Sep 152013
 
Peternakan Sapi di Australia (photo: news.com.au)

Peternakan Sapi di Australia (photo: news.com.au)

Rencana Indonesia untuk memiliki peternakan sapi di Australia tidak berjalan mulus, setelah mendapatkan penolakan dari partai terbesar di Australia.

Politisi dari Koalisi Liberal-National, Barnaby Joyce, menolak rencana Indonesia membeli lahan peternakan di Australia. Calon menteri dalam pemerintahan baru Australia tersebut menyatakan, penolakan ini tidak ada hubungannya dengan sikap rasial. Koalisi Liberal-National merupakan gabungan partai pimpinan Tony Abbott, yang baru saja memenangkan pemilu Australia 7 september 2013.

Pemerintahan Koalisi sebenarnya belum memiliki sikap yang jelas, terkait isu investasi asing dalam pembelian tanah di Australia. Sepanjang musim kampanye lalu mereka belum mengeluarkan rencana kebijakan yang final terkait isu tersebut.

Delegasi Indonesia sejak Maret 2013 telah mengunjungi Australia untuk menjajaki penyelesaian isu pasokan daging sapi, termasuk rencana membeli lahan peternakan di Australia.

Tony  Abbott memotong olahan daging sapi diperhatikan Barnaby Joyce -bertolak pinggang. (photo; .news.com.au)

Tony Abbott memotong olahan daging sapi diperhatikan Barnaby Joyce -bertolak pinggang. (photo; .news.com.au)

Menteri BUMN Dahlan Iskan menyatakan sudah menugaskan dua BUMN untuk menggarap rencana pembelian lahan peternakan sejuta hektar di Australia. Tujuannya, untuk mengatasi masalah kurangnya pasokan daging di tanah air.

Penjajakan dan studi sudah dilakukan beberapa tahun lalu. Setelah laporan masuk, pemerintah memilih dua BUMN yang dianggap paling siap. Dana investasi yang disiapkan sebesar kurang lebih Rp 1 triliun hingga Rp 2 triliun. Dua BUMN itu PT Pupuk Indonesia Holding Company dan Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).

Rencana itu disambut gembira  peternak di Northern Territory yang menyatakan, masuknya investor Indonesia akan menyelamatkan industri peternakan sapi yang lesu akibat kebijakan Pemerintah Australia melarang ekspor sapi hidup ke Indonesia.

Barnaby Joyce dari Partai National yang kini terpilih ke parlemen federal dan  salah satu calon menteri dalam pemerintahan Tony Abbot, menyatakan tidak setuju dengan rencana Indonesia tersebut.

“Badan investasi asing Australia tidak pernah menyatakan tidak kepada investasi asing. Saya harap badan ini bisa bersikap tegas, untuk melindungi hak warga Australia. Sikap ini tidak bisa dikatakan sebagai rasial,” katanya.

Sejumlah perusahaan asing sebenarnya telah beroperasi di Australia, termasuk dalam pertanian dan peternakan. Konglomerat pertanian asal China , baru-baru ini membeli lahan pertanian di Australia Barat, termasuk fasilitas pelabuhannya untuk kepentingan ekspor gandum ke China.

Barnaby Joyce menyatakan warga Australia harus mempersoalkan rencana Indonesia itu dan hal ini akan membantunya meyakinkan Tony Abbott untuk menolak rencana Indonesia. Partai National, dikenal sebagai partai konservatif dengan basis konstituen di daerah pedesaan dan pedalaman Australia. (JKGR).

  44 Responses to “Australia Tolak Pembelian Lahan oleh Indonesia”

  1. baru calon menteri saja udah jadi koboi,,
    sama seperti rekanya mr PerAbbot..
    Yang dengan lantangnya ingin membeli perahu” nelayan di waktu pemilunya kemaren,dengan masalah suaka,yang akhirnya dia sendiri kena imbasnya di tolak mentah” oleh petinggi NkrI,,

    lha mngkin dr situ lah si berby balas dendem, ,juga mmenolak pemmbelian lahan,,

    tapi ane yaQin setelah dia jadi menteri..
    Pasti di setujui…. (feeling aja) cumma gertak sambal sama kayak perabbot

    • Di Australia penduduknya terbagi 2 kelompok pemikiran : pertama White Policy, ini yg konservatif dan sgt pro Inggris, dan anti imigran dan Asia,: yg kedua yaitu kelompok Asia Putih : ini yg mengidolakan Aussie jadi republik Asia, dan bergabung dengan Asean saja..sebagai realitas jaman, dan realitas ekonomi….Bagi mereka Inggris terlalu jauh…

      Seperti peternak diTeritory Utara yg merasa lebih dekat dgn Indonesia merasa ekonominya akan lebih maju apabila koneksi ekonomi Indonesia dan Australia bisa terjadi dgn Investasi dan ekspor-impor dikedua negara…Kelompok kedua inilah sebenarnya sahabat Indonesia dan merupakan biasanya dari partai buruh…bagi mereka Indonesia adalah pasar dan rekan bisnis utk kemajuan ekonomi Australia bukan Eropa lagi….

    • namanya juga perabotan

  2. makan ikan saja, daging khusus utk hari raya. apapun itu jelas Indonesia memerlukan ‘lebensraum’, tempat pembuangan akhir untuk sampah, dan (TPA) tempat pemakaman umum (TPU). untuk TPA dan TPU gurun di aussie adalah tempat yg tepat

  3. Rakyat Indonesia sebaiknya mulai meninggalkan kebiasaan makan makanan yang berbahan dasar Sapi karena seperti diketahui Sapi adalah salah satu induk semang penyakit parasit sepert Toxoplasma, Rubella, Citomegallo, yang mana parasit dimaksud dapat menyebabkan keguguran, sulit hamil, hidrocepallus, bibir sumbing, jantung bocor, usus terburai dimana perut tidak memiliki kulit, dll

    • Kurang sepakat om, yang lebih sebagai induk semang penyakit adalah maaf “b2”,
      kebutuhan akan sapi tak dapat dipisahkan dari rakyat indonesia. cuman sumbernya lebih bae jangan dari ostrali. lebih bagus pemerintah memprogramkan kemandirian sapi di dalam negeri sendiri…

      • menurut kementrian bumn, pengembangan sapi di indonesia pernah dicoba dilakukan di sumba dan sulawesi selatan namun ternyata tidak sukses

        • maaf mas sy ada pendapat lain untuk hal tersebut, menurut saya indonesia cocok kok untuk pengembangan sapi masalah utama sebenarnya adalah keseriusan pemerintah dalam menangani masalah ini. harus kita ketahui bahwa SDM kita msih sangat kurang untuk proses penggemukan sapi. di daerah saya banyak warga yang memelihara sapi dengan cara tradisional tapi tidak mendapatkan perhatian pemerintah bagaimana mengajarkan mereka agar lebih baik dalam proses mengembangkan ternak mereka, saya juga pernah mengunjungi salah satu peternakan sapi besar di daerah sidrap dan hasil sapinya juga bagus-bagus kok. masalah utamanya sebenarnya adalah pemerintah kita melakukan perselingkuhan bisnis dengan para mafia impor dagingnya. jgnkn sapi mas yg butuh proses beberapa bulan wong garam saja masih kita impor dari negara sekecil singapura pdhl luas pantai singapura g ada apa-apanya dibandingkan indonesia.

          • gak sesimple itu brow, secara statusisasi daging sapi terbaik itu dari negara-negara 4 musim; aussy, new zealand, jepang, swiss, austria dll. Jenis-jenis sapi ini hanya hidup nyaman dan bahagia (senyum terus kali) dengan iklim subtropis, kalo di Indonesia yang panas dan lembab pasti stress berakibat pengurangan mutu. Apalagi liat majikannya nonton sinetron tv disini yang isinya cuma marah2, nangis, tereak2 ya jadi keras deh kalo dimasak steak……

        • Saya setuju pendapat Mr. Gue, di Indonesia sapi emang kurang berkembang karena lahan yang sangat kurang.
          Indonesia emang luas tapi 60% adalah Lautan dan 40% daratan (karenanya disebut NEGARA KEPULAUAN), daratan terdiri dari 60% hutan dan 40% dataran, dataran tersebut jadi rebutan antara Perumahan – Pertanian – Perikanan – Perkebunan -dsb.

          Kalau mau “ANGON” SAPI, kalau ingin gemuk dan cepat berkembang, maka idealnya dibutuhkan tempat yang sangat luas beserta rerumputan yang sangat luas juga.

          Jauh berbeda dengan Aussie yang emang BENUA DARATAN, sehingga sapi disana sangat cepat berkembang dan gemuk-gemuk karena bisa dikembangkan secara alami (liar).

          Ingat !!! kebutuhan sapi Indonesia : 4.000.000 ekor per tahun atau sekitar 11.000 ekor PER HARI !!!

          • Data yg ada jumlah ternak sapi sekitar 15 juta. Namun, jumlah itu sebagian besar dikuasai perorangan yg memelihara 2 ato 3 ekor sapi. Dlm bahasa Jawa ternak sapi, kerbau ato kambing disebut rajakaya ato tabungan. Ternak rajakaya ini tdk bisa diharapkan dipotong untuk memenuhi kelangkaan daging. Karena mereka memelihara untuk dijual ketika ada kebutuhan, bukan dijual karena keinginan. Jadi walaupun harga daging melonjak tapi tidak sedang butuh ya ga dijual.

          • 15 juta itu jumlah ternak total dari piyek – dewasa, siap potong hanya 10% saja.

            makanya, jangan sering dipukuli untuk latihan nglatih ilmu kanuragan mas jajaka tingkir !?

          • Tenang aja Mr Melektech, Jajaka Tingkir musuh nya kebo, bukan sapi. Jadi tidak mengancam ketersediaan daging sapi dipasaran.

          • Sama saja mas, Daging kebo didaerah saya paling enak dibuat rawon atau empal.

            kulitnya paling enak buat kerupuk rambak, mengalahkan kulit sapi

          • menurut meneg BUMN, masalah yang dihadapi indonesia dalam hal ternak sapi bukanlah dari segi lahan dan pakan. akan tetapi dari segi pengelolaan!!

            sapi-sapi yang dipelihara dan dikembang biakkan di indonesia masih dibiarkan melakukan INCEST yang ditengarai menjadi penyebab menurunnya kualitas produk sapi lokal, sementara di australia tidak demikian. sehingga komoditas sapi di australia baik dari segi kuantitas maupun kualitas jauh diatas komoditas sapi di indonesia.

            hal inilah yang sedang di uji coba oleh RNI di sulawesi. mudah-mudahan uji coba tersebut sukses dan mampu mengatasi kebutuhan daging sapi nasional

          • Sudah dijawab ama Mr. Gue, khok di repost lagi ?

  4. ketika watak asli bangsa kulit putih tersingkap, maka yg terlihat adalah rasisme white supremacy, perlu disikapi tegas dan bijak oleh pemerintah RI dengan menaikkan bargaining power Indonesia dari sisi militer dan ekonomi pastinya

  5. Jangankan daging sapi yang secara alamiah merupakan andalan industri perternakan Australia dan NZ, bahkan garam dan ikan asin untuk Indonesia masih didatangkan dari luar negeri, padahal kita negara maritim terbesar di dunia. Ada yang salah dengan kebijaksanaan pemerintah RI selama ini.

    Terlintas dalam pikiran bagaimana jika kita mencoba ternak kangguru saja, protein tinggi dengan kadar lemak rendah. Dan karena karena kangguru beranak pinak seperti tikus dan kelinci, cocok untuk dijadikan pilihan alternatif asupan protein ratusan juta rakyat Indonesia yang masih di bawah rata2 dunia. Kulitnyapun bisa dijadikan alternatif pengganti kulit sapi untuk para pengrajin, karena kulit kangguru mempunyai karakteristik tersendiri yang menjadikannya bisa mempunyai nilai ekonomis yang lebih tinggi daripada kulit sapi/domba.

  6. biji cacao terbaik berasal dari indonesia, maka sangatlah dibutuhkan produsen permen coklat didunia bahkan permen coklat dari swiss pun tidak bakal dapat renyah tanpa campuran cacao dari indonesia. hal ini menjadi bukti bahwa produk alami indonesia memiliki kasiat tersendiri yang tidak dimiliki produk alami dari luar negeri. lihat saja pada waktu daging sapi masuk dari ostrali saat lebaran kemaren para pedagang dan konsumen indonesia banyak menolak menjual & membeli daging ostrali. Perlu diingat juga kebijakan pemerintah seharusnya membuka lahan dan memberikan bantuan kepada para peternak dalam negeri jangan malah berinvestasi ke ostrali yang pada akhirnya rupiah kita melemah karena Cash Outflow Rp.

    • Cacao ngak ada hubungannya dengan sapi’i

      “pedagang dan konsumen indonesia banyak menolak menjual & membeli daging ostrali” kata siapa ? di SURABAYA malah ada demo pedagang sapi’i agar Impor sapi Australia agar di buka

      Rupiah melemah ngak ada hubunganya dengan Sapi’i karena sangat kecil dari total impor Indonesia

      yang termasuk impor besar adalah HANDPHONE/TABLET/LAPTOP atau lainnya termasuk juga Impor 100 pesawat terbang dari salah satu maskapai Indonesia (ngak bangga blasss !!!)

      • Kalau sapi nya yang masuk ,,kita dan pedagang gak keberatan.
        Tetapi kalau dagingnya yang masuk dalam kondisi beku ..masyarakat surabaya masih menolak,,karena faktor fresh (Kesegarannya)
        Orang surabaya biasa membeli daging sapi pada pagi hari yang baru disembelih oleh Jagal dan RPH saat tengah malam atau dini hari..

        Harga daging 100 ribu sekilo yang fresh lebih dicari dipasar tradisional daripada yang 65 ribu perkilo di supermarket..

        Belum sensitif masalah halal walau di ostrali sudah dijamin kehalalan nya saat menyembelih.,tapi orang kita masih suka yang disembelih oleh rph setempat.

        kalau punya uang beli daging sapi lah kalau pas pasan cari protein alternative dahh,,,
        Tapi masakan krengsengan dan rawon tidak tergantikan memangnya dari daging sapi yang fresh ,,
        bener to cak melekteck hehehehehe

      • ada sedikit miss mas Satrio, sapi yang didatangkan (resmi) dari Aussie itu dalam keadaan hidup

        masalah halal, justru Aussie lebih dulu dari Indonesia, kita malah niru dari Aussie. Disana sertifikat halal dikeluarkan dan diawasi oleh Islamic Centre sejak tahun 1970-an, disini malah baru-baru ini aja, Mereka sangat professional

        buka nya saya bela mereka, tapi saya hanya fair saja……………

    • yang ditolak dan dianggap kualitas rendah ya karena setahun terakhir kita impor daging beku ostrali, karena dilarang pemerintah sana ekspor sapi hidup. itu mangkanya sampe sini udah alottttttt. ya gak diterima donk ma konsumen sini yang seneng empuk-empuk gak dingin itu….

  7. Memang masalah sapi kita terhambat dengan pedet nya..
    Kalau masalh penggemukan gampang dan murah kok..contohnya lahan sawit disumatera siap menggemukan sapi sapi dan sekalian butuh kotoran sapi tuk pupuk sawit ,,

    Tapi tidak semua kota minus dalam pengadaan sapi potong untuk memenuhi kebutuhan RPH nya..
    Contohnya saat lebaran kemarin di yogya surplus akan sapi siap potong karena permintaan pasar dan kesiapan sapi tidak berimbang,,jadinya sapi sapi yang mangkrak itu di kirim kejakarta dengan harga yang lebih mahal daripada harga lokalan yogya..

    Apa perlu dibentuk Komisi Pengawasan daging Sapi yaaa ? hehehehe

  8. Gw lbh percya apa yg dikatakan ketua RPH Jateng daripada mentri nya. Karena kbtlan keluarga besar gw petani, gw sndri punya 2 sapi. Itu saja sangat sulit cri pakan klo musim kemarau gni.

  9. Kalo pemerintah serius mah….pasti ada pulau yang bisa dipakai untuk ternak sapi……. kalo alasannya gak ada lahan itu aneeeh??!?!?!?! beda antara mau dan tidak mau…kalo diluar bisa sekalian jalan2 dan ada uang lebih mungkin???!?!?!

  10. di pulau buru aja pak lahan luas msh minim penduduk

  11. Ini bkn mslh lahan saja, tp lahan ada rumput sbg pakan nya terus menurus ato gak.? Di desa Patemon, dekat Salatiga ada bekas peternakan sapi nya Pak Harto, sekitar ratusan sapi dlu dipiara. Tapi daya dukung rumput daerah situ gak memadai dgn jumlah sapi yg ada. Tiap hari ber-truk-truk rumput didatangkan dari luar daerah untk pakan.

  12. Memang kalau membicarakan ‘daging’, tidak akan pernah habis – habisnya…

  13. Makanya urusan sapi tanya sama PSK …. “PEDAGANG SAPI KILO-AN” he…he

  14. Kementerian Pertanian selama ini ngapain saja kerjanya? Negara segini luas nan subur masih saja berkali2 terjadi lonjakan harga, cabe, daging sapi, kedelai, … .

  15. Yang benar saja ada yg bilang kita tidak cocok piara sapi hahahaha..tuh di sumatera, sumbawa, kalimantan, papua, bekas penebangan hutan itu bisa buat piara sapi cuma dasar otak pemerintah sama pengusaha maunya instan, lahan dibakar terus ditanam sawit.

    Kalau pemerintah serius kedua BUMN itulah yg menyediakan bibit dan lahan tentunya dengan menerjunkan ahli peternakan dari universitas,bayangkan sekali piara kampus [un bisa ikut dimajukan dengan adanya peternakan besar bisa buat pengembangan dan penelitian.

    DASAR MAUNYA INSTAN…mau makan daging susah mau makan tempe susah, mau makan nasi juga susah maunya IMPOR tok, pemrintah sudah dicekoki budaya BISNIS INSTAN

    • Miara sapi itu gampang kok…di pegunungan dekat pabrik Semen Tonasa , penduduk pangkep melepas sapinya dihutan2…hanya per 3 bulan mereka naik cek , berapa yg bunting, dan calon anakan mereka…he5x…malah hebat kita loe sebenarnya dikebun sawit kan daun dan bungkil sawit, bisa dioleh jadi makanan sapi….apalagi Papua…luasnya hutan tak terbilang….lagipula sapikan tdk takut ular malah makan ular….Beginilah kalo pembangunan semua berdasarkan dana proyek dari pusat…bukan pemberdayaan masyarakat….yg dibina dan diberi modal kerja…

  16. daging emang enak.. aussie itu takut lahan yg kita beli itu bisa jd alasan kt menimbun TKI.. Seolah agresi.. memang harus dipikirkan nih klw tmbh bnyk manusia di kepulauan ini ya pindah ke negara tetangga lah, orang afghanistan yg gak punya laut aja bela2in ngungsi ke aussie.

  17. wah asik nih sapi lagi rame, klo ingat sapi ingat rendang,hahahaha..lapar..kalo saya pribadi jarang mengkonsumsi daging sapi,karena saya lebih seneng yg simple dan sehat,seperti tempe, tahu, daging ayam,sayuran hijau dan tentu saja sayur asem dan sambal terasi., makyos,,,,lebih nikmat dari pada daging sapi,dan lebih cita rasa indonesia. sekian…

  18. Yang dibutuhkan sebenarnya kapal khusus angkut sapi seperti punya Australia, jadi bisa lebih murah dan efisien. Di Sumbawa dan daerah2 lain sapinya surplus, tapi akomodasinya susah, jadi jatuhnya mahal kalo sampai Jakarta. kalo manajemen dari instansi terkait / swasta yg menangani bagus, kita tak lagi perlu impor sapi, kan bisa meningkatkan taraf hidup peternak lokal kita.

  19. ternak ke malay aja, lahannya kan luas dan para TKI kita disana sdh banyak tinggal mau atau tdk pejabat kita ternak disana he………………he………………….jadi coboy di jiran…………………….

 Leave a Reply