Australia Upgrade Jet Tempur Super Hornet

51
94
RAAF F/A-18F Super Hornet (photo : Australian Aviation)

Asisten Menteri Pertahanan Australia, Stuart Robert, mengumumkan bahwa program penelitian kolaboratif antara Defence Science and Technology Organisation (DSTO) Australia dan US Navy telah menghasilkan kesepakatan untuk meng-upgrade radar pesawat tempur F/A-18F Royal Australian Air Force.

“Peningkatan yang signifikan dari kemampuan pertahanan telah diwujudkan melalui kerja kolaboratif yang luar biasa dari para ilmuwan pertahanan Australia dan sekutu kami AS,” kata Robert.

“Angkatan Laut AS berharap program ini berhasil dan bisa melakukan pekerjaan yang lebih kolaboratif.”

Proyek yang dimulai tahun 2008 ini, akan memberikan kemampuan yang lebih besar bagi pesawat untuk bertarung di lingkungan peperangan elektronik yang kompleks dan modern.

“Di bawah program Advanced Passive Surveillance Capability, upgrade pesawat telah dilakukan untuk radar warning receiver pada Super Hornet, sehingga meningkatkan kemampuan untuk melokalisir dan mengidentifikasi ancaman”, ujar Robert.

Robert mengatakan industri Australia telah terlibat dalam sejumlah kontrak signifikan dalam mengembangkan ground support software dalam mendukung program ini, karena Australia memiliki sejumlah perusahaan software dan hardware di bawah kontrak untuk DSTO.

“Pekerjaan yang dilakukan dalam proyek ini meliputi pengolahan dan estimasi parameter algoritma sinyal dan alat analisis untuk aplikasi peperangan elektronik, yang akan relevan dengan sejumlah program Pertahanan Australia,” kata Robert.

“Seiring berkembangnya program ini, diharapkan akan ada sejumlah peluang yang bagi industri Australia untuk memberikan solusi dari program yang dibangun.”

Radar Warning Receiver (upgrade) akan segera dipasang ke armada Hornet dan Super Hornet AS dan armada Australia dalam waktu dekat. (Aus DoD).

51 KOMENTAR

  1. australia kalau ga dibantu sekutunya ga akan berani dengan kita meski dari segi persenjataan mereka lebih unggul, mental asu cs memang begitu sejarah membuktikan mereka berperang secara keroyokan bahkan terhadap negara yang militernya lemah sekali pun.

  2. Indonesia itu cocoknya sama pespur Sukhoi. Sudah terlihat buktinya, pengawalan hampir selalu dilakukan dengan Sukhoi, dan lain-lain. Jadi, kalau ingin PD, belilah Sukhoi! Rasanya gak bakalan nyesel kalau pespur yang dibeli adalah Sukhoi. Ke mana-mana terasa PD serta disegani kawan maupun lawan.

  3. Pengganti F 5 adalah SU 35 BM, 2 Skadron baru adalah Fax Pa..dan pengganti 2 Hawk adalah Typhoon/Gripen untuk support IFX, kedepan kita hanya punya 2 jenis pesawat yaitu kelas Medium : F 16/Typhoon/ IFX untk kelas Heavy Fighter di isi Sukhoi Family : SU 27/30/35/Pak Pa..@semoga..

  4. justru diupgrade itulah dari hasil pitchblack kemaren kemampuan f-18 ausie jauh dibawah sukhoi 27 dn 30 milik TNI AU,kecuali integrasi kemampuan BVR mereka yang nyatanya dibantu pesawat AWACS. untuk dogfight Sukhoi lebih unggul. dari hasil latihan pitchblack kemaren di Ausie tercatat rekor paling tinggi adalah TNI AU kemudian disusul Singapore Air Force. kaya gini masih pesimis??? apalagi kita deket ma RUSSIA akhir akhir ini + mesra. bisa tambah keringat dingin tuh si Ausie wkwkwkwkwkwk