Apr 192017
 

What is behind the Curtain ? (Analisa)

Foto : Brown Eyed Girls

Alutsista.
Ini adalah hal yang menarik bagi para fan military boys, namun kadang kita tidak waspada dalam mencermati setiap berita.
Berita-berita tentang alutsista selalu dibuat sepotong-sepotong dan tidak lengkap, bagai suatu bayangan di balik tirai.

Jadi ada apakah di balik tirai itu ?
Coba kita lihat berita berikut ini :

21 Unit Leopard 2 RI Terakhir

Leopard 2 RI tersebut merupakan bagian dari kontrak 280 juta dollar yang meliputi 61 unit Leopard 2 RI, 42 unit MBT Leopard 2 + (standar Leopard 2 A4 dengan penambahan sistem pendingin udara), 42 unit kendaraan tempur infanteri Marder 1A3 upgrade, dan 11 unit lapis baja recovery.
Harga total sudah dapat yaitu USD 280 juta.

Yang dibeli :
61 leopard 2 RI
42 Leopard 2+
42 Marder 1A3 upgrade
11 unit lapis baja recovery.
Berapa harga per unit ?
https://www.merdeka.com/peristiwa/6-senjata-buatan-indonesia-yang-dibeli-militer-asing.html

Tank Leopard Ri dibanderol dengan harga USD 1,7 juta atau sekitar Rp 16,4 miliar per unit. Kabarnya, Indonesia memesan 61 tank Leopard Ri dan 42 Leopard 2A4 seharga USD 700 ribu atau Rp 6,7 miliar per unit.
Leopard RI harga USD 1,7 juta x 61 unit = USD 103,7 juta.
Leopard 2A4 harga USD 700 ribu = USD 0,7 juta x 42 unit = USD 29,4 juta.

Harga satuan untuk 11 kendaraan lapis baja recovery tidak disebut.
Sebab kendaraan lapis baja recovery memakai platform leopard maka kita ambil asumsi saja harga per unitnya kurang lebih sama dengan harga Leopard 2A4 yaitu USD 0,7 juta per unit x 11 unit.
USD 0,7 juta x 11 unit = USD 7,7 juta.

Jadi 280 juta – ( 103,7 juta + 29,4 juta + 7,7 juta) = 280 – 140,8 = 139,2 juta.
Jadi dari USD 280 juta sesudah dibelikan leopard ada kira-kira dana USD 139,2 juta untuk pembelian Marder 1A3 upgrade.
Harga satuan untuk 42 unit Marder 1A3 upgrade tidak disebut.

Pertanyaannya apakah 42 unit Marder 1A3 ini harga totalnya USD 139,2 juta alias 139,2 / 42 = USD 3,31 juta per unitnya ?
Kelihatannya sesuatu yang tidak mungkin sebab Marder 1A3 ini adalah tank bekas dan diupgrade saja, jadi harganya pasti tidaklah semahal itu.

Jadi pasti ada sesuatu yang disembunyikan di balik tirai.
Ada apakah di balik tirai itu ?
Kita lihat dulu arsip lama tahun 1998 :

Bagian bawah saya besarkan dulu ya ukurannya :

Tertulis Marder had a unit price USD 882.000
Harga Marder waktu itu USD 882 ribu = USD 0,882 juta.
Sebab ini adalah Marder bekas maka harganya pasti di bawah itu.
Lalu Marder bekas ini trus diupgrade lalu diasuransikan lalu dikirim ke Indonesia, jadi ada biaya upgrade + asuransi + pengiriman.
Jadi :

costnya = harga bekas + upgrade
asuransi = insurance
pengiriman = freight.

Sehingga kemungkinan sekarang ini, harga USD 0,882 juta ini sudah termasuk semuanya (CIF = cost, insurance, freight) saat dikirim ke Indonesia.
Lalu biaya-biaya apa lagi yang mungkin timbul di Indonesia.

Bea masuk = CIF * tarif bea masuknya (bisa 0%, 5%, 10% dst lihat di BTBMI)
PPN = (CIF + bea masuk) * 10%
PPh = (CIF + bea masuk) * 7.5% (bisa kena 2,5% bila punya API…
API = Angka Pengenal Impor

Kita lihat dulu bea masuknya berapa persen, kita lihat Buku Tarif Bea Masuk Indonesia, saya hanya punya edisi tahun 2010.

Jadi bea masuknya 0%.
Sekarang tinggal hitung PPN nya yang 10% dan PPh nya sebab pasti ada API nya jadi 2,5%.
10% + 2,5% = 12,5%
Jika harganya 100% dan PPN 10% serta PPh 2,5% maka jadinya 100 + 10 + 2,5 = 112,5%
112,5% = 1,125

Jadi harga per unit yang USD 0,882 juta tadi harus dikalikan 1,125 sehingga :
0,882 x 1,125 = 0,99 = USD 0.99 juta per unit Marder upgrade.
Tadi sisa dananya USD 139,2 juta untuk pembelian Marder.
139,2 / 0.99 = 140,6 dibulatkan 141 unit Marder 1A3 upgrade.
Jadi dana USD 280 juta pembelian pada MEF 1 tadi kemungkinan dapat :

61 leopard 2 RI
42 Leopard 2+
141 Marder 1A3 upgrade adalah prediksi saya (hanya dipublish 42 unit sedang 99 unit sisanya unpublished)
11 unit lapis baja recovery.
Itu tadi MEF 1, bagaimana dengan MEF 2 ?

Coba lihat tabel berikut :

Tertulis di bawah TNI AD point 3 : battle vehicle total USD 217.000 ribu = USD 217 juta.
Dapat apa ya ? Apakah mungkin IFV Marder ?

Jadi USD 217 juta harus dibagi dengan harga Marder di atas yaitu USD 0,99 juta per unit.
217 / 0,99 = 218,75 dibulatkan jadi 219 unit.
Jadi USD 217 juta saya prediksi dapat 219 unit Marder 1A3.

Nah jadi untuk MEF 1 dan MEF 2, RI dapat IFV Marder sebanyak : 141 + 219 = 360 unit.
Marder 1A3 bisa dipasangkan dengan Leopard RI.

Apakah ada anggaran untuk pembelian tank Leopard ?
Kita lihat koran Kontan dulu.

Ranpur Tank Kavaleri USD 135 juta.
Harganya berapa ?

Harga USD 1,7 juta per unit.
135 / 1,7 = 79,41 dibulatkan jadi 79 unit.
Jadi dapat 79 unit Leopard RI.
MEF 1 = 61 Leopard RI + 42 Leopard 2 = 103 Leopard.
MEF 2 = 79 Leopard RI
MEF 1 + MEF 2 = 103 + 79 = 182 unit MBT Leopard.

Jadi untuk MEF tahap 1 dan tahap 2, baik Marder maupun Leopard jika ditambahkan totalnya saya prediksi :
360 unit Marder + 182 Leopard = 542 unit kavaleri berat.

Sekarang kita lihat yang ini dulu :

The British/Commonwealth armoured equivalent of a platoon is a ‘troop’ of three or four fighting vehicles.
1 peleton bisa terdiri dari 3 atau 4 kendaraan tempur.

Nah jika 1 peleton kavaleri berat ada 3 unit kavaleri, dan 1 kompi kavaleri berat ada 3 peleton, maka 1 kompi ada berapa unit ?
3 unit per peleton x 3 peleton = 9 unit per kompi.

Pertanyaannya, jika masing-masing kompi punya radius jangkauan 100 km, berapa kompi kavaleri dibutuhkan untuk menjaga daratan RI ?
Luas daratan RI ada berapa ?

https://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia

Luas daratan Indonesia adalah 1.922.570 km².
Maka :
1922570 km2 / (3,14 x 100 km x 100 km) = 1922570 / (3,14 x 10.000) = 1922570 / 31400
= 61,22 dibulatkan 61 kompi.

Sedangkan kavaleri berat yang tadi sudah dihitung ada 542 unit dibagi 9 = 60,22 dibulatkan 60 kompi.
Jadi hanya selisih 1 kompi saja yang mana selisih 1 kompi ini adalah faktor pengurang karena ada wilayah-wilayah tertentu seperti pegunungan yang terlalu curam dan terjal serta hutan yang sangat lebat yang tak dapat dijangkau oleh kavaleri berat.
Namun bagaimana dengan yang ini ?

Prototype Tank Medium FNSS-Pindad, Diluncurkan Mei 2017

diharapkan total permintaan bisa naik ke 400.

Yang tank medium ini akan masuk ke MEF 3 sebab baru akan diluncurkan Mei 2017, harus diuji dan disertifikasi dulu kira-kira setahun sampai ke Mei 2018, lalu produksi di mana pesanan pertama 50 unit baru akan selesai akhir 2019.

400 unit ini jika dibagi 9 unit per kompi akan dapat 400 /9 = 44,44 dibulatkan 44 kompi.
Jika sebagian kompi untuk jaga perbatasan dan jika masing-masing kompi berjarak 100 km antara satu kompi dengan kompi yang lain, butuh berapa kompi kavaleri medium untuk jaga perbatasan ?

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/3450643/3-tahun-pemerintah-bangun-520-km-jalan-baru-di-perbatasan-kalimantan

1900 km jalan paralel perbatasan kalimantan.

Panjang perbatasan Timor Leste 268,8 km.

https://m.kumparan.com/angga-sukmawijaya/ambisi-jokowi-jalan-perbatasan-ri-mulus-di-2019

Sedangkan jalan di perbatasan Papua-Papua Nugini memiliki total panjang 1.111,15 km.

1900 + 268,8 + 1111,15 = 3279,95 km adalah panjang perbatasan darat RI dengan negara tetangga.
Jika dibulatkan ke 100 km terdekat maka 3279,95 akan jadi 3300 km.

Jika sebagian kompi untuk jaga perbatasan dan jika masing-masing kompi berjarak 100 km antara satu kompi dengan kompi yang lain, butuh berapa kompi kavaleri medium untuk jaga perbatasan ?
3300 / 100 = 33 kompi.

Dari 44 kompi tank medium, 33 kompi di antaranya untuk menjaga perbatasan darat, sedang sisanya 44 -33 = 11 kompi tank medium akan diperbantukan ke daaerah-daerah lain yang membutuhkan.

Jadi ada apakah di balik tirai itu ?

Ada Miss A.
Hus nggak percaya.
Kok nggak percaya ?
Lihat aja sendiri Hush dari Miss A.

Xixixi

Dari : Tukang Ngitung, PhD.

https://web.facebook.com/JakartaGreater

  130 Responses to “Ayo Mari Kita Berhitung ! Seri 33”

  1. sip

    • Terima kasih bung Diego.

      • Hehe, baru ane minta seri 33 nya, ehh udah dirilis ama bung tn phd…makasih ya…xixxixix

      • Siang bung. Tukang Ngitung, PhD.
        maaf telat koment. sedikit MASUKAN /SARAN untuk analisa bung Tukang Ngitung, PhD.

        1. Setiap harusnya ada ruang kesimpulan (Tempat Berdebat)

        2. Terlalu banyak gambar yang menyertakan sehingga terlalu borong ruang (display)

        3. sedikit menyertakan nara sumber dan asumsi sendiri

        4. saya lebih suka bila setiap artikel berhitung ada link PDF agar saya bisa membaca ulang tanpa harus OL (Online)

        5. Terimakasih 😀

        “Have Nice Daya” Tukang Ngitung, PhD. dan seluruh bung MOD dan fan boy JKTGR.

        • Ralat. maksudnya :

          1. Setiap harusnya ada ruang kesimpulan (Tempat Berdebat)

          seharusnya.
          1. Setiap artikel berhitung harusnya ada ruang kesimpulan (Tempat Berdebat)

          Trims. kehkehkehkehhh

        • 1. Kesimpulan : oke

          2. Ruang berdebat : sudah ada di komentar

          3. Terlalu banyak gambar : kekuatan artikel ini ada di screen shotnya.

          4. Nara sumber : baca aja di screen shot berita.

          5. Link pdf : copas saja artikel ini di microsoft word lalu diprint ke nitro pdf. Dah jadi deh bisa baca artikel tanpa online.

        • Sedikit menyertakan narasumber : saya bukan wartawan mas, lagipula mana ada perwira mau jujur dengan gamblang bilang alutsista kita jenis ini, merek x, jumlahnya sekian-sekian dan ditaruh di sini-sini dengan jarak sekian km.

          Yang saya lakukan adalah mengumpulkan data yang tersebar di google, menghitung dan dari hasil hitungan menebak jenis, merek dan jumlah.

          Si Beruang Kutub juga nggak pernah menyertakan narasumber bukan ? dan apa yang dia bilang juga asumsi dia sendiri bukan ?

    • OK

  2. membayang ternyata 😆 xixixixi

  3. IDEALIS vs “AKAN”

  4. Yhaa ga jadi pertamax, baca dulu :v

  5. pertamax

  6. Komeng dulu sebelum baca.

  7. sy ingin makan suzy/sushi

  8. Sippp bunh tukang ngitung, phD walau sedikit yg paham banyakan yg gak paham

  9. Cantik, putih, bening, mulus, langsing… dan plastik 🙂

  10. bung TN ngajak wayangan
    bisa semalaman memahaminya

  11. mumet ..

  12. Matematika

  13. Hitungan bung TN gak usah dipahami seluruhnya nanti malah pusing hehhe. Intinya kita akan punya 500an medium & main tank. Dan itu luaarr biasa. Jadi total tank kita (ringan+med+main) jadi berapa ribu bung TN ditambah yg sdh ada slm ini?

  14. 3300 km rampung 2019..?
    mungkinkah..?
    aku si percaya klu jln sepanjang perbatasan di bangun guna memudahkan penjaga wira wiri menjaga perbatasan pake tank..

  15. Berhitung dimulai….
    3 !

  16. Harga 1 Unit Marder 1 Kemungkinan Sekitar 466 Rb USD Itupun Masih Di Tahun 2007…

  17. Katanya sudah gak boleh beli barang bekas Kalo mef 2 dstnya..kenapa untuk selanjutnya GK beli varian 2a7 terbaru??

  18. mendebarkan bung TNP,

    thanks untuk hitung-hitungannya

    • Jeli…… satu kata yg mewakili pikiran saya…….. ga salah kalo nicknya Tukang Ngitung, salut.

      Kapan2 mo minta tolong bung TN buat ngitung rambut di kepala saya…. xixi…

  19. omong… kosong…

  20. berharap hitungan T.o.T alutsita jd berapa persen T.o.T yg di dpt & komponen2 apa sj yg di dpt

  21. Untuk marder kemungkinan kecil ditambah bung, karena MEF 2 arahnya ke IFV 8×8..xixixixixixixi

    • Ah masa ?

      IFV 8 x 8 lebih cocok untuk batalyon mekanis.

      Marder lebih cocok untuk kavaleri.

      IFV 8 x 8 akan ada hitungannya sendiri.

  22. mantap..100 jempol deh buat bung tn phd..gual geol gutat gitet..asik

  23. salut pada bung TN,.
    yg jadi pertanyaan, apa bung TN ora mumet seminggu mikir itungan jhaha..
    pasti banyak makan toge yah.

  24. betul tong kosong
    ini zaman rudal
    kok tank yg dibanyakkin
    mikir….

  25. Mumet

  26. waww

  27. Suzy Pudjiastuti

  28. Insaallah terlaksana itu…. Jadi gni… Kadang bung tukang hitung benerr… Hanya selisih sedikit…. Setiap kali aq tanyain alustista yang akan datang dari temen tni… Baik ad au al. Semua heran kok pada hmpir tau rahasia negara… Orang 2 ini.heheh sedangkan kami aja tentara di larang keras … Padahal hanya prediksi aj. Dr sumber sumber blog militer…. Cmn pesennya jangan terlalu vulgar… Krn ini menyangkut rahasia negara….jujur banyak alustista yang tidak di publikasikan baik jumlah atw barang strategis Heheheh….. Thu kan goibiyah jadinya wkwkwkw

  29. Mau tanya lah..sebanyak itu tank ringan ampe berat… Sistem delivery atau pergeseran nya antar spot dh siap blum ya bung?spt heli atau pesawat angkut berat…
    Yg sekarang aja…pergeseran pasukan pake pesawat aja keteter…apalagi status heli…buat SAR untuk pangkalan operasi aja minus????gimana mau geser pasukan kaveleri?

  30. Mumpung lg sepi…xixixi
    Saya mau sedikit berargumentasi dengan bung TN, Phd
    Saya pernah membaca komentar bung TN, Phd di slah satu artikel JKGR (judul artikelnya saya lupa) semoga anda masih ingat apa yg menjadi komentar anda pd waktu itu.

    Begini :
    Diartikel anda diatas menjelaskan bahwa Tank Leopard Ri dibanderol dengan harga USD 1,7 jt dan pertanyaannya apakah 42 unit Marder 1A3 ini harga totalnya USD 139,2 juta alias 139,2 / 42 = USD 3,31 juta per unitnya ?
    Lalu anda uraiakan bahwa ada Murder yg 99 unit unpublished.

    Yg menjadi pertanyaan saya kok di artkel ini menjadi seperti kontradiktif terhadap komentar anda sebelumnya yg mengatakan bahwa pembelian Tank Lepard berbau aroma mark up, dng membandingkan harga yg dibeli olehIndonesia lebih mahal dr harga pembelian negara lain yg lebih murah.
    Mungkin ente masih ingat komentar ente tersebut. Lalu kaitannya dng unpublished.? Bukankah unpublished itu yg sebelumnya ente bilang mark up.?

    Klo salah ya saya mohon maaf….xixixi

    • Lha saya baru ketemu di google data pdf marder harga yang 882 ribu itu sebulan yang lalu.

      Hitung dikit demi sedikit dapatlah jumlah itu.

      Trus cari artikel2 pendukung trus cari ilustrasi.

      Lalu jadilah artikel ini.

      • berarti kesimpulannya No Mark Up, right.?…xixixi

        • Kita tak tahu pasti berapa detil transaksi per unitnya.

          Yang saya lakukan sekarang hanya berupaya don’t judge everything, berupaya berpikir positif saja.

      • Titik pentingnya adalah dengan harga 882 ribu x 1,125 = 0,99 juta.

        Dari situ trus dapat jumlah 141 + 219 = 360.

        Kok bisa dapat segitu genap 360 , ini yang bikin saya berpikir ada sesuatu di balik selubung tirai itu.

  31. Maaf bung tn phd… mungkin sisa dana di atas untuk keperluan biaya spare part, amunisi, dan pelatihan… trimakasih

  32. Maaf bung tn phd… mungkin sisa dana di atas untuk keperluan biaya spare part, amunisi, dan pelatihan… trimakasih

  33. bung phd memang phd
    salut

  34. Turu ah mumet malahan

  35. Lho kok masih 90 ya, tadi sudah 100

  36. Leopard RI yg telah ada sekarang ko gak pake pelindung yg mirip pager itu..JD lucu liatnya

  37. Kita lihat dulu bea masuknya berapa persen, kita lihat Buku Tarif Bea Masuk Indonesia, saya hanya punya edisi tahun 2010.

    Sepertinya aneh klo impor alutsista dikenakan bea masuk, sama dengan mengurangi dana pertahanan lalu dijadikan pendapatan negara.

    Setelah dicek,

    http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/72900-impor-senjata-militer-bebas-bea-masuk

    • Lah tuh di btbmi khan tertera bea masuk 0% dan juga saya sudah sebut di kalimat yang berikutnya “Ternyata bea masuk 0%”.

      Baca lagi deh.

      Tapi pajak importir tetap bayar lho.

      • Wah iya, jadi sebenernya gak perlu dibahas bea masuk 🙂

        Selain itu alutsista juga tidak kena PPN walaupun diimpor oleh perusahaan swasta

        Dan leo klo gak salah importirnya pemerintah (g to g) sehingga pemerintah harusnya gak bayar PPh ke pemerintah, ini untungnya beli g to g, tidak lewat calo / makelar.

        Calo / makelar pasti akan mark-up harga, untuk bayar pajak dan keuntungan perusahaan, bisa wajar (wajar bisnis ada laba), bisa gak wajar (laba gila2an).
        Laba perusahaan = penghasilan, jika pemerintah yang beli, tidak untuk dijual lagi dengan laba, sehingga gak ada penghasilan yang kena PPh.

        PPN yang Dibebaskan atas Impor

        Senjata, amunisi, alat angkutan di air, alat angkutan di bawah air, alat angkutan di udara, alat angkutan di darat, kendaraan lapis baja, kendaraan patroli, dan kendaraan angkutan khusus lainnya, serta suku cadangnya;

        Komponen atau bahan yang belum dibuat di dalam negeri yang digunakan dalam pembuatan senjata dan amunisi untuk keperluan Departemen Pertahanan atau Tentara Nasional Indonesia (TNI) atau Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI);

  38. absen saja ixixixix sudah edisi seri33 bung itung phd

    salam damai selalu”)

  39. Leopard 2A7nya kok gak dibeli ya, apa ada jg pembelian tank dr Rusia bung TN Phd?

  40. Ikutan komen siapa tau dpt mangkok gambar najib

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)