Mar 172019
 

Pesawat pembom strategis B-52H Stratofortress Angkatan Udara AS © US Air Forces via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Sebelumnya, sebuah sumber pemantau pesawat berbahasa Rusia melaporkan bahwa pembom strategis Boeing B-52H Stratofortress Angkatan Udara AS yang terbang di Laut Baltik mendekati perbatasan eksklave Rusia, Kaliningrad pada hari Jumat, seperti dilansir dari laman Sputnik.

Kementerian Pertahanan Rusia telah mengkonfirmasi bahwa B-52H Angkatan Udara AS terlihat terbang di atas perairan netral di Laut Baltik, dan menambahkan bahwa manuver balik arah pesawat tiba-tiba dilakukan setelah terdeteksi oleh pertahanan udara Rusia.

“Pada tanggal 15 Maret 2019, sebuah pesawat B-52 Angkatan Udara AS dengan transpondernya dinyalakan telah melaksanakan penerbangan di atas perairan internasional, Laut Baltik, sejajar dengan perairan teritorial Rusia”, kata jubir kementerian pertahanan dalam sebuah pernyataan.

Menambahkan bahwa pesawat tidak mendekati perbatasan Rusia lebih dekat dari 150 km dan langsung berbalik arah segera setelah terkunci sistem pertahanan udara Rusia yang bertugas melacaknya.

Sebelumnya, sumber pemantau pesawat online, PlaneRadar melaporkan menemukan B-52H Stratofortress berkemampuan nuklir, dengan nomor registrasi 61-0009, Angkatan Udara AS terbang di atas Laut Baltik, dan mengindikasikan bahwa pesawat itu terlibat dalam pemboman “imitasi” terhadap Armada Baltik Rusia.

Pada tahun 2017, terakhir kali B-52H Angkatan Udara AS dilaporkan beroperasi di dekat perbatasan Rusia di atas Laut Baltik, sebuah pejuang Su-27 Angkatan Udara Rusia segera bergegas untuk mencegatnya dan membawanya keluar dari daerah tersebut.

AS dan sekutu NATO-nya telah meningkatkan jejak kaki mereka di dekat perbatasan Rusia secara substansial sejak krisis Ukraina 2014, melakukan semakin banyak latihan di wilayah ini dan meningkatkan jumlah pasukan yang secara permanen dikerahkan di negara-negara Baltik, Polandia dan Rumania.

Militer Rusia secara teratur mencegat dan memantau pesawat mata-mata maupun pesawat pengintai AS yang beroperasi di dekat perbatasan Rusia di Laut Baltik ataupun Laut Hitam serta di dekat Suriah di Laut Mediterania.

Menurut data Kementerian Pertahanan, jaringan pertahanan udara Rusia mendeteksi dan melacak lebih dari seribu pesawat mata-mata dan UAV asing yang terbang di sepanjang perbatasan Rusia pada tahun 2018.

  22 Responses to “B-52 AS Berbalik Arah Pasca Terlihat Sistem Anti Pesawat Rusia”

  1.  

    Kok balik kucing…??? boy.

  2.  

    Mengusir dengan cara yang sadis… ga perlu banyak omong, langsung kunci saja sudah balik arah…

    •  

      Bukannya kabur bang, tapi simulasi penyerangan, kalau nerjang wil udaranya rusia, kan pelanggaran
      Analoginya seperti itu, kalau niat nyerang tinggal luncurin aja AGM -86 Alcm,
      Tapi kira sistem pertahanan rusia bisa nembak gak ?,

      •  

        Mbak Elsa,.. Mereka ini gak paham kayak gituan soalnya Russian Fanboys die hard. Mana bahas A yg dibahas B lagi. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh

      •  

        aneh dong…
        AGM 86 ALCM range serangnya saja 1.000 km – 2.400 km…. masak melakukan simulasi sampai jarak kisaran 150 km???

        Lalu ngapain??? ga pede atau rudalnya memang tidak sesangar itu??? mestinya kan tidak usah dekat2, dari jarak luncur 500 km kan juga sudah cukup untuk menembakkan rudal…

        Lagian kecepatan AGM 86 ALCM pada kecepatan subsonic… dan kecepatan itu masih dalam kisaran cukup mampu untuk di cegat…

        •  

          Lebih tepatnya range serangnya berkisar 1.500 km – 2.400 km. Kecepatan AGM 86 ALCM 550 mph = 890 km/h. Sebenarnya udh dikatakan bisa menyerang sistem pertahanan Rusia. Masalahnya mereka berani kagak??

          •  

            Russia banyak mendapatkan masukan justru dari perang Suriah… jelas Russia banyak mempelajari serangan rudal canggih yang ditujukan ke Suriah… itu adalah kesempatan yang sangat langka, dan Russia cukup beruntung karena juga saat itu sistem pertahanan S-300/S-400 sudah terinstal di Suriah dan Russia juga melakukan upgrade kepada sistem pertahanan lama milik Suriah…

  3.  

    Pilotnya langsung puter balik sambil ngomong may die may die may die

  4.  

    Indonesia bisa ngunci juga gak ya..?

    •  

      Kalo Indonesia malah Sukhoinya yg dikunci, padahal ada diwilayah sendiri tuh, baru beli lagi. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh

      •  

        Wajar lah… saat itu Indonesia masih dalam masa embargo militer dari USA… semuanya acak2an… coba saja sekarang kalau berani…. sok

        •  

          Apa hubungannya diembargo ama Su-30MK2 yg baru dibeli bisa dikunci tapi gak tau sapa yg ngunci. Emangnya kalo embargo udah dicabut terus bisa tau gitu sapa yg ngunci?? Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh

          •  

            Ente pas nongkrong di toilet umum, di kunci dr luar, ente juga gak tau siapa yg ngunci… Hhhhhhhhhhhh

          •  

            Itu dia…

            Memangnya dikira kalau kena embargo itu terus baik2 saja???
            Kena embargo jelas banyak masalah yang mengikuti, termasuk kemampuan radar, kesiapan infrastruktur dan kemampuan maupun pelatihan yang cukup untuk melakukan pendeteksian…
            Makanya setelah itu saat ini jelas banyak dilakuka perbaikan dan peningkatan, mana lagi itu cerita lock and lock???

            Dulu kekuatan udara Indonesia cukup memble… sehingga ketika ada entah itu pespur atau kapal perang atau apapun yang melakukan penerobosan wilayah kedaulatan jelas tidak banyak yang dilakukan… bahkan kasus F-16 bertarung melawan F-18 dari kapal induk membuktikan betapa rawanya kondisi Indonesia saat itu…

            Bagi anda tidak ada hubunganya, tetapi secara actual jelas itu pengaruhnya luar biasa, karena berkenaan dengan kekuatan dan kemampuan militer Indonesia… bahkan ketika ada lock tidak terdeteksi oleh siapa dan dari mana…

          •  

            Dik, ane kasih tau ya. Itu dua Sukhoi di lock on itu jaman Presiden Olala. Nah, embargo baru dicabut tahun 2005 jaman Presiden Bus. So, ente masih mau nyalahin embargo lagi??? Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh

          •  

            Msh untung tombol s400 lupa dipencet
            😆 😆

      •  

        Itulah kenapa bahayanya produk amer, alutsista Indonesia malah dianggap musuh, jauhi produk amer

        😎

  5.  

    tolong tolong….kabuuuur.

  6.  

    Itu mbuktikan kekuatan payung udara Rusia. Tp kita tidak membeli s400 malah membeli nasam yg rudal dr yg pernah embargo kita egk habis pikir. Kenapa bisa memilih nasam. Mgkin Sukhoi kita di kunci oleh rudal stratrek yg sedang melakukan uji tembak wk wk wk

  7.  

    Masalah lock on sukhoi waktu itu sepertinya ” Once Flight Warning Programme”, program software yg sengaja dirancang sekali terbang sbg peringatan halus utk su- indonesia bahwa” Kamu Jangan Macem2 dulu – kamu belum punya Senjata”!