Apr 052016
 

India lebih memilih pesawat tempur Rafale bila dibandingkan dengan Su-35 atau Typhoon dan Gripen. Mengapa India tidak memilih Su-35 misalnya, padahal dari segi jalur produksi dan spare parts India lebih mudah menguasai karena India sudah mampu merakit pesawat tempur Sukhoi family, dan dari segi pengoperasian India juga lebih diuntungkan karena banyak para pilot India yang sudah terbiasa menerbangkan pesawat tempur Sukhoi.

Dari segi harga, Su-35 juga tidak terlalu menguras anggaran, bila India membeli 36 pesawat tempur Rafale yang kemungkinan berharga sekitar US$ 10 milyar (India masih menawar US$ 8 milyar, sementara Perancis menginginkan harga US$12 milyar), dengan harga sebesar itu India bisa mendapatkan sekitar 125-150 unit Su-35 atau bisa dijadikan 8 sampai 9 skuadron tempur.

Ada beberapa hal yang menjadikan India akhirnya berpaling pada pesawat tempur buatan Perancis, walau saat ini masih dalam tahap negosiasi harga yang sangat alot.

India menganggap Su-35 adalah pesawat tempur murni superioritas udara, walau memiliki kemampuan serang darat tapi India menganggap kemampuan tersebut terbatas. India menginginkan pesawat tempur dengan kemampuan multirole nyata, dan menurutnya Rafale memenuhi syarat sebagai pesawat tempur multifungsi.

Peran Superioritas Udara

Rafale seri terbaru dilengkapi dengan radar AESA, yang menurut India lebih maju bila dibandingkan dengan radar Irbis-E milik Su-35, bahkan kokpit rafale kemungkinan juga sudah dilengkapi dengan Direct Voice Input (DVI), atau pengendalian perintah pesawat hanya dengan suara pilot.

Rafale bersayap delta dan dilengkapi canard yang membuatnya mampu melakukan manuver maksimal hingga +9G dan -3G, dalam dogfight ketat Rafale bahkan dapat dipaksa melakukan manuver hingga +11G.

Peran Serangan ke Darat

Rafale memiliki sayap rendah yang membuatnya mampu melakukan penerbangan pada kecepatan sangat rendah hingga 185-150 km/jam. Canard di depan sayap juga sangat membantu Rafale melakukan manuver dan pengereman ekstrim di udara untuk melakukan tembakan ke darat. Rafale juga dilengkapi dengan Damocles Electro-optical Laser Designation Pod atau perangkat pembidik untuk senjata LGB (Laser Guided Bomb) yang membuatnya sempurna sebagai pesawat serang darat.

India juga menginginkan pesawat tempur yang kelak mampu melakukan penerbangan dan pendaratan diatas kapal induknya, dan hanya Rafale yang mampu melakukan peran sebagai kekuatan udara dikapal induk India bila dibandingkan dengan Su-35.

Bagikan:
 Posted by on April 5, 2016