Apr 132017
 

Ilmuwan Israel di Hebrew University Yerusalem, telah mengembangkan sebuah sistem baru menggunakan kombinasi laser dan bakteri bercahaya untuk deteksi ranjau darat dari jarak jauh, seperti dilansir dari Phys.org.

Ditulis dalam jurnal Bioteknologi Alam, para peneliti mempresentasikan sebuah novel, sistem fungsional yang menggabungkan teknologi laser dan bakteri untuk memetakan lokasi ranjau darat yang terkubur dan artileri yang tidak meledak dari jarak jauh.

Deteksi jarak jauh ranjau darat yang terkubur didalam tanah menggunakan bakteri sensor dan pemindai laser. © Hebrew University

Sistem ini didasarkan pada pengamatan bahwa ranjau darat mengeluarkan sejumlah uap bahan peledak, yang menumpuk di tanah di atas mereka dan berfungsi sebagai penanda akan kehadiran mereka.

Para peneliti telah melakukan rekayasa molekuler pada bakteri hidup yang memancarkan sinyal neon ketika mereka kontak dengan uap bahan peledak tersebut. Sinyal ini dapat direkam dan dihitung dari jarak jauh.

Sistem pemindai berbasis laser untuk mencari ranjau darat yang terkubur dalam tanah. © Hebrew University

Bakteri yang dikemas dalam manik-manik polimer kecil, yang disebar di seluruh permukaan lapangan uji di mana ranjau darat anti personil ditanam. Menggunakan sistem scanning berbasis laser, alat penguji akan memindai dan lokasi ranjau darat yang terkubur akan di ketahui.

“Data dari lapangan menunjukkan bahwa biosensor yang direkayasa dapat berguna dalam sistem deteksi ranjau darat”, kata Prof. Shimshon Belkin, yang bertanggung jawab untuk rekayasa genetika bakteri sensor.

Untuk mendeteksi ranjau darat, ada beberapa tantangan yang perlu diatasi, seperti misalnya meningkatkan sensitivitas dan stabilitas bakteri sensor, meningkatkan kecepatan untuk pemindaian area yang luas, dan membuat peralatan pemindai yang lebih kompak sehingga dapat dipasang pada drone”, tambah Belkin.

Permintaan atas teknologi yang aman dan efisien untuk mendeteksi ranjau darat yang terkubur dan artileri yang tidak meledak adalah masalah kemanusiaan dalam proporsi besar secara global. Sekitar setengah juta orang di seluruh dunia mengalami cedera akibat ranjau darat, dan setiap tahun bertambah 15.000-20.000 yang terluka atau terbunuh oleh ranjau darat dan artileri yang tidak meledak dan terkubur dalam tanah, yang diperkirakan jumlah peralatan yang terkubur tersebut lebih 100 juta di lebih dari 70 negara.

Bagikan Artikel:

  11 Responses to “Bakteri dan Laser Bisa Untuk Menemukan Ranjau Darat”

  1. Munchen-madrid skor 1-2

  2. Kita tidak butuh beginian yang kita butuhkan sekarang adalah rudal dengan jarak jangkau 1000 km lebih…

  3. trus gue mesti bilang waouw gitu? 😆

  4. itu tentara bukan berperang kok malah main-main rantang sih?

 Leave a Reply