Feb 182018
 

Jet tempur Eurofighter Typhoon Angkatan Udara Austria. © Jean via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Pemerintahan baru Austria akan mengkaji ulang atas keputusan pemerintahan sebelumnya yang bermaksud mengakhiri program awal pesawat tempur Eurofighter Typhoon senilai $ 2 miliar (£ 1,4 miliar), tutur Menteri Pertahanan Austria, menandakan kesediaan untuk melakukan perundingan di tengah perselisihan dengan produsen, seperti dilansir dari Reuters.

Namun, Austria tidak akan mempertimbangkan kesepakatan baru dengan konsorsium Eurofighter, yang mencakup Airbus, BAE Systems Inggris dan Leonardo Italia sebelum kompensasi atas kerusakan dibayarkan, kata kepala pengacara Republik Austria.

Menteri Pertahanan Austria, Mario Kunasek memulai pertempuran hukum yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan konsorsium Eurofighter tahun yang lalu, menuduh mereka melakukan kecurangan dan penipuan yang disengaja sehubungan dengan pesanan Eurofighter Typhoon tahun 2003 senilai $ 2 miliar.

Penyelidik Austria memulai penyelidikan hukum terhadap konsorsium itu dan individu termasuk Kepala Eksekutif Airbus Tom Enders berdasarkan tuduhan menteri tersebut.

Airbus beserta konsorsium menolak tuduhan Austria. Namun, Airbus setuju membayar $ 99 juta untuk menyelesaikan penyelidikan oleh Jerman atas dugaan korupsi seputar pembelian Austria awal bulan ini.

Austria awalnya memesan sekitar 18 pesawat Eurofighter Typhoon namun mengurangi pesanan menjadi 15 unit saja pada tahun 2007.

Bulan Juli 2017 lalu, Doskozil mengatakan bahwa Austria berencana untuk mengakhiri program awal Eurofighter Typhoon dan menggantinya dengan armada pesawat murah yang dibeli atau disewa dari negara lain.

Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa 15 jet tempur Eurofighter Typhoon milik Austria bisa pensiun pada tahun 2020. Penggunaan jet tempur selama 30 tahun akan menghabiskan biaya hingga £ 5 miliar atau sekitar $ 6,24 miliar, sebagian besar hanya untuk pemeliharaan saja.

Kunasek mengatakan akan mempertimbangkan temuan gugus tugas yang ditetapkan oleh Doskozil, namun dia merasa tidak terikat oleh kepada keputusan Doskozil untuk mengakhiri program Eurofighter lebih dini.

“Saat ini, informasi terbaru tersebida yang mana memerlukan suatu penilaian ulang”, kata Kunasek dalam sebuah konferensi pers di Wina.

Kementrian pertahanan mengatakan bahwa konsorsium Eurofighter telah menawarkan untuk memperbarui jet-jet Eurofighter Typhoon yang ada saat ini dan menegosiasikan kembali biaya operasi sejak gugus tugas menteri sebelumnya mengakhiri pekerjaannya.

Disebutkan pula bahwa Kementerian Pertahanan telah menerima informasi harga baru untuk jet tempur dari Swedia dan Amerika, yang akan diperhitungkan.

  4 Responses to “Austria Kaji Ulang Rencana Pensiunkan Typhoon”

  1.  

    menyedihkan sekali

  2.  

    Ternyata bukan di RI aja korupnya akut, di Eropa jg parah cuma mereka lbh pandai menutup aib karena Media Dunia mereka kuasai.

  3.  

    Pdhl typhoon pespur canggih, lebih canggih drpd f35

    Xixixi…

  4.  

    Eurofighter Typhoon in Action

    https://www.youtube.com/watch?v=SQsPTXsFJ3g&t=4s