JakartaGreater.com - Forum Militer
Nov 042014
 

oleh : Marsda TNI (Pur) Prayitno Ramelan,  www.ramalanintelijen.net


Modersisasi-TNI-AU

Dasar pemikiran strategis dari Pimpinan TNI, khususnya TNI AU serta Kemenhan untuk memodernisasi daya pukul alutsista TNI AU membawa angin segar dalam bidang pertahanan Indonesia. Kebutuhan akan Angkatan Udara yang kuat dan disegani tersebut disetujui oleh Presiden SBY, dan kemudian mendapat apresiasi dan persetujuan DPR. Sebuah kesadaran dan kebersamaan yang cerdas dalam mempertahankan kedaulatan bangsa dan negara. Upaya untuk mencapai kekuatan pokok minimum, MEF (Minimum Essential Force) pertahanan masih menjadi fokus kebijakan pembangunan kekuatan dan kemampuan TNI ke depan.

Setelah melalui jalan panjang, TNI AU mulai dibenahi oleh pimpinan nasional yang melihat betapa pentingnya peran angkatan udara disebuah negara. Sebagai contoh, Amerika Serikat memainkan USAF sebagai sarana pendikte dan mementahkan kekuatan militer Libya, dalam membantu pemberontakan di Libya terhadap Kolonel Khadafi. Demikian juga operasi clandestine CIA yang menggunakan pesawat tanpa awak untuk mengejar dan membunuh tokoh-tokoh Al-Qaeda dinyatakan sukses dengan kertugian sangat minim.

image003

Rudal Exocet (photo: ARC.web.id)

TNI AU mulai menggunakan keluarga Sukhoi-27 pada tahun 2003 setelah batalnya kontrak pembelian 12 unit Su-30MKI pada 1996. Kontrak tahun 2003 mencakup pembelian 2 unit Sukhoi-27SK dan 2 unit Sukhoi-30MK senilai 192 juta dolar AS tanpa paket senjata. Itulah awal kebangkitan kekuatan udara Indonesia dalam mengimbangi kekuatan udara negara tetangga.

Disamping itu Indonesia sudah menandatangani kerjasama dengan Korea Selatan, berpartisipasi membangun pesawat tempur generasi 4,5 KFX/IFX (Korean-Indonesian Fighter Xperimental), Boramae, yang dalam rencana awalnya TNI AU akan memiliki sebanyak 50 buah pada tahun 2020. Masa depan KFX/IFX Boramae menjadi tidak jelas setelah Pemerintah Korea Selatan menyatakan memotong anggaran proyek tersebut.

image005

Dari sejarah Indonesia menyangkut kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara, konflik dan ancaman kedaulatan negara hanya terjadi karena gesekan dengan negara tetangga. AU Indonesia mulai lebih disegani setelah acara MAKS 2007 di Moskow, dimana Departemen Pertahanan mengumumkan kontrak untuk pembelian 3 unit Sukhoi-27SKM dan 3 unit Sukhoi-30MK2 senilai 350 juta dolar AS. Kini TNI AU sudah memiliki 10 Sukhoi dan akan lengkap menjadi satu skadron pada 2014. Disamping pada 2014 mendatang, TNI AU akan memiliki 34 F-16 setara Block 52 ( 24 F-16 C/D asal dari hibah dan 10 upgrade F-16 TNI AU sepaket dengan hibah F-16).

Kegundahan Australia
Dalam meninjau ancaman, intelijen udara mengukur dari sisi kekuatan, kemampuan dan kerawanan baik unsur penyerang maupun unsur pertahanan musuh ataupun calon musuh. Standar analisa intelijen udara di negara manapun menggunakan standar yang sama, 3K dan 1N(Niat). Sejak operasi Trikora pada 1961, Australia walaupun tidak secara langsung menempatkan Indonesia sebagai ancaman, mengatakan bahwa musuh akan datang dari Utara. Australia menggelar kekuatannya lebih fokus ke Utara, pengamatan wilayah dilakukan dengan over the horizon radar, yang mampu memonitor hingga pulau Jawa dan Kalimantan.

Sejak TNI AU mengikuti latihan bersama Pitch Black 2012, pemerintah Australia, khususnya RAAF merasakan kegundahan dan keterkejutan, dimana Su-30 TNI AU ternyata lebih unggul dibandingkan F-18F Super Hornet hampir disemua lini. Dari hasil latihan tersebut, Australia harus membuat pilihan, memilih rencana pengadaan 100 unit F-35 Lightning dari Amerika (joint strike fighter) atau tetap membeli dua skadron 24 F-18 Super Hornet.

image007

The Business Spectator menyatakan, “Indonesia merencanakan akan membeli 180 pesawat tempur Sukhoi dari Rusia/India yaitu PAK-FA T-50 atau Su-35S. Jadi pertanyaannya lebih baik dipilih F-35 daripada Hornet. Apabila Indonesia kemudian dimasa depan ikut memperkuat Angkatan Udaranya dengan Su-35S atau T-50, maka AU Australia akan menjumpai masalah besar, demikian kesimpulannya.

Siaran pers resmi yang ditulis harian Rossiiskaya Gazeta mengatakan bahwa T-50 akan menggabungkan fungsi dari peran sebagai pesawat serbu dan fungsi sebagai jet tempur. Pesawat ini dilengkapi dengan avionik modern yang mengintegrasikan fungsi elektronik dan array radar. Perlengkapan baru tersebut akan memberikan kesempatan kepada penerbang untuk lebih berkonsentrasi dalam melakukan tugas pertempuran.

Para pengamat militer di Australia menyatakan bahwa dalam memegang slogan RAAF (first look, first shoot, first kill’), para pejabat pertahanan harus berjuang keras mencari jalan keluar dengan tidak mempertahankan Hornet yang dianggap sudah ketinggalan jaman. Sukhoi oleh Australia dinilai terlalu hebat.
image009

Lebih jauh analis Bisnis Spectator menyatakan, “Sebagai contoh, JSF (Joint Srike Fighter) dapat beroperasi secara efektif hanya untuk ketinggian maksimal sekitar 40.000 kaki (walau masih bisa beroperasi lebih tinggi tetapi kalah di tingkat yang lebih tinggi). Sebaliknya, Sukhoi dapat beroperasi pada kapasitas penuh di tingkat yang jauh lebih tinggi dan dengan kelebihan dan keuntungan, mereka memiliki sistem dan senjata yang bisa meruntuhkan sebuah JSF Australia sebelum mereka memiliki kesempatan menerapkan slogannya.” Ditegaskan oleh BS bahwa tidak ada pertempuran udara yang diperlukan. Pesawat Australia sudah runtuh sebelum bertempur, karena disergap jauh sebelum dia menyadarinya.

Jalan keluar yang disarankan adalah apabila Australia (RAAF) memiliki F-22 Raptor atau teknologi Raptor yang diterapkan pada pesawat tempur pilihan yang dipilih. Yang menjadi masalah, Amerika tidak mengijinkan F-22 dijual kepada negara lain selain untuk kepentingan pertahanan dalam negerinya.

Yang menarik, New Australia merekomendasikan Australia justru memilih Sukhoi seperti yang dilakukan India, mendapatkan lisensi dengan ijin membangun Sukhoi Australia, baik Sukhoi Flanker Su-35S atau pesawat Su-32 Fullback. Preferensi saat ini adalah Su-35S. Saat ini Sukhoi memberikan lisensi pembuatan pesawat tempur di India dan China. Australia bisa membeli utuh pesawat Sukhoi dan membangun avioniknya, dan persenjataan lokal. Kini banyak perusahaan di Rusia, Asia, Israel dan Eropa terlibat dalam pembuatan komponen Sukhoi. Sukhoi adalah ‘open source’,demikian menurut New Asia.

Dalam pemikiran strategis, Australia selain memandang Indonesia sebagai ancaman, juga menempatkan India sebagai ancaman. Selain itu perkembangan situasi Hankam di kawasan Laut Pasifik Selatan, menjadi perhatian Australia dengan kerjasamanya bersama Amerika. Pada pemerintahan Kevin Ruud Australia berposisi anti India, pada posisi ini menempatkan Australia terpaksa membeli F-35. Dalam pemerintahan Julian Gillard, Australia akan mendekati India dan menjadi sekutunya, berpeluang bisa mendapatkan peluang memiliki T-50. Australia menurut RBTH disarankan lebih baik memiliki Super Flankers yang murah (USD 66 juta/buah) dibandingkan harga F-35 (USD 238 juta/buah).

Sukhoi dinilai jauh lebih unggul dibandingkan JSF. Su-35 memiliki jangkauan efektif sekitar 4.000 km dibandingkan dengan hanya 2.200 km untuk F-35. . Ini berarti JSF membutuhkan dukungan pesawat tanker untuk menutup ruang (wilayah Australia) yang lebarnya 4.000km. Selain itu, kecepatan Su-35 adalah Mach 2,4 (hampir dua setengah kali kecepatan suara), sedangkan F-35 terbatas pada Mach 1.6. Menurut Victor M. Chepkin, pertama wakil direktur umum NPO Saturn, mesin AL-41f baru akan memungkinkan jet Rusia untuk supercruise (terbang pada kecepatan supersonik untuk jarak jauh.) Dengan tidak harus beralih ke afterburner. Dengan demikian, pesawat dapat mengirit bahan bakarnya. Kesimpulannya baik F-35 maupun F-18 performance-nya berada dibawah Su-35.

Marsda TNI (Pur) Prayitno Ramelan

Marsda TNI (Pur) Prayitno Ramelan

Kini Australia menghadapi dilema kegundahan. RAAF terus mengikuti perkembangan modernisasi TNI AU. Dengan memiliki keluarga Flankers, maka Indonesia pada masa mendatang bukan tidak mungkin akan bisa memiliki pesawat tempur Su-35, dan bahkan pesawat tempur T-50 generasi kelima. T-50 PAK FA jet tempur (Prospective Airborne Complex of Frontline Aviation) kini sedang mengalami uji engine di Zhukovsky Airfield, Moscow. Menurut Viktor Bondarev, Commander in Chief Russian Air Force, tes T-50 akan memakan waktu sekitar 2-2,5 tahun, sehingga pada tahun 2015-2016, T-50 akan sudah dapat di kirim ke AU Rusia.

Berdasarkan beberapa fakta tersebut, nampaknya Australia kini berada dalam kondisi mengalami kegundahan seperti tahun 1961, dimana Tu-16 AURI mampu mencapai daratannya tanpa terdeteksi dan tidak dapat diantisipasi. Dengan memiliki gabungan alutsista tempur udara Timur dan Barat, Indonesia kini menjadi negara yang disegani negara-negara tetangganya.

Australia menjadi lebih gundah setelah mengetahui Indonesia tertarik untuk mendirikan sebuah pusat perawatan bersama untuk pesawat fixed dan rotary wing Rusia. Victor Komardin, wakil kepala Rosoboronexport, eksportir peralatan perang Rusia, telah mengumumkan hal tersebut di Air show LIMA 2013 di Malaysia.

Disimpulkan, dengan sudah mengawali kepemilikan keluarga Flankers (Su 27/30), Indonesia (TNI AU) menjadi negara yang sangat diperhitungkan oleh Australia dan pasti juga oleh tetangga lainnya. Alih teknologi ke pesawat yang lebih canggih hanyalah soal waktu yang tidak terlalu rumit dilakukan TNI AU apabila ada pengembangan kekuatan. Australia sangat khawatir Indonesia berpeluang memiliki Su-35 dan bukan tidak mungkin dengan ekonominya yang semakin baik, suatu saat Indonesia akan memiliki pesawat tempur T-50.

Memang sebaiknya intelijen udara berfikir jauh dan strategis, memperkirakan perkembangan situasi global dan regional dan memberikan masukan kepada pimpinan yang up to date. Yang terutama harus kita fahami adalah betapa pentingnya kemampuan TNI AU dengan daya “kepruknya.” Itulah prinsip dasarnya agar kita diperhitungkan. Semoga bermanfaat.

Catatan: masing-masing gambar berada pada kepemilikan dari pembuatnya, pemuatan hanya berdasarkan diskripsi semata.

Pengirim: Bapak Besar

Bagikan:

  132 Responses to “Australia Semakin Gundah dengan Modernisasi Alutsista TNI AU”

  1.  

    Hajar aja tuh bule asia

  2.  

    lanjutkan…:D

  3.  

    TNIku HEBAT!

  4.  

    Indonesia bukan Negara Agresor , tapi biLa kedauLatan indonesia terganggu , kata pak Jokowi nanti kita bikin RAMEE !!!

  5.  

    Negara harus tetap bersiap untuk perang bila dalam keaadaan damai…

    •  

      Itulah knapa militer kita selalu di pantau perkembangannya semnjak kebangkitan ekonomi. Kita sudah mengakuisi banyak alusista baru. Dengan kondisi yang ditetapkan “Siaga Perang”.

  6.  

    Sudah sewajarnya Pertahanan NKRI mensejajarkan dirinya dengan negara2 besar.. Jangan sampai TNI hanya beorientasi pada lingkup ASEAN saja.
    Superior di kawasan (ASEAN) saja tidak lah cukup untuk negara sebesar NKRI.

  7.  

    analisa saya mengarah ke SU35… mantap lah……

  8.  

    klo mau hidup damai,,maka harus siap berperang…

  9.  

    SU 35 memang strong….terbukti SU 27/30 menang dog fight jarak dekat dg F 18 super horny….

  10.  

    Tetangga yg tak tahu diri, maunya punya tetangga yg lemah yg bisa dibully yg bisa dilecehkan yg kemampuannya harus dibawahnya, selalu menaruh kecurigaan dan tidak ditempatkan pada persamaan derajat. Tidak ada salahnya NKRI harus memperkuat diri demi martabat dan kehormatan Bangsa dan Negara. TNI JAYA, NKRI Jaya, Rakyat dan bangsa Indonesia hidup mulia.

  11.  

    sangat setuju Indonesia punya SU-35 apa lagi T-50

  12.  

    mantab gurih emang SU-35 :mrgreen:

  13.  

    Dengan 100 F 35 Australia msh gundah..apalagi Indonesia jd beli SU 35, T 50 dan IFX jadi makin parno sepertinya..:)

  14.  

    lanjutkan cita2 para pendiri nkri.. hidup Tni au
    hidup indonesia

  15.  

    Sekutunya asu galau ? Waduh dia mau beli sukhoi juga TNI lom punya antidotnya neh kalau sonotan jd beli sukhoi, cilaka 12. Apakah akan dikasih ma Rusia?

  16.  

    Kalau bisa harus lebih kuat dari FPDA

  17.  

    selain pespurnya yang makin modern, rakyatnya juga bakalan ikut angkat senjata kalo terjadi perang. perang gerilyanya indonesia itu yang paling menakutkan. indonesia makin stroong..

  18.  

    Borong dan bungkus SU-35 dan T-50

  19.  

    From Russia with love. RI PENGUASA WILAYAH ASEAN HARGA MATI.

  20.  

    Selamat pagi,selamat menikmati kegundahan anda aussie….!!!

  21.  

    Strooooonnnggggg

  22.  

    Hehehe “Hajar Aja Tuh Ausie”, Biar kagak songong

  23.  

    Dri paparan di atas di simpulkan..sukhoi family stroong…apalagi su 35 dan t 50 pak fa..hanya bisa di setarakan dgn f22 yg cuma kepunyaan asu…artinya selain dari itu lewat di sikat sukhoi..he he..agak lebay ya..
    Salam nkri

  24.  

    Upil gentar ngga?! Sekarang ambil aja dulu wilayah udara kita dari upil Singapore…beranikan ngusir F 15 dan F16 upil?

    •  

      Kenapa gak ambil sekalian wilayah upil bung BHD? 🙂

    •  

      Upil pasti main duit untuk nyogok dpr/pemerintah kita

    •  

      jelas ….upil ini sebenarnya sudah underdog. karena F15 nya sekalipun yang SG… tetap dibawah kualitas SU27 Mk2 punya indo. dg bukti th 2004 di ajang latihan bersama india dan USA , semua F15 nya USA habis dilibas SU 27 india dg skor telak 9:1 utk kemenangan SU27.

      dalam suatu simulasi komputer pun F15 selalu kalah oleh SU27…terutama karena cobra style manuver.

      jadi sekalipun singapura punya 40 F15 SG…sedangkan indonesia punya 24 Sukoi. itu sudah cukup untuk menggetarkan F15 singapura.

      apalagi skill pilot singapore dibawah skill pilot indonesia.

  25.  

    Saya suka nih bagian yang ini :

    “Australia menurut RBTH disarankan lebih baik memiliki Super Flankers yang murah (USD 66 juta/buah) dibandingkan harga F-35 (USD 238 juta/buah).”

    Buat apa lebih mahal,kalau ada yang lebih murah plus mumpuni.
    Semoga Indonesia bisa rayu papa ruskie untuk TOT si Sukro.

    Salam NKRI

  26.  

    Coba liat komentar sy di “Mengintip pembuatan rudal rusia”. Bukan sembarang komen, tapi nyata adanya.

    Jaya terus NKRI

  27.  

    soary sebelumnya, di artikel ini tidak ada yang baru cuma berita lawas yang diulang, kalo mau pembahasan yang lebih lengkap tentang artikel sprti ini, coba buka artikel2 yang terdahulu

  28.  

    Ya ampuun bott abott..

    abbot hrs sering bc jkgr biar ngerti klo beli pswt gk spt beli kacang rebus.
    Biar tau jg klo ada pswt yg bisa ditepuk kyk nyamuk.
    Juga abbott perlu tau Indonesia jg prnh ditawarin F35 ama paman sam tp gk mau krn syaratnya berat.

    Ehh di australia ada kacang rebus gk yaa??

  29.  

    jangan lupa diperbaiki neraca perdagangannya: http://www.kemendag.go.id/id/economic-profile/indonesia-export-import/balance-of-trade-with-trade-partner-country?negara=311

    Selalu defisit dengan Australia, klik link diatas. China sudah lama menang perang dagang atas USA

  30.  

    SU 35 Stronggggg Bingitttt…… 😀

    •  

      AKU BANGGA JADI BANGSA INDONESIA YANG TIDAK BERSEKUTU DENGAN KEKUATAN BANGSA MANAPUN KECUALI DENGAN KEKUATAN TUHAN. INI MOTO KOPASUS” BERANI, BENAR DAN BERHASIL. SEMBOYAN ”LEBIH BAIK PULANG NAMA DARI PADA GAGAL DALAM MENJALAN KAN TUGAS, YAKIN LAH TUHAN BERSAMA KITA.” ini yg aku banggakan

      •  

        YA NOMOR SATU ADALAH KEYAKINAN BAHWA TUHAN SELALU BERSAMA KITA

      •  

        INDONESIA BEBAS KERJASAMA DENGAN NEGARA MANA PUN YG PENTING TIDAK MENJALIN PERSEKUTUAN. Negara yg menjalin pesekutuan dengan negara lain jelas mempunyai tujuan yg ndak baik dan suka meleceh kan negara lain dan suka merendah kan martabat negara lain, CONTOH; malaysia yg suka meleceh kan negara lain karena merasa punya sekutu

  31.  

    artikel yang mencerahkan..terima kasih..

  32.  

    Klo liat dari clue2nya para sesepuh yg dulu juga list A1, itu sukro telo lima,sukro 34 ama tu dua dua dah dimari, maaf klo salah.

  33.  

    Artikel ini rasa-rasanya pernah baca di blog militer manaaa gtu…apa di kompasiana…???udah lama soalna…. 🙂 tpi jangan terlena hai TNI….kita harus terus memperkuat dan mengembangkan diri karena musuhpun tidak akan pernah tinggal diam…….

  34.  

    Saking gundahnya ausi ngerengek ke leluhurnya ingris agar menawarkan typoon plus tot supaya kita tdk jd beli su-35…hehe

  35.  

    ini artinya apa ya?
    Air Force adding 17 squadrons

    The military build-up includes an impressive inventory. For the Indonesian Air Force: 64 Sukhoi fighter jets; 32 F16 fighter jets; 36 Hawk 100/200 fighter planes; 12 F5E fighter jets; 16 Super Tucano fighter planes; 16 Yak 130 fighter planes; 36 UAVs; and 64 Hercules transport planes.

    The increased budget brings an inventory of the following: three divisions of strategic commandos; 150 battalions of strike forces; 200 main battle tanks to be deployed in Kalimantan and West Nusa Tenggara; 540 armored vehicles made by Pindad for the mechanical infantry battalions; 320 cannon-armored vehicles; 890 cannons and howitzer artillery; 720 NDL missiles; 20 MI35 fighter choppers; 26 MI17 transport choppers; 1,300 anti-tank missiles; 60 new anti-aircraft missiles; and 700 Pindad-Lapan type strategic missiles.

  36.  

    Sudah terbukti disaat pich black pespur SU 27 dan SU 30 mempecundangi hornet ausy…

    Apa lg indonesia mengakusisi SU 35 ..

    Ini bukan masalah pro pespur barat ato pespur timur
    dari segi spek memang menurut sy SU 30 SU 35 memang pesawat terhebat generasi 4.5

  37.  

    A4 Skyhawk memang msh aktif sampe saat ini itu menurut sumber pilot AU sendiri. Beliau menyebut kita masih operasikan skyhawk smp detik ini.

  38.  

    ikut menyimak

  39.  

    FOTO yg nmr 3 itu foto sekumpulan pesawat sukhoi ya? tapi jumlahnya ada berapa ya? sy kok kurang jelas liatnya… 🙂 . mungkin ada yg bisa kasih info…

  40.  

    Bung stayelert..klo dilihat dr history map nya memang banyak bergeser dari 2009 secr siginikan berubah tuh posisi pesawat. cm di saya pc bukan yg high res..jd gak tll datail

  41.  

    Tersirat dari Artikel di atas:

    “Sbgai pengganti F-5, Indonesia jgn coba2 ambil pespur barat, meski pilihan itu F35, skalipun. Apalagi klo HANYA TIPON, JAS G, Rapale. Selain ancaman embargo yg JELAS DI DEPAN MATA, negara2 Eropa, Amerika, produsen pespur itu punya kepentingan mengkerdilkan kekuatan Indonesia demi menjaga boneka2nya.
    Hanya Su35 yg bisa bikin Indonesia bakal disegani negara2 tetangga yg hobi usil, khususnya Ausit, Singoporn dan Malingsialan. Soal ToT, bisa dan banyak cari jalan lain (banyak jln menuju Roma)”.

    Sekali lg, singkirkan dulu pilihan Typoon, Jas Gripen, Rapale, F-16, F-18, F-22 bhkn F-35. Akuisisi dulu dan segera Su-35. Stlh itu, baru urus yg “ECEK2” itu….

  42.  

    Indonesia untuk MEF selanjutnya hanya konsentrasi jet tempur buatan dalam negri dan beli su 47 + PAKFA T 50 takut ngantri panjang hehehe.

  43.  

    iya,ada beberapa pesawat yg parkir
    ngirim gambarnya gimana ya

  44.  

    TERIMA KASIH URAIAN YG SANGAT BAGUS, pencerahan buat kita semua,…kita juga jadi sadar barat (AS & Sekutunya) kok ngotot bgt nawarin alutsistanya termasuk saat ini Eurofighter Typhoon pameran di Jakarta, jika TNI membeli Typhoon… …wahhh bisa jadi AUSTRALIA AKAN JINGKRAK2, PESTA TUJUH HARI TUJUH MALAM MUNGKIN YA…bahagianya..krn mereka pasti tahu Typhoon ngga bakal bisa menyaingi F-35 A Lightning II Joint Strike yg mereka miliki (1 pespur saat ini sedang uji terbang oleh RAAF), lain cerita jika sesuai pernyataan secara eksplisit Panglima TNI, di hari Angkatan Bersejata 5 Okt lalu, Jend. Moeldoko, TNI akan mengakusisi Sukhoi Su-35…aussie akan kembali gundah gulana….krn F-35 A yg mereka miliki kembali inferior di hadapan Su-35

    •  

      kita bukan keledai bung hehehe

      •  

        kita khawatirkan boleh bung..ya ngga ?..kita tau barat itu dibelakangnya Yahudi, yg terkenal licik, mereka tahu kita punya rencana mengakusisi Su-35 bisa aja di tengah jalan ditelikung malah beli Typhoon….melalui 1001 TIPU MUSLIHAT, T.o.T lah, ini lah, itu lah, belakangnya isu HAM, EMBARGO, tdk boleh buat ini, tdk boleh buat itu (spt tank scorpion buatan Inggris) dst. ..saat ini kita mengawalnya, supaya perkataan Jend. Moeldoko ngga diplesetkan

  45.  

    klo saya simak,rusia lbh senang dgn negara yg royal dan setia menggunakan alutsistanya..
    india sdh melukai kepercayaan rusia,bknkah ini momentum yg baik buat indonesia utk menggantikan posisi india sbg mitra pentingnya,sebuah langkah brillian harus dilakukan pemerintah,langkah awal utk memuluskan indonesia mendapatkan T50 PAK-FA..(idola saya s300/400)

  46.  

    halah.. gundah gimana.. terbalik dunk… justru apa mrk gak mikir justru kita yang gundah sama kemajuan alutsista nya ausie.. mrk sudah beli f 35, kapal induk helikopter yang bisa jadi Kapal Induk f 35, dan perusak hobart dll… justru jgn sampe ausie teriak2 Indonesia alutsista nya maju tp ausie terus modernisasi alutsista nya.. kita harus berpegang teguh kesetaraan.. tp ausie sepertinya memegang prinsip selalu lebih maju dr tetangga.. sama seperti s’pore.. kalau bisa indonesia jg berubah prinsip dr kesetaraan menjadi prinsip lebih maju dr tetangga.. IMHO

    •  

      bung @inoet, memang aussie sdh kontrak pembelian F-35 A Lightning II Joint Strike dari Lockhead Martin, sekitar 72 unit (jika ngga salah), tetapi yg baru selesai & uji terbang baru 1 unit awal Oktober lalu, mereka memang 1 langkah di depan Indonesia, tetapi jika TNI & pemerintah bisa bergerak cepat, rasanya ngga mustahil kita juga dpt pespur yg secara spec. di atas F-35 A 1 atau 2 thn ke depan, apalagi sdh masuk dlm APBN, dibutuhkan adalah diplomasinya…

      •  

        bung @ Heriyanto, iya om.. saya percaya pemerintah kita sudah mengantisipasinya dengan perkembangan alutsista Ausie.. seperti F 35 mrk kita antisipasi dengan pengadaan SU 35 atau sekelas ( moga2 terwujud ), Kapal induk helikopter mrk sudah di jawab oleh petinggi kita kalau indonesia belum membutuhkan kapal induk dan masih bisa memakai LPD, dan Kapal perusak Hobart mrk saat ini masih bias di antisipasi dengan Kapal Selam ” BNV gentayangan ” yang cukup membuat Ausie pengen tahu apakah benar ada atau tdk ( dan biar pun kita belum tau bener atau tidak, tapi mungkin cukup menggetarkan ausie 🙂 ) tp saya yakin pemerintah kita lagi memikirkan tandingan Hobart dengan destroyer sekelas.. dan radar jindalee mrk kita hadapi dengan radar dari China yang akan di tempatkan di kupang ( masih proses kalau dr berita JKGR )..
        IMHO

      •  

        bung Heriyanto, kalau utk beli Alutsista tidak harus memakai dana APBN! Msh ada sumber-sumber dana lain kog, spt contoh paling gampang yaitu Kredit ekspor baik dr pemerintah atau bank komersial.
        Dulu di tahun 1994 pembelian 32 pesawat Hawk 109 dan 209 memakai sumber dana dari kredit ekspor pemerintah Inggris! kalau pakai APBN gak cukup !!!

  47.  

    gambar no 4 seperti pesawat jet pribadi orang kaya yg parkir di halim.

  48.  

    Ibarat gado-gado VS burger.

    1.Gado-gado
    Pros :
    – anti oksidan ( sayur mayur )
    – rempah asli alam
    – vegetables
    – kaya rasa
    – Cepat saji
    – murah meriah bergairahhh
    Cons :
    – bisa pedes bisa ga
    – yg jual abang” tp punya BMW di kampungnya
    – murah meriah

    2. Burger
    Pros :
    -. Eksklusif dan premium
    -. Di sajikan di ruang ber AC ( kebanyakannya sih…)
    -.Makanan ASELI Barat
    -. Klo makan keliatan gagah, gaul dan gaya
    -. Cepat saji
    Cons :
    – kanker
    – Kangker ( kantong kering)
    – Obesitas
    – rasa standar
    – Kolesterol

    Dari makanan saja sudah keliatan perilaku, budaya dan identitas sebuah negara, dari makanan jadi energi, jadi protein, jadi darah, jadi DNA…yaaa, gimana ga galau mereka, dijamin PENYAKITAN, gusar, galau dan lemah…nek jarene wong cilik kie sing OKB kui ra sah kokean gaya, urip sih neng lemahe wong malah kemaki…maaf yak klo oot, biasa omongan bakul siomay… Salam semuanya

  49.  

    Jd penasaran sebenarnya perpus yg Indonesia miliki itu apa aja to, kok sampe Aushie sebegitu takutnya…
    SU-27, 30, 34, 35 TU-22 pesawat MIG ada G ya…

  50.  

    Banyak bung ga ke itung, di tiap sekolahan pasti ada.

  51.  

    mantabb

  52.  

    Borong dan bungkus SU-35 dan T-50 yang banyak, Ulangi kejayaan TNI kita tahun 60an

  53.  

    suka makan lontong mister ?

  54.  

    MENDUKUNG KEMERDEKAAN BANGSA ABORIGIN DARI PENJAJAHAN BANGSA KULIT PUTIH AUSTRALIA !!
    Mr. Big Red Anda ternyata membenci bangsa Indonesia ya??

  55.  

    Mr. Big Red . Orang kulit putih Australia telah pelanggaran hak azasi manusia terhadap suku Aborigin secara besar-besaran!! Perampasan tanah dan wilayah suku Aborigin sehingga mereka sekarang mengalami penderitaan yang luar biasa.

    •  

      Seperti yang saya dibesarkan di sebuah kota Aborigin , saya merasa saya bisa berkomentar dengan beberapa otoritas mengenai hubungan Aborigin di Australia .

      Ya , tanah orang-orang yang saya anggap keluarga saya dibawa pergi , dan salah yang harus diperbaiki . Aku benar-benar dan sepenuhnya percaya bahwa orang-orang dari berbagai bangsa yang ada di Australia sebelum pemukiman Eropa harus diizinkan untuk memilih dalam referendum mengenai apakah mereka ingin menjadi bagian dari Australia atau meninggalkan Australia dan membentuk negara baru di lahan tradisional mereka . Jika mereka memilih untuk tinggal di Australia , suku harus baik menerima kepemilikan tanah , harus dibayar nilai tanah atau di peristiwa tragis bahwa orang-orang dari bangsa yang semuanya tewas , nilai tanah tersebut akan dimasukkan ke dalam dana untuk menguntungkan semua warga Australia Aborigin .

      Jika kalian bersedia untuk mendukung ini silakan , meminta Anda wakil-wakil terpilih untuk menghubungi pemerintah Australia mengenai hal ini . Sudah terlalu lama Australia telah mengabaikan masalah hubungan Aborigin , dan itu adalah salah yang perlu ditangani .

      •  

        @big Red.
        Pemerintah Australia terlalu arogan untuk mau menerima pendapat dari Luar apalagi dari orang indonesia yang menurut mereka orang2 dari dunia ketiga (3rd world) yang terbelakang.
        As an example, your nick is Big Red, because you believe you are bigger & Better than all of Us here.

        Sorry if my cocot talk belepotan 😛

  56.  

    Mr. Big Red. Anda ingin menghancurkan Indonesia ya?

  57.  

    Ha..ha.. terjemahannya belepotan….

  58.  

    Dari Statement Big Red terlihat jelas sekali bahwa Australia adalah musuh Indonesia. Mereka membeli F-35A dan F-35B untuk menyerang Indonesia !!

  59.  

    mengapa ya kita harus mengomentari miring sejarah bangsa lain,biar mereka membuat sejarah bangsa mereka sendiri,setiap negara memiliki sejarah yg berbeda..buktinya australia bs jauh lbh maju di tangan org2 yg katanya “penjahat kelas berat dari inggris raya”…
    Blm tentu orang yg mengaku sbg “bangsa asli” bs memberi kemajuan buat bangsa nya!

  60.  

    Indonesia harus ngomong protes …kalau sampai ostrali beli su 35 atau senjata lain dari rusia jelaskan sama rusia kalau senjata rusia dijual ke ostrali mrk akan ngoprek itu senjata utk dicari kelemahanya yg hasilnya akan dilaporkan ke us seperti.yg telah terjadi sama.malaysia …..

  61.  

    Jayalah Dirgantara Indonesia

 Leave a Reply