Feb 062014
 
Uji coba (sea trial) dua kapal patroli Bakorkaml di sekitar perairan Barelang, Batam, Kepulauan Riau (photo: Bakorkamla)

Uji coba (sea trial) dua kapal patroli Bakorkaml di sekitar perairan Barelang, Batam, Kepulauan Riau (photo: Bakorkamla)

Ketua Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) yang juga Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto dijadwalkan meresmikan kapal patroli Bakorkamla KN Kuda Laut 4803. Acara peresmian kapal patroli Bakorkamla KN Kuda Laut 4803 akan berlangsung di Dermaga Satgas 1 Tim Korkamla Barelang, Batam, Sabtu (8/2/2014).

“Rencananya seperti itu, setelah peresmiannya, nantinya beliau juga akan melihat dari dekat kondisi KN Kuda Laut 4803,” kata Kabag Persidangan, Humas dan Protokol Bakorkamla Kolonel (KH) Edi Fernandi dalam pesan singkat kepada Tribun Batam (Tribunnews.com Network), Kamis (6/2/2014).

Diberitakan sebelumnya, Kepala Pelaksana Harian Badan Koordinasi Keamanan Laut Laksamana Madya Bambang Suwarto, Jumat (24/1/2014), meluncurkan Kapal Negara (KN) Kuda Laut 4803, yang dibangun di galangan Kapal PT Batam Expresindo Shipyard.

Kapal yang dibangun dengan total anggaran mencapai Rp 58 miliar tersebut, merupakan jenis yang sama dengan kapal yang dimiliki Bakorkamla sebelumnya.

“Ini kapal ketiga dengan jenis serupa yang dimiliki Bakorkamla dan akan ditempatkan untuk pengamanan perairan wilayah perairan barat, tengah, dan timur Indonesia,” jelas Bambang Suwarto di lokasi peluncuran PT Batam Expresindo Shipyard Tanjunguncang, Batam.

Uji coba (sea trial) dua kapal patroli Bakorkaml di sekitar perairan Barelang, Batam, Kepulauan Riau (photo: Bakorkamla)

Uji coba (sea trial) dua kapal patroli Bakorkaml di sekitar perairan Barelang, Batam, Kepulauan Riau (photo: Bakorkamla)

KN Kuda Laut 4803 memiliki panjang mencapai 48 meter, menggunakan mesin berkecepatan 29,5 knot dan mampu bergerak hingga batas 200 mil laut (370 km) dari lepas pantai. Sehingga sangat efektif untuk pengamanan perairan laut Indonesia.

Kapal ketiga berukuran 48 milik Bakorkamla ini memiliki mesin penggerak 3×1.400 HP (marine diesel) dan telah dilakukan uji Hidrodinamik di Laboratorium Hidrodinamik BPPT di kompleks ITS Surabaya pada awal Februari 2013.

“Produk ini juga dilengkapi fasilitas informasi dan komunikasi yang modern dan terintegrasi ke salah satu radar Bakorkamla dari Aceh sampai Merauke,” kata dia. Kapal yang dibangun oleh industri perkapalan dalam negeri mengandung 70 persen bahan lokal dan dikerjakan anak-anak bangsa.

“Kami sudah mengajukan sejumlah persenjataan pada Kementerian Pertahanan untuk pertahanan jika terjadi gangguan saat patroli, bukan untuk melakukan penyerangan,” jelasnya lagi.

Senjata tersebut meliputi senjata penyemprot air hingga 100 meter dan bertekanan tinggi, meriam ukuran 20 centimeter, dan senjata untuk perorangan.

Pembangunan kapal patroli sudah disesuaikan dengan RPJM dan Rencana Strategis (Renstra) Bakorkamla RI 2010 sampai 2014, khususnya untuk mencapai amanat turunnya illegal activities sebanyak 70 persen dan peningkatan ketertiban di laut sebanyak 80 persen dalam rentang waktu tersebut.

“Hingga akhir 2014, kami akan memiliki enam kapal serupa. Dua akan ditempatkan di perairan barat, dua di tengah dan dua lain di timur Indonesia. Ini sesuai dengan rencana strategis pengamanan perairan Indonesia,” ujar Bambang.

Uji coba (sea trial) dua kapal patroli Bakorkaml di sekitar perairan Barelang, Batam, Kepulauan Riau (photo: Bakorkamla)

Uji coba (sea trial) dua kapal patroli Bakorkaml di sekitar perairan Barelang, Batam, Kepulauan Riau (photo: Bakorkamla)

Kapal Angkut MBT Leopard 2
wakasal-lampungMasih tentang pembangunan kapal dalam negeri. Wakasal TNI Angkatan Laut Laksda Hari Bowo beserta jajaran mengunjungi Lampung pada Rabu (5/2/2014), untuk melihat perkembangan pembuatan kapal tempur milik TNI AL di Lampung.

Pembuatan kapal tempur di Lampung merupakan salah satu upaya membangun kekuatan tempur TNI AL. “Kami sekarang sedang melengkapi semua (peralatan tempur) dalam rangka membangun kekuatan AL,” ujar Laksda Hari Bowo di Balai Keratun, Pemprov Lampung, Rabu (5/2/2014).

“Ada tiga tahapan, jangka pendek, menengah, dan panjang. Sekarang dalam rangka jangka pendek, kami sedang melengkapi peralatan-peralatan tempur kami. Ada yang dibuat di luar negeri dan dalam negeri. Salah satunya kunjungan saya ini. Untuk melihat sejauh mana perkembangannya (pembuatan kapal),” tambahnya.

Mock-up Landing Ship tank buatan PT Daya Radar Utama, Lampung

Landing Ship tank buatan PT Daya Radar Utama, Lampung

“Nanti ada penambahan (pembangunan kapal), tapi di tempat lain, bukan di sini (Lampung), di galangan kapal yang lain. Kami pesan ini ingin melihat, kalau memang bagus produknya, ya kami akan buat lagi. Sementara ini kami tinjau dulu yang sekarang ini,”.

Mock-up Landing Ship tank buatan PT Daya Radar Utama, Lampung

Mock-up Landing Ship tank buatan PT Daya Radar Utama, Lampung

Pembangunan kapal tempur di Lampung nantinya akan digunakan untuk mengangkut angkutan perang lainnya yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat. “Kegunaannya kapal untuk angkut tank. sekarang kan angkatan darat beli main battle tank (MBT). Nah, kapal ini yang untuk mengangkut,” jelasnya.

Mock-up Landing Ship tank buatan PT Daya Radar Utama, Lampung

Landing Ship tank buatan PT Daya Radar Utama, Lampung

Kapal yang ditinjau ini 100 persen buatan Lampung oleh PT Daya Radar Utama, namun untuk persenjataannya, akan dicari dari luar Indonesia.

Sekprov Lampung Berlian Tihang mengaku senang dengan kunjungan ini karena Lampung menjadi salah satu tempat pembuatan kapal tempur.

Mock-up Landing Ship tank buatan PT Daya Radar Utama, Lampung

Landing Ship tank buatan PT Daya Radar Utama, Lampung

Spesifikasi Kapal Angkut Tank / Tank Transport Ship buatan PT. Daya Radar Utama ini, diperkirakan: memiliki panjang 107,77 hingga 117 meter dengan lebar 16,40 meter dan tinggi 7,8 meter. Kapal memiliki kecepatan maksimal 16 knot, dengan daya jelajah 6,240 nautical mile yang digerakkan oleh dua mesin kekuatan 3600 hp fixed pitch propeller propulsion system. (tribunnews.com)

  56 Responses to “Pembangunan Kapal Patroli Bakorkamla dan Landing Ship Tank”

  1. top markotop dech buat NKRI…………..

  2. perlahan dan pasti indonesia akan memiliki kapal induk buatan bangsa indonesia. berisi pespur su-34 dg rudal P-800. kapal dg teknologi s-500. jalasveva jayamahe.

    • kita sudah bisa untuk membuat suatu kapal induk, hanya galangan kapal kita yg belum mumpuni untuk itu. biasanya galangan yg mampu membuat kapal2 tangker dan super tangker bisa dimanfaatkan untuk pembangunan suatu kapal induk. pertanyaanya skrng siapa yg pesan..:D

    • Saya percaya kita mampu membuat kapal induk, tapi yang sulit adalah melengkapinya dengan sarana pertahanan diri yang mumpuni. Sayang kan kalau kapal induk yang harganya selangit dengan mudah ditenggelamkan oleh kapal selam canggih gara2 tidak punya sonar yang mumpuni, atau diserang rudal dari pesawat stealth. Ingat disekitar kita akan banyak kapal selam senyap dan peswat stealth. Belum lagi kalau pesawat stealh-nya bawa missile hipersonik.

      Negara2 yang membangun atau membeli kapal induk pastinya sudah merasa yakin kalau mereka mampu melengkapinya dengan sistem pertahanan dan peringatan dini yang mumpuni (Saya tidak tahu apakah thailand juga demikian).

      Maaf kalau dianggap ngawur

    • IMHO- kapal tanker beda dengan kapal induk walau dalam tonnage kadang bahkan lebih besar. galangan kapal kita mungkin sudah mampu bikin kapal tanker dan penumpang bertonase 30-70k ton tapi nyatanya masih butuh ToT untuk kapal perang dengan tonase 3k ton.

      LST adalah kapal yang ngejar daya angkut, mirip kapal tanker atau ferry. Itu sebabnya jenis kapal ini kita mampu membuatnya sendiri di dalam negeri dan bahkan sudah mulai mengekspor-nya ke Pilipina. sedangkan untuk kapal perang kita masih terbatas pada kapal 40-60 meter dan baru akan membangun kapal berukuran panjang 105 meter (sigma 10514)

      Setelah ToT modular Sigma 10514 dapat diserap PT.PAL, baru ada harapan kemampuan membangun kapal perang dgn teknologi modular. teknologi ini memungkinkan untuk kelas diperkecil atau diperbesar ke atas, bahkan kapal induk pun menggunakan system kontruksi kapal modular. harapannya ke depan destroyer class pun bisa dibangun di dalam negeri. ini akan sangat strategis mengingat belanja rupiah murni TNI masih kecil. semakin banyak alutsista produk dalam negeri semakin besar dana tersisa untuk ngejar kualitas alutsista dari luar negeri

      sedangkan untuk elektronik dan persenjataan bahkan penguasaan teknologi kita masih di bawah penguasaan teknologi konstruksi kapal. harapan ke depan ranah ini ada di LEN, LAPAN dan PINDAD baik lewat ToT dan mudah2an juga R&D

      • yupp.. setuju. memang untuk kapal niaga tangker kita sudah bisa. dan skrng sudah mulai belajar yaitu kapal perang dengan panjang 105 M. kenapa kapal perang kita butuh help, slah stu seperti desain lambung, suatu kapal perang memiliki lambung berlapis2. dan untuk menhitung suatu daya hentakan saat menembak meriam atw rudal juga perlu dihitung smua. yg penting untuk saat ini dasarnya mulai yg sigma kita tlah menguasai. tinggal pengembangan selanjutnya.: D

        • Iya bung @FA, bayangkan jika KRI dari corvette hingga destroyer class bisa dibangun di dalam negeri dan dibeli dengan IDR. IMHO- saat itulah kita ada kemungkinan step up ngejar kemampuan preemptive dan memprojeksikan kekuatan jauh ke luar wilayah kita sendiri, bentuknya bisa saja KS nuklir, strategic bomber atau bahkan carrier. Sidney dan Canberra tidak akan lagi bisa merasa aman dan automatis kebijakan mereka akan lebih santun 🙂

          estimasi optimis 2020-2025 kita akan menjadi kekuatan regional. kita akan sangat penting dan strategis hingga FPDA tidak lagi bisa efektif, politik luar negeri dan ekonomi juga akan semakin lancar jaya

      • Coba anda perhatikan bung Now
        Desain Kcr 60 produk PT Pal .bukankah itu desain steregushchy yang diperkecil ?
        juga lihat
        Desain KCR 40 produk Palindo bukankah itu desain Sigma yang diperkecil ?

        • memang KCR 40/60 terlihat sangat modern, tapi tidak pakai konstruksi modular kan bung? IMO ukurannya yang kecil memang tanggung jika modular, hanya setara 1-2 modul

  3. cmiiw, sekarang Bakorkamla sudah berganti nama jadi Bakamla

    untuk kapal ini jika perlu crew dilengkapi manpad anti pesawat. dulu pernah kejadian penangkapan kapal yang dicurigai mencuri ikan di wilayah RI dihalang halangi heli dari pihak Malaysia.

  4. satu kata buat LST Leopard ” KUEREN “,

  5. Perkembangan militer Indonesia, secepat update berita dari Bung Diego…

    Superb

  6. Sebenarnya mereka bukan anti hibah, Bung. Tapi mungkin mereka sangat anti dalam penggunaan kata hibah. Faktanya, mereka juga sudah sejak lama membeli peralatan bekas dari negara lain, yang di Indonesia sering disebut hibah, sedangkan di Malaysia biasa menyebutnya dengan istilah ‘pembelian asset terpakai dari..’! Hehehe..! Wujud yang sebenarnya sih sama saja…

  7. Penampakan Hobar Class Australia

  8. LST nya pertahanan udaranya apa nih
    ntar kayak LPD lagi ompong belum ada pertahanan udara

    • Dibiarkan OMPONG itu karena persenjataan anti udara belum urgent betul,,bila dipersenjatai mending dipasang cws dulu dan decoy flare untuk tameng dari rudal yang datang

      Konsepnya kapal LPD tidak berlayar sendirian Lpd akan dikawal oleh kapal korvet atau fregat.tidak dibiarkan menjadi sasaran empuk lawan,,bisa suatu saat di bekali heli tempur untuk memukul lawan dari jauh perimeternya .
      bila dalam kondisi damai boleh lah berlayar sendirian.

      Demikian juga dengan LST TNI AD kapal tersebut dibelakangnya ada heli deck,yang bisa diisi heli MI 35 .fenec,atau Apache untuk mengwal kapal mereka
      jadi anda harus tau dulu konsep usernya
      thanks

  9. Konsep LHD mungkin?

    • iya betul bung wehrmacht, : Landing Helicopter Dock (LHD) amfibi kapal serbu kalau punya amrik (The USS Wasp (LHD-1) ),
      tapi ini yg saya maksud nggak perlu yg serbu sekelas punya LHD amrik karena untuk light fregat aja kita belum mampu buat masih belajar ke belanda, sekelas LPD mungkin dgn modifikasi bisa meluncurkan beberapa kapal selam midget (mini) dan beberapa kapal selam buatan ITS (crocodile hydrofoil submarine) untuk kopaska, denjaka dan bisa membawa minimal 5 – 7 heli aks.

    • setidaknya klo australia punya The Canberra Kelas Amfibi Assault Kapal (LHD), juga dikenal sebagai Helicopter Landing Dock, kita juga punya wlo kalah canggih hi hi hi tp yg dibawa jerohannya bis keluar midget dan crocodile siluman kita……

  10. ternyata bukan cuma PT.PAL saja yg bisa buat kpl perang…bangga saya.

    • sebenarnya di indonesia hampir semua galangan bisa memproduksi kapal perang(klw ada pesanan) dan kapal yg dibangun dilampung ini pun khan pertama kali pesan, klw bagus berarti bakalan nambah pesanannya, ngak tahu untuk angkut leopard atw untuk LHD. yg penting sekarang kepercayaan untuk produksi kapal perang dalam negeri.

  11. SEBENARnya pd thn 2008 PT PAl berencan membuat Kapal Iduk Mini semacam LHD

    BUMN produsen kapal, PT PAL Indonesia (Persero) berencana mengembangkan kapal induk versi militer. Kapal ini nantinya mampu didarati hingga 8 unit helikopter.
    Kapal induk versi Indonesia ini, merupakan pengembangan dari kapal tipe Double Skin Bulk Carrier, Star-50 dengan berat 50.000 ton bobot mati (DWT).

    “Star 50 dirancang untuk kapal induk. Kita siapkan rancangan. Dirancang untuk 8 helikopter. Belum termasuk yang disimpan di hanggar,”
    Kapal ini nantinya diproduksi berdasarkan permintaan pemerintah Indonesia. Induk dari kapal ini yakni varian STAR 50 merupakan kapal angkut curah yang hanya dijual untuk pasar internasional. Kapal Induk yang nantinya dibuat dan dirancang di Surabaya, Jawa Timur, namun tidak dikonsep untuk didarati jet tempur.

    “Kalau jet tempur kapalnya susah manuver di Indonesia karena laut kita nggak dalam,”

    Kapal Induk buatan Indonesia ini nantinya akan menjadi kapal angkut helikopter atau helicopter carrier. Untuk versi pendahalunya STAR-50 telah diproduksi sejak tahun 2005 untuk angkutan curah.

    • bung @Satrio, helicopter carrier Jepang menuai kritik China walau Jepang mengatakan kapal itu terutama untuk logistik dan pengamanan bencana. Jika Jepang ambil F35B ya sama saja memang dengan aircraft carrier 😀

      saya kurang setuju jika carrier dibilang tidak cocok untuk perairan Indonesia, kapal induk US saja wara wiri di selat Malaka dan laut Jawa dengan lancar. Tapi saya setuju jika dikatakan Indonesia tidak butuh kapal induk untuk pertahanan, kapal induk memang alat untuk memaksakan kepentingan jauh di luar wilayah pertahanan sendiri

      • Bahasa diplomasi saja bung now
        nanti setelah mef 3 apa kita ambil cariier tunggu aja perkembangannya
        Konsep Nusantara jilid 3 memerlukan Kapal Induk untuk melindungi negara unyil di pacific
        dan sabah serawak serta semenanjung 😀

        Mereka lambat laun akan memilih mendekat kekuatan besar yang lebih bersahabat
        bukannya negara besar yang dicocok hidungnya menuruti negara unyil dipacific atau si upil
        TAKDIR itu adalah hukum alam yang akan berbicara,

    • Betul sekali semuanya…………….

      Untuk sekarang kita kurang greget karena banyak Alutsista yang belum datang…….
      Namun nanti MEF-2 dan MEF-3 kita bisa berdiri Tegak bak BIMA dan terbang Gagah bak GATOTKACA……tek.tek..tek…tek

      Untuk LHD rasanya sekarang kita masih belum perlu, karena masih banyak PR yang belum selesai, tapi nanti mungkin wajib punya dan dirangkap jadi Command Ship, bahkan mungkin Kapal Induk sekalian

    • klw sampai 50rb ton. kayaknya bakalab lebih besar dari LHD Camberra karena pnya mereka hanya +-28ton. klw benar rencana untuk kapal LHD ini, maka punya indonesia ngak bakal hanya ngangkut heli saja. krna untuk berat segitu bisa tambah kapal selam mini dan Tank MBT, serta Leo. jika ini real maka akan menjadi momok bagi kawasan.

  12. bung@ diego untuk kecepatan nya berapa knot kah kapal patroli ini

    • KN Kuda Laut 4803:

      Clearly, these ships have the length about 48 meters and have the capability to navigate for 3 days with it’s maximum speed (29.7 knots). Also, it equipped with the water cannon which has the range about 100 meters. Later on, it will be equipped with the defense weapon such as 20 MM cannon and hand guns

  13. Kapal ini diproyeksikan untuk apa? untuk coast guard atau siapa? sebenarnya menurut undang-undang disebut coast guard dari instansi mana? karena ada instansi sipil bersenjata berbaju coklat yang menempatkan dirinya sebagai coast guard Indonesia (tanpa membaca undang-undang tentunya), yang merasa paling berhak untuk menindak semua pelanggaran yang ada di laut indonesia dan memprosesnya ke meja hijau. ada yang tahu tentang bakamla, apa tugas dan wewenangnya di laut Indonesia dengan kapal yang rata-rata hanya sepanjang 50 meter bagaimana dengan daerah operasinya, apakah dia hanya sebagai pusat operasi yang hanya mengkoordinasikan instansi-instansi yang ada dibawah bakamla atau dia sebagai leader dalam penindakan pelanggaran diwilayah laut Indonesia?

    • Kasihan ne ente gak ada yang jawab banyak sih pertanyaannya.
      coba ane jelasin semampu ane ya

      Kapal ini untuk Bakamla yang dahulu namanya Bakorkamla ,ok kita bahas dulu bakorkamla
      Bakorkamla RI adalah Badan Koordinasi yang memiliki 12 pemangku kepentingan yang mewujudkan multi task single agency untuk mengatasi tumpang tindih peraturan.
      Badan ini dimiliki oleh 12 stakeholder (pemangku kepentingan) yakni
      Menteri POLHUKAM (Ketua), Menteri Luar Negeri (anggota), Menteri Pertahanan (anggota), Menteri Hukum & HAM (anggota), Menteri Dalam Negeri (anggota), Menteri Keuangan (anggota), Menteri Perhubungan (anggota), Menteri Kelautan dan Perikanan (anggota), Jaksa Agung (anggota), Kapolri (anggota), Panglima TNI (anggota), Kepala BIN (anggota), serta Kepala Staf TNI AL (anggota).

      Bakorkamla pertama kali dibentuk pada 1972 yaitu dengan SKB Menteri Hankam/Pangab, Menteri Keuangan, Menteri Kehakiman dan Jaksa Agung. Namun lembaga ini DIBUBARKAN karena menghadapi masalah utama yaitu perbedaan kepentingan serta EGO SEKTORAL masing-masing instansi tersebut yang ditandai dengan penguatan kewenangan masing-masing.

      Berdasarkan pada Peraturan Presiden No 81 Tahun 2005 tentang Badan Koordinasi Keamanan Laut, Bakorkamla dibentuk LAGI dan acuannya didasarkan pada UU No 6 Tahun 1996 tentang Perairan Indonesia yakni pada pasal 23 ayat (3) dan pasal 24 ayat (3).

      Menurut PerPres No 81 Tahun 2005 fungsi utama dari Bakorkamla adalah lembaga non struktural yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada presiden, lembaga koordinasi serta BUKAN lembaga penegak hukum.
      Sebagai lembaga koordinasi, Bakorkamla hanya bertugas sebatas pada PENGKORDINAISAN menyangkut tugas-tugas penegakan hukum yang tercakup dalam kewenangan instansi-intansi yang tercakup dalam perundang-undangan masing-masing.

      Dalam kenyataannya fungsi koordinasi mengenai penegakan hukum juga menjadi TIDAK JELAS, bagaimana mekanisme serta tehnis pelaksanaannya.
      PADAHALmasalah dan tantangan di masa depan terkait dengan keamanan dan keselamatan di laut yang semakin komplek maka diusulkan pembentukan bakamla yang saat ini dikenal dengan istilah coast guard, sebagaimana yang dimiliki oleh banyak negara seperti Asutralia, Jepang, Malaysia dan Amerika.

      BAKAMLA
      Perubahan menjadi Bakamla merupakan turunan dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 39 Tahun 2013 Tentang Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2014 serta persetujuan Presiden RI tanggal 24 Desember 2013 Tentang Perubahan Undang-Undang No 6 Tahun 1996 Tentang Revitalisasi Bakorkamla menjadi Bakamla,”
      Bakamla akan bertugas sebagai Komando Pengendalian Keamanan Laut (Kodal Kamla) berbasis Early Warning System,(akan terbentuk pada 2014) dgn memperkuat radar pembelian satelit akan jadi sangat penting untuk deteksi potensi kejahatan di laut.

      Ketika berubah menjadi Bakamla maka fungsi Bakorkamla yang awalnya hanya melakukan koordinasi berbagai pemangku kepentingan keamanan di laut,MENJADI garda terdepan saat operasi pengamanan laut.
      Secara operasional, sebanyak 12 pemangku kepentingan keamanan di laut akan ikut agenda Bakamla.
      “Dari yang multiagency single task menjadi single agency multitask,” .
      SDM tetap dari 12 stakeholder lain dan Bakamla masih membutuhkan alutsista dari TNI Angkatan Laut.
      Untuk soal kriminal di laut, pihak kepolisian masih menjadi garda terdepan penegakan hukumnya.

      Kapal ini akan beroperasi sesuai kemampuannya (patroli sedang) untuk yang didekat pantai/litoral memakai kapal Polairud,,sedang untuk patroli ocean going agendanya bisa ikut KRI yang sedang berpatroli,berlaku demikian juga kapal kapal dari stakeholder lainnya,
      Semua beroperasi dengan membawa agenda dari Bakamla
      semoga anda jelas.

      • jadi kkp termasuk dalam instansi di bawah naungan Bakamla juga ya bung satrio ???,.

        • yaa betul bung pelope

          Sekalian mengquote bung antonov diposting nomer 16
          Kalau yang melanggar hukum dilaut indonesia kapal patroli China, yg kecil dipersenjatai senapan mesin 14,5 mm dan yg besar kanon 37 mm.
          yaa tentunya bisa dihadapi dengan korvet dan light fregat TNI AL
          karena KRI yang berpatroli di LCS juga membawa agenda dari Bakamla

          Sedangkan kapal baru bakamla memakai meriam air itu untuk Kalau melawan pelanggaran laut provokasi seperti untuk menghalau pelayaran kapal Lusitania Expresso mililk perusahaan AA Rocha Cabecas yang disewa kelompok aktivis antiintergrasi Timor Timur terhadap Indonesia,pada 23 Januari 1992
          Atau yang terbaru untuk menghalau pelayaran provokasi kapal aktivis australia Papua Barat Freedom Flotilla,

          Dengan memakai senjata meriam air kita terhindar dari HAM,kalau memakai KRI agak rawan karena menodongkan meriamnya aja sudah dianggap melanggar.,
          IMHO

  14. Yang akan jadi lawan Kapal Patroli Bakorkamla di LCS adalah kapal patroli China, yg kecil dipersnjatai senapan mesin 14,5 mm dan yg besar kanon 37 mm.
    Kalau kapal patroli kita cuma punya meriam air + meriam 20 mm ya kalah dong

  15. * Sekedar Mengingatkan….Mari segera Bayar Pajak buat beli alutsista ..!! *

    Para WP…para pemilik Badan usaha dari Silent Reader dan Warjager lainnya…
    dgn kesadaran dari diri sendiri untuk mulai menghitung Kewajiban kita dan menyetorkannya ke Kas Negara, jangan tunggu akhir Maret…biar cepat terkumpul..(sebagiannya).untuk Modernisasi alutsista TNI yg kita cintai, kalo bukan kita yg berkontribusi siapa lagi..??

    salam.

  16. pt.lindun dg trimaranya mana nih…ko sepi ga ada kabar beritanya..??

  17. Bakorkamla menjadi bakamla apakah ini cikal bakal CGnya indonesia ? Yang undang²nya sdah diteken sejak tiga tahun lalu tapi belum dijalankan sepenuhnya ? Sebagai newbie Mohon penjelasan sepuh disini.

  18. @ bung satrio : thanks atas pencerahanya bung, secara undang undang kita sudah mempunyai pijakan yang jelas tentang keamanan laut seperti yang disebutkan diatas td, tapi bagaimana implementasinya di lapangan apakah sudah sesuai atau masih terdapat ego sektoral?

  19. saya sangat setuju apa bila bakorkamla RI segera dan secepat mungkin di laksanakan agar terciptanya keamanan dan kenyamanan di laut khususnya laut indonesia.
    HIDUP BAKORKAMLA RI MERDEKA…!!!!

  20. Seharusnya destroyer yang di bikin dengan rudal s500

 Leave a Reply