Australia Ubah Panser M113 Jadi Kendaraan Tempur Tanpa Awak

Panser M113AS tanpa awak Australia (foto : MO Australia)

Jakartagreater.com – Pabrikan BAE Systems Australia menerima kontrak senilai total US$ 7,7 juta untuk mengubah 16 panser lapis baja M113AS4 menjadi panser tanpa awak.

Semua pengerjaan konversi kendaraan lapis baja M113 ini dilakukan di negara bagian Victoria, Australia Selatan, di fasilitas BAE Systems Australia bekerja sama dengan Angkatan Darat Australia, lansir Defense24.

Kesepakan kontrak ini akan meningkatkan jumlah panser M113AS4 yang akan di ubah menjadi varian tanpa awak menjadi 20 unit. Menurut Menteri Pertahanan Australia Linda Reynolds, pengembangan sistem panser otonom dan tak berawak sangat penting untuk memenuhi perkembangan peperangan modern yang terus berubah oleh Angkatan Darat Australia.

Sepasang panser M113AS4 yang dimodifikasi tersebut dipamerkan untuk pertama kalinya pada November 2019. Kedua prototipe tersebut akan digunakan untuk melakukan serangkaian studi dan pengujian penggunaan kendaraan tempur otonom di medan perang. Uji coba berlangsung di Pusat Pelatihan Majura dekat Canberra. Panser yang diubah menjadi tanpa awak ini dapat beroperasi dalam beberapa mode berbeda, mulai dari kontrol manual oleh awak, melalui remote control, hingga navigasi titik arah otonom atau mengikuti pemimpin grup.

Panser M113AS adalah kendaraan angkut personel lapis baja Australia yang berbasis M113 Amerika Serikat. Program modernisasi armada kendaraan oleh Angkatan Darat Australia, dimulai pada awal abad ke-21.

Sebagai bagian dari modernisasi, panser akan mendapatkan perubahan pada sistem propulsi dan persenjataan, tambahan lempengan baja dan lapisan anti-ranjau. Untuk sistem penggerak, panser menggunkan mesin 355 HP MTU 6V199TE baru dengan gearbox dan driveline baru, namun hal ini memaksa kendaraan diperpanjang dan penambahan sepasang roda besi.

Untuk persenjataan, panser masih menggunakan senapan mesin kaliber besar 12,7 mm M2HB, dan dipasangkan pada turret bulat kecil. Pada lapisan baja diperkuat dengan memasang pelat lapis baja keramik tambahan dan penggunaan lapisan anti-fragmentasi, serta memperkuat bagian bawah lambung.

Saat ini, program Land 400 Phase 3 Australia sedang memasuki tahap akhir, yang bertujuan untuk mendapatkan pengganti panser M113AS di Angkatan Darat Australia.

Diperkirakan Angkatan Darat akan mengakuisisi hingga 450 kendaraan tempur infanteri baru, yang akan menggantikan 431 kendaraan tempur infanteri M113AS (340 M113AS4 dan 91 M113AS3). Saat ini, hanya ada dua pesaing terakhir yang tersisa dalam kompetisi Land 400 Phase 3, yakni Rheinmetall Defense dengan KF41 Lynx dan Hanwha Defense ASK21 Redback yang berbasis dari K21. Keputusan akhir untuk memilih pemenang program ini akan dilakukan pada tahun 2022.

Satu pemikiran pada “Australia Ubah Panser M113 Jadi Kendaraan Tempur Tanpa Awak”

Tinggalkan komentar