Babak Baru Kerja Sama Militer Indonesia – Belarus

39
218

Belarus menyarankan pendirian usaha patungan di Indonesia, Presiden Belarus Alexander Lukashenko mengatakan hal itu, saat ia bertemu dengan Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu pada tanggal 28 April 2016.

Presiden menekankan tidak ada topik tertutup terkait kerjasama antara kedua negara. Belarus tertarik dalam meningkatkan kerjasama dengan Indonesia baik dalam industri militer dan sektor sipil, yakni ekonomi.

Alexander Lukashenko mengatakan Belarus siap untuk mengirimkan produk ke Indonesia dan berbagi teknologi untuk mendirikan usaha patungan. “Hal ini sangat penting bagi Indonesia dan Belarus bahwa kita dapat mendirikan usaha patungan di Indonesia untuk menghasilkan produk jadi dan menjualnya ke negara-negara lain di wilayah ini,” ujar Presiden.

Alexander Lukashenko juga menekankan bahwa ia ingin sekali lagi mengundang Presiden Indonesia untuk mengunjungi Belarus. Sebagai bagian dari kunjungan, pihaknya akan menjabarkan strategi pengembangan hubungan antara kedua negara dalam periode jangka pendek.

Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu, pada gilirannya, mengatakan bahwa Indonesia tertarik dengan produk industri Belarusia. Kerjasama teknologi tinggi juga tampaknya sangat menjanjikan.

Pertemuan difokuskan pada operasi komisi antar-pemerintah Belarusia-Indonesia. Komisi ini setuju bahwa diperlukannya roadmap kerjasama dan garis kerja sama yang kongkrit, dan mulai untuk memenuhi tujuan tersebut. Beberapa kelompok kerja akan dibuat untuk tujuan ini dalam waktu dekat. Kerjasama industri militer akan menjadi salah satu jalan kerja sama antara kedua negara.

Sumber : President.gov.by

39 COMMENTS

    • Jika benar perusahaan dibangun di indonesia, ini akan jadi keuntungan besar bagi indonesia, perusahaan akan menyerap lebih banyak SDM kita, akan lebih efisien dalam meningkatkan produktivitas, sistem belajar lebih terkoordinasi daripada yg selama ini SDM kita yg belajar ke perusahaan asing dengan SDM terbatas dan sedikit tot,,,

        • Bung bung,,,
          Namanya saja kerjasama transfer teknologi, sudah pasti engineer yg bersangkutan akan ikut dikirim juga, kalau memang SDM kita mampu sendiri, buat apa kerjasama tot, bangun perusahaan saja sendiri, beres,tapi dalam hal ini, harus dilihat perjanjiannya, engineer WNA hanya boleh sebatas tim inti, mayoritas harus SDM kita yg bekerja,,,

    • Pada tahun 2013 lalu pd saat pak pur berkunjung ke belaruss kerja sama militer ini sudah dilakukan sampai tahap MoU.. dimana salah satu dari kerjasama ini berharap menambah kemampuan anoa utk bisa dijalankan secara otomatis.. Ada 3 komponen yg dibicarakan pd saat itu: Tank Carrier, Anti Tank Guide Missile dan Remote Weapon Control Sistem.. berdoa aja bung kerjasama yg sempat tertunda ini bisa terealisasi dgn adanya kunjungan Pak RR.. mudah2an ada tambahan kerjasama lain selain 3 komponen diatas..
      Salam bung warga biasa

    • mungkin sistem automatic armored vehicle, troops and weapon control.
      dulu belarus sempet dikecam karna ketahuan jual senpi ke negara konflik di afrika atau timur tengah (saya lupa negara apa).

      belarus juga terkenal bisa bikin night vision optic & goggles, designator, rangefinder, dll utk pelengkap senpi. mungkin bumn kita bisa transfer teknologi mereka

      mungkin belarus juga perlu tenaga kerja makanya dekati indo

  1. cocok….beli sukhoi trus kerjasama ma belarus untuk bengkel sukhoinya…….ga sekalian borong dan minta tetot Vostok-D/E 2D surveillance radar atau upgrade mbah s60 jadi s60M pak… sapa tau ga pelit..

  2. Mari dukung jika indonesia akan bermitra dgn ngra mana saja, baik itu di amerika, eropa, asia, asean, afrika, amerika latin, yg trpenting nisa menguntungkan kdua ngara tsb. Utk belarus mgkin lbh di prioritaskan krjasama dbidang industri dan ekonominya. Salam.

  3. Meskipun peralatan militer Belarusia semua bekas Uni Soviet kecuali L-39, tapi ngga apa apa lahh mungkin mau join bikin Tank atau IFV bareng sama Belarusia atau kerjasama bidang Pertanian mungkin juga bidang Pendidikan, yg penting ngga harus militer lah.

  4. memang luar bisa Indonesia sekarang….kemajuan yang Pesat..walaupun kadang tertatih didalam…orang untuk menjadi besar harus berjiwa besar…damn I love RI!!..(ngomong2 yg ngenalin Indonesia sama Belarus si apa ya??..)

  5. Bung Steph dan Bung Diego tolong monitor kedatangan Leopard Revolution…. seharusnya April 2016 udah ada di Yonkav Cijantung, tapi minggu kemarin tgl 1 Mei saya intip belum nongol barangnya…

    • @bung_beling.. tau tuh, kemarin juga sempat nanya juga soal revolution ma prototype kerja sama dengan fnss…katanya memang ke-2 nya bulan 5 sih. tapi, mungkin ada keterlambatan beberapa bulan. masalah managemen.. kayak gak tau aja negara kita..wajarlah.. paling bulan 5 akhir atau bulan. mainan baru tank medium… cuit..cuit.. cakep loh.. emang mirip bener ma cv90 kemarin baru lihat di laptop seseorang 🙂

  6. Kerja sama ini tak jauh dr rabaan para pengamat militer…
    Mungkin “sedikit” teknologi rudal /roket pertahanan hehehe produk nya kan masih turunannya Rusia… Namanya belasaphira eh, Belarusia…

  7. Typoon jangan di bilang rafale mas, kelihatan bohongnya.. malu ma orang.. udh, jgn nge hoax lagi.
    gambar yang satunya di runway itu juga editan. itu pesawat typoon yang kemarin sengaja di datangkan. yang di shelter itu juga kemarin yang di pinjamin ke PT.DI.
    Gak perlu bohong lagi. udh itu aja.

  8. Belarus negara mana ya? negara kecil tapi industri pertahanannya lumayan walaupun gak ada yang masuk sebagai 100 industri pertahanan terbaik versi jane’s tapi kita patut nilik teknologinya,, terkadang teknologi dan inovasi yang di development industri lokal lebih mengesankan ketimbang produk2 wah juga. apapun peluang buat lebih baik bagi negeri pastinya di dukung, apalagi kerja sama jangka penjak, jadi penggiat JKGR bisa follow up kerja sama ini.

LEAVE A REPLY