Bagian Peralatan S-400 China Rusak Dihantam Badai

53
15
Sistem rudal pertahanan udara S-400. © Valery Sharifulin

JakartaGreater.com – Bagian dari peralatan yang termasuk dalam pengiriman pertama sistem rudal pertahanan udara S-400, yang dikirim ke China berdasarkan kontrak 2014, telah rusak di hantam badai dan kembali ke Rusia, menurut keterangan pers FS-MTC kepada TASS pada hari Jumat.

“Untuk menerapkan kontrak penyediaan sistem rudal pertahanan udara S-400 ke China, kapal yang membawa peralatan pendukung berangkat dari pelabuhan Ust Luga di wilayah Leningrad pada akhir Desember. Akan tetapi, dalam perjalanan menuju China, kapal tersebut terjebak badai yang sangat kuat, yang merusak sebagian peralatan. Sebuah keputusan dibuat untuk kembali ke pelabuhan keberangkatan”, kata layanan pers FS-MTC.

Pekerjaan saat ini sedang dilakukan untuk menilai kerusakan agar memungkinkan untuk menutupi kerugian sesuai dengan asuransinya. Setelah pekerjaan selesai, peralatan yang tidak rusak akan segera dikirim ke pelanggan, tambah Layanan Federal untuk Kerjasama Teknik Militer (FS-MTC).

Kerusakan akibat badai tersebut tidak akan mempengaruhi kerangka waktu pelaksanaan kontrak untuk penyediaan sistem rudal pertahanan S-400 ke China, kata layanan pers.

Kontrak Dengan China

Pada bulan November 2014, diumumkan bahwa Rusia dan China telah menandatangani kontrak pasokan sistem S-400, dan pada bulan November 2015 disebut bahwa Kepala Kerjasama Militer Rusia Vladimir Kozhin mengkonfirmasi kontrak tersebut.

Pada bulan Juni 2016, Kepala Rostec Corporation Sergei Chemezov mengatakan bahwa Tentara China akan menerima sistem S-400 tidak lebih cepat dari 2018. Pada tanggal 7 Desember 2017, Chemezov mengatakan bahwa pengiriman S-400 untuk China akan dimulai dalam waktu dekat.

China adalah pembeli asing pertama dari sistem pertahanan udara ini, sementara yang kedua adalah Turki. Pada bulan Juli 2017, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berkata bahwa “dokumen tertentu” mengenai pembelian sistem S-400 telah ditandatangani.

Pada tanggal 12 September 2017, Rusia mengkonfirmasi bahwa sebuah kontrak telah dibuat. Turki adalah negara anggota NATO pertama yang membeli sistem S-400 Triumf.

Sistem S-400 Triumf

S-400 Triumf (NATO: SA-21 Growler) adalah sistem rudal anti pesawat jarak jauh yang paling maju dan mulai beroperasi di Rusia pada tahun 2007. Sistem ini dirancang untuk menghancurkan pesawat, rudal jelajah dan rudal balistik jarak menengah, dan juga bisa digunakan untuk melakukan serangan darat.

Kompleks S-400 dapat melibatkan target pada jarak hingga 400 km dan ketinggian hingga 30 km. Hingga saat ini, hanya Angkatan Bersenjata Rusia yang dilengkapi dengan sistem S-400. Ada rencana untuk memasok mereka ke empat negara yaitu China, Turki, India dan Arab Saudi.

53 KOMENTAR