Aug 062018
 

JakartaGreater.com – Jet tempur generasi kelima terbaru buatan China, J-20 yang kini dijuluki sebagai Weilong adalah salah satu jet tempur paling canggih di dunia. Namun, bagaimanakah bila dibandingkan dengan F-22 Raptor AS?

Pada bulan Juli 2018, Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLA-AF)), merilis sebuah video latihan malam jet siluman J-20 Weilong. Pesawat tempur siluman tersebut dikembangkan oleh Chengdu Aerospace dan pertama kali memasuki layanan pada tahun 2017 silam.

Dilansir dari laman South China Morning Post (SCMP), Raptor F-22 AS pertama kalinya memasuki layanan pada tahun 2005, jet siluman canggih tersebut dikembangkan oleh Lockheed Martin untuk digunakan oleh Angkatan Udara AS.

Jet tempur siluman F-22 Raptor © US Air Force via Wikimedia Commons

Kedua pesawat, sama-sama terbuat dari paduan material canggih dan sama-sama punya berat sekitar 19.000 kg. J-20 China memiliki panjang 20,3 meter dan lebar sayap 12,9 meter sedangkan F-22 memiliki panjang 19 meter dan lebar sayap 13,6 meter.

Namun, daya angkut J-20 jauh lebih berat, yakni sekitar 32.000 kg dibandingkan dengan F-22 yang hanya 29.000 kg. Pesawat tempur siluman canggih buatan AS ini dapat lepas landas dengan berat maksimum 38.000 kg, sedikit lebih banyak daripada J-20 China.

Kedua pesawat memiliki kecepatan maksimum sekitar 2.470 km per jam. F-22 memiliki radius tempur yang lebih pendek dengan 800 kilometer, sedangkan J-20 memiliki radius tempur sekitar 1.100 kilometer berkat tangki bahan bakar internalnya yang besar, lapor SCMP.

Jet tempur siluman Chengdu J-20 dalam Zuhai Airshow 2016. © Alert5 via Wikimedia Commons

Jet siluman F-22 AS menggunakan mesin turbofan G199-PW-100 berfitur afterburning dengan vectoring nozel yang memungkinkan pesawat tempur untuk melakukan manuver dengan kecepatan di atas kecepatan suara.

Sementara China belum menggunakan mesin turbofan yang canggih karena terjadinya penundaan produksi, akan tetapi J-20 diperkirakan akan mengintegrasikan mesin WS-15 barunya tahun depan, yang akan sangat meningkatkan kemampuan manuver dan juga kemampuan siluman pesawat tersebut.

Meski secara frontal J-20 China memiliki kapasitas siluman yang dapat dikatakan luar biasa, namun ini lebih rentan terhadap radar dari belakang apabila dibandingkan dengan F-22 Amerika.

Kedua pejuang sama-sama membawa senjata pada bay internal. J-20 dapat menyimpan hingga enam rudal udara-ke-udara dan dilengkapi rudal yang memiliki jarak lebih jauh dari F-22, juga mampu membawa bom berpandu presisi LS-6.

Sementara F-22 AS dapat membawa hingga 8 rudal udara-ke-udara atau udara-ke-darat jarak pendek atau jarak menengah di samping senapan mesin M61 Vulcan dan 4 tangki bahan bakar eksternal di bawah sayap.

Kedua pejuang memiliki peralatan avionik dan sensor yang sangat terintegrasi, mencakup teknologi low-observative, radar Active Electronic-Scanned Array atau AESA yang dapat mendeteksi beberapa target dalam semua kondisi cuaca.

Namun demikian, terdapat perbedaan biaya yang sangat signifikan, karena setiap F-22 buatan AS berharga sekitar $ 399 juta, sementara setiap J-20 China dilaporkan berharga antara $ 100 hingga 110 juta.

Para pakar militer menegaskan bahwa sementara kedua pejuang sebanding dalam desain dan kinerja, namun F-22 AS sedikit lebih unggul, karena mesin canggihnya, meski China menggantinya dengan mesin turbofan WS-15, paritas dayanya mungkin tidak akan beda jauh.