Jul 262018
 

Sistem rudal pertahanan udara S-400 buatan Rusia. © Vitaly V. Kuzmin (13/04/2012) via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Baghdad belum mengambil keputusan akhir tentang pembelian sistem rudal S-400 buatan Rusia, kata Duta Besar Irak untuk Rusia Haidar Mansour Hadi dalam sebuah wawancara dengan TASS.

“Kami bisa membeli sistem S-400, jika perlu. Tapi belum ada keputusan akhir yang diambil sejauh ini. Belum ada pembicaraan resmi dengan pihak Rusia”, kata Dubes Irak untuk Rusia.

Ketika Menteri Luar Negeri Irak Ibrahim al-Jaafari melakukan kunjungan ke Moskow pada bulan Februari 2018, dia mengatakan bahwa negaranya ingin membeli sistem rudal S-400 buatan Rusia.

S-400 Triumf (NATO menyebutnya SA-21 Growler) adalah sistem rudal anti-pesawat jarak jauh terbaru yang mulai digunakan pada tahun 2007. Sistem ini dirancang untuk menghancurkan pesawat, rudal jelajah dan rudal balistik, termasuk diantaranya rudal jarak menengah dan target permukaan.

Sistem ini dapat mencapai target aerodinamis pada jarak hingga 400 kilometer (249 mil) dan target balistik taktis yang terbang dengan kecepatan 4,8 km/detik pada jarak hingga 60 kilometer (37 mil). Target tersebut termasuk rudal jelajah, pesawat taktis dan strategis serta hulu ledak rudal balistik.

Radar sistem S-400 mampu mendeteksi target udara pada jarak hingga 600 kilometer (373 mil). Sistem misil permukaan-ke-udara 48N6E3 dapat mencapai target aerodinamis pada ketinggian 10.000 hingga 27.000 meter dan ancaman misil balistik pada ketinggian 2.000 hingga 25.000 meter.

Mansour Hadi juga menambahkan, bahwa delegasi resmi Rusia yang terdiri dari pejabat dari Kementerian Pertahanan dan industri serta perdagangan Rusia akan berkunjung ke Baghdad minggu depan.

  11 Responses to “Baghdad Belum Putuskan Pembelian Sistem S-400 Rusia”

  1.  

    Kita tetap tertarik Kok !!!!

    •  

      Itu jangkauan radar 600 km² sudah mencakup diketinggian rendah & diketinggian tinggi dengan 4 kendaraan peluncur, 16 unit rudal cadangan dgn harga $32 juta perbatrai, mungkin agato & ariev w tertarik dgn s400 utk melacak f35

      Hahhaahaaaaa

      •  

        mantao kang…. S400 memang duidapuk…sebagai anti dot F35.USA aja marah2…sewaktu Turki mengakuisisinya…padahal di juga dapet kiriman F35. Ibarat harimau tumbuh sayap nih turki.

        mati kutu tuh amerika…..cuman bisa garuk garuk kepala, sambil uring2an.

  2.  

    RI kapan?

  3.  

    Tapi mudah²an aming lee tidak adu speed ama istri sipria & keluarganya

    Hahhaahaaaa

  4.  

    Bisa puluhan taon…nyadap getah karet.kalo nich barang kebeli.

  5.  

    Wajar jika irak menginginkan kembali alutsista buatan russia, karan dulu irak termasuk pengguna armada pertahanan militer buatan sovyet, seperti rudalnya yg banyak merontokkan pespur kumpulan nato

    Hahhaahaaaa