Oct 172017
 

S-400 Rusia

Manama-nJakartagreater.com. Satu minggu lebih setelah Rusia dan Arab Saudi menyetujui pasokon S-400, satu lagi negara Timur Tengah telah menyatakan ketertarikannya pada sistem pertahanan udara S-400.

Bahrain dan Rusia sedang dalam pembicaraan mengenai pasokan sistem pertahanan udara S-400 Rusia, ujar Nasser bin Hamad Al Khalifa, komandan Garda Kerajaan Bahrain, mengatakan Senin, dilansir Sputniknews, 16/10/2017.

“Kami saat ini dalam tahap negosiasi, dan dengan bantuan Tuhan kami akan menyelesaikan proses ini,” katanya kepada wartawan di pameran BIDEC.

“Bahrain dan Rusia telah menjalin kerja sama yang luas di sektor militer. Pertemuan telah dilakukan, negosiasi sedang berlangsung, hubungan juga telah terjalin antara kepemimpinan dua negara. Kami ingin memperkuat hubungan kita dan meningkatkan jumlah senjata Rusia di Pasukan pertahanan Bahrain.

Pernyataan tersebut muncul saat Rusia dan Arab Saudi telah menyepakati pasokan S-400 selama kunjungan Raja Saudi ke Moskow awal bulan ini. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pada tanggal 9 Oktober bahwa kesepakatan untuk memasok Arab Saudi dengan S-400 SAM memiliki prospek bagus.

Sementara itu, Vladimir Kozhin, pembantu presiden Rusia yang bertugas dengan kerja sama teknis militer, mengatakan bahwa kesepakatan S-400 dengan Saudi akan berlangsung “Dalam waktu dekat,” menambahkan bahwa “sekarang ada negosiasi, koordinasi.”

Negara regional lainnya, Turki telah melakukan pembayaran pertama untuk sistem pertahanan udara. Pada 12 September, Moskow dan Ankara mencapai kesepakatan mengenai pengiriman sistem S-400 ke Turki.

Triumph S-400 adalah the next-generation moble dari sistem rudal permukaan-ke-udara Rusia yang membawa tiga jenis rudal yang berbeda yang mampu menghancurkan target udara pada jarak dekat hingga jarak yang sangat jauh. Ini mengintegrasikan radar multifungsi, deteksi otomatik dan sistem penargetan, sistem rudal anti-pesawat terbang, peluncur, dan pusat komando dan kontrol.

Menurut catatan Sputniknews, sistem rudal S-4000 dapat menghancurkan: bomber strategis, pesawat electronic werfare, pesawat mata-mata, pesawat peringatan dini (AWACS), pesawat tempur taktis, pesawat tempur siluman, rudal jelajah strategis, rudal aerobalistik, rudal balistik jarak menengah dan rudal balistik taktis.

  32 Responses to “Bahrain Negosiasi Pembelian S-400 Rusia”

  1. Negara kecil doyan yg besar2 dan sangar2…mantap bahrain…pilihan anda dicintai banyak negara…beli yg banyak ya…klo indonesia msh suka yg manual dan dipanggul…xixix maklum kita terlena dr kata2 thousands friend n zero enemy…negara cantik dan kaya gini di blg ga punya musuh…iya kali??. xixixi

  2. Semua negara sdh melek militer, nah indonesia msh aja brkutat sm yg manual dan dipanggul..,xixi kasian yg prajurit tni kita, ga pernah dimanjain sm yg namanya alutsista gahar, canggih dan kekinian…disuruh latihan muluuu…xixi

  3. MAKIN BANYAK YANG BORONG NEGARA ARAB SUDAH MAKIN MELEK DENGAN KUALITAS SENJATA RUSIA SEDIKIT DEMI SEDIKIT MEREKA MULAI MENGINCAR PRODUK RUSIA . APA NANTI NASIB PRODUK BARAT US CS DI MASA DEPAN ?HANYA WAKTU YANG BISA MENJAWAB

  4. Dengan bamtuan Tuhan… Benar2serius…

  5. Jd S400 klo mw meluncur di lempar dlu dr tabungnya ya.

  6. mungkin negara¬≤ di Timur Tengah baru sadar …
    rudal dari blok barat cuman bisa nimpuk musuh yg pake buatan Rusia, kalo musuh datang pake sista buatan barat maka sistem rudal nya “hang” , semuanya dianggap friend …

  7. weeww, jikalau benua arab sedah merata diselimuti pertahanan udara S 400 famili, bakal ngacir nih pespur ijroil gk da ruang bebas lagi.

  8. Nunggu Si RR beli..keburuan Kiamat. Dah Patungan aj Netizen Ceban,Noban..hhh

  9. Harapannya Insya Allah Indonesia beli s 400 tapi kapan ya?

  10. Wah Bisa-2 Pegawai Almaz Antey Lembur nih…

  11. Indonesia bisa beli S-400 kalo anggaran pertahanannya di konci di Rp.130.triliun hingga Rp.150 triliun. Saat ini aja anggaran di Rp.105 triliun masih di utak atik hingga tinggal Rp. 90-an triliun. Alasannya APBN dan sebagainya. Padahal tinggal dilakukan penghematan saja di semua sektor dan proyek2 ambisius yang tidak dibutuhkan oleh Indonesia untuk 5 tahun kedepan di batalkan seperti Proyek listrik 35.000 MW. Padahal diprediksi umpama dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia 7%/tahun hingga tahun 2024 Indonesia cuma tubuh tambahan listrik 19.000 MW setelah adanya tambahan proyek 10.000 MW X 2 jamannya SBY. Kalo ekonomi melambat kaya gini di 5,1%/tahun diperkirakan itu kebutuhan tambahan pasokan listri 19.000 mundur hingga 2028 hingga 2030. Jadi sisanya 16.000 MW akan ubazir dan membebani APBN negara. Ini kata Rizal Ramli loh.
    Belom lagi jalan tol yang dibangun jor-joran di sumatera dan Kalimantan dan beberapa tempat lainnya. 1 tahun diperlukan kendaraan minimal 1,5 juta unit yang lewat per KM-nya untuk menutup biaya operasional jalan tol per 1 KM setiap tahunnya. Jadi dibutuhkan sekitar minimal 3 hingga 6 juta kendaraan mobil di provinsi yang dibangun jalan tol tersebut. Apalagi kalo yang lewat dibawah 1 juta mobil per KM-nya / tahun. Itu pengelola jalan tol bisa rugi.

    • Biaya pembuatan jalan tol minimal Rp.50 milyar/KM penyusutan 50 tahun berarti Rp. 1 milyar/tahun, PBB per tahun untuk luas 1.000 m X 70 m diprediksi Rp.100 juta/ tahun, biaya perawatan, operasional dan operator gaji Rp. 200 juta. Total Rp.1,3 milyar/tahun minimal. Kalo harga per KM 1 mobil Rp.1.000,- diperlukan 1,3 juta mobil yang lewat per/KM/tahun.

      • Mungkin kalau utk pembuatan lintas tol tidak diperlukan menggunakan besi di aspal beton lintasnya, yg diperlukan block pinggir kanan & dikiri yg sudah dicor dgn besi supaya jika ada patahan di aspal beton tidak bergeser ke kanan & kekiri akibat pergerakan mobil, karna sudah ditahan block pinggirnya, tapi jarang itu trjadi jika aspal betonnya kuat & jika ada penyusutan di aspal beton akibat pemakaian yg rutin? Tinggal di tambahi aspal betonnya

        Hahhahaaaa

 Leave a Reply