Sep 072017
 

Analisa

Indonesia
Adalah negeri kepulauan yang dilem oleh lautan.
Selain lautan di sebelah dalam, Indonesia juga punya hak untuk wilayah laut yang disebut sebagai Zona Ekonomi Eksklusif atau disebut singkatannya dalam bahasa Inggris sebagai ZEE.

ZEE biasanya diukur jaraknya 200 mil laut (200 nautical mile) dari pantai.
Jika dikonversi ke ukuran kilometer maka 200 nm = 200 x 1,85 = 370 km.
Untuk mengawasi wilayah ZEE baik wilayah permukaan maupun udara diperlukan radar.

Radar ? Mana radarnya ?

Ailee – credit tophotographer

Bukan yang itu radarnya. Itu sih foto Ailee….xixixi

Radar-radar tersebut biasanya ditempatkan di pulau-pulau dan jangkauan radar itu bisa mencapai jarak 350 – 450 km dari pantai.
Radar yang mencapai jarak jangkauan endus 450 km dari pantai sebenarnya sudah mumpuni, namun ternyata masih dirasa kurang.

Nah, bagaimana dengan pengawasan dini untuk jarak lebih dari 450 km dari pantai dan bisa bertindak cepat untuk mengatasi penyusup yang masuk ?
Untuk itu kita perlu radar lagi di laut yang ditempatkan di atas pulau-pulau terapung.

Pulau terapung ?
Pulau terapung yang saya maksudkan adalah KRI sebab KRI bisa sampai ke batas ZEE 370 km dari pantai.

Kapal-kapal dengan jangkauan radar 250 km ataupun 450 km sangat dibutuhkan bagi RI sebab akan menambah pengawasan atas wilayah sejauh 370 + 250 = 620 km atau 370 + 450 = 820 km dari pantai.

Jika keliling nusantara termasuk ZEE adalah 10.171 km, berapa banyak radar terapung yang dibutuhkan RI ?

10.171 km kita bulatkan ke ratusan kilometer terdekat yaitu 10.200 km.

Dari 10.200 km itu harus dikurangi batas daratan yaitu 3.300 km sehingga panjang batas ZEE tinggal :
10.200 – 3.300 = 6.900 km

Sekarang untuk mengawasi yang 6.900 km itu ada beberapa opsi.

Opsi pertama :

Jika satu KRI berada di batas terluar ZEE dan jika jangkauan radarnya masing-masing 450 km maka :
Radar berputar 360 derajat, jadi bisa ke luar ZEE 450 km, bisa ke depan kapal 450 km dan bisa ke belakang kapal 450 km, samping kiri 450 km, samping kanan 450 km.

Muka + Belakang = Kanan + Kiri = 450 + 450 = 900
6900 / 900 = 7,67 dibulatkan 8 KRI.

8 unit operasional + 8 unit siaga + 8 unit perawatan + (0,25 x 8 = 2 unit) cadangan = 26 KRI.

Opsi Kedua :

Jika satu KRI berada di batas terluar ZEE dan jika jangkauan radarnya masing-masing 250 km maka :
Radar berputar 360 derajat, jadi bisa ke luar ZEE 250 km, bisa ke depan kapal 250 km dan bisa ke belakang kapal 250 km, samping kiri 250 km, samping kanan 250 km.

Muka + Belakang = Kanan + Kiri = 250 + 250 = 500
6900 / 500 = 13,8 dibulatkan 14 KRI.

14 unit operasional + 14 unit siaga + 14 unit perawatan + (0,25 x 14 = 3,5 dibulatkan 4 unit) cadangan = 46 KRI.

Opsi Ketiga :

Bagaimana jika dicampur ?
Dicampur ?

Maksudnya ya pakai radar 450 km dan pakai radar 250 km.

Bagaimana caranya ?
Dicampur alias kombinasi.

Tadi yang harus diawasi adalah sepanjang 6900 km sepanjang batas luar ZEE, jadi :
3 unit radar 450 km dan sisanya pakai radar 250 km.
3 x (450 + 450) = 3 x 900 = 2700 km

KRI dengan radar 450 km berjumlah :
3 unit operasional + 3 unit siaga + 3 unit perawatan + ( 3 x 0,25 = 0,75 dibulatkan 1 unit) cadangan
3 + 3 + 3 + 1 = 10 unit KRI dengan radar 450 km.

Eits ini warjager kok malah terus lihatin radarnya Ailee di atas, …

Ailee – credit tophotographer

Tuh lihat nih sekarang Ailee jadi malu.

Xixixi

Oke kembali ke topik.

Sisanya :
6.900 – 2.700 = 4.200
4.200 / (250 + 250) = 4200 / 500 = 8,4 dibulatkan 9 KRI.

9 unit operasional + 9 unit siaga + 9 unit perawatan + ( 9 x 0,25 = 2,25 dibulatkan 3 unit) cadangan
9 + 9 + 9 + 3 = 30 KRI dengan radar 250 km.

Jadi dengan kombinasi dibutuhkan 10 + 30 = 40 KRI untuk mengawasi daerah di luar batas ZEE kita.

Namun ternyata ….

BUKAN ITU KEBUTUHAN MINIMAL RI.

Ha ?
Mengapa ?
Oke, I will show you – by Ailee.

Lihatlah gambar ini.

Dari :
https://www.theaustralian.com.au/news/inquirer/navy-submarines-in-a-30bn-race-to-the-future/news-story/799f3bdeeba7d5f04372ec34885172eb

Kita mengerti bahwa Australia ingin membangun 9 (sembilan) unit fregat 6000 – 7000 ton untuk menggantikan 8 unit Anzac class. Namun ada kemungkinan Anzac Class ini tidak benar-benar dipensiunkan.

Jadi ke depan Australia punya fregat : F = 9 + 8 = 17

Selain dipunyai oleh Autralia, Anzac class 2 unit juga dimiliki New Zealand.
Jadi F = 17 + 2 = 19
Dari :
https://www.naval-technology.com/projects/formidable/

Kita tahu bahwa Singapore punya 6 unit fregat Formidable class
F = 19 + 6 = 25
Dan dengar-dengar bakal nambah 2 unit lagi.
F = 25 + 2 = 27

Jadi fregat tetangga bakal ada 27unit.
Dari :
https://www.naval-technology.com/projects/gowind-2500-corvette

Kita memahami bahwa Malaysia akan membangun 6 unit Gowind 2500.
K = 6 korvet
https://en.wikipedia.org/wiki/Kedah-class_offshore_patrol_vessel

Malaysia sudah punya 6 OPV.
OPV saya klasifikasikan juga sebagai korvet.
K = 6 + 6 = 12 Korvet

MMEA OPV, Part…

Malaysia juga akan membangun 3 OPV lagi.
K = 12 + 3 = 15 korvet
https://en.wikipedia.org/wiki/Lekiu-class_frigate

Malaysia juga punya 2 unit light fregat Lekiu class
K = 15 + 2 = 17 korvet
https://en.wikipedia.org/wiki/Independence-class_littoral_mission_vessel

Dari situ kita mengetahui bahwa total 8 unit OPV Indepence class sudah dan akan dibangun oleh Singapore.
K = 17 + 8 = 25 korvet
https://en.wikipedia.org/wiki/Planned_Australian_offshore_combatant_vessel

Australia merencanakan 20 unit Offshore Combatant Surface (OCV) 80 meter.
K = 25 + 20 = 45 korvet
https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_active_Royal_New_Zealand_Navy_ships

Dari situ kita mengetahui bahwa New Zealand punya 2 OPV Protector Class dan 4 Inshore Patrol Vessel Protector Class sehingga :
K = 45 + 2 + 4 = 51 korvet

Jadi bakal ada 51 unit korvet tetangga yang berpotensi untuk bersaing dengan korvet kita.

MRSS On The Horizon?

Juga Malaysia akan memesan 1 s/d 4 unit MRSS berkapasitas 5 helikopter dan (mungkin mirip Makassar class = 40 kendaraan)
H = 5 x 4 = 20 helikopter
V = 4 x 40 =160 kendaraan
https://en.wikipedia.org/wiki/Endurance-class_landing_platform_dock

Singapore punya 4 unit Endurance class berkapasitas 18 tank + 20 kendaraan dan 2 helikopter
H = 20 + ( 4 x 2 ) = 20 + 8 = 28 helikopter
V = 160 + ((18+20) x 4) = 160 + (38 x 4) = 160 + 152 = 312 kendaraan
https://en.wikipedia.org/wiki/Canberra-class_landing_helicopter_dock

Australia punya 2 unit canberra class berkapasitas 110 kendaraan dan maksimum 18 helikopter
H = 28 + ( 2 x 18 ) = 28 +36 = 64 helikopter
V = 312 + ( 2 x 110 ) = 312 + 220 = 532 kendaraan

Selain itu, jika Australia jadi mendapatkan 9 unit Iver Huitfeld untuk fregat 6000 – 7000 tonnya, maka akan ada tambahan kapasitas 9 x 2 helikopter = 18 helikopter

H = 64 + 18 = 82 helikopter
Untuk New Zealand, pengangkut helikopter hanya 1 unit yatu HMNZS Canterbury berkapasitas 6 helikopter
H = 82 + 6 = 88 helikopter

Jadi :
Negara-negara sekitar bakal punya :
Kapal-kapal pengangkut berkapasitas total 88 helikopter dan 532 kendaraan.
Kapal sekelas korvet berjumlah 51 unit.
Fregat berjumlah 27 unit.

Dibanding dengan negara-negara sekitar, apa yang sudah kita punya ?

Fregat van Speijk class 6 unit jadi F = 6
Van Speijk class yang mau pensiun sebenarnya saya ingin tetap hitung sebagai fregat sebab Anzac Class punya Australia yang mau pensiun juga masih saya hitung. Namun supaya lebih dramatis, saya anggap 6 unit Van Speijk itu akan pensiun semua, jadi F = 6 – 6 = 0
Light fregat Malahayati class 3 unit jadi K = 3
Light fregat Bung Tomo class 3 unit jadi K = 3 + 3 = 6

Korvet Sigma Diponegoro class 4 unit jadi K = 6 + 4 = 10
Korvet Parchim class 16 unit jadi K = 10 + 16 = 26
Parchim class KRI Pati Unus dipensiun – 1 jadi K = 26 – 1 = 25
Parchim class KRI Memet Sastrawiria terbakar habis dan ditenggelamkan tahun 2008 – 1 jadi K = 25 – 1 = 24

RE Martadinata class 2 unit jadi K = 24 + 2 = 26

Makassar class 4 unit (tidak termasuk KRI Dr. Suharso yang adalah kapal rumah sakit) berkapasitas total H = 3 + 3 + 5 + 5 = 16 helikopter.
Makassar class juga memuat masing-masing 40 kendaraan jadi V = 4 x 40 = 160
LST Bintuni class 3 unit dapat memuat masing-masing 10 MBT dan 2 helikopter

V = 160 + ( 3 x 10 ) = 160 + 90 = 250 kendaraan
H = 16 + ( 3 x 2 ) = 16 + 6 = 22 helikopter
LST Bintuni class sedang dibangun 4 unit tanpa muatan helikopter dan kapasitas tank asumsi sama yaitu 10 MBT
V = 250 + ( 4 x 10 ) = 250 + 40 = 290 kendaraan.

Kapasitas LST lama tidak saya hitung.

Jadi perbandingan antara RI dengan tetangga :

Fregat tetangga 27 unit, 0 unit fregat RI, selisih kekurangannya = 27 – 0 = 27 fregat
Korvet tetangga 51 unit, 26 unit korvet RI, selisih kekurangannya = 51 – 26 = 25 korvet
Kapasitas helikopter diangkut punya tetangga 88 unit, 22 unit punya RI, selisih = 88 – 22 = 66 helikopter.
Kapasitas kapal pengangkut, kendaraan diangkut punya tetangga 532 unit, 290 unit punya RI, selisihnya :

532 – 290 = 242 unit kendaraan.

Bagaimana solusi untuk kekurangan ini ?

Kekurangan 27 fregat.

Sebab Australia berminat untuk fregat 6000 – 7000 ton sebanyak 9 unit seperti Iver Class, maka untuk menyeimbangkan RI pun perlu fregat 6000 – 7000 ton sebanyak 9 unit Iver Class ditambah cadangan 1 unit Iver.

9 + 1 = 10
Sehingga prediksi saya RI bakal mengadakan 10 unit Iver Class di mana 6 unit dibangun di Denmark dan 4 unit dibangun di sini.
27 – 10 = 17

Masih kurang 17 fregat lagi.
Jika ditambah 4 unit Endurance class, jadi :
17 + 4 = 21

Rata-rata fregat tetangga berbobot 3000 ton ke atas. Jadi yang RI perlukan adalah fregat yang berbobot di atas 3000 ton.

Sebab 4 unit Endurance Class adalah kapal multi role yang bisa angkut pasukan juga dan juga ada sisa 17 fregat lainnya maka kita perlu sejenis kapal multi role berbiaya murah, bisa berperan sebagai fregat juga dan bisa angkut pasukan juga sehingga kita pilih untuk menyeimbangkan 21 unit kapal campuran punya tetangga ini dengan 21 unit juga kapal jenis berikut ini :

Absalon Class berbobot 4500 ton.

Jadi RI butuh 21 unit Absalon Class 4500 ton supaya bisa menyeimbangkan dengan 21 unit kapal campuran punya tetangga berbobot 3000an ton.
10 unit Iver Class + 21 unit Absalon Class = 10 + 21 = 31 unit.

Dari tetangga sekitar 27 unit Fregat plus 4 unit Endurance Class = 27 + 4 = 31 kapal perang tetanggabisa diimbangi dengan pengadaan 31 unit Fregat dari Denmark.

Kekurangan Pengangkut 66 Unit Helikopter

Iver Class bisa angkut 2 unit helikopter.
2 x 10 = 20 helikopter

Absalon Class juga bisa angkut 2 unit helikopter
2 x 21 = 42 helikopter

Makassar class ada yang bisa angkut 3 helikopter dan ada juga yang bisa angkut 5 helikopter, jadi supaya bisa angkut 4 helikopter maka perlu :
1 unit LPD kapasitas 5 helikopter
20 + 42 + 5 = 67 helikopter

Kekurangan kapal pengangkut kapasitas 66 helikopter diisi dengan kapal-kapal dengan kapasitas total 67 helikopter.

Kekurangan Pengangkut 242 Unit Kendaraan.

Ingat tadi saya prediksi bakal ada 21 unit Absalon plus 1 unit LPD Makassar class.
Ingat juga bahwa 1 unit LPD Makassar class bisa memuat 40 kendaraan.

1 x 40 = 40
242 – 40 = 202 kendaraan.

Jadi masih kurang 202 kendaraan.

1 unit Absalon class (4500 ton) bisa muat berapa kendaraan ?
https://en.wikipedia.org/wiki/Absalon-class_support_ship

The flex deck can support a containerized hospital or simply transport a number of ISO standard containers or some 55 vehicles, including up to seven MBTs.

1 Absalon Class bisa muat 55 unit kendaraan termasuk 7 unit MBT.

Tadi ada 21 unit Absalon Class, berarti total bisa muat 55 x 21 = 1.155 unit kendaraan termasuk 7 x 21 = 147 unit MBT.
Berarti kendaraan yang akan dimuat justru lebih banyak.
Baik Iver Class maupun Absalon Class adalah produksi Denmark.

Mengapa bukan kapal Rusia yang mau diambil ? Sebab kapal Denmark jauh lebih murah sehingga lebih cenderung ambil kapal Denmark karena dana terbatas dan harus dimanfaatkan seefisien mungkin.

Nah, fregat sudah, pengangkut helikopter sudah, pengangkut kendaraan sudah, yang belum dibahas apa ?

Ya betul, yang belum dibahas adalah RI kekurangan 25 unit korvet supaya kawasan seimbang.
Di https://jakartagreater.com/ayo-mari-kita-berhitung-seri-31-gajah/

Di situ ada penghitungan bahwa di MEF 2 ini akan ada pengadaan 1 unit PKR Sigma dan 4 unit light fregat / korvet setara harga dengan Gowind Mesir.
Jadi : 1 + 4 = 5

Apa yang disebut light fregat sebenarnya adalah setara korvet, sehingga jika tadi ada kekurangan 25 unit korvet, jika dikurangi dengan 5 unit ini, kekurangannya akan menjadi :
25 – 5 = 20 korvet

Bagaimana cara memenuhi kebutuhan 20 unit korvet yang kurang ini ?
Jika OPV bisa disebut juga sebagai korvet, lalu akan dipakai korvet dari jenis manakah ?

Lalu kita lihat juga bocoran yang ini :

Danes Tout $340M Stanflex Frigate For US Navy – But What’s Real Cost?

Fully equipped, an Iver Huitfeldt frigate costs the equivalent of $340 million, Rear Adm. Olsen said. Most of that, about $207 million, goes to weapons, sensors, and other electronics, which drive the cost of modern warships worldwide. The hull, engines, and other mechanical systems (HME) only cost about $133 million.

Itu yang bilang orang Denmark lho.

Untuk Iver : Hull, mesin dan sistem mekanis lainnya hanya seharga kira-kira USD 133 juta.
Iver 6600 ton.
Per Ton = 133.000.000 / 6600 = 20.151 = 0,02 juta = USD 0,02 juta per ton.

Kalau Iver (6600 ton) harga hull, mesin dan sistem mekanis seharga USD 133 juta, berapa biaya untuk bangun sebuah Absalon sebesar 4500 ton dan sebuah korvet sebesar 900 ton ?

Absalon = 4500 ton x 0,02 juta = 90 juta = USD 90 juta prediksi biaya untuk hull, mesin, sistem mekanis.
Korvet = 900 ton x 0,02 juta = 18 juta = USD 18 juta prediksi biaya untuk hull, mesin dan sistem mekanis.

Siapa yang kemarin nawarin USD 400 juta untuk 1 unit hull saja ? Terlalu mahal tuh. Mundur aja deh.
Kebutuhan RI adalah 10 unit Iver, 21 unit Absalon, tambahan 20 unit korvet.
Kebutuhan tadi di luar kebutuhan akan KCR, kapal patroli dll.

Berapa duit dana yang dibutuhkan untuk kapal sebanyak itu ?
Lalu yang itu tadi khan untuk surface combatant, bagaimana dengan yang underwater combatant, para tetangga bakal punya berapa ?

Bagaimana menurut anda ?
Anda kok megangin kepala, pusing ya ?

Xixixixixi
Bersambung …..
Dari : Tukang Ngitung, PhD.

  110 Responses to “Balance Navy : The Needs of Surface Combatant (Part 1)”

  1. Terima kasih bung Diego

  2. Wow ternyata keberadaan Sukhoi nanti sgt bermanfaat krn mampu ngedukung hankam nusantara, lantaran punya radar yg bs deteksi lawan sampe batas radius 400 km

  3. Indonesia kekurangan 27 freggat Ya..jauh dibanding negara tetangga ..malaysia singapura dan australia.fregat mereka lebih banyak….

    Apa benar ?indonesia selalu dibawah tetangga ?seperti freggat yang kalah jauh sama tetangga..?

    Nah…kalo boleh memberi masukan dari saya ….
    buat fregatnya jangan diluar dong biayanya tinggi …cobain dong buat fregat nya didalam negri..
    Sekalian buat 50 unit fregat didalam negri …cape dengarnya buat sesuatu diluar terus….
    Kalau buat fregat didalam negri
    SDM indonesia bisa makin baik bro

    Terima kasih

    • Iya kalao dibanding duel alustita TNI kesan bacanya jelas kekuranganlah seperti RUSIA akan menghadapi alustita Pro Nato dipimpin USA Cs di perbatasan Checnya jauh banget selisihnya menumpuk.

      Tetapi jika meladen alustita setiap negara 1 vs 1 masih unggul TNI

      Walaupun unggul saya harap TNI memikirkan kekurangan ini dengan memperbanyak KASEL type electrik dan type nuklir bila perlu dan sebanyak mungkin sampai 30 unit

      klau kapal perang paling tidak diperbanyak kapal KCR

  4. Terima kasih banyak bung tn,,phd atas artikel panjang nya…judul nya tanpa mari berhitung ya, jgn dihilangkan dong bung, iti ciri khas anda…

  5. IINDONESIA DARURAT KAPAL PERANG TYPE DESTROYER!!!…FRIGATE IVER OHHH IVER….OH IVER….

  6. Jarak ke china-laut terluar Indonesia berapa??…ribuan km, enak aja ngakuin laut orang, ingetin sejarah ye, tentara Mongol pernah kalah perang melawan raja Wijaya….

  7. Memang seharusnya militer Indonesia minimal punya kekuatan yg seimbang dgn militer FPDA, sukur2 diatas kekuatan mereka…… kalo dibawah, kita akan kena persekusi macam pasca reformasi.

    Kalo perlombaan senjata tertutup seperti itu terus berlangsung, Indonesia bisa kedodoran….. kecuali pemerintah dan rakyat Indonesia mampu menjaga stabilitas disemua bidang……. itu kunci.

    Persatuan dan kesatuan Indonesia harus dijaga dari anasir2 yg mau memecah belah, apapun caranya……

    yaa Allah….. Iver dan Absalon masing2 50 units yaa Allah….. 😆

  8. INDONESIA DARURAT KAPAL PERANG TYPE DESTROYER!!

  9. Minimal MEF 2 ini kita punya 3 Kapal sekelas iver.. Budget yg sesuai ya kerjasama dgn denmark.. Yg bakal jd kendala mungkin dari gotongannya,, karena bakal butuh waktu utk bisa dpt ijin AS.. Untung dgn sistem plug n play di iver bisa membrikan pilihan senjata yg akan digunakan..

    Bung TN mungkin bisa itung alternatif senjata yg digunakan,, dari rudal sendiri TNI AL udah trlanjur jatuh cinta sama exocet series.. Utk AAM pake aster 15/30 + tambahan1 ciws dibagian belakang.. Biar jadi iver rasa Fremm.. Xixixixixixixi

  10. Indonesia adalah negara kepulauan, mungkin KCR (Kapal Cepat Rudal) bisa di andalkan dalam pertempuran laut, jika terjadi invasi musuh. Tetapi kita juga perlu melakukan counter attack terhadap lawan di laut, maka di butuhkan kapal selam dan kapal penghancur yang hebat dan gesit. Pertanyaannya adalah apakah Industri galangan kapal bisa memenuhi target yang kurang? Jika ancaman terhadap wilayah laut sudah pasti ada, maka pemerintah wajib segera membuat rencana strategi untuk master plan ini. Perlu juga di pertimbangkan mobilisasi, pengadaan logistik dan amunsi untuk masa tempur selama 3 bulan ke depan wajib di perhitungkan.

  11. perhitungan belum dihitung dengan 30 % makelar dan korup…

  12. Bung Tn bagaimana dng valour class dari jerman??
    Kabarnya afrika selatan beli valour meko a200 harganya $327 million…

    • Itu harga pembelian tahun 2001 bung.. produk jerman itu terkenal mahal..

    • Displacement berapa ton ?

      Bisakah hybrid untuk angkut kendaraan darat ?

      Adakah equipment seperti standflex modul di dalamnya sehingga bisa plug and play ?

    • Intinya dgn Harga hampir sama kaya meko 200,, tp dpt Heavy Frigate macam DZP..xixixixixixixi

      • @bung EA entah bung ane juga kurang tahu apa sekrang harganya segitu atau enggak. Ane cuman iseng liat2 yg murah2 sih wkkk… Tapi emang mahal emang barang jerman sih, Sachcen class aja rencananya yg mo dibikin 4 tapi yg terakhir dibatalkan karena terlalu mahal haha…
        @bung Tn tapi kan Murah bung? dan ada teknologi SAAB juga yg disematkan di frigate itu sapa tahu kan bisa mempermulus jalannya gripen masuk sini wkkkk…… ( Ampun sy cuman bercanda kok bw saab sm gripen piss, piss, bung hehe jng marah yah just kidding ane hehe…. )
        terimakasih bung Tn penjelasannya sy pun sangat setuju sekali sm bung Tn… Dng budget yg minim Iver dan absalon class itu pilihan yg tepat
        @bung wellehh setuju bung kalau pun benar harganya memang beda sedikit dng valour class tapi kalau dilihat dari sejarahnya Iver Huitfeldt merupakan versi paket murah dari De Zeven Provincien… Sngt layak dan menguntungkan jika kita bisa punya

  13. “…..Sesak Di Dada…” melihat hitungannya itu…huehehe

  14. ZEE itu bahasa Indonesia kan Bung?

  15. Akhirnya terbit juga artikelnya. Lama jg nunggunya….xixixi
    Tp harusnya diteruskan saja dng tetap judul ” Mari Berhitung ” hanya saja dibatasi bung. Setiap Episode utk maksimal 3 seri (jilid) saja. Jd tdk terkesan judul Mari Berhitungnya sampe 36 seri padahal episodenya berbeda.

    Kesan yg ditangkap kalo judulnya ” Mari Berhitung ” adalah kita diajak berpikir secara hitungan matematisnya, adapun kenyataan yg sesuai realisasi bergantung pada kemampuan keuangan Pemerintah. Sehingga dalam artikel ” Mari Berhitung “, bukan menjadi barometer bahwa kebutuhan kekuatan militer kita seperti yg terhitung, krn pada kenyataannya kekuatan militer sifatnya adalah rahasia, bisa saja melebihi dari yg bung hitung atau kurang dari yg dihitung tersebut namun warjager mendapat gambaran kasar kebutuhan alutsista TNI kita. Agar tidak tercipta kesan ” MENGHAYAL ” spt yg pernah dikomen oleh warga di lapak sebelah…..hehehe

    Ditunggu next episode nya bung….xixixix….salam

  16. sampai tahun berapa kebutuhan ivert terpenuhi semua? kok skema cuman ivert untuk frigat-nya.. pt pal harusnya mampu berinovasi dengan sigma/pkr 120 M hingga 150 M sehingga diversifikasi bentuk tidak menganut satu bentuk ivert saja..

    • Dgn di akusisinya iver pd MEF 2 memudahkan PT PAL dlm menyerap teknologi baru.. Seharusnya thn 2020 udah waktunya berinovasi.. Udah ga ada alasan user ga mau pake produk dalam negeri.. Disaat MEF 3 thn 2024 selesai, diharapkan indonesia sudah bisa memproduksi alutsista dlm negeri sepenuhnya..

    • Yang penting itu bukan bentuknya bung.

      Yang penting :
      1. Harga murah semurah-murahnya.
      2. Bisa diisi senjata semau gue menurut kebutuhan.
      3. Peralatan sensor sangat canggih.
      4. Tonase gede sehingga bisa menang kalau tubrukan.
      5. Asupan logistik cukup sehingga bisa melaut dalam waktu lama.
      6. Bikinnya cepat.

      • Punya ailee gede, anu juga hrs gede supaya pas.
        Tapi radar pesawat tempur itu tidak gede, namun jangkauannya lumayan, kalau utk ditempatkan dikapal, harga kapal lumayan juga, tapi bagai mana dgn radar nebo band jika ditempatkan dikapal, yg jangkauannya lumayan jauh, tidak begitu gede tapi pas utk kapal wajah ombak.
        Tapi utk kapal yg utama itu adalah radar & sonar yg memiliki jangkauan pintar, setelah itu rudal & pertahanan anti pesawat, anti kasel & kapal, kemudian heli disetiap kapal, ka52 & mil17 ditambah lagi satelite sebagai pengintaian, dgn begini setiap sudut samudra masih mungkin terdata

      • indonesia banget pokok nya

    • @bung Welleehhh, saya sangat setuju dengan adanya akuisisi ivert, hal ini untuk memberikan sebuah pengalaman baru sehingga nantinya akan ada produk baru pt.pal ditahun 2020 dari kombinasi belanda dan denmark..
      @bung Phd, mau nanya ? apakah pkr 105 + sigma 4 itu menjadi penganti korvet parchim, jika betul berarti pkr 105 berjumlah berapa sampai tahun 2020? mengingat jumlah parchim 16..

      terima kasih atas infonya,

      • Parchim harus sudah diganti semua pada 2028.

        Prediksi saya :

        Untuk sementara sampai 2024 PKR hanya akan dibuat nggak sampai 10 unit sebab planning peruntukan dana dirombak ke heavy dan hybrid frigate.

        Sisanya sesudah 2024.

        Gantinya Parchim adalah OPV / Korvet 900 ton itu.

        Ini hanya prediksi saja.

        • saya juga berharap sampai tahun 2024 malah penganti parchim sudah tercover, meski tambal sulam dengan perpaduan pkr 105 jmlh 6 + sigma jmlh 4 + opv (berharap bisa sampai 6) atau kombinasi opv 3 + nahkoda ragam 3. sehingga jumlah tetap 16, dan berharap lagi pt pal sudah membuat inovasi pkr dengan panjang 120 m..

          thanks,
          ngomong-ngomong itu gambar-nya gwede-gwede bangett.. bikin tuing,.tuing,..tuing.. hehehe

  17. Minimal radar jarak 450km,,

  18. Kenapa gak crossover classical nya DSNS ?

  19. Kalau untuk lautan yaa kapal corvet ajja diperbanyak, sebagiannya kapal fregat, indonesiakan sudah bisa membuat kapal kosong dgn teknologinya bekerjasama dgn negara sana sini utk pemasangan radar permukaan & sonar kedalaman, mudah2an kerjasamanya jelas, kemudian setiap kapal dihuni heli ka52 & Mil17 dgn begini setiap sudut masih mungkin bisa dijaga ditambah lg dukungan satelite, makin lengkap ajja.
    Hahhahaaaa

  20. Iver mantap, tpi kita juga tetap ambil opv 80/90 krn jatah kaprang sudah diisi oleh martadinata.

  21. saya juga berharap sampai tahun 2024 malah penganti parchim sudah tercover, meski tambal sulam dengan perpaduan pkr 105 jmlh 6 + sigma jmlh 4 + opv (berharap bisa sampai 6) atau kombinasi opv 3 + nahkoda ragam 3. sehingga jumlah tetap 16, dan berharap lagi pt pal sudah membuat inovasi pkr dengan panjang 120 m..

    thanks,
    ngomong-ngomong itu gambar photo-nya gwede-gwede bangett.. bikin tuing,.tuing,..tuing.. hehehe

  22. Selisih 27 fregat,25 korvet,banyak juga ya..hahaha..pas era pak besar..kekuatan TNI AL terakhir 150 unit KRI dalam 2 koarma..barat dan timur..jika 27fregat+25 korvet=52 KRI…hampir kekuatan 1 koarma..jika dibuat 3 koarma pas lho…barat +tengah+timur…75+75+75…(minimal)…fregat setara ivert..mantap ini..bner kata bung tukang itung..kapalnya aja yg murah..isinya bebas semau gue..dan bisa bikin sendiri…rudal anti kapalnya kalo bisa yg supersonik..xiixixix..paling murah apa ya rudal anti kapal supersonik??…kalo yg gak super sonik..biar dipasang di KCR2 kita…xixixi..sebagai pengumpan kalo perang..

    • Setelah saya baca analisis bung TN,baca bocoran alus bung stepanus,ama LIST KONDANG NARAYANAH…ada persamaan,ya tidak semua..tapi angka,fungsional alat,merk(sedikit ini)xixiixix…ntah cerita disambung2in biar seru atau gimana..aku gak tahu…hahhaha..tapi baguus!!!…semoga terlaksana,semoga ALLOH SWT..selalu melindungi bangsa Indonesia, menyingkirkan orang2 yang ingin merusak indonesia,..AAMIIN!!…yang mengejutkan saya…ternyata penambahan2 yg dibeli tetangga kita..untk mengimbangi kita..bedanya mereka patungan hahahaha..apakah mereka mengacu ke list narayanah?….gak tahu juga…hahahha…lihatlah tetangga kita…tetap musuh didalam selimut..belom lagi mungkin mereka ada upaya2 utk menghancurkan ekonomi kita,supaya kita melambat..atau tidak bisa nambah sama sekali..paling halus,paling mematikan kalo kita mau belanja,hanya dimiskinkan…

  23. kapan ya bisa punya NEW KRI IRIAN lagi….?

    kapan ya bisa punya kapal induk…?

  24. Bung pada… Ditunggu part 2nya, dan yg paling penting… Duitnya dr mana.. ?

  25. Untuk Iver : Hull, mesin dan sistem mekanis lainnya hanya seharga kira-kira USD 133 juta.
    Iver 6600 ton.
    Per Ton = 133.000.000 / 6600 = 20.151 = 0,02 juta = USD 0,02 juta per ton

    ———————————————————

    Hahahaha… Woooowww Harganya Murah Banget Ya?. 😆 Perasaan Harga Hullnya Doank Sekitaran 300Jt USD Ya?. 🙁 (Kata Salesnya+Brusur) Dan Kok Saya Agak Ragu Ya Spek Iver Huitfeld Versi Royal Danish Navy “No Downgrade” Harganya Cuma Segitu Sekitaran 340Jt USD… Hmmm Ngomong-2 Harga 32 Biji SM-2&24 Biji RIM-162 ESSM Berapa ya?… Ohhh saya Lupa Mau nanya Berapa Harga 8 Biji Harpoon… 😆

    Note

    Baik Ya Builders Iver Klau Mau Jual Spek Fregat Sekelas Iver Dgn Harga 340Jt USD… Bahkan Real Fregat KW Buatan Chino Pun Sampai Hampir Kalah…

    #Diskon 85% Persen Menanti Dari Rostec Jika Denmark Mau Menerima Tawaran Itu…

    • betuuullllll…..
      cuma untuk gertak kosong…
      percuma, akal2 an sales..
      gak masuk akal, gak realistis nih…

      si iver kagak moncroootttt nih barang…

    • Lho itu yang ngomong orang Denmark yang namanya Olsen.

      340 – 133 = 207

      Udah kuhitung lengkap equipment fullspek dan armament full spek seperti punya Denmark Usd 207 juta, seperti yg dibilang olsen itu.

    • Buat sekedar baca2 aja ya bung@jimmy knp ada kemungkinan besar denmark yg bakal kepilih.. xixixixixixixi

      The National Ports Master Plan has indicated a significant requirement for investment in Public Private Partnerships (PPP) where 70% of the marine highway initiative budget is expected to be funded by the private sector, including foreign investment. Regarding this, Danish shipping company, Maersk Line, has signed an agreement with Indonesian government to help improving cargo flows in the Bitung Port by budgeting approximately $500,000 in the pilot project, which is planned to be among Indonesia’s strategic ports with a special economic zone. Moreover, its Copenhagen-based sister company, Damco, intends to open a cold storage facility as it is adjacent to the fishing industry. Maersk also plans to invest $3 billion to transports goods within Indonesian territory, in order to reduce logistics costs. Denmark, cooperating with Indonesian port operator PT Pelindo I, also intends to develop Kuala Tanjung Port in North Sumatera. The port will function as Industrial Gateway Port which integrates four container terminals to surrounding industrial area. Another key area of investment would be sustainable fishing technology, which is aimed to reform fishery management practices, increase sustainability of marine biodiversity, restore seafood production, improve the lives of fishermen, and deliver financial returns..

      Technical exchange
      By transferring knowledge, technology and experiences, we can further strengthen the maritime partnership between our two countries. The Danish maritime industry is famous for its Triple-E innovation technology: Economy, Energy, Environment. For example within shipbuilding sector, flexible Absalon-class support ships, designed by Danish company Odense Maritime Technology (OMT), are able to undertake multiple tasks and can easily be transformed.
      The Absalon-class ship design meets Indonesia’s demand for high quality fishery and navy vessels. With OMT’s design, state-of-the-art vessels are ready to be manufactured at Indonesian shipyards. Within the marine security sector, Danish companies provide advanced security systems and surveillance solutions of the highest quality. These are important in a number of areas from defence search and rescue, combating illegal fishing and monitoring pollution.

      IMHOO

    • Knp hull iver bisa lebih murah karena,, base on kapal niaga yg dimodifikasi utk meminimalisir biaya.. Biaya pengembangan jg lebih murah karena diambil dari absalon class.. hull kapal niaga kapal niaga di desain utk 25thn, sementara utk kapal perang umur hullnya di 30-40thn..

      Denmark mengintegrasikan sendiri sistem yg ada di iver, dari mulai cms, essm, dll.. Yg bisa menekan biaya lumayan signifikan.. Semua yg ada di iver rata2 udah comotan sana sini ga kaya DZP or FREMM yg membutuhkan banyak biaya pengembangan makanya wajar harganya bisa lebih tinggi.. Apalg diproduksi dlm sedikit jng harap tuh kapal bisa murah.. Xixixixixixixi

      *) kalo dibilang layak atau ga nih kapal di akusisi,, ya sangat layak.. Tp bukan dibeli utk jumlah besar..

      • Sangat setuju dg bung Welleehhh, tampilan Absalon dan Iver mudah dideteksi (bukan stealth) makanya mereka dibuat utk pertahanan anti udara (seluruh model kaprang utk eropa pake model anti udara, takut hujan rudal dari Rusia). Lebih baik dicampur dg FREMM, Visby atau skalian aja kalo mau nyari multirole gahar ya Grigorovic dari Rusia.

        • Bung@agato,, betul.. Gimana juga pasti ada kurang n lebihnya.. Selain masalah Hull yg jd catatan masalah senjata yg digotong iver.. Disetujuin atau ga sama AS,, kalopun disetujuin bakal makan waktu lama nih iver bisa ompong.. Xixixiixixixi

          Sama biaya integrasi ke platform barat.. Yg kemungkinan bisa melonjak harganya, seandainya AS ga setujuin senjata yg digotong iver dikasih ke indonesia.. Makanya ane ga rekomen pembelian jumlah banyak.. 3 aja cukup..

          Selebihnya biar PT PAL Yg perbaiki kekurang di iver dgn produk inovasinya.. Xixixixixixixi

      • …kapal perang modif…xiixixiix..dananya US$ 780 juta ya bung welleh?..

  26. Liuer euy! Apa bs TNI mengejar kualitas dan kwantitas untuk minimal menyamai kekuatan FPDA dgn dana yg terbatas? Karena konflik bs kapan sj terjadi di LCS dan LCT yg pasti berimbas ke NKRI jg.

  27. Orang paling bodoh sedunia. Kalo hanya utk pengawasan wilayah kenapa harus pake radar dari kapal? Lebih efektif dan efisien kalo langsung pake AWACS/AEW&E.

    • Wah saya suka sekali dengan komentar seperti ini yang membodoh-bodohkan saya padahal dari komentarnya membuktikan bahwa dirinya sendiri yang sungguh-sungguh amat sangat o’on.

      AWACS itu mampu terbang berapa lama ?
      Bukankah kecepatan AWACS itu lebih cepat daripada kapal ? Kalau lebih cepat dari kapal, maka daerah di belakang AWACS itu akan segera ditinggal tidak terdeteksi. Untuk mengawasi wilayah udara RI selama 24 jam x 7 hari seminggu apakah 1 AWACS mampu ? AWACS punya perlindungan udarakah ? Bukankah dia harus dikawal dengan minimal 2 pesawat tempur ? Jadi berapa banyak bbm yg harus dikeluarkan baik oleh AWACS maupun oleh 2 pespur itu selama 24 jam ?
      Nanti ngeles suruh pakai drone ? Emangnya berapa km jarak yg dapat diawasi oleh 1 unit drone ? Berapa rudal yg dapat dipasang pada 1 drone ? Lebih banyak mana rudal yang ada pada drone atau pada fregat ? Mampukah AWACS mendeteksi target rudal balistik sejauh 2000 km ?
      Radar AESA kapal yang saya maksud punya daya jangkau 450 km itu juga sekaligus punya kemampuan deteksi rudal balistik sejauh 2000 km lho.

      Jadi sebelum anda mengatakan saya bodoh, apakah anda sudah mempertimbangkan resikonya ? Apakah anda mampu jawab beberapa pertanyaan saya ini ?

      Kalau anda tak mampu jawab satu saja pertanyaan tadi, siapa yang lebih bodoh, saya atau anda sendiri ?

      Mohon maaf kalau saya kasar pada anda, sebab anda yang duluan.

      Kalau anda ingin diperlakukan deengan baik oleh orang lain, anda harus lebih dulu memperlakukan orang lain dengan baik.

      Standard ukuran yang anda pakai untuk mengukur orang lain, itu juga yang akan diukurkan kepada anda.

      Jelas ?

  28. Dia sedang mempermalukan dirinya sendiri bung tn, ga usah diladeni, kita2 juga sdh ngerti, manusia spt apa dia…ttp lah berhitung bung, demi jkgr dan warjager…kami semua salut dgn anda bung tn…trima kasih

  29. Menurut saya, mengimbangi jumlah Fregat, Destro, Kasel tetangga tidak harus dengan beli alutsista dalam jumlah yang sama. Destro Vs Destro, Fregat Vs fregat atau Kasel Vs Kasel, Pespur Vs Pespur, sudah tidak relevan lagi dalam perang modern. Sejarah perang dunia membuktikan kekalahan alutsista datang dari platform yang berbeda. Fregat Israel Vs C806 Hisbullah, Merkava IV vs Kornet, T90 vs Javeline, Fregat Korsel Vs Midget, Fregat Inggris, Vs Exocet pespur, Hind Vs Stinger, Tank irak vs Apache, dlsb.

    • Setuju sama bung Kobu.

    • Wah itu saya 100% setuju bung Kobu.

      Rudal di fregat AAW tetangga disiapkan untuk menghadapi pespur kita.

      Jadi kita juga harus siapkan pula rudal dan platform fregat AAW untuk pespur mereka.
      Platformnya minimal sebanyak platform mereka.

      Lho pespur mereka lebih banyak dari pespur kita, itulah gunanya pertahanan udara berlapis :

      1. Fregat AAW
      2. Missile jarak pendek dan point defence di korvet
      3. Pespur kita
      4. Rudal jarak menengah dari darat.
      5. Rudal jarak pendek dari darat.
      6. Point defence di darat.

      Xixixixi edisi ngeyel.com

    • Untuk menghadapi kapal selam tidak harus dengan kapal selam.

      Wah itu juga saya 100% setuju banget.

      Untuk menghadapi kapal selam kita punya ranjau laut dan torpedo di fregat, korvet, kct, kapal selam dan heli anti kapal selam.

      Kapal selam punya tetangga itu dimaksudkan untuk mengintai dan juga menghancurkan kapal permukaan.

      Untuk mengimbanginya kita juga harus punya minimal jumlah yang sama untuk platform kapal selam yang bisa mengintai mereka dan menghancurkan kapal permukaan mereka.

      Jadi, kalau mereka bisa ngintip kita, kita bisa ngintip mereka pula.

      • Peperangan anti kapal selam adalah yg tersulit saat ini. Butuh beberapa platform yg berbeda. Kompleks meskipun teknologi kaselnya masih sederhana. Kemandirian kapal selam adalah penyeimbang kekuatan laut indonesia.

  30. Itu absalon class, cara ngangkut kendaraan gimana ? Ada semacam gudang atau apa ?

  31. Pertanyaan mendasar: kenapa Oz (atau FPDA) yang diperhitungkan sbg ancaman dan bukan Cina?

    Dari tindakan pemerintah / TNI yang sangat memperkuat Natuna udah kelihatan siapa ancaman paling potensial (dan siapa paling agresif di kawasan, berpotensi menimbulkan gesekan dengan negara2 lain)

    • Jawaban mendasar :

      kita nggak pernah bisa mengalahkan China sendirian.

      Jika kekuatan RI setara FPDA maka ada 2 x kekuatan FPDA yang setara dengan kekuatan China.

      • Bung, utk sementara xena bukan ancaman, krn kaprangnya masih belum bersenjata berat, mereka lebih memikirkan perimeter disekitar laut lcs dan lct, perlu waktu sampai 2030 mungkin mereka bisa memproyeksikan kaprang berat dan kapal induk.

      • Wah logika aneh, karena gak bisa kalahkan Cina sendirian, tolok ukur kekuatan maritim yang perlu dibangun diganti jadi FPDA aja?

        • Jadi menurut bung Ubed sendiri bagaimana ?

          Logika yang nggak aneh itu bagaimana ?

          Natuna Utara itu hanya sebagian dari wilayah kita dan ancaman terdekat terutama dari FPDA termasuk jiran tengil yang wilayahnya terbagi karena Natuna itu.

          • http://yonkav7.mil.id/wp-content/uploads/2016/07/25laut-china-selatan.jpg

            Saya melihat tumpang tindih klaim wilayah adalah potensi konflik. RI telah memiliki kesepakatan batas wilayah dengan Malaysia & Vietnam (walau RI masih memiliki klaim ZEE sepihak)

            Demikian pula dengan Oz;

            https://fm.cnbc.com/applications/cnbc.com/resources/img/editorial/2016/09/27/103971132-1_3.1910×1000.png

            Jadi fokus pertahanan harus kepada klaim sepihak dan keblinger (yang tidak mempedulikan hukum internasional). Cina terbukti cukup nekat untuk mewujudkan klaim tersebut dengan kekuatan senjata. Tidak gentar untuk bergesekan dengan Amrik sekalipun..

          • Dan menghadapi Cina yang jauh lebih kuat, RI harus menciptakan perimbangan kekuatan asimetris, klo menghadapi secara apple to apple ya kalah.

            Banyak yang bisa dijadikan pelajaran dari perang Falklands / Malvinas

            The war is notable for several seriously mismatched engagements with surprising results. The Argentines had more airbases and more planes but got trounced in the air by a small force of Sea Harriers. Even so, a number of Argentine fighters — flown by some of the bravest pilots in the world — managed to slip through and wreak havoc on the heavily defended British fleet . Meanwhile, a modern British nuclear submarine, the Conqueror, put some World War II-era torpedoes into the side of a World War II-era Argentine cruiser while an equally aged but still greatly feared Argentine diesel sub, Santa Fe, took on a modern Royal Navy frigate flotilla and all its helicopters

  32. Bung Weleeeh,

    Tak apa Iver dipesan hanya 3 – 6 unit. Tapi ide sistem plug and play dengan standflex sudah kita dapat.

    Jika Iver kondisi hull, mesin dan peralatan mekanisnya saja USD 133 juta, jika dibuat di RI bisa lebih murah tuh bung.

    Lihat LST Bintuni Class seharga 180 milyar dengan besar kapal 2300 ton.

    Iver 6600 ton.

    6600 / 2300 = 2,87

    2,87 x 180 milyar = 516,6 milyar per unit.

    516,6 milyar / 13,3 ribu = usd 38,84 juta dibulatkan usd 39 juta per unit.

    Jadi jika sisanya dibuat di Indonesia maka hanya butuh biaya usd 39 juta per unit untuk hull, mesin dan peralatan mekanis (belum termasuk radar dan senjata)

    • Betul bung@TN,, indonesia butuh kapal perang berkemampuan AAW yg superior.. Dgn adanya kerjasama dari belanda dan denmark PT PAL bisa berinovasi membuat kapal perang berukuran besar base on Iver dgn Hull rasa belanda.. Xixixixixixixi

      Kalo mau akusisi banyak kapal justru hasil inovasi PT PAL ini, utk menghemat ongkos produksi.. Xixixixixixixi

  33. Apa yang bung Ubed katakan itu memang tidak salah, namun saya sudah jawab itu pada komentar saya pada bung Kobu.

    Wilayah Maritim RI tidak hanya Natuna bung Ubed, namun juga lautan yang berbatasan dengan kelompok FPDA.

    Untuk menghadapi China, kita mesti juga akuisisi senjata penangkalnya yaitu dari US.
    Itulah sebabnya kita akuisisi trio Apache, Blackhawk dan Chinook.
    Itulah sebabnya kita akuisisi Iver dan Absalon sebagai platform rudal2 buatan US seperti essm, sm2 dan harpoon.
    Itu juga sebabnya kita akuisisi NASAMS sebagai sarana untuk meluncurkan AIM 120C7 AMRAAM sebagai penangkal pespur mereka.
    Itu juga sebabnya kita akan akuisisi THAAD sebagai penangkal Dong Feng.

    Itu sebabnya alih-alih bekerjasama dengan China, kita akan bekerja sama dengan Turki untuk pengembangan drone dan Jerman untuk pengembangan kapal selam.

    Itu sebabnya 13 unit KCR 60 yang akan dibangun tidak jadi menggunakan sistem China tetapi beralih untuk menggunakan sensor dan senjata buatan eropa.

    Jelas bung Ubed ?

    • THAAD?. Kok Saya Agak Ragu Ya?. Selain Harganya Yg Selangit Izinpun Juga Susah Didpt Dari AS. Memang Sih Untuk SAM TNI Lebih Melirik Ke Barat Tapi Kemungkinan Akuisisi THAAD Cuma 40:60 Dan AS Cuma Memberikan THAAD Untuk Negara Tertentu Yg Di Rasa Penting Untuk AS. Nah Sedangkan Untuk Patriot Saya Yakin Itu Bakal Di Kasih…

  34. Mulailah dgn membangun Sistem pertahananan udara S-400 plus Buk M3,seiring dgn pembuatan sigma dan korvet.

 Leave a Reply