Jan 082017
 

Coba perhatikan foto berikut ini :

Dari foto ini, saya mau cerita mimpi saya, namun sebelumnya lihat dulu video dari Katherine Jenkins ini judulnya Parla Piu Piano.

Selaras dengan foto ini, negeri kita, adalah negeri yang subur, namun rawan bencana misalnya letusan gunung berapi, banjir, tanah longsor, badai, gempa bumi.

Maka untuk dapat mencapai lokasi bencana diperlukan pesawat angkut yang memadai yang dapat mengangkut alat berat sekaligus personil yang tidak sedikit dan alat berat maupun personil tersebut harus bisa diturunkan di titik terdekat dengan bencana dan kalau bisa tidak perlu landasan pesawat yang panjang.

Untuk itu diperlukan helikopter angkut berat (heavy lift helicopter), sebagaimana di gambar berikut :

Namun untuk itu diperlukan helikopter yang cocok daya angkutnya, cocok harganya, serta jika bisa helikopter dengan pintu di belakangnya (ramp door), supaya mudah menjatuhkan bantuan logistik.

Sebab helikopter yang sudah dibuat RI belum ada ramp doornya maka diperlukan jenis helikopter lain yang ada ramp doornya.

Namun untuk menentukan harganya, Tukang Ngitung tidak bisa temukan harga yang fix sebab yang ada di google harga dari tahun 2009, 2013 dan lainnya maka kita perlu yang namanya angka rata-rata inflasi sedunia (global inflation rate), didapat :
https://www.statista.com/statistics/256598/global-inflation-rate-compared-to-previous-year/

Saya besarkan gambarnya.

Kita akan mencari berapa rata-rata inflasi global dari 2010 – 2016 :
2010 s/d 2016 berarti selama 7 tahun. Artinya penjumlahan seluruh inflasi itu selama tujuh tahun akan dibagi tujuh supaya ketemu rata-rata inlasinya per tahun.

3,68 + 5,05 + 4,07 + 3,66 + 3,23 + 2,78 + 2,9 = 25,37
25,37 dibagi 7 = 3,62

Jadi rata-rata inflasi dunia selama 7 tahun adalah 3,62% per tahun.
Jadi perkiraan inflasi global pada 2017 kemungkinan juga 3,62%.
Ingat tadi rata-rata inflasi sedunia adalah 3,62% atau 0,0362
Jadi harga barang pada tahun sesudahnya kira-kira 100% + 3,62% = 103,62% = 1,0362
Jadi faktor pengali per tahun adalah 1,0362.

Nah sekarang helikopter yang ada ramp doornya yang tersedia di dunia ini adalah :
NH90, AW101, Mi-17, Chinook, Mi-26.

Kita akan cari perkiraan harga di tahun 2017 untuk masing-masing helikopter ini dan juga spesifikasi apa yang diperlukan seperti berapa personil yang bisa dimuat (yang duduk di kursi), berapa kilogram muatannya, berapa korban bencana (pasien) yang bisa diangkut, berapa jarak tempuhnya.
Sesudah itu mari kita rangkum dan bandingkan.

Kita mulai dengan :

NH90


Tertulis TTH (Tactical Transport Helicopter).
Saya besarkan gambarnya :

TTH harganya di tahun 2013 adalah kira-kira USD 42 juta.
Ingatlah tadi faktor pengali per tahun adalah 1,0362
Berapa kira-kira harganya di tahun 2017 ?
2013 usd 42 juta.
2014 = 42 x 1,0362 = 43,52 = usd 43,52 juta
2015 = 43,52 x 1,0362 = 45,09 dibulatkan usd 45,1 juta.
2016 = 45,1 x 1,0362 = 46,73 = usd 46,73 juta.
2017 = 46,73 x 1,0362 = 48,42 = usd 48,42 juta.

Jadi perkiraan harga NH90 Tactical Transport Helicopter adalah USD 48,42 juta.

Dari spesifikasi ini kita hanya akan ambil kapasitas prajurit yg duduk (seated troops), pasien yg ditandu (medevac stretchers / litters), berat cargo yang dapat dimuat (useful load), serta jarak tempuh (range).

Ini foto bagian dalam NH90.

Ini foto kendaraan yang dapat dimuat di dalam NH90.

Sekarang kita akan bahas

AW101 :

AW101 harganya di tahun 2009 adalah kira-kira USD 21 juta.
Ingatlah tadi faktor pengali per tahun adalah 1,0362
Berapa kira-kira harganya di tahun 2017 ?
2009 usd 21 juta.
2010 = 21 x 1,0362 = 21,76 = USD 21,76 juta.
2011 = 21,76 x 1,0362 = 22,55 (sudah dibulatkan) = USD 22,55 juta.
2012 = 22,55 x 1,0362 = 23,37 (sudah dibulatkan) = USD 23,37 juta.
2013 = 23,37 x 1,0362 = 24,22 (sudah dibulatkan) = USD 24,22 juta.
2014 = 24,22 x 1,0362 = 25,1 (sudah dibulatkan) = USD 25,1 juta
2015 = 25,1 x 1,0362 = 26(sudah dibulatkan) = USD26 juta.
2016 = 26 x 1,0362 = 26,94 = USD 26,94 juta.
2017 = 26,94 x 1,0362 = 27,92 (sudah dibulatkan) = USD 27,92 juta.
Jadi perkiraan harga AW101 per unit adalah USD 27,92 juta.

Dari spesifikasi ini kita hanya akan ambil kapasitas prajurit yg duduk (seated troops), pasien yg ditandu (medevac stretchers / litters), berat cargo yang dapat dimuat (internal load), serta jarak tempuh (range).

Ini ukurannya ….


Ups….xixixi ….. salah

Bagian dalam AW101.

Kendaraan yang dapat dimuat di AW101.

Lalu kita akan bahas :

Mi-17

USD 572,2 juta untuk 30 unit Mi-17 pada 2013.
572,2 dibagi 30 = 19,07

Jadi harga Mi-17 per unit di tahun 2013 adalah USD 19,07 juta.
Ingatlah tadi faktor pengali per tahun adalah 1,0362

Berapa kira-kira harganya di tahun 2017 ?
2013 usd 19,07 juta.
2014 = 19,07 x 1,0362 = 19,76 = usd 19,76 juta
2015 = 19,76 x 1,0362 = 20,47 = usd 20,47 juta.
2016 = 20,47 x 1,0362 = 21,21 = usd 21,21 juta.
2017 = 21,21 x 1,0362 = 21,98 dibulatkan usd 22 juta.

Jadi perkiraan harga Mi-17 adalah USD 22 juta.

Dari spesifikasi ini kita hanya akan ambil kapasitas prajurit yg duduk (seated troops), pasien yg ditandu (medevac stretchers / litters), berat cargo yang dapat dimuat (internal cargo), serta jarak tempuh (range).

Bagian dalam Mi-17

Kemudian :

CHINOOK


Saya besarkan gambarnya :

Tertulis Unit Cost Usd 38,55 million (FY13), artinya harga per unit USD 38,55 juta pada 2013.
Ingatlah tadi faktor pengali per tahun adalah 1,0362
Berapa kira-kira harganya di tahun 2017 ?

2013 usd 38,55 juta.
2014 = 38,55 x 1,0362 = 39,94 = usd 39,94 juta
2015 = 39,94 x 1,0362 = 41,38= usd 41,38 juta.
2016 = 41,38 x 1,0362 = 42,87 = usd 42,87 juta.
2017 = 42,87 x 1,0362 = 44,42 = usd 44,42 juta.

Jadi perkiraan harga Chinook adalah USD 44,42 juta.

Berikut ini spesifikasinya.

Dari spesifikasi ini kita hanya akan ambil kapasitas prajurit yg duduk (seyang paling dikit), pasien yg ditandu (medevac stretchers / litters), berat cargo yang dapat dimuat (useful load), serta jarak tempuh (range).

Bagian dalam Chinook

Kendaraan yang dapat dimuat di dalam Chinook.

Terakhir kita bahas :

Mi-26

Tertulis Current Price $ 20 million – $ 25 million.
Kita ambil saja USD 25 juta dan kita anggap itu adalah harga tahun 2013.
Ingatlah tadi faktor pengali per tahun adalah 1,0362

Berapa kira-kira harganya di tahun 2017 ?

2013 usd 25 juta.
2014 = 25 x 1,0362 = 25,9 = usd 25,9 juta
2015 = 25,9 x 1,0362 = 26,83 = usd 26,83 juta.
2016 = 26,83 x 1,0362 = 27,8 = usd 27,8 juta.
2017 = 27,8 x 1,0362 = 28,8 = usd 28,8 juta.

Jadi perkiraan harga Mi-26 adalah USD 28,8 juta.

Dari spesifikasi ini kita hanya akan ambil kapasitas prajurit (troops), pasien yg ditandu (medevac stretchers / litters), berat cargo yang dapat dimuat, serta jarak tempuh (range).


Kendaraan yang dapat dimuat dalam Mi-26

Jika disingkat seperti ini perbandingannya.


Melihat perbandingan ini nampaknya NH90 terlalu mahal dan tidak sebanding kemampuan angkut dengan harganya.
AW101 diberitakan harganya di http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-38456287

Tertulis “Satu unit helikopter AW-101, menurut Kepala Staf TNI AU Marsekal Agus Supriatna, menghabiskan dana sebanyak US$55 juta atau setara dengan Rp740 miliar.”

Bayangkan selisihnya USD 55 juta – USD 27,92 juta = USD 27,08 juta !

Apakah ada yang ghoib di AW101 ini ? Ini hanya helikopter angkut dan bukan alutsista strategis, jadi tidak perlu disembunyikan jumlahnya. Jika dengan USD 55 juta ini hanya dapat satu unit saja maka dipastikan ada penyalahgunaan wewenang, namun jika dari USD 55 juta dapat 2 unit maka bebas masalah.

Jadi AW101 diindikasikan rawan korupsi, muat kargonya pun hanya 3050 kilogram, alias hanya 3 ton saja sehingga tidak efisien.
Mi-17 harga lumayan murah namun dengan kondisi harus overhaul di Rusia seperti Mi-35.
Mi-26 pun kelihatannya bakal senasib dengan Mi-35.
Mi-17 dan Mi-26 untuk TOT nya bisa jadi juga alot dealnya seperti Su-35.

Jadi tinggal 1 calon untuk Heavy Lift Helicopter yaitu Chinook.

Coba kita lihat kebutuhan helikopter Chinook untuk Indonesia.
Kita lihat dulu luas Indonesia, sudah dihitung di http://jakartagreater.com/ayo-mari-kita-berhitung-seri-20/

Luas RI termasuk ZEE : 8.237.792 km2
Berapa Chinook yang dibutuhkan di RI ?

Ingat jarak tempuh Chinook 741 km, kita kurang 41 km untuk cadangan jadi tinggal 741 – 41 = 700 km.
700 km itu jarak total bolak-balik jadi jarak tempuh sekali jalan 700 dibagi 2 = 350 km.
Sekarang kita lihat luas wilayah yang bisa ditempuh Chinook :
350 x 350 x 3,14 = 384.650 km.

Untuk menjangkau lokasi bencana dengan cepat maka diperlukan posisi di mana Chinook itu ditempatkan.
Maka 8.237.792 dibagi 384.650 = 21,41 posisi.

Jika 1 posisi adalah 1 pangkalan di mana Chinook ditempatkan dan jika 1 unit beroperasi + 1 unit siaga + 1 unit pemeliharaan maka 1 pangkalan bisa ditempatkan 1 + 1 + 1 = 3 unit Chinook.
21,41 posisi x 3 unit = 64,23 unit Chinook dibulatkan 64 unit.
Karena 1 skuadron bisa 16 unit maka 64 dibagi 16 = 4 skuadron Chinook.
Kok banyak-banyak buat apa ?

Equipment Six CH-47D and twelve CH-47SD Chinooks
Six = 6 dan twelve = 12
6 + 12 = 18
Lho Singapore aja yang imut punya 18 unit Chinook, masa RI yang luas banget wilayahnya dan rawan bencana, nggak boleh punya 64 unit ?
Jika diperbolehkan oleh US, maka 64 unit ini ada kemungkinan TOT spare part dan mungkin bisa dapat lisensi untuk bikin di sini.

Jika 1 skuadron 12 unit, maka bisa dibagi untuk AU 2 skuadron x 12 unit, untuk AD 2 skuadron x 12 unit, untuk AL 1 skuadron x 16 unit.
Namun jika semua dari US bisa jadi kita khawatir embargo atau bisa dibeli dengan syarat-syarat tertentu yang bisa jadi kita tidak bisa pakai itu untuk atasi gerombolan separatis, maka kemungkinan untuk AL adalah heli campuran Chinook dan Mi-26. Khususnya untuk Marinir yang biasanya alutsistanya juga dari timur butuh Mi-26.

Berapa Chinook dan Mi-26 dibutuhkan untuk AL ?
Kita lihat dulu berapa Mi-26 dibutuhkan, kita lihat lagi spesifikasinya :

Eh ada lagi …

Tertulis :
Jarak tempuh dengan tangki eksternal adalah 1920 km.
Jika tangki eksternal bisa membantu menambah jarak tempuh jadi 40% lebih jauh, maka tangki internal bisa menempuh jarak berapa ?
1920 : 1,4 = 1371,42 km.

Kita potong 71,42 km sebagai cadangan maka tinggal 1371,42 – 71,42 = 1300 km.
Jika bolak-balik maka 1300 dibagi 2 = 650 km adalah jarak tempuh Mi-26 sekali jalan.
Maka 1 unit Mi-26 bisa melayani daerah seluas : 650 x 650 x 3,14 = 1.326.650 km2.
Jadi berapa Mi-26 paling sedikit dibutuhkan ?

Luas RI tadi disebutkan seluas termasuk ZEE : 8.237.792 km2.
Jadi 8.237.792 dibagi 1.326.650 = 6,2 dibulatkan 6 unit.
Namun jika 6 unit beroperasi bersama-sama, maka setidaknya mesti harus ada 6 unit lagi sebagai cadangan.
6 + 6 = 12

Jadi setidaknya AL dalam hal ini Marinir butuh 12 unit Mi-26 ( 1 skuadron ).
Nah sisanya bisa 4 unit Chinook untuk AL.
Jadi berapa total Chinook yang bisa dibeli RI ?
64 – 12 = 52 unit Chinook.

Jadi berapa duit kira-kira habisnya :
Estimasi harga Chinook tadi USD 44,42 juta dibulatkan USD 45 juta.
45 x 52 unit = 2340
Jadi estimasi biaya beli Chinook USD 2340 juta.

Jika nilai TOT atau Offset yang kembali kepada RI adalah 85% maka berapa nilai TOT atau offset yang didapat ?
2340 x 0,85 = USD 1989 juta.
Lalu yang Mi-26 berapa ?

Estimasi harga Mi-26 tadi USD 28,8 juta dibulatkan USD 30 juta.
USD 30 juta x 12 unit = USD 360 juta.
Berapa imbal beli yang didapat ?

Merujuk pada Su-35 yang imbal belinya 50% maka 360 X 0,5 = 180
Jadi imbal beli yang harusnya didapat USD 180 juta.
Total estimasi belanja modal untuk heavy lift helicopter : 2340 + 360 = USD 2700 juta.
Total nilai yang kembali : 1989 + 180 = USD 2169 juta.
Buat AL ,Chinook untuk apa ?
Buat tanggulangi ilegal fishing.

Caranya ?

Para nelayan yang mencuri ikan diikat kaki dan tangan lalu dikumpulkan disuruh berbaring di jaring jala-jalalalu jaring jala-jala itu diangkat pakai Chinook, dengan demikian tidak kuatir lagi nelayan pencuri itu akan melawan marinir kita yang sedang menjaga kapal pencuri.

Bayangkan jika jaring itu diisi para nelayan pencuri, bagaimana reaksi mereka, pasti jerit-jerit biar mereka kapok.
Teganya, tega nian, sadis…Afgan

Lha kapan perwujudannya ? Nggak tahu tuh, lha itu hanya mimpi saya saja lho, kok ya dibaca.
Xixixixixi

Dari : Tukang Ngitung, PhD.

Bagikan Artikel:

  104 Responses to “Ayo Mari Kita Berhitung ! Seri 29: Persaingan Tukang Gendong”

  1. Ane mau digendong nih :)

  2. Akhirnya anti klimaks….

    Hihihihi

  3. Ngeliat tulisanx aj ees pusing..
    Liat mbak yu psti pengen ngombe jamune..

  4. Analisa yg pas bung PHd

  5. siiip ulasannya ….. tuh ponakan saya hebat kan,…??? belum lagi saya pakdhe nya…. ehem…pasti lebih hebat lagi …….hehehe

  6. @TN, Phd

    Tante komplin nih…ini bener2 gak adil…kalo MI-26 dimasukin, CH-53 nya harus dikutkan juga biar fair, soale kalo ga ada CH-53, heli yang lain jadi kebanting sama MI-26 dong…!

  7. BORRROOOOOOOOOOONNGGGG

  8. Eranya presiden jokowi tidak akan ada gebrakan mengenai alutsista baru, seperti di zaman bapak besar..

  9. wew … mimpi lagi … ayo banguuun … kikikikikih …

    MEGA KARTI mau tebak-tebak buah manggis :

    – Pesawat Tempur = 28 Ska (14 Lanud tipe A, 22 Lanud tipe B dan 15 Lanud tipe C)
    – Pesawat Angkut = 25 Ska
    – Pesawat VIP/VVIP = 3 Ska
    – Pesawat Intai = 5 Ska
    Helikopter = 22 Ska
    – Pesawat Latih = 10 Ska
    – UAV = 5 Ska

    mimpi basah mode on … kikikikih …

  10. Semoga dari kenaikan pajak kendaraan bermotor serta kenaikan yg lain,selain di pake buat pembangunan infrastruktur,sebagian di pake buat beli alusista ..
    Ayoo pak kata nya mau jadi poros maritim,TNI AL dan AU nya harus lebih berotot pak..

  11. hadir

  12. wah …@tn phd udah itung – itung lg. aduh gara – gara kodangan jd ketinggal nih

  13. @Tante Mirna

    eitts … jangan ngomongin “geli-geli” dong, nanti MEGA KARTI ujung-ujungnya jadi :

    ikeh ikeh kimochi

    @tante mirna, dicariin tuh sama om @pocong merem … kikikikikih …

  14. Musik pengiring = 2 Jempol
    Mbok jamu = 2 Jempol
    Analisis tukang gendong = @ 2 Jempol
    Total Jempol buat bung TN 14 Jempol
    Well done!!

    Pesen jamu tolak nglindur dong 1 botol

  15. Lugis bung PHD, kemarin sempat kepikiran mi26 karna muatannya setelah ditelaah clingok lebih dibutuhkan kara kemudahan oprasionalnya. Klo operhul sih sma aja karna pt di blm mampu kecuali hara segitu plus tot

  16. Wow ker3e33en, ijin nyimak kk

  17. Mumet ndasku…!!!!..lebih parah dari statistik 1.ampun dj…..!!!!!!

  18. NH90 (tahan diterpa angin kencang saat terbang sampai 20 knot) dan chinook (tahan diterpa angin saat terbang sampai kecepatan angin 25 knot) itu kelebihannya di cuaca buruk/angin kencang, sedangkan agusta kelebihannya di peredam kejut di ban untuk mendarat di kapal laut/landasan tak stabil, Mi26 kelebihannya di kapasitas cargo.

  19. Kudoakan mimpi bung TN jd kenyataan.. Entah kapan ..hanya waktu yg bisa menjawab mimpi ini

  20. tes

  21. aneh amat harga aw kita.pasti ada apa2nya dengan harga segitu.mudah2an kpk bisa usut ini harga agar tidak dikorupsi.aneh,,,anehhh

  22. Jangan ngomongin Heli lah Entar KSAU nya salah lagi apalagi kalo urusan Heli Angkut gak peting katanya Ramp Door segala yg ada saja dulu dipake yg katanya PT.DI sudah bisa buat heli sendiri kalo beli yg macem2 lagi nanti diprotes oleh KKIP lagi krn dikatakan TNI khusunya TNI-AU tidak mendukung imdustri Pertahanan Dalam negeri khususnya PT.DI

  23. nah kalo foto² nya, skrg bung TN udah eling neh … copasnya foto nya dari web resmi … xixixixi

  24. AW.. Membuat Negara kita menjadi boros.. Dimna hanya dapat membeli 1ekor aja,namun tdk fleksibel.. Mnding Chinnok, ato MI nya

  25. ingat bung @TNphd ; “SENIN HARGA NAIK”

  26. 6 MI 26 deal pesan… mimpi saya
    kalo chinook tunggu pesanan pak SBY dulu..
    itu dah lunas belum? atau pembayaran multi years??

  27. Belum ada rincian mengenai bea perawatan ya??? kalo ada rincian mengenai mantenance peralatan mungkin akan lebih baik lagi. heheheee…

  28. Klo saya prepare Mi-26 aja, misal harga USD 28 juta bila dengan ToT mnjadi USD 35-40 juta, sepertinya masih lebih unggul bila dibanding Chinook. Kita bermain logika saja, USD 44 juta adalah harga Chinook tanpa ToT, lantas bila dengan ToT maka harga bisa naik lagi dong, anggaplah 25% dari harga adalah harga ToTnya, maka Chinook bisa menjadi USD 55 juta. bandingkan dengan harga Mi-26 plus ToT, masih jauh lebih murah dari Chinook.

    Namun sayang, di negara kita emng sudah parah banget, yg dipikirkan $$$ dan $$$, susah diungkapkan dengan kata-kata, sepertinya emng pantas bila 1 generasi rakyat Indonesia di musnahkan, agar terjadi regenerasi yang benar-benar bersih…

    • Tapi ingat bung, US bisa menawarkan offset bung, jadi nggak nambah biaya lagi untuk TOT nya.

      Perhitungan di atas adalah kemungkinan offset yang diberikan oleh US.

      Sebab Chinook dan Hercules adalah pesawat angkut dan tidak terkait langsung dengan kemampuan tempur AU alias nggak ada senjatanya, ada kemungkinan US bisa berikan semacam TOT.

      • lebih baik dpt offset daripada hrs bayar ToT,
        kerjakan offset dapet bayaran man-hour + kuasai proses produksi + kuasai teknonya.
        kalo ToT musti bayar trus dpt teori tekno nya … iya kalo punya duit trus bisa produksi, kalo gak ada duit, itu ToT cuman tumpukan buku & data teori & konsen doank.

      • masuk akal sih… tp apakah cost effective?

        • Tumben bung@lingkar bicaranya akademis banget, pake istilah “cost effective” segala…hayo nemu dimana kata itu?

        • Dengan ketentuan 85% kandungan lokal dan 35% TOT dan 50% imbal beli tentu berat bagi produsen.

          Tetapi itu semua mungkin bisa diwakili 85% dari nilai pembelian akan kembali dalam bentuk offset.

          Offset itu adalah nilai yang kembali ke RI.

          Mungkin tidak diterapkan langsung ke senjata tetapi dalam bentuk lain yang lebih manusiawi misal pengolahan sampah jadi energi listrik seperti yang Locheed Martin lakukan untuk Sumatera Selatan, silakan cari linknya di google sendiri.

  29. cucok banget dgn apa yg ane fikirkn bro, n kl utk tot lebih baik ambil perakitan n suku cadang, jadi pabila zuatu suatu zaat RI kena embargo bantai aja cinook yg ada utk riset sekalian kayak iran. kl begita begitu bagaimana bung TN, PHD cucok kagak?
    kok dpt2nya cewek cakep kayak gitu bung, nemu dimana ya? kwkwkwkwkkw.

  30. Nah…Kalo sapi terbang alias mi26 dibeli…noh para pengamat pasti ribut lagi…disuruh beli persi lokal….mi indomie…hehehehe

  31. embuh mlebune angel tenan

  32. Terima kasih bung Diego….

  33. bung Phd cocok nya jd penasehat menhan.. biar bertaji lg angkatan bersenjata republik ini dan biar berwibawa lg negri ini. untuk prajurit… tabah sampai akhir!!!

  34. Nah, masalahnya boeing sudah sangat sibuk dengan pesanan national guard mau pun us army yang masih mengejar hitungan 500 unit. Belum lagi pemesan lain jepang, korea, uea,singapura,. Jika indonesia belum segera memesan sekarang, bisa-bisa antrian kita bertambah panjang.
    Mungkin bung PHD pernah mengutip bahwa pesanan ch 47 d chinook kita sudah cukup. Maka, bisa jadi pesanan kita tidak ke boeing, namun ke pihak lain pemegang lisensi chinook. Siapa.?
    Jawabnya ialah leonardo-finmeccanica. Atau kalau terlalu asing, konsorsium inilah pemegang pabrikan agusta (-westland). Nah, cukup terang bukan, takes two to tango.?
    Saya berasumsi, pesanan merlin yang “aduhay” itu berlatar. Entah kita ingin mengejar lisensinya (bukan sekedar t.o.t) seperti jepang, atau memang untuk paket pesanan lain.
    Memang kasus bribery (suap) di india memang parah, tapi menunjukkan begitu cemasnya agar deal itu sukses, dan india adalah pelanggan yang ” Rewel”, karena setelah kasus heli HAL Druv, yang tertolak ekspornya itu (ingat kasus pespur tejas yang banyak masalah), rupanya mengejar kerjasama bila ingin merlin dibeli. Rafale pun mengalami kesulitan yang banyak, karena joint production.
    Jadi mencoret merlin (dan versi AL nya Cormorant) harusnya dipertimbangkan ulang, apalagi tiba-tiba muncul kasuu seolah-olah KASAU melewati wewenang.
    Salam bung 500 6000

  35. Argumen dari majalah bekas bung PHd, bila berkenan , di artikel saya, di dove sei chinook,..di sini juga.

    • @blaze

      Hmm sebuah pandangan yang menarik bung blaze…

      Kita abaikan dulu gosip yang merebak belakangan ini…tante justru lebih tertarik ingin mengetahui alasan (aspek teknis&operasionalnya)yang melatarbelakangi pemilihan aw-101 oleh AU, sementara AU telah memesan 6 ec-725 dan aspek perencanaan AU berkaitan dg pengadaan heli yang dibatalkan ini

      Mungkin bung blaze punya ceritanya yang menarik utk menambah wawasan tante dan teman2 disini

      • Bung TM, cermati penggunaan mesin rolls royce pada merlin dan apache wah 64 d. Mesin itu begitu tangguh sehingga mampu beroperasi di medan gurun dengan tambahan beban radar di atas propeler, sedang mesin ge tidak setangguh itu, dan seringkali dome harus dilepas saat operasi.
        Lain hal keluarga merlin yaitu cormorant akan mampu beroperasi sebagai heli AEW, ASW dan ASUW (koreksi bila salah), mampu menggotong torpedo,atau rudal anti permukaan. Super puma pernah diwacanakan menggotong torpedo, namun entah versi TNI AL tidak operasional dengan cara itu. Juga Prancis sebagai produsen aerospatiale memberikan porsi lebih pada super frelon bukan puma untuk misi ALnya yang kini ditiru China.
        TNI AU sangat menginginkan heli operasional medan ekstrim, dan merlin mampu beroperasi di antartika, sangat cocok dioperasikan di medan papua yang dingin, bersalju dan ambang cuaca yang dinamik.
        Setelah keterlambatan delivery cougar , nampaknya ada peluang pesanan indonesia ke agusta yang dikerjakan di inggris (bukan di lini italia misalnya) terkait kemungkinan hibah surplus heli Inggris karena pengetatan anggaran.
        Demikian bung TM

    • Terima kasih bung Blaze, itu yang terlewat dari artikel saya.

      Membaca dari artikel anda
      http://jakartagreater.com/di-dove-sei-chinook/

      Saya berkesimpulan :

      1. Jika RI pesan Chinook sekarang, maka RI paling cepat akan mendapatkannya pada 2021.

      2. Agusta Westland FinMeccanica memang dapat lisensi pembuatan Chinook.

      3. Mengingat itu hanya lisensi, Pertanyaannya sekarang : Apakah Boeing akan memberikan ijin kepada FinMeccanica untuk mengekspor Chinook kepada negara lain seperti Indonesia ?

      4. Tujuan Indonesia dalam mengakuisisi Helikopter Chinook dan ingin mendapat TOT atau lisensi atau offset 85%, masakah RI bisa mendapat lisensi dari negara penerima lisensi juga ?

      Itu saja dulu.

      • @tukang, phd

        Tante sepakat dg bung phd, leonardo memang diberi lisensi utk memproduksi chinnok…tapi apakah leonardo juga memiliki kuasa utk memberikan lisensi lanjutan kepada fihak ketiga?

        Takutnya nanti kejadian spt kronik TOT CBG yang ternyata DSME tidak memiliki otoritas utk memberi TOT/lisensi pd pihak ketiga…

        Ternyata tidak semua seindah yang dibayangkan oleh sebagian penulis

      • Anda benar bung, tapi bagaimana dengan kasus changbogo, ketika lisensi kita akan memproduksi sendiri. Hal itu kemudian berlangsung, padahal HDW sempat mengajukan keberatan. Patut diduga, telah ada pemesanan cukup pada pemegang paten. Asumsi lain bisa berkembang.
        Titik beratnya bukan di chinook bung PHd, melainkan di keluarga agusta lain, yang saya cermati merlin/cormorant, mangusta dan wild cat/lynx. Karena seperti yang saya kutip, merlin memberi lisensi jepang setelah memesan belasan, namun agak mustahil kita mendapat lisensi chinook karena jepang harus memesan hingga 90-an unit.
        Apakah boeing akan mengizinkan pesanan chinook / apache untuk indonesia.? Salah satu logis dalam time line delivery, serta versi bukan teknologi yang terbaru tapi layak (chinook ch 47 D bukan tipe F dan ,WAH 64 D Versi marinized dan tahan operasi Gurun, cocok dengan peruntukan Natuna). Agak aneh jika pesanan itu baru akan datang sedikitinya lebih dari 2020, karena struktur MEF kita mesti dipenuhi.
        Salam tabik bung PHd

  36. jika sesuai kebutuhan dan kondisi geografis indonesia untuk sekedar angkut personel logistik juga penanggulangan bencana tentu MI 26 lah pilihanya.. bukan begitu sob…

  37. MI 26 sangar bener..besarrr..lifetime dan biaya per jam terbang apa gak besar ya…?? Kayaknya besar dan besarr..xixi

    Memang sih heli angkut heavy class perlu tapi pesawat angkut kayaknya lebih efisien untuk angkut logistik pasukan kendaraan tempur antar pulau..
    Sedangkan heli angkut sebagai kepanjangan tangan sehingga sampe ke pelosok pelosok yg sulit dijangkau pesawat cargo..

    Bagaimanapun juga semakin banyak pilihan baik heli atau pesawat makin mudah dimainkan di lapangan..dan gak sesulit saat ini..

    Mbohh tukune kapan..?? Pertanyaan ini terlalu menyakitkan…kapann ??

  38. Apapun pilihannya belinya tetep cougar… Hhi”

    Saya Kambing, salam meong..

  39. absen saja untuk menghargain artikel bung tk phd ixixixixi

    cintai produk2 jamu indonesia sangat2 terjangkau dan sehat

    salam damai selalu:)

  40. ijin nyimak bung TN, PhD

  41. Di negeri yg harga cabe tak terjangkau, ga usah kebanyakan gaya.
    Malu sama tetangga.

 Leave a Reply