May 212015
 
Ilustrasi Pesawat Amfibi

Ilustrasi Pesawat Amfibi

Jakarta – Badan Keamanan Laut (Bakamla) berencana membeli pesawat amfibi buatan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk membantu pelaksanaan tugas pengamanan laut. Menurut pelaksana tugas Sekretaris Utama Badan Keamanan Laut, Laksamana Pertama Dicky R. Munaf, pesawat amfibi dapat menjadi solusi pemberantasan tindakan ilegal di laut Indonesia.

Dicky mencontohkan, kapal-kapal asing pelaku tindakan ilegal sering berada di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif atau berjarak 200 mil laut dari garis pantai Indonesia. Dengan begitu, mereka mudah melarikan diri ketika aparat keamanan Indonesia menyergap mereka. Kapal-kapal asing itu cukup bergerak sedikit menuju laut internasional, sehingga tak bisa ditangkap petugas.

“Padahal untuk mengerahkan kapal patroli dari pantai ke Zona Ekonomi Eksklusif bisa makan waktu delapan jam. Kalau pakai pesawat amfibi, waktu tempuh lebih singkat,” kata Dicky di kantor Bakamla, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2015.

Sesuai dengan rencana, pesawat amfibi tersebut bisa dinaiki minimal tiga orang, yang terdiri atas pilot, navigator, dan penyidik Bakamla. Penyidik Bakamla menjadi awak terpenting dalam pesawat itu. Sebab kejahatan di laut harus ditangani pada saat itu juga oleh petugas Bakamla.

Dicky menjelaskan, saat satelit pusat Bakamla menemukan kejanggalan aktivitas kapal di laut, pesawat amfibi akan dikerahkan ke lokasi kapal itu. Pesawat akan mendarat di dekat kapal yang dicurigai. Penyidik selanjutnya menaiki rakit untuk menuju kapal guna melakukan pemeriksaan. “Jadi penyidikannya bisa dilakukan di laut langsung,” katanya.

Bakamla belum tahu persis rupa pesawat amfibi yang bakal dibeli dari ITB itu. Sebab sampai sekarang Mulyo Widodo, profesor dari ITB, masih berupaya menyelesaikan riset pesawat itu. Meski hasil rise itu belum jelas, Dicky mengatakan, Bakamla siap membeli enam pesawat amfibi dari ITB. Pesawat-pesawat itu akan disebar ke sejumlah pangkalan Bakamla di Batam, Manado, dan Ambon. “Kami belum buka tender, tapi kami minta ITB segera menyelesaikan produknya,” kata Dicky.

Sebelumnya, Bakamla membeli sepuluh robot bawah air dari ITB. Robot tersebut akan digunakan dalam misi search and rescue dan pemberantasan kejahatan bawah laut. Robot ITB mampu menyelam hingga kedalaman 100 meter dan dilengkapi dua kamera, di depan dan belakang badan, yang bisa langsung menampilkan video di bawah laut kepada operator yang berada di atas kapal. Robot bawah laut ITB dihargai Rp 1,7 miliar per unit.

Tempo.co

https://web.facebook.com/JakartaGreater

  33 Responses to “Bakamla Minati Pesawat Amfibi ITB”

  1. Pertamaxx …

    Good Job Indonesia…!!

  2. Teruslah berkarya

  3. hasil karya yang sangat bagus….moga makin maju dalam karya-karya yang lainnya….

  4. Good job.:D

  5. Cintailah ploduk-ploduk indoonesiaaaa………….JAYALAH NKRI.

  6. Bagus dengan adanya pesawat amfibi bakamla akan semakin gahar guna mencegah ilegal fishing

  7. Hebat !!! lanjutkan

  8. Barang bagus, murah, karea transaksi pake rupiah, produk lokal pula, jgn cuma minat, borong…

  9. Yes

  10. ini yg sotong buka ya

    ” Bakamla membeli sepuluh robot bawah air dari ITB. Robot tersebut akan digunakan dalam misi search and rescue dan pemberantasan kejahatan bawah laut. Robot ITB mampu menyelam hingga kedalaman 100 meter dan dilengkapi dua kamera, di depan dan belakang badan, yang bisa langsung menampilkan video di bawah laut kepada operator yang berada di atas kapal. Robot bawah laut ITB dihargai Rp 1,7 miliar per unit.”

  11. Jayalah Indonesia

  12. Klo buatan universitas apakah ada sertifikasi? Klo bisa tanpa sertifikasi.. Berti pt.di hrsnya bisa jual langsung.. Ga perlu memakan biaya dan waktu utk sertifikasi produk?.. Biar cepat dan segera ada cash flow
    Mohon info nya.. Kebijakannya seperti apa..

  13. Langkah yg briliant dari bakamla dengan membeli produk ITB dengan sendirinya memberi motivasi kepada inovator dalam negeri untuk lebih semangat dalam menciptakan sesuatu yg beguna bagi nusa bangsa

  14. goodjob..
    su 35 gmn kbrnya??
    sudah deal kah??

  15. Penyidikannya langsung di tengah laut. Tdk usah lewat pengadilan yg berbelit belit dan bs dimainkan oknum mafia sprti MV Haifa. Sergap, tangkap dan ledakkan di lokasi.

  16. 1 pilot, 1 navigator, 1 penyidik. 1 penyidik naik ke kapal bisa dikeroyok dong?. Bisa-bisa kejadian 2 orang anggota TNI AL yang dibunuh awak kapal Thailand terulang lagi. Kecuali sekali sergap, 10 pesawat diterjunkan bareng, masuk akal.

  17. Dah sepatutnya produk nasional menjadi tuan rmh dinegaranya sendiri..

  18. Yeeellaaaaah….ujung ujung cuma sagu hati, beli cuma satu… pelipur lara….nanti pasti ada yang membendungnya…

  19. GUNAKAN PRODUK INDONESIA

    JAGA JGN SAMPAI ADA PENJEGAL, PEMBURU RENTE YG TDK SUKA PRODUK INDONESIA LARIS DI NEGRI SDRI

  20. Hebat!
    Makin ada kemajuan. Tapi mesin gmn?

  21. Ide ngawur terinspirasi sinetron. Pesawat amfibi sehebat apa yang bisa tahan ditubruk kapal thailand walau cuma 100 GT? Itu kalau kondisi laut tenang, lha kalau ditambah ombak bagaimana caranya mentransfer 1 (SATU) orang penyidik menggunakan ‘rakit’ ke kapal yang mau diperiksa. Dengan asumsi ABK kapal itu isinya ABG alay semua yang akan manut diperiksa sang Rambo tersebut.
    Ide brillian tetap perlu dikonfrontir sama orang lapangan.

  22. Prof DR Mulyo Widodo itu kakak kandung DR. Budi Santoso Dirut PT DI.

  23. Realitanya, waktu satu orang penyidik bakamla plus navigator naik rakit mendekati kapal vietnam atau cina malah mereka yang jadi bulan bulanan awak kapal …
    Yang bener lah bang Dicky, semangatnya boleh lah tapi realistic sedikitlah … Mereka awak kapal asing itu nurut aja emangnya mau diperiksa šŸ˜‰

  24. Saya gak akan berani memeriksa kapal nelayan asing sendirian meskipun dibekalin senapan tabur Shootgun. Kalau berdua mungkin masih mending, tapi tetep aja was2nya setengah mati.

    • Maaf @ bung Jalo, bisa kasih informasi tentang Pesawat amphibi ini?, kasih link doang juga gak apa2.

  25. Design nya keren,sudah waktunya pemerintah dan instansi terkait mendukung dengan membeli produk asli karya anak bangsa,sebagai contoh Departemen Pertahanan Filipina akhirnya mau membeli kapal LPD buatan PT PAL Surabaya sebanyak 2 unit karena Indonesia sudah menggunakannya,terbuka kemungkinan bagi mereka untuk membeli lagi di kemudian hari.

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)