Nov 082018
 

Stand TNI AU yang menempati areal 60 meter persegi di hall B, juga memamerkan TDAS ( Transmisi Data: Air Situation) Kohanudnas dan beberapa persenjataan Paskhas, seperti Rudal QW3, AX-308 Sniper, M-4 Carbine dan SS-V4

Kemayoran Jakarta, Jakartagreater.com   –   Pameran industri pertahanan terbesar yang dikemas dalam Indo Defence 2018 Expo & Forum, kembali digelar dari 7  s.d 11 November 2018 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran Jakarta.

Pada ajang bergengsi dua tahunan ini, TNI AU menghadirkan inovasi baru karya prajurit Depohar 50 Koharmatau berupa ADS-B  (Automatic Dependent Surveillance – Broadcast ) Radar.

Alat yang baru disertifikasi oleh Dislitbangau (Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AU) pada Oktober 2018 ini, merupakan radar portable low cost yang mampu mengidentifikasi objek (pesawat) secara real time. Radar yang memiliki ROA (Radius of Action) hingga 270 Nm ini mampu mengidentifikasi data speed, altitude dan jarak pesawat dengan radar.

Alutsista lain yang juga jadi andalan stand TNI AU adalah kokpit simulator pesawat F-16. Dengan alat ini masyarakat dapat merasakan sensasi terbang sekaligus melaksanakan dog fight (bertempur di udara) dengan pesawat tempur canggih pabrikan Lockheed Martin Amerika Serikat.

Inovasi prajurit TNI AU yang juga dipamerkan adalah Internet Protocol Private Branch Exchange (IP-PBX) Depo 40 Koharmatau. Alat yang sudah mendapatkan sertifikasi dari Dislitbangau dan Dislambangjaau tahun 2012 ini merupakan perangkat yang mampu mengintegrasikan sentral telepon seluruh TNI AU secara low cost.

Stand TNI AU yang menempati areal 60 meter persegi di hall B, juga memamerkan TDAS ( Transmisi Data: Air Situation) Kohanudnas dan beberapa persenjataan Paskhas, seperti Rudal QW3, AX-308 Sniper, M-4 Carbine dan SS-V4. (tni-au.mil.id)

  3 Responses to “Automatic Dependent Surveillance – Broadcast Radar TNI AU”

  1.  

    Mantap! Coba dana R&D diperbesar dan hasilnya lgsg diproduksi masal gak sekedar prototype RI bs sejajar dgn negara2 maju Inhannya!

  2.  

    coba bikin radar lbh canggih bisa deteksi obyek semacam sonar ke udara. spt sonar ke dalam laut.. sonar inilah tidak bisa dijamming..

  3.  

    gabungin sama radarnya pt len
    di jamin hebat radarnya

 Leave a Reply