Apr 142019
 

F-35B. (pixabay.com)

JakartaGreater.com – Jatuhnya pesawat tempur siluman F-35 bisa menjadi pukulan bagi produsen Lockheed Martin. Selain bisa membuat Sekutu-sekutu AS kembali mempertimbangkan pembelian F-35, jatuhnya pesawat tempur yang disebut AS sebagai pesawat siluman tercanggih di dunia itu bisa menjadi keuntungan bagi pesaing AS seperti China dan Rusia yang bisa mendapatkan teknologi F-35 yang jatuh ke laut.

Sebelumnya sebuah pesawat tempur F-35A Jepang yang ditempatkan di Pangkalan Udara Misawa menghilang dari radar, dan berjarak sekitar 135 kilometer sebelah timur dari prefektur Aomori utara. Jet itu kemudian dipastikan telah jatuh setelah puing-puing dari sirip ekornya terlihat di lautan, seperti dilaporkan oleh CNN.

F-35A saat itu terbang bersama tiga jet tempur lainnya dalam dua kelompok untuk melakukan latihan pertahanan-ofensif. Pilot F-35 sebelum kecelakaan sudah memberi tahu pilot lain bahwa dia perlu membatalkan misi, sekitar 25 menit setelah lepas landas.

Sebenarnya F-35 dilengkapi dengan sistem kursi lontar yang bisa mengirimkan tanda apabila diaktifkan, dan tidak keluarnya tanda peringatan dari kursi lontar memperlihatkan bahwa pilot mungkin tidak memiliki waktu yang cukup untuk melakukan prosedur evakuasi.

Seluruh pesawat tempur F-35 Jepang langsung digrounded untuk pemeriksaan, hal itu tentu juga bisa menjadi pertimbangan negara lain yang mengoperasikan F-35 untuk setidaknya membatasi operasi F-35.

Ada desas-desus yang menyatakan China dan Rusia bisa mendapatkan reruntuhan F-35 terlebih dahulu untuk mendapatkan teknologi-teknologi rahasia F-35 karena dekatnya lokasi kecelakaan dengan kedua negara besar tersebut.

Kedua negara mungkin sedang mempertimbangkan atau mungkin sudah menggunakan kapal selam untuk mencapai lokasi jatuhnya pesawat.

Beberapa analis mengatakan beberapa bagian radar dan sensor lain dari pesawat tempur yang hancur bisa menjadi target utama untuk upaya pengembangan dan pengujian untuk rekayasa balik oleh Cina dan Rusia.

Pesawat-pesawat dan kapal-kapal patroli militer AS di kabarkan juga ikut ambil bagian dalam pencarian pesawat dan pilot F-35 Jepang, dan Kepala Staf Pasukan Bela Diri Jepang Koji Yamazaki juga mengatakan bahwa militer Jepang akan terus mengawasi pergerakan kapal-kapal dari negara tetangga. Yamazaki mengatakan sedang dilakukan upaya untuk melindungi informasi pesawat tempur mutakhir yang jatuh.

Ini adalah pertama kalinya sebuah F-35A jatuh sejak F-35B, versi lepas landas pendek dan pendaratan vertikal jatuh di California pada bulan September 2018, saat itu pilot berhasil keluar dengan selamat. Penyelidik mengatakan bahwa kecelakaan itu kemungkinan terkait dengan tabung bahan bakar mesin yang rusak, dan semua F-35 yang beroperasi di AS kemudian ditarik dari misi sampai masing-masing dan menjalani pemeriksaan saluran bahan bakar mesin yang mungkin mengalami kerusakan.

  20 Responses to “Bagaimana Mengamankan Teknologi F-35 yang Jatuh ke Laut ?”

  1.  

    Benarkah RI minta modal keikutsertaan di KFX menjadi 15 persen saja?

    https://fokusjabar.com/haber/amp/66642

    Korsel pasti bilang “cukup 1 periode”…

  2.  

    Pesawat gado2

  3.  

    Sebelumnya sebuah pesawat tempur F-35A Jepang yang ditempatkan di Pangkalan Udara Misawa menghilang dari radar.

    Katanya pesawat siluman tercanggih di dunia tak terdeteksi radar, itu buktinya kok bisa terdeteksi radar??

  4.  

    Jatuhnya pespur ada disebelah Timur Aomori di laut Pasifik. Jelas bakal susah bagi Rusia dan China mendekat secara terang terangan kecuali pake Kasel. Masalahnya baik Rusia dan China gak punya ROV buat pengambilan reruntuhan F-35 dilaut dalam.

    Rusia aja harus minta bantuan sama Belanda buat ngangkut Kasel Kursk yg tenggelam tahun 2000 lalu. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh

  5.  

    silukman benar2 siluman.
    sampai nyungsep kelaut sj tdk bisa di ketahui.

  6.  

    Biarin aja, F35 tidak penting tidak berguna tidak moncer gitu ajah

    😎