonesia karena hal itu dianggap mampu melanggar kedaulatan Indonesia. Seperti dilansir ABC Australia, Menlu Marty Natalegawa Australia menyebut hal ini secara potensial bisa dituding memfasilitasi pergerakan pencari suaka dengan kebijakannya menyediakan sekoci.

“Perkembangan yang dilaporkan di media, yaitu pembelian sekoci, inilah yang kita identifikasikan sebagai “rawan” dalam pembicaraan sebelumnya,” kata Menteri Marty.

Ia menyatakan jika Australia secara aktif membantu pencari suaka kembali ke Indonesia, hal itu akan berdampak lebih buruk lagi. “Mengusir perahu pencari suaka adalah satu hal, namun adalah hal yang berbeda jika para pencari suaka itu kemudian dipindahkan ke sekoci dan kemudian ditunjukkan arah kembali yang harus mereka tempuh,” kata Menteri Marty.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Morrison bersikeras tidak akan perubahan pada kebijakan Australia terhadap para pencari suaka yang hendak masuk ke wilayahnya.

Penyataan Kasal
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Marsetio mengaku belum menerima permintaan maaf itu. “Saya belum terima tanggapan itu,” demikian jawab KSAL ketika ditanya mengenai insiden AL Australia masuk perairan Indonesia.
Hal ini dikatakan KSAL usai acara kedatangan kapal perang Inggris, HMS Daring di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (17/1/2014).

Kalau pihaknya sudah menerima permintaan maaf dari Australia, TNI AL akan melakukan koordinasi dan memanggil AL Australia.

“Dia (AL Australia) akan datang ke tempat saya. Dia akan menceritakan story-nya bagaimana,” jelas KSAL.

Bagaimana bila insiden AL Australia terjadi lagi, masuk ke perairan Indonesia? “Kita lihat nanti,” jawab dia. (detik.com)

  34 Responses to “Australia Minta Maaf Terobos Indonesia”

  1. Komen pertama aakkhhh
    Pindahkan titik berat alutsista koarmatim me NTT Dan sekitarnya

  2. Andai bung karno masih hidup mgkin beliau menangis dan bersedih melihat pengambil kebijakan di republik ini @ dlu tahun 50_60an kita begitu perkasa di laut dan udara tapi sekarang ????? Wallahu walam … Tapi bagaimana pun inilah negaraku di sini aq lahir dan di besarkan !!! Jayalah kembali indonesia ku

  3. Beberap kali msuk wil indonesia. Berarti sering dong. Untuk yg ini minta maaf krena ketahuan dan disorot media. Atau memang bnar kemarin dibayangi lontong balap. Kalo ya, bahasa diplomasi alutsista terbukti.

  4. Letnan Jenderal Angus Campbell yang memimpin Operation Sovereign Borders menolak untuk menjelaskan insiden tersebut. Operasi tersebut merupakan operasi militer untuk menghentikan para pencari suaka masuk ke wilayah Australia via laut.
    ———————————————————————————————————————————————————-
    INI yang perlu diketahui Warjager’
    Pemerintahan Abbott membentuk “Sovereign Border Operation” yang dikomandoi oleh Jenderal berbintang tiga. ya si angus itu yang memimpin.,,
    Operasi Sovereign Borders (OSB) adalah, operasimiliter keamanan perbatasan yang dipimpin didukung dan dibantu oleh berbagai lembaga pemerintah federal.

    The OSB Joint Agency Task Force (JIATF) didirikan pemerintah Australia untuk MEMASTIKAN segala upaya untuk memerangi penyelundupan manusia dan melindungi perbatasan Australia.

    JATF ini didukung oleh tiga kelompok tugas operasional:
    – Disruption and Deterrence Task Group— yang dipimpin oleh the Australian Federal Police
    – Detection, Interception and Transfer Task Group—yang dipimpin oleh the Australian Customs and Border Protection Service (ACBPS) yang meliputi Border Protection Command (BPC)
    – Offshore Detention and Returns Task Group yang dipimpin oleh Department of Immigration and Border Protection (DIBP).(departemen Imigrasi dan Perlindungan Perbatasan )

    “Sovereign Border Operation baru dibentuk setelah abbot menang pemilu dan pengaplikasian JANJI abbot saat kampanye,,’
    MUNGKIN Letjen Angus ini over confident dan LEBAY dalam bersikap dalam menangani manusia perahu kemarin sehingga sampai menggiring masuk teritory Indonesia,
    Gaya koboy angus ini mungkin mau nunjukin PRESTASI kerjanya kepada Abbot atas amanah yang diembannya,,tetapi malah BLUNDER..

    Sehingga Panglima nya Australia harus meminta maaf kepada pak Moel atas blunder yang dilakukan si angus chapbbel ini,,,
    Saat giliran disuruh memberikan keterangan kronologi insiden tersebut Letjen Angus Chapbell MENOLAK untuk menjelaskan insiden tersebut.
    (takut kelihatan LEBAY nya kalee)
    ngus angus kakean model pancene

    Just my IMHO

    • Orang awam pasti bingung karena pak Moel pernah berkata “Nah, saya berproyeksi kalau tugas itu diberikan pada saya, saya juga akan melakukan hal yang sama. Jadi itu konteksnya,” kata Moeldoko.

      http://jakartagreater.com/australia-terobos-perairan-indonesia/

      Intinya segera rekrut pakar hukum laut sebagai team ahli Panglima TNI, biar gak salah ucap/langkah !.

      • Menurut bung danu gaimana Kalau mengacu pada aturan Hot Pursuit
        Australia menganggap tindakan mengejar kapal yang diduga melakukan tindakan kejahatan sampai ZEE negara lain dengan kapal perang itu SUDAH mengikuti aturan Internasional
        .(mungkin itu yang dimaksut oleh pak Moel mengatakan “Nah, saya berproyeksi kalau tugas itu diberikan pada saya, saya juga akan melakukan hal yang sama. Jadi itu konteksnya,”)
        Tindakan yang tak terpuji OZ adalah melakukan penyiksaan ..

        Tinggal melihat apakah para pencari suaka ilegal yang difasilitasi oleh awak dan kapal dari Indonesia ini termasuk tindak kejahatan atau bukan,(dilihatdari hukum Internasional/UNHCR/PBB)

        • mas satrio ini jawaban cepat aja dulu;

          menurut UNCLOS hot pursuit dilakukan terhadap kapal asing yang melanggar hukum di wilayah laut teritorial negara ybs (12 mil laut dari garis pantai), pertanyaan penting: apakah kapal kayu tsb telah memasuki laut teritorial Oz?

          Sebaliknya jika negara ybs ujug2 mengejar2 kapal kayu yang berlayar secara damai (innocent passage) di luar laut teritorialnya (atau wilayah terbatas bea cukai + imigrasi, 24 mil laut dari garis pantai), ini melanggar hukum internasional.

          The doctrine of maritime hot pursuit, codified in art 111 of the 1982 United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS), recognises that a vessel, if it has committed a violation of the laws of a foreign state while in that state’s sovereign or territorial waters, may be pursued onto the high seas and seized.

          Menurut hukum internasional, setiap orang berhak mencari suaka (asylum seeking) di negara lain, jadi tidak ada yang salah dengan pencari suaka ini (mereka BUKAN PENJAHAT, dan Oz memperlakukan mereka seperti itu, dan kita sempat jadi asisten Oz sebelum kerjasama dibekukan), demikian juga tidak ada yang salah dengan ORANG YANG MENGANTAR mereka mencari suaka.

          (rujukan menyusul)

        • Ada rujukan yang lebih bagus dari Menko Polkam, kita pakai ini saja.;

          Pencari suaka yang memasuki laut teritorial suatu negara harus ditangani melalui repatriasi sesuai ketentuan Konvensi PBB (gak bisa otomatis dihadapi dengan hot pursuit). Itupun melibatkan koordinasi dengan UNHCR dan IOM.

          “On the repatriation of asylum seekers who enter a territory or a country (including Australia), the country must handle it as mandated by United Nations (UN) conventions,” Joko said in a statement on Wednesday as quoted by Antara news agency.

          The country, he said, must also work on the repatriation efforts together with organizations obliged to offer assistance to asylum seekers, that is, the United Nation High Commissioner for Refugees (UNHCR) and the International Organization for Migration (IOM).
          (The Jakarta Post, Jakarta | National | Wed, January 22 2014).

          Di atas saya tulis:
          …Intinya segera rekrut pakar hukum laut sebagai team ahli Panglima TNI, biar gak salah ucap/langkah !…

          Dan pernyataan Menko Polkam terbaru telah mencerminkan pendekatan text-book, mantap !.

  5. AOztrali tidak sengaja masuk di perairan indonesia ??? Padahal sudah berak,kencing kog tidak sengaja,dari dulu bule selatan slalu mencla mencle kalau bicara,jelas” itu pelanggaran memasuki wilayah terytoty negeri lain,

    penyesalan si bule selatan hanya basa basi sekedar supaya tidak di bawa ke meja hijau saja ,dan mempertanggung jawabkanya,bisa dilihat pembelian sekoci yg akan membawa para manusia perahu kembali ke indonesia. Itu sama saja mmelecehkan indonesia,
    seharusnya yg minta maaf itu langsung dari abbot, bukan dari kuli panggulnya. (tapi krn takut pamornya turun jadi ya KSALnya si RAN yg mminta maaf) beda dg indonesia yg ktikaa ada kebakaran hutan presiden pun lgsg mnt maaf pd negara yg kena korban asap 😛

    suatu saat pasti akn ada insiden ini kembali,
    sudah bisa di baca dengan karakter bule yg sll suka mancing macan kecil tidur, 😀

    seperti kata bung @satrio pembelia SAM jarak jauh ,destroyer, Pembom TU dengan adanya ancaman dari Selatan, itu kayaknya perlu di kukuhkan dan tindak lanjuti segera. Meskipun dana subsidi BBM / depag & pendidikan dialihkan dulu sementarauntuk mengunci kekosongan dan membuat gahar, bila itu bisa di realisasikan slanjutnya ancaman dr selatan akan reda krn mmereaka tau alutsista kt sudah melimpah,bukan spt skrg yg hanya mmenutupi kekososngan/ mengganti barang antik,

    sesungguhnya melindungi negara dari ancamman luar itu nuber wahid dari kesekian number,jadi gk ada salahnya kalau dana yg mengembang di gunakan untuk pertahanan negara..
    (maaf org awam jd ngawur)

  6. Saya kira ini bisa jadi cambuk buat para pengambil kebijakan di negeri ini (Terutama yg duduk enak di DPR) agar semakin serius memperhatikan ketahan dan juga kedautan NKRI.

    Kalau sampai anggaran dana masih saja di politisi/korupsi pengadaan dana alutsista untuk negara tercinta ini kebangeten tnan kuwi!……

    Masuk wilayah NKRI og ga pakai permisi, emangnya lautan indonesia ga da penjaganya apa?….

  7. Karena mendekati pemilu maka hal ini kurang mendapat perhatian dari pemimpin negeri. Agak kecewa dengan komen pimpinan TNI Jendral Moel, salut dengan KSAL Jendral Marsetio yg bereaksi ngirim patroli ke perbatasan.

    Baru terasa memiliki banyak KRI tetapi minim operasional fund for patrol. Perimbangan anggaran antar instansi TNI dan Dephan mutlak dilakukan, karena potential thread nampaknya bergeser ke arah luar bukan di dalam negeri.

    Deteksi dini ancaman di laut dan udara perlu dilakukan terpadu serta kekuatan “penghalau”nya, agar tidak ada komen “sebenarnya kita sudah tahu mereka breach melalui radar di Kupang”….. (terus gimana selanjutnya Pak?) ….. “Kita lihat saja nanti”…. (/saya bingung bin bengong).

    Ya mbok sekali2 kita ada pernyataan dan peringatan keras agar mereka bule2 sonotan paham bahwa kita serius akan kedaulatan kita, sehingga tidak berkali2 dilecehkan seperti ini. Ya dirudal kah ya ditorpedo kah pelanggar kedaulatan kalau kejadian kita bilang itu bukan tidak sengaja tetapi memang disengaja. Atau strategi balasan nggiring balik assylum seeker kembali ke Australia bakal rame.

    Sekarang saya hanya bisa berandai-andai:
    1. Seandainya pimpinan negeri dan wakil rakyat peduli….
    2. Seandainya anggaran TNI lebih besar (laut dan udara)
    3. Seandainya pimpinan dan Kastaf TNI’s adalah patriot2 layaknya Ryamizard, Panjaitans, LBMoerdani, ESudrajat, TSutrisno, RHartono Kko, Jendral Sudirman.
    4. Seandainya ekonomi bangsa lebih baik
    5. Seandainya korupsi lenyap dari negeri karen berlaku hukum pembuktian terbalik dan tembak mati sampah negara.
    6. Seandainya hal di atas ada perubahan, ya perubahan keciiiil saja. Maka barulah saya berani bermimpi memiliki Frigate Admiral Gorshkov yg senantiasa patrol bersama Korvet Sigma dibayangi cbg, kilo amur diawasi Mpa kita yg membawa exo. Ruang udara yang dirondai rapat oleh radar dan senantiasa dijaga oleh Su35, Su30Mkm sukur2 dapat Pakfa dan pertahanan udara s 400/ buk m/pantsyr…….

  8. atau takut di bully..al ausie di perairan samudra hindia…sama ks.cakra dan nenggala…bagi “mereka” yg merasa tn.al kita lemah….di lapangan kadang2 malah menakutkan bagi lawan…

  9. Data dah lengkap…. Dan diserahkan ke UNHCR/ PBB baru sekarang blingsatan…ha…ha…
    Aku salut dg kesabaran. …TNI AL, walaupun dah ke detect dan bahkan sempat membayangi dan sudah masuk firerange namun tidak disavo….hanya ngumpulin data2 untuk bukti….dan hasilnya lebih MANTAP. Justru kalo kemarin diSAVO jelas kita akan diGANGBANG oleh NEGARA2 SEKUTUNYA.

  10. * Perang pun sudah dimulai….. *

    Kemampuan dari doktrin perang Asimetris lagi di praktekan..??
    mari kita tonton z dulu.. “media” adalah alutsistanya.

    • sungguh perang asimetris yang menyedihkan…

      alutsista trilyunan rupiah terus didatangkan menjaga gedung2pencakar langit.
      sementara daerah perbatasan dibiarkan tanpa penjaga alutsista yang mumpuni…….

      jadi sedih lihat petugas penjaga perbatasan pesisir RI-Timtim yang kerjanya cuman nongkrong di pos dan sekitarnya, tidak disediakan kapal patroli oleh mabes, kalaupun ada itupun cuma perahu karet yang jarang dipakai karena harga bbm yang mahal disana dan dijatah, (bbm terpaksa mengharap hibah nelayan yang lagi apes lewat dekat mereka)
      kapal patroli pemda yang gak dipake2 dan dibiarkan berkarat2 ada, tapi setelah dimohon untuk dipinjam pakai gak dikasih alias dilarang sama pemdanya.

      dimohon kepada mabes untuk melakukan manajemen distribusi alutsista dunkz kepada petugas2 kita dipekarangan terdepan, sudah selayaknya diberi alutsista pendukung. jangan cuman diberi M16 doank, dan disuruh sendirian / bedua….
      nyari makanan sama air bersih aja susah…
      apalagi alat komunikasi jadul……
      kasih donk telepon satelit anti-jamming yang terenkripsi untuk dapat segera calling2 ke markas.
      kalo lihat musuh nyebrang gimana, hayo… apa masih mau pake walkie – talkie kuno juga….?????

  11. === kalau pihaknya (KASAL) sudah menerima permintaan maaf dari pihak australia pihak TNI AL akan melakukan koordinasi dan memanggil angakatan laut australia ===

    DIA akan datang ke tempat saya,DIA akan menceritakan storinya bagaimana ?? ,jelas KASAL ( MARSETIO)

    ==Bagaimana bila insiden pelanggaran oleh angkatan laut AUSTRALIA terjadi lagi,,di perairan KITA ( INDONESIA),,?? ===== kita nanti “” jawab DIA “””

    klw memang ada pernyataan tulus untuk meminta maaf dari pihak angkatan laut australia,, KASAL harus berani mengeluarkan maklumat “”” bila angkatan laut australia kembali melanggar toritorial perairan indonesia kami pihak TNI AL atas nama bangsa indonesia tidak akan ada lagi kompromi dengan pihak pemerintah AUSTRALIA terutama angkatan laut australia,, kami langsung memerintahkan menembak atau mungkin menenggelamkan kapal angkatan laut australia karena anda sudah melecehkan bangsa indonesia dengan beberapa x melanggar perairan indonesia dengan mencobba memancing kesabaran dari TNI AL,,,titik gertak sambal hehehe

    TNI AL harus berani sesekali jangan diam terus;;;;; inilah bukti karena terlalu banyak diam kita selalu di lecehkan bangsa bule di selatan ini,,mari contoh dulu dalam kasus penangkapan nelayan MALAYSIA oleh pihak KKP bagaimana pada waktu itu langsung di respon malaysia dengan mengirim helikopternya milik TLDM dengan mengintimidasi KKP agar melepaskan nelayannya tapi pihak KKP tetep kekeuh dan menodongkan senjata mesin kepada angkatan laut malysia akhirnya malaysiapun menyerah tanpa syarat hmmm

  12. Dalam waktu singkat terungkap 2 insiden pelecehan (yang pertama menolak minta maaf), dalam hukum pelaku kambuhan disebut residivis dan secara sosial keberadaannya menyebabkan keresahan…

    Jangan percaya lagi, selalu waspada dan pasang kuda2 (dan ingat pesan tentang keledai dan lubang),

    You can’t make the same mistake twice, the second time, it’s not a mistake, it’s a choice.

  13. IMHO :
    Udah ngaku aja kecolongan gitu aja kok repot.
    Terus pikirkan sebabnya, cari solusinya.
    Masak kalah sama BNPB dlm penglolaan risiko.
    Ada kegagalan dalm persiapan combat readyness.
    KemHan sudah terjebak rutin (baca beli alutsista).
    KaStaf angkatan ikut2an, jadi tupoksinya terlupakan.
    Masa utk meluncurkan satu korvet ke sono nunggu akhir bulan?

  14. mantap, analisa yang cerdas bung i like it…

  15. Enak banget ya jadi Australia, melaggar wilayah kedaulatan negara lain -> tidak merasa bersalah sama sekali, kalo gak diperotes gak mau minta maaf -_- Kalau sudah minta maaf kelar deh urusan = mana harga diri bangsa ini ?? Seharusnya kita harus bersikap lebih tegas lagi seperti memberlakukan denda / yang lainnya ??

  16. Australia bersumpah tak lagi usik wilayah RI
    ———————————————————————————————————————————————–

    PERTH : Pemerintah Australia pada Sabtu (18/1/2014), bersumpah tidak akan ada lagi pelanggaran wilayah perairan Indonesia dalam operasi penanganan para pencari suaka.

    ”Kami tidak akan lagi melihat pelanggaran yang disengaja di perairan teritorial Indonesia, kami telah mengambil langkah-langkah untuk memastikan hal itu tidak terjadi lagi,” kata Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop kepada wartawan di Perth.

    Pelanggaran wilayah Indonesia yang dilakukan kapal-kapal pasukan Angkatan Laut (AL), telah membuat Pemerintah Indonesia marah. Departemen Politik, Hukum dan Keamanan Indonesia, menyebut, pelanggaran wilayah itu masalah serius dalam hubungan bilateral kedua negara.

    Sebelumnya, Pemerintah Indonesia menuntut klafirikasi resmi dari Pemerintah Australia atas pelanggaran wilayah itu. Selain itu, Indonesia juga menuntut jaminan, bahwa insiden serupa tidak akan terjadi lagi di masa mendatang.

    ”Kami menyambut kerja sama dari Indonesia dalam berpatroli di perairan, untuk melawan kapal-kapal penyelundup manusia,” ujar Bishop.”Ini adalah kepentingan kami untuk menghentikan kejahatan perdagangan manusia,” lanjut dia, seperti dikutip AFP.
    —————————————————————————————————————————————————

    MASIH INGAT TIMOR TIMUR….?
    SUMPAH TURUNAN ORANG BUANGAN “TAK DAPAT DI PERCAYA”……CAPE DEH…

  17. Jangan mudah percaya bung dengan kata-kata ” kita sudah mengetahui”. waktu kejadian masuknya kapal induk diketahui dari radar yg men deteksi pergerakan pesawat tempur jadi bukan kapal induknya melainkan pesawat tempurnya yg melakukan manuver berbahaya di jalur sipil.

    TNI AU lantas segera kirimkan F16 untuk pencegatan ternyata kalah kelas dan terkunci, misi berubah dari pencegatan menjadi identifikasi visual, klo yg dihadapi pesawat sipil dijamin tuh pesawat diturunkan paksa tp ternyata yg dihadapi pesawat F18 dari kapal induk USS.

    Tau apa yg dilakukan TNI AU selanjutnya ?? mereka segera kirimkan pesawat surveilance B737 yg merekam pergerakan kapal dan dijadikan bukti adanya pelanggaran tsb.

    Kasus Kapal perang Australia ini di bilang sudah diketahui ??? kenapa tidak segera kirimkan pesawat UAV ataupun surveilance sejenis untuk melengkapi bukti adanya pelanggaran masuknya kapal perang austarlia ?

    Ternyata masih tegas dan smart kebijakan TNI AU dari pada TNI AL, mengetahui musuh lebih kuat dilakukan langkah pengumpulan bukti dari pada cuma bilang ” kami sudah mengetahui “

  18. analisa yang cerdas bung…

  19. Kalau f35 mereka udh cukup 100 unit mungkin mereka tidak akan minta maaf.seperti malay yg merasa lebih superior dr kita, malah sengaja dan terang2an bangun mercusuar. Modus aja.sadar semua sadar.

  20. Dan kalau anda (Julia Bishop) telah minta maaf karena telah dng “tdk sengaja” masuk teritoriat wilayah laut kami ! Maka kami jg meminta maaf karna telah “DENGAN SENGAJA” masuk sampai ke jantung benua anda dngn pesawat pembom kami !! Dan maaf juga kami DENGAN SENGAJA menjatuhkan sampah2 dari negara kami !! Dan maaf jg.. Karna kami lupa membawa bom untuk dijatuhkan ke negara anda! TAPII !! Kalo anda masih BERTINGKAH TERUS ! Kami yakinkan bhwa kami akan kembali kesana lgi.. Dan kami akan menjatuhkan bom dinegara anda! Dan kami tidak akan meminta maaf untk hal itu ! Salam !! :@

 Leave a Reply