Austria Pesan 34 Unit Pandur 6×6 Tambahan

10
18


MADRID – General Dynamics Land Systems Eropa telah menandatangani kontrak pada 22 Desember 2016 lalu, dengan Departemen Pertahanan Austria untuk memberikan 34 unit tambahan kendaraan Pandur 6×6. (Defense Aerospace, Selasa)

Kementerian Pertahanan Austria pertama kali membeli 71 unit PANDUR 6×6 pada tahun 1994. Sejak itu, kendaraan telah berhasil beroperasi di negara dan di beberapa misi menjaga perdamaian internasional di luar negeri.

Versi modern dari kendaraan PANDUR 6×6 akan benar-benar diproduksi di Austria dan kendaraan pertama akan dikirimkan pada tahun 2018.

Kandungan lokal (Austria) yang tinggi pada kendaraan ini mengamankan pekerjaan dan mendukung ekonomi lokal dengan sekitar 179 sub-pemasok sebagai bagian dari program tersebut.

Selain power pack baru, PANDUR 6×6 akan memiliki perlindungan balistik dan ranjau yang secara signifikan lebih tinggi. Selain itu, stasiun senjata dikendalikan dari jarak jauh (RCWS) modern akan diintegrasikan pada kendaraan ini.

“Kami sangat bangga menerima kontrak ini dari Kementerian Pertahanan Austria karena menggambarkan kepercayaan dan kepuasan dari Angkatan Bersenjata Austria. Austria adalah pasar yang sangat penting bagi General Dynamics Land Systems Eropa dan kami menghargai kemitraan jangka panjang kami dengan pelanggan Austria”, kata Dr Thomas Kauffmann, Wakil Presiden General Dynamics Land Systems Eropa.

“Kontrak ini menunjukkan kandungan dalam negeri yang tinggi dan mengamankan ratusan pekerjaan di Austria”, kata Mag. Martin Reischer, Managing Director General Dynamics Eropa Land Sistem-Steyr, anak perusahaan General Dynamics Land Systems Eropa yang berbasis di Austria.

JakartaGreater

10 KOMENTAR

  1. Ooo…ini toh penyebab TNI pesan pandur jg. Krn sdh berpengalaman di gunakan angkatan bersenjata Australia. Ada gunanya jg sih berkaca dr pengalaman negara lain.
    Beda dng BTR yg dipesan marinir dr ukraina, masih banyak diperlukan pembenahan dan kabarnya kurang bisa menyesuaikan keinginan marinir TNI.

    Selamat pagi warjag selamat beraktifitas…..kerja…kerja…kerja

  2. Suatu pemborosan……..padahal Indonesia sudah memiliki pabrik Anoa dengan produk yang tak kalah dengan produk luar.
    Tni sebagai user tinggal pesan kepada Pabrikan apa saja yang perlu ditingkatkan dan senjata apa yang akan diletakkan, kalau TNI saja tidak mau pakai ANOA apalagi pihak asing……