Apr 222014
 

intelijen

Sebuah negara yang memiliki kekuatan pertahanan kuat bisa dilihat dari bentuk dan pengorganisasian intelijennya. Karena dengan keberadaan institusi tersebut perkembangan setiap wilayah bisa diketahui dan dianalisis untuk diolah dan dijadikan data ketahanan wilayah.

Intelijen sebagai mata dan telinga negara, memiliki peranan sangat penting, khususnya untuk kepentingan nasional dalam menjaga stabilitas dan mengendus suatu ancaman sedini mungkin. Dahulu saat perang dingin masih berlangsung antara Uni Soviet dengan Amerika Serikat, operasi intelijen secara besar-besaran namun tertutup, digelar di tiap-tiap wilayah lawan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan masing-masing sasarannya.

Keberadaan AS dengan CIA-nya sering tercium di beberapa Negara kawasan yang menjadi bidikannya. Khususnya saat AS berusaha membendung kekuatan komunis di Asia Tenggara keberadaan CIA terasa memasuki ke semua elemen pemerintahan termasuk Uni Soviet. Ada pepatah yang mengatakan bila ingin menghancurkan sebuah Negara bersama kekuatannya maka hancurkan intelijennya terlebih dahulu. Dengan begitu Negara sasaran akan menjadi buta dan mandul sehingga bisa ditaklukkan dan dikuasai dengan mudah.

Di indonesia sendiri saat ini kita telah memiliki 5 (Lima) institusi Intelijen yaitu BIN, BAIS (TNI), BIK (Polri), Intelijen Kehakiman/Jaksa dan Intelijen Imigrasi/Bea Cukai yang mempunyai tugas pokok dan tanggung jawabnya masing-masing.

Dibentuknya intelijen bukanlah tidak ada maksud akan tetapi berguna untuk melakukan kontra intelijen di bidang ipoleksosbudhankam. Kita sadari bahwa sampai dengan 25 tahun yang akan datang kemungkinan perang secara terbuka/ konvensional ada terindikasi akan terjadi, namun demikian perang secara tertutup (intelijen) khususnya politik, ekonomi, sosial dan budaya sesungguhnya sudah dimulai dan akan menghantui kita.

Sebagai contoh Tanpa disadari perang nubika (Nuklir, Biologi dan Kimia) sudah mulai dibuka dengan mengggunakan senjata biologi secara tertutup melalui bahan makanan seperti; keracunan massal, perusakan lingkungan, wabah penyakit hewan yang menjalar ke manusia, perang narkoba dsb. Semuanya itu merupakan rekayasa negara lain yang menyerang negara Indonesia. Hal ini dilakukan untuk melemahkan negara Indonesia di bidang kesehatan, yang berdampak terhadap keseluruhan kepentingan terutama regenerasi dan lingkungan.

Intelijen yang kita miliki perlu diatur untuk menjaga stabilitas negara dari kepentingan dalam maupun luar negeri. Intelijen yang kita miliki terlihat saling tumpang tindih antara satu dengan yang lain sehingga sangat telat untuk melakukan kontra intelijen yang berasal dari luar sedangkan intelijen kita sibuk hanya menangani kepentingan dalam negeri dan sangat mudah didikte negara asing.

Semenjak berpisahnya TNI dengan Polri maka keamanan dalam negeri diambil alih oleh Polri demikian juga dengan RUU TNI terbaru yang sampai saat ini belum diselesaikan, membuat intelijen TNI dalam hal ini BAIS TNI seolah berpangku tangan karena belum memiliki legitimasi hukum melakukan penanganan dan bantuan kepada Polri maupun BIN. Akan tetapi apabila terjadi serangan teroris masyarakat akan menyoroti masalah intelijen yang tidak mampu melakukan deteksi dini dan cegah dini, di sisi lain intelijen belum dipayungi hukum untuk melakukan tugasnya sehingga tugas yang dilakukan terkesan setengah hati dan tidak maksimal cenderung takut terlibat kasus HAM. Dengan demikian untuk penanganan yang bersifat “area abu-abu” harus dikerjakan bersama-sama dengan mengutamakan kepentingan nasional dari pada kepentingan institusi.

Seiring dengan perkembangan zaman dan kecanggihan sekarang ini BAIS selaku institusi Intelijen dibawah bendera TNI diminta untuk selalu meningkatkan kemampuannya agar memiliki daya tangkal yang baik dan mampu melakukan deteksi dan cegah dini terhadap setiap ancaman secara tepat dan akurat.

ilustrasi-rahasia-negara-intelijen

Sesuai dengan amanat UU No 34 tahun 2004 tentang TNI, BAIS memiliki tugas pokok dalam menyelenggarakan kegiatan dan operasi intelijen strategis serta pembinaan kekuatan dan kemampuan intelijen strategis dalam mendukung tugas pokok TNI. Bila di lihat dari ancaman spektrum yang ada maka bisa dikatakan tugas dari BAIS lebih berat. Ancaman tersebut bisa dikategorikan menjadi dua jenis yaitu ancaman tradisional dan non tradisional. Meskipun begitu BAIS sebagai lembaga intelijen strategis harus bisa dan mampu menjadi yang terdepan dalam menjalankan tugasnya untuk menyiapkan intelijen strategis. Struktur pengorganisasian TNI yang lengkap dan memiliki jaringan intelijen yang sangat baik hingga tingkat desa sangat berpotensi dalam mendeteksi setiap ancaman yang ada.

Sebagai contoh saat Pemerintah AS meluncurkan program pendidikan bahasa Inggris, English Access Micro-scholarship Program (EAMP), kepada warga Papua. Program yang merupakan hasil kerja sama PT Freeport Indonesia, Kedubes AS, Learning Partnerships dan Universitas Cenderawasih ini, diresmikan oleh Wakil Dubes AS, Thed Osius, yang berkunjung ke Papua pada 20 Januari 2010 lalu.

Empat hari setelah kunjungan Osius (24/1/2010), keamanan di Papua kembali memanas. Sekelompok orang tidak dikenal menyerang karyawan PT Freeport Indonesia. Serangan ini menyebabkan korban luka beberapa aparat anggota kepolisian dan karyawan perusahaan tambang emas swasta milik AS tersebut.

Hasil data intelejen menyatakan kunjungan Osius sebagai bagian dari propaganda untuk lebih menancapkan eksistensi AS di Papua. Sekarang ini AS menerapkan politik dua kaki di Papua. “Satu pihak mendukung kelompok OPM yang ingin lepas dari NKRI. Pada pihak lain mendukung Papua masuk wilayah NKRI”, Indonesia musti bersikap hati-hati terhadap kebijakan AS di Papua. Sebagai contoh program pendidikan yang digulirkan AS dengan PT Freeport. “Program pendidikan bahasa Inggris ini hanya lip servis yang bertujuan memberikan citra positif AS. Padahal berapa keuntungan yang diperoleh AS mengeruk Freeport selama ini”,

Sejatinya pemerintah Indonesia juga membuat beberapa program unggulan untuk menarik warga Papua. Tapi sayangnya dana program-program yang dikucurkan itu banyak yang dikorupsi pejabat.

Tentang situasi papua yang kian memanas banyak pihak yang menuding bahwa terdapat kegiatan intelijen asing yang bermain di bumi cendrawasih. Dengan menggunakan berbagai kedok seperti LSM, Lingkungan hidup dan lain sebagainya, asing dapat leluasa memainkan perannya untuk menggoncang papua agar terangkat ke panggung internasional untuk dijadikan perhatian publik. Dengan begitu agenda mereka untuk membuat papua terlepas dari NKRI dapat berjalan dengan baik dengan dukungan PBB melalui referendum papua.

Pemain utama dibalik layar tentang “pementasan” papua sudah dapat ditebak, siapa lagi kalau bukan negara yang memiliki kepentingan terhadap hasil bumi papua yang kaya akan hasil tambang dan SDAnya untuk digunakan sebagai penopang ekonomi negaranya seperti Amerika Serikat (AS) dengan Freeport. Soal memanasnya kembali keamanan di Freeport, dan kita mencurigai pihak AS yang melakukan dengan memanfaatkan OPM.

Selain itu sebagai contoh lainnya, setelah aksi penyergapan dan pengungkapan kelompok teroris di Aceh, Pamulang, Poso dan beberapa daerah lain di Indonesia oleh pihak kepolisian, yang salah satunya berhasil menewaskan Dulmatin, apakah terorisme di Indonesia akan akan berhenti? Melihat fakta fenomenalnya, masih besar kemungkinannya aksi teror terus berlangsung.

Beberapa pengamat terorisme dan pengamat intelijen berpendapat, potensi aksi teror masih cukup besar di Indonesia. Hal ini bisa jadi karena memang ada target dari jaringan teroris dan ada sekenario tertentu terkait aksi teror di Indonesia oleh pihak asing.

Pendapat Pak Mardigu, misalnya mengatakan teroris telah membuat range target. Empat diantaranya adalah : pertama, Kepala Negara. kedua, pemimpin pilar bangsa. ketiga, pemboman atau penyerangan instalasi penting dan keempat, penyerangan kedutaan besar asing di Indonesia. Pengamat teroris ini melihat, aksi teror di Indonesia adalah bukan bagian dari rekayasa atau “proyek teror”.

Namun berbeda dengan Pak Mardigu, berdasarkan analisis dan informasi yang ada pengamat intelijen AC Manullang menyimpulkan bahwa “teroris Pamulang” dan “teroris Aceh” merupakan bagian dari permainan Amerika Serikat. Semuanya diarahkan sebagai bukti bahwa di Indonesia masih eksis kelompok-kelompok teroris. Manullang melihat AS ingin memojokkan Indonesia dengan mempersepsikan kondisi keamanan di Indonesia adalah semu. Target operation deception yang dilakukan CIA tidak lain adalah Muslim civilisation, peradaban Islam.

Sementara menurut pendapat pihak Kepolisian kita, teroris Aceh dan Pamulang itu terkait dengan keinginan pembentukan Negara Islam Indonesia (NII) dan Daulah Islam Asia Tenggara. Jaringan teroris ini ingin menjadikan Aceh sebagai basisnya. Kesimpulan pemeriksaan sementara pihak kepolisian ini didasarkan pengakuan beberapa tersangka teroris yang tertangkap. Secara historis, ideologis dan geopolitik kesimpulan polisi tersebut mendapat penguatan dari Al Chaidar. Pengamat NII ini melihat ada faksi-faksi NII yang berinteraksi dan bersinergis dengan jaringan teroris. Mereka berkeinginan menjadikan Aceh sebagai basis gerakan, karena dipandang sebagai wilayah yang aman (qoidah aminah). Selain Aceh ada juga Lombok.

Dengan kesimpulan itu, sudah jelas, akan ada target selanjutnya dalam perburuan teroris di Indonesia. Bahkan untuk memantapkan aksi kontra teror itu mulai ada “titik temu” antara Polri dan TNI. Hal ini dapat dilihat dari latihan gabungan anti teror yang digelar bersama oleh kedua institusi ini dibeberapa tempat di Indonesia.

Sebagai contoh lagi Indonesia perlu mewaspadai prediksi yang memungkinkan terjadinya Perang Pasifik II dan Perang di LCS. (jadi inget Mbah Bowo). “Pada tingkatan regional Asia Pasifik, tampak jelas bahwa betapa hegemoni Amerika Serikat semakin menurun, dan membuat sejumlah negara Asia Pasifik, seperti China, India, dan Australia serta beberapa negara ASEAN semakin memperkuat kapabilitas pertahanan yang cukup tinggi,” Bahkan dalam Buku Putih Pertahanan Asutralia tahun 2009, sudah mengisyaratkan kesiapannya untuk membangun kekuatan pertahanan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya Perang Pasifik II pada tahun 2030.

Negara-negara tersebut telah memiliki rencana strategis pembangunan militer dan cenderung membeli alutsista untuk tujuan-tujuan ofensif, seperti kapal induk, kapal selam, kapal perusak, dan pesawat tempur. “Jika Indonesia tidak siap untuk membendung potensi ini, maka hal yang paling ditakutkan bisa saja terjadi,” hal ini sudah menjadi konsekuensi dari perubahan arsitektur dunia yang baru.

China rupanya punya bukti kuat bahwa Amerika Serikat dan Korea Selatanlah yang memicu ketegangan di Semenanjung Korea setelah keduanya memutuskan untuk melakukan latihan militer gabungan di Laut Kuning. Pantaslah China diam saja terhadap aksi Korea Utara yang menembakkan artilerinya ke beberapa daerah di Korea Selatan.

Ada beberapa laporan intelejen yang mengatakan bahwa ketegangan di Semenanjung Korea bukanlah antara Korea Utara dan Korea Selatan, melainkan antara Amerika dan China. Hal itu karena tuntutan AS terhadap China agar menaikkan nilai mata uangnya, Yuan, terhadap dolar. Akan tetapi China dengan keras menolak tuntutan tersebut dengan alasan bahwa masalah tersebut bukan masalah China, melainkan masalah dalam negeri Amerika. Akibatnya neraca perdagangan Amerika mengalami defisit terhadap China. Amerika lalu mengubah perlakuannya menjadi perlakuan bersahabat, jauh dari perlakuan agresif. Akan tetapi China tidak mengubah sikapnya, bahkan tetap bersikeras dengan kebijakannya, termasuk kebijakan mereka di LCS.

Karena itu Amerika lalu mencetak uang ratusan juta dolar untuk menaikkan kurs mata uang China. Amerika berhasil melakukannya dan berimbas juga kepada mata uang Rupiah kita tetapi Amerika menghadapi masalah inflasi keuangan di dalam negerinya sendiri dan perekonomiannya bertambah lemah. Yang lebih sialnya atas kejadian ini, China malah bertambah kuat dalam menghadapi Amerika. Atas dasar itu, Obama kemudian menyatakan, “Amerika akan menghadapi ambisi-ambisi China bukan hanya secara regional.”

Lalu dimanakah posisi Indonesia di dalam permasalahan ini? Apakah Indonesia bersama Amerika atau China? Ataukah Indonesia mengambil sikap netral, terutama setelah Amerika Serikat mengikat perjanjian dengan Pemerintah Indonesia dalam apa yang disebut dengan “Kemitraan Komprehensif”?

Benar, krisis ini diinginkan Amerika untuk memukul China ketika China menolak keinginan Amerika. Amerika ingin menarik China ke medan Perang Korea. Kemudian Amerika hendak memukul China dengan dukungan sekutu dan antek-anteknya. Alasannya, karena China telah mengancam keamanan kawasan dan regional. Amerika telah memobilisasi beberapa negara-negara Asia untuk mengepung China termasuk kepada kita. (hayo inget enggak List Penawaran dan Pengadaan Alutsista dari AS nya Bung Narayana)

Ini tentu saja bukan permasalahan Indonesia. Karena itu Indonesia wajib tidak berdiri di sisi Amerika ataupun China, betapapun upaya Amerika atau China untuk menarik Indonesia di sisi masing-masing di antara keduanya. Sebab berada di sisi China ataupun Amerika tidak akan memberikan manfaat bagi Indonesia, baik sekarang ataupun pada masa depan. Indonesia harus menjadi kekuatan yang mandiri, memiliki kehendak yang independen, dan Indonesia memiliki potensi untuk itu. dalam hal ini Indonesia sendiri harus terus berupaya membangun tiga kekuatan, yaitu kekuatan keamanan termasuk militer, kekuatan ekonomi, dan kekuatan sosial budaya secara terus menerus dan berkesinambungan. Dimana kita bisa berperan sebagai penengah yang pada akhirnya mampu membendung prediksi Perang Pasifik II dan LCS tersebut,”

Masyarakat Indonesia tentu tidak mengharapkan kemunculan intelijen represif alias “tanpa ba-bi-bu, jedor” seperti dimasa Orde Baru. Meski demikian harapan ini tidak berarti sebaliknya yaitu menjadikan institusi intelijen negara ini lemah. Maka “Jalan tengah harus diambil”, Jalan tengah yang dimaksud adalah mengakomudir tuntutan demokratisasi, prinsip-prinsip HAM dan kewenangan yang tetap dapat memperkuat posisi BIN sebagai salah satu instrumen keamanan negara. Upaya itu sudah dilakukan dengan adanya Undang-undang No. 17 Tahun 2011 tentang Intelejen Negara karena “Dalam keadaan dunia yang menuntut balance of power sekarang ini, maka kuncinya terletak di kekuatan Intelijen”.

NKRI harga mati! (by Pocong Syereem).

  115 Responses to ““BALANCE OF POWER” DAN KEKUATAN INTELIJEN KITA”

  1. test pertamaxx ah

  2. Ngeeeeeeeng……..

  3. Lanjut…

    • Artikel di warjag seperti umpan ikan baru menyentuh permukaan langsung disambar ane z dpt umpan no.3 kedahulu ama bung diatas he..he..he..warjag tambah rame aje.

  4. analisanya cool………

  5. yes akhirnya 5 besar….

  6. nombero uno

  7. Semoga intelijen tetap semakin profesional.

  8. Numpang nyimak ya sesepuhn para warjager

  9. Numpang nyimak ya sesepuh n para warjager

  10. nyimak

  11. Waspada terhadap negara sahabat itu perlu (curiga boleh yg penting tidak menuduh tanpa bukti)

    MEF I, II & III dan juga pembentukan kogabwilhan harus terus dikawal agar berjalan mulus sesuai rencana 😀

    Semoga kedepan kita makin bangga dan cinta menggunakan ploduk-ploduk indonesai karna kami lahir dan hidup NKRI

  12. 12 garpit

  13. Analisan dan tulisan yang bagus sekali bung PS…disini secara jelas diperlihatkan bagaimana peran US trhdp LCS,China dan terutama saudara2 kita yg ada di Papua…dengan membaca tulisan bung PS kita harus semakin bisa berpikir cerdas,mengoptimalkan otak kita trhdap sgala perkembangan yg terjadi di negara kita..
    Kunjungan JK 2x dalam setahun sudah harus dianggap bukan hal main2..terlebih muncul list A1 dari bung Nara..saya pribadi terhadap US sangat salut dgn negara ini,licik serta jahat tetapi melakukan hal itu dengan jenius sekali..sudah menjadi harapan besar bahwa bangsa Indonesia terutama pemimpin kedepan punya pemikiran yg cerdas dan jenius,bukan hanya menjadi boneka dan mau didikte..
    Salam untuk bung Pocong Syereem 🙂

  14. setuju dgn @bung ps, Indonesia hrs membangun dr 3 kekuatan : keamanan, ekonomi & sosbud. Tetapi, imho kesimpulan hanya ada satu obstacle yg membuat negara kita lemah serta memperlambat laju pembangunan disemua sisi adalah korupsi dlm level akut bin kronis. Baik dlm bentuk suap, transaksi gelap, menjual negara dll. Hrs ada kebijakan super tegas thd hal ini yg mbuat jera dan bersifat preventif disinilah intel dpt lebih dominan lg tp itu semua balik ke satu individu, dibutuhkan segera : “Super President”

  15. Mantap!!!…..artikel yang saya tunggu2 bung PS..salam kenal, salam kenal juga untuk senior2 warjager lainnya, bung : Jalo, Nara, Satrio, Antonov, Yayan, & senior warjager lainnya….Memang benar prndapat bung ps.
    Intelejen kita harus kuat, bagaimanapun proses pergantian kepemimpinan Indonesia sedikit banyak pasti ada hubungannya dg intelejen negara barat utamanya dari USA & UK terutama proses pergantian presiden kita tercinta yang pertama dan kedua.
    Menurut pendapat saya sebagai orang awam, Presiden SBY mungkin juga “sangat awas” dengan kejadian tersebut. Karena itulah, beliau benar- benar banyak menelurkan kebijakan yang banyak berpihak kepada kepentingan negara pada periode kedua kepemimpinannya. Terlepas dari banyaknya pro dan kontra dari berbagai pihak tentang kepemimpinan beliau. Tetapi, saya sangat beterima kasih kepada beliau dengan adanya MEF dan UU Minerba.
    Besar harapan saya sebagai orang awam yang sangat mencintai negara ini untuk memiliki intelejen yang kuat sehingga siapapun presidennya mampu bersikap tegas dan bijak dalam menghadapi berbagai permasalahan negeri ini (terkait dengan keamanan yang tidak kondusif yang ditengarai karena keterlibatan asing) dan meneruskan kebijakan- kebijakan yang lebih memihak pada kepentingan Indonesia.
    Taerima kasih sebelumnya, mohon dikoreksi jika ada pendapat saya yang kurang pas.
    teruslah memuat artikel- artikel mantap seperti ini bung PS.

  16. Intel bukannya hanya polisi?
    Intelnya AD, AL, AU namanya apa yah?

  17. hehehe……mantap bung knight (satrio)….:)

  18. jaman dulu saat Sultan Agung Hanyokrokusumo menyerang Batavia. Saat itu Sultan memanfaatkan telik sandi beretnis Tionghoa bernama Tjong Ling. 🙂

  19. Kbr hoax penangkapan agen 007, penangkapan lontong asing yg hendak nylonong bye, kok ga diangkat ya…??? Klo hoax itu bkn sembarang hoax, tentu saja itu bisa jd salah satu bukti membanggakan “KUATNYA” intelijen kita kan…

    Ngarep critanya dr para suhu neh…

  20. intel
    indomi telur

  21. Kbr hoax penangkapan agen 007 (gemes bone) inggris, penangkapan lontong asing yg hendak nylonong bye, kok ga diangkat ya…??? Klo hoax itu bkn sembarang hoax, tentu saja itu bisa jd salah satu bukti membanggakan “KUATNYA” intelijen kita kan…

    Ngarep critanya dr para suhu neh…

  22. Sangat tidak lucu kalau diakaun facebook resmi divisi humas mabes polri sendiri masih sering terliat komentar provokasi tanpa ada tindakan tegas dari sang admin,apalagi dimedia2 seperti kompas,merdeka,vivanews,liputan kabar aceh,dll dimana peran intelejen kita dalam mengantisipasinya atau kemana peran tni polri yang tidak sedikit jumlahnya?apakah mereka gaptek ?

  23. tambahan saja. buat @ satrio, kalau copas itu tulis sumbernya yah.
    misal : Intelijen Sebagai Ilmu, Jono Hatmodjo, Balai Pustaka, Jakarta, 2003. ( copasmu sumbernya dari situ ).

    • Betul bung dani prima
      sudah saya jelasin diatas hasil membaca ,cuma saya lupa nyatat linknya
      suka nya membaca dan mencata materinya saja
      hehehehe

      • Yang penting semangat dan iilmu yg ditularkan bukan copas atau copasnya kok om sat
        Para guru dan dosen kmi dulu menularkan ilmu jga gak pusing hasil dari mengutip buku apa atau hasil copasan dri mana
        Yg penting siswanya pinter.

  24. Setuju bung PS. Intelejen adalah mata bagi negara utk mendeteksi thd ancaman yg menyerang baik secara langsung spt ancaman militer atau pengerahan massa. Atau secara tdk langsung spt mempengaruhi scr psikolagis dan opini spt pemberian pendidikan gratis, pembuatan berita provokatif dll.

    Cara pengerahan intelejen lainnya dlm bentuk opini adalah pengerahan lsm di dlm negeri, pembuatan buku utk menyerang generasi muda, dan pembuatan berita terselubung.

    Khusus utk intelejen barat, memang perlu kita sikapi dgn extra hati2. Mereka tdk hanya bertujuan utk memecah belah baik antar daerah dgn isyu sentralisasi atau jawanisasi, atau antara pemerintah dgn rakyatnya. Mereka akan mudah masuk dan mempengaruhi kalau pemerintah kita lemah spt yg kita alami era 98an dulu. Mereka sukses melakukan baklanisasi di yugoslavia dan unisoviet dgn isyu kesenjangan dan kebebasan. Atau mereka berhasil menjatuhkan pemerintahan di afrika utara tetapi mereka tdk berhasil di turki dan venezuela. Mereka jg cenderung memecah belah antara elit politik negara tsb.

    Khusus utk papua, sgt besar sekali manfaatnya kalau kita tdk memperpanjang kontrak freeport yg sebentar lg mau habis. Amerika tdk perlu ikut campur lg ke papua krn mereka tdk punya interet lg disana krn freeport sdh tdk ada. Sudah waktunya kita mempercayakan perusahaan lokal dan memberdayakan penduduk lokal. Kalau pemerintah tdk mempunyai dana utk pengambialihan, bisa membentuk konsorsium gabungan perusahaan kita bisa sesama bumn maupun gabungan bumn dan swasta nasional dan ini hrs disiapkan sejak skg strateginya.

  25. @bung satrio, membaca ulasan diats serta artikel bung ps, mungkin tdk agen atw intel kita jual diri menjadi agen ganda(ky d film2. he3x). bung satrio ad info mungkin prosentase atau berapa persen yg sudah atau mungkin terlibat.

    maaf newbie jd byk nanya. slm kenal

    • Waduh saya nggak tahu
      karena hanya orang dalam Intelejen yang tahu. kalaupun ada pasti tidak untuk konsumsi publik,,,

    • ini mungkin hoax ,, pd jamn presiden soekarno ada bbrp agen CIA yang berlabel agen ganda,, di samping mereka bekerja di amerika mereka secara sembunyi sembunyi bekerja sbg agen bayaran oleh soekarno..

      setelah pk karno lengser si agenya msuk islam dan pinda lg k luar negri tapi bukan amerika

    • ada banyak bung,tapi betul bukan konsumsi publik.seperti si AM th66

  26. Intelejen jg sgt dibutuhkan utk memenangkan diplomasi atau sengketa antar negara. Dgn data intelejen tsb mereka sdh mengetahui posisi rivalnya. Hal ini dilakukan oleh negara five eyes spt amerika, inggris dan aussie utk memenangkan kontrak pengadaan, kesepakatan antar negara di lembaga2 internasional, atau bahkan bisa digunakan utk memenangkan sengketa dagang.

  27. Mbah Bowo diam seribu bahasa??…Lagian statment’y kuno banget sih mbah,,,saya gag tau sampean itu antek asing apa bukan,sebagai org biasa hrus’y gag perlu begitu’lh mbah…warjanger d’sini jg cerdas” kok mbah,udah banyak yg berpikir universal,jd gak perlu di “cekoki” masalah begituan,mereka mampu menimang-nimang sendiri kok mana yang baik & tidak untuk mereka k’depan

    Saya percaya kalau bangsa Indonesia itu negara besar,yg mampu berDikari(berdiri di kaki sendiri)yg bisa di sejajarkan sama USA,China,Rusia,.saya kira seluruh rakyat Indonesia jg mengAamiin’innya
    Jadi kalau se’andainya konflik LCS meletus kita harus bisa menengahinnya,bukan malah ikutan bikin gaduh.??kalau belum bisa melerai konflik ini dan mereka” yg terlibat lanjut dalam konflik ini ..ya mau gimana lagi,mungkin kita harus nunggu mereka” sedikit lelah dan kita ingat’kan lagi….saya yakin kalau konflik LCS pecah tidak ada pihak yang menang secara mutlak,pasti kedua kubu sama-sama sempoyongan baik dri pihak yg menang maupun yang kalah,kalau menurut saya sih pasti tidak akan ada pihak yang menang maupun pihak yang kalah,dan yang pasti kedua pihak sempoyongan

    Tidak elok rasa’y kalau Indonesia mengambil kesempatan licik untuk memukul satu pihak yang sama” sempoyongan,harusnya kita bisa mengingatkan kalau perang itu tidak ada gunanya,saya yakin bangsa ini adalah bangsa yg paling toleran sedunia,walaupun untuk sa’at ini sistem pertahanan negri ini belum se’maju barat,china,rusia,.tapi jiwa NKRI mampu menjadi teladan buat mereka” dan dunia

    kalau masalah invasi indonesia k’negara lain saya kira gag perlu’lh,kita percantik aja dulu negara kita ini,masih banyak dan luas kok yang belum d’bangun jd gag perlu memperluas daerah kekuasaan,..kesan’y serakah.
    kalau indonesia udah cantik nanti jg mereka” terpesona dan terpikat untuk gabung k’negara kita tercinta ini…hehee

    ma’af kalau kata” saya gag nyambung dan gag bermutu,,,..& ma’af kalau ada pihak yg tersinggung

    NUHUN.

    • Setuju mas CN..salut jg dg om PS, ngomong intelejen, NKRI. jd inget sm organ2 Kodam, Kodim,Koramil, lapor cepat, guru ptt, dokter ptt, dsb… saudara2 kita digaris batas cukup sederhana menyikapi hidup, hanya butuh hidup layak, tdk lbih inferior dr sdrnya di wily lainnya, pendek kata Diwongke. Mata,telinga diatas sdh berfungsi baik, tinggal usernya ja krn intel asingpun dah tau itu.jadi inget jg bentrokan di sorong br2 ni, mdh2an kedamain sgra tercipta.

    • ya itu mungkin salah satu caranya si mbah dan jangan di anggap sepele juga klw menurut saya Bung CN.
      sekeras apapun batu kalau terus tergerus air dengan arus yang deras lama-lama akan terkikis juga.

  28. selingan..

    Australia to confirm 58-aircraft F-35 order ( akibat intel ausie baca sukro 35 strong kali ya )

    Australian Prime Minister Tony Abbott will announce on 23 April that his government has approved the acquisition of 58 Lockheed Martin F-35A Lightning II Joint Strike Fighters, to replace the Royal Australian Air Force’s Boeing F/A-18A/B “classic” Hornets.

    The 58 aircraft will comprise a second tranche of the Australian Defence Force’s Air 6000 Phase 2A/2B new air combat capability (NACC) project. The first tranche totalled 14 A-model jets, two of which are currently in final production as part of the multinational programme’s sixth lot of low-rate initial production (LRIP). A contract covering long-lead production items for the other 12 during LRIP blocks eight and nine is currently being negotiated with the USA.

    The first two RAAF aircraft are scheduled to be delivered to the USAF’s integrated training centre at Luke AFB in Arizona by the end of the year, while the service’s first pilot for the type will begin training at Eglin AFB in California in December, and the second at Luke in April 2015. Australia’s first F-35A unit will be 3 Sqn, based at RAAF Williamtown in New South Wales. Its first four aircraft are to be ferried to Australia in 2018 to support operational evaluation activities, before the type achieves initial operating capability in 2020.
    The decision follows the two-year deferral of a second tranche approval by the then-Labor government in May 2012. Since coming to power last September, the intentions of Abbott’s coalition government have been difficult to gauge. Ministers have hinted at the massive spending cuts required to address a looming “budget emergency”, while also advocating the need for increased defence spending.

    The 72 F-35As on order will replace the 71 F/A-18A/B Hornets of the RAAF’s 3 and 77 squadrons, and its 2 Sqn operational conversion unit – all based at Williamtown – as well as those of 75 Sqn, based at Tindal air base in the Northern Territory. Its fighter squadrons typically have 15 aircraft on strength, so a maintenance and attrition reserve of 12 jets has been allowed for.

    A further Phase 2C tranche of the project, for up to 28 additional combat aircraft, was also deferred in 2012 for a decision in the early 2020s. These would replace the 24 F/A-18F Super Hornets of the RAAF’s Amberley-based 1 and 6 squadrons. The Super Hornets were ordered in 2006 as a ‘bridging’ capability between the retirement of the General Dynamics F-111C in 2010 and the arrival of the F-35A. However, ongoing delays to the JSF programme mean it is likely the Super Hornets will be retained, alongside the 12 Boeing EA-18G Growler electronic attack aircraft also on order, for 20 years or more.

  29. Assalamualaikum wr.wb
    wah bung dani sama bung satrio ini sepertinya anggota intelejen ya
    bisa saling sambung

    kalau salah ya maaf 😀

  30. maaf OOT,
    Rusia Ciptakan Superkomputer untuk Kebutuhan Militer

    “produksi komponen dan mikroelektronik untuk superkomputer ini mungkin akan dilakukan di Asia Tenggara. Namun, semua hak patennya akan menjadi milik Rusia.”

    kira kira dimana yah di asia tenggara nya?

  31. ngomong2 soal intelejen ,, indonesia di bawah kepemimpinan soekarno banyak memeliahra intelejen2 asg dari luar negri lhoo.. berbeda dengan presiden soeharto yang banyak mempunyai intelejen dalam negri,, tugasnya pun untuk memata2i dalam negri.. filing sajah..

    kalo presiden sby saya ga tau yaaa…

  32. Mantapp segerr…..
    Sdikit nanya buat sesepuh warjag trutama pertanyaan tentang propaganda.

    Sy pribadi sbg rakyat kok pemerintah terutama di website2 luar ataw media2 luar tampak “kurang memperhatikan” terhadap propaganda2 yg dirancang utk menstigma “kejelekan” Indonesia.
    Apakah memang tdk ada “satuan khusus” yg memantau/mengcounter propaganda2 trutama yg disebar di media luar?

    Maaf kl pertanyaannya ngawur

    Dan mbah bowo dijamin tidak akan komen diartikel ini …..selamat menonton mbah heheheee

  33. maaf nyang oot mau bertanya,,,seandainya masyarakat mengetahui gerak geri seseorang yg kaya N berpengaruh yg mencurigakan/menjumpai file yg aneh mau dilaporin ke intelijen ada wadahnya gak ya???selain ke polisi lho…
    @sesepuh warjag tolong ane di bantu

  34. Stuju bung ….media sosial jg bahan propaganda yg hrs diperhatikan.

    Contoh di facebook :
    Page “Burn Flag” ….ini page ttg Suku Aborigin yg ingin kemerdekaan.
    Kini page itu tdk bs diakses dr australia ….dan beberapa page2 separatis aborigin jg di”down” oleh pemerintah Australia.

    Tp kl page OPM ataw gerakan Papua …wuihhh menjamur, bahkan kesannya dibiarkan.

    Media sosial jg mencatat menjadi pemicu gerakan2 revolusi ….sdh seharusnya menjadi bahan kajian serius bg pemerintah.

    • betul bung, kalau saya seach di mba google, banyak sekali tulisan dan gambar2 dari teroris separatis tsb. Mereka ingin menggiring opini dan mencari dukungan Padahal saya lihat foto2nya diambil sgt lama sekali sudah tdk mencerminkan kondisi skg.

      Seharusnya pemerintah kita khususnya menteri komunikasi dan informasi memban link tsb seperti yang dilakukan oleh negara2 barat harus ada ketegasan disini.

      • Bener bung…..wah orang bule gak peduli itu gambar tahun berapa …asal ada kasus di papua muncul gambar2 antah berantah tahun berapa jg muncul.

        Ataw ktika OPM menembak dokter …..berita ini angin sepoi2 ….lucunya media Indonesia aja adem, apalagi media luar.

        Bisa dgn banyak cara….salah satunya setuju dgn ide bung ihsan.

  35. Jadi inget MATAHARI … Intel wanita yg pernah tinggal di indonesia … Perjalanan hidup yg memilukan …

  36. Secara naluri manusia, khususon manusia indonesia mempunyai naluri intelijen dan baik sadar atau tidak pernah menjadi intel …

  37. EMBARGO ; SEBUAH PENGALAMAN PAHIT DARI MASA LALU

    PRESIDEN SOEKARNO PERNAH BERKATA ” JAS MERAH” JGN LUPAKAN SEJARAH
    EMBARGO IALAH” LARANGAN MELAKUKAN HUBUNGAN DALAM BENTUK APAPUN TERHADAP SUATU NEGARA BAIK SECARA EKONOMI ,SOSIAL,BUDAYA,DAN MILITER

    AMERIKA/EROPAPERNAH MELAKUKAN EMBARGO KEPADA INDONESIA ATAS TUDUHAN PELANGRAN HAM BERAT DI TIMOR LESTE PASCA JAJAK PENDAPAT REFERENDUM YANG BERUJUNG LEPAS NYA TIMOR LESTE .THN 1999.

    HAL INI BERAKIBAT INDONESIA TIDAK BISA MEMBELI PERLENGKAPAN MILITER DAN PERSENJATAAN SERTA SUKU CADANGNYA KEPADA AMERIKA DAN EROPA
    ,AKIBAT NYA: SEBUT SAJA DARI PESPUR F16, F5 TIGER, HERCULES C130,DAN HAWK SERIES SERTA TANK SCORPION DARI INGGRIS, MENJADI KORBAN

    YANG LUCU NYA SAAT ITU ADA SATU F5 TIGER YG SEDANG PROSES UPGRADE DI SALAH SATU NEGARA EROPA SELESAI MELAKUKANUPGRADE PESPUR F5 TIGER MALAH TIDAK MAU MENGIRIM BALIK KE INDONESIA.DENGAN ALASAN SOLIDER KEPADA AMERIKA SEHINGGA HAMPIR 70% KEKUATAN ALUSISTA TNI LUMPUH.SANGAT BERBANDING JAUH DENGAN TAHUN 1960 AN SAAT OPERASI MANDALA DAN DWIKORA

    AKIBATNYA PULUHAN PESAWAT MASUK KANDANG,DI INFUS KARENA GA BISA TERBANG KARENA AKIBAT DARI TIDAK ADA NYA SUKU CADANG.DAN YANG SAKIT HATI BEBERAPA F16 JATUH DAN RISAK AKIBAT MEMAKAI SUKU CADANG KW2 DARI PASAR GELAP.BAHKAN ADA YG DI KANIBAL AGAR PESAWAT LAIN MASIH BISA TERBANG ..WALAU TANPA SENJATA SEKALIPUN.

    MENURUT DATA DARI AWAL KITA PUNYA 14-16 UNIT F16.. SAMPAI SAAT EMBARGO SISA 10 DAN HANYA 4 YG LAYAK TERBANG. PESPUR F5 TIGER DAN HAWK SERIES PUN NASIB NYA TIDAK JAUH BERBEDA.

    .INGGRIS MELAKUKAN EMBARGO JUGA UNTUK PESPUR NYA.JELAS SAJA INGGRIS SEKUTU UTAMA AMERIKA AKAN NURUT BAGAI KEBO DI CUCUK IDUNG NYA OLEH AMERIKA.

    SEDANGKAN UNTUK KASUS EMBARGO TAHUN 1967 OLEH UNI SOVYET JELAS BUKAN EMBARGO,KARENA SAAT ITU SOEHARTO SEBAGAI PRESIDEN RI KE 2 BERGANTI HALUAN MENJADI PRO BARAT, SAAT ITU KUBU TNI TERUTAMA TNI AL DAN AU MASIH MENJADI PENDUKUNG SETIA SOEKARNO.

    ..LALU PERLAHAN LAHAN AMERIKA MEMBUJUK SOEHARTO UNTUK “MEROMBAK” KEKUATAN TNI AL DAN AU INDONESIA DI GANTI DENGAN PRODUK AMERIKA..DAN NASIB ALUSISTA TNI AU DAN AL SAAT ITU SEBUT SAJA MIG 21, KRI IRIAN, KAPAL SELAM WISKEY.. MATI PERLAHAN LAHAN KARENA TIDAK ADA SUKU CADANG YG DI BELI OLEH SOEHARTO.

    JADI DALAM HAL INI BUKAN UNI SOVYET MELAKUKAN EMBARGO,INI DI KEMUKAKAN SENDIRI OLEH BEBERAPA PENSIUNAN PERWIRA AU DAN AL YANG PERNAH MENJADI SAKSI SEJARAH PADA MASA ITU.

    UNTUK SAAT INI AMERIKA MASIH MENERAPKAN STANDART GANDA,DI SATU PIHAK MEMUJI DEMOKRASI DI INDONESIA, NAMUN DI SAAT YANG SAMA MEMBERIKAN LAPORAN TAHUNAN TENTANG HAM DI INDONESIA YANG DI ANGGAP MASIH BURUK.

    BELAJARLAH DARI SEJARAH MAKA DIHARAPKAN PARA PEMBUAT KEBIJAKAN DI NEGARA INI TERMASUK TNI SEDIKIT MELIHAT MASA LALU YANG KELAM.
    HANYA KELEDAI YANG AKAN JATUH DUA KALI PADA LOBANG YANG SAMA…( UNTUNG SAYA KANCIL)

    TNI JAYA

    • maaf bung, mata saya berair baca komen nya… itu nulisnya sengaja pake capslock ya…

    • kejadian embargo ini rasanya baru kemarin sore.tapi sekarang ditawari lagi macam macam mainan.Anehnya bangsa ini menyambutnya dengan suka cita dan bangga dengan kecanggihan mainan yang ditawarkan dan akan dimiliki.Ada yang berkata”seumur umur gak nyangka akan di izinkan beli apache” atau “takut diembargo adalah sifat kekanak kanakan”atau aji mumpung “ayo gunakan kesempatan ini negara S aja tidak di kasih”dll. sukses…sekarang ada keinginnan beli chinok, black hawk typhoon dll.dengan alasan inilah itulah.setiap onderdil mainan ini ada masa pakainya.jika jika sudah kadaluarsa ia akan mengalami kerusakan.jika rusak tidak di ganti mainanan ini tidak bisa beroperasi,.sukur kalau cuman jadi besi tua.lhaaaa kalau ada serangan dari negara lain yang ingin caplok lagi atau lagi beroperasi trus rusak.nyawa pasukan taruhanya.kalau belum perang pasukan pada mati negara ini juga bakal hancur. china korea yang berpuluh puluh tahun yang lalu merasakan kekejaman jepang sampai hari inipun masih ingat dan merasakan sakit hati.sedangkan kita yang bernasib sama akibat ulah si nippon???

    • Komen yang bagus, tapi sedikit saran tombol CapsLock ada disebelah kiri keyboard om 🙂

    • uni sovyet (rusia) dulu pernah mengembargo indonesia.
      america dan sekutu pernah mengembargo indonesia.
      china terlalu pelit dan plin plan contohnya tot rudal c 705
      korea keliwat licik dan rawan embargo
      SEBAGAI BATU LONCATAN KEMANDIRIAN ALUT SISTA
      ORANG PINTAR PILIH INI

      • numpang sales

        http://www.youtube.com/watch?v=2b3K67kyce4

        hanya 20 jt $……..INDONESIA bisa beli 500 unit bahkan lebih dan setiap pulau besar indonesia (sumatra,jawa,kalimantan,sulawesi,papua) bisa terima masing2 100 unit.. indonesia macan asia

        • tambah TOR M2 price $6 juta dolar saja,, qt bisa beli 100 buat dampingi leo ^^ hahahaha dpt diskon TOT pula… plus bebas embargo..

          • Seandainya dl Bapak Pembangunan”korupsi”eh maksdnya Pak Harto bs cerdik dan bermain cantik..kebijakan Politik,Ekomi ikut barat.tp kebijakan Alutista tetap menggunakn produk Uni Soviet”Rusia” pasti Amerika dan konco2ne pasti akn mikir untk mendikte lebih dlm kebijakan2 Strategis.dan harkat dan martabat Bangsa dpt lbh di pertahankan,tp ya nasi sdh trlanjur menjadi bubur.tp tdk ada kata terlmbat sekarng tinggal bagaimana,bubur itu bs di jadikn menjadi bubur ayam yg lezat untk di sajikan.

      • Nih pesawat cuma cocok buat ngantar ibu2 belanja ke pasar tradisional or arisan PKK…:)

    • “SEDANGKAN UNTUK KASUS EMBARGO TAHUN 1967 OLEH UNI SOVYET JELAS BUKAN EMBARGO,KARENA SAAT ITU SOEHARTO SEBAGAI PRESIDEN RI KE 2 BERGANTI HALUAN MENJADI PRO BARAT, SAAT ITU KUBU TNI TERUTAMA TNI AL DAN AU MASIH MENJADI PENDUKUNG SETIA SOEKARNO”
      Trus nama’y apa dong bung kancil?? Jelas2 itu udh embargo uni soviet kok msh dibilang engga ya? Terlepas dr perubahan arus politik indonesia menjadi yg pro barat ttp aja ini dinamakan embargo? Liat aja dr pesawat pengembom smpe kri irian yg diembargo sucad’y yg jd besi tua rongsokan jg??! Jgn trlalu termainstream ke russia lah seolah2 russia baik tdk pernah mencampuri urusan politik… smua pasti punya kepentingan politik ataupun ekonomi…

      • “..smua pasti punya kepentingan politik ataupun ekonomi” pastilah om, Indonesia membangun hubungan dengan negara lain pasti ada kepetingan ekonomi dan politik, simbiosis itu sudah pasti. Tapi simbiosis yang seperti apa ?
        Seperti halnya kita sebagai manusia, berteman itu pasti.. tapi kita kan paham mana teman yang sebatas “say hello” dan teman yang bisa untuk tempat curhat.. Kita mungkin pernah berantem dengan sahabat kita, tapi kalau memang sifat dasarnya memang sudah “klik” dengan sahabat itu pasti akan baikan dan terkadang pada masa “marah-marahan, diam-diaman” masih saling menanyakan kabar dan membantu walaupun tidak secara langsung. Dan teman yang baik, tidak pernah menginginkan keluarga kita tercerai berai..
        Mungkin loh om.. maaf kalau saya ngawur, wong saya ini nggak ngerti hubungan internasional, kita tunggu penjelasan para sesepuh..

        • Tambahan lg klo memang russia kawan sejati indonesia kok ga pernah kedengeran ya russia ngajarin indonesia bikin pesawat atau tank atau panser??

        • Mungkin loh ya om Andry, Indonesia membeli produk untuk keseimbangan konsekuensi dari kebijakan kita yang “Netral” di sebelah sudah sering dibahas.
          Walaupun menurut saya, “Netral” lebih menguras tenaga dan pikiran, tapi kita bisa mengambil banyak sisi positif kalau kita bisa memainkan dengan benar. (dan tentunya sebaliknya)

          Kalau yang poin ke-2 saya tidak ngerti om, apakah indonesia pernah minta pada rusia untuk belajar bikin pesawat, tank ataupun panser ?
          kalau truk, OJSC KAMAZ akan berbagi ilmu dengan kita, truk ini lumayan jago saat reli paris-dakar, bisa dimuatin macem-macem lagi. Tapi maaf banget loh om Andry ini hanya pendapat ngawur saya. Kita tunggu para sesepuh saja.

        • Nah itulah yg dinamakan “netral” terkadang military fansboy trlalu mengagung2kan produk russia sebagai senjata nomer wahid pd kenyataan’y tdk spt itu… Saya bkn membenci russia atau pro ke barat, cm saya agak risih klo ada yg terlalu melebih2kan alutsista dr negara tertentu dgn alasan bebas embargo lah atau paling canggilah.. Kecuali klo buatan asli buatan putra-putri bangsa tidak jd soal klo kita gembar gemborkan kelebihan’y

          Point ke 2 saya jg udh tau dek didoth mengenai kerjasama pembuatan truck kamaz cm ga ada yg bs dikasih yg lbh gahar lg slain cm truck beginian? Minimal kyk jermanlah yg ngasih blueprint IFVmarder

        • salam buat bung@andry

          pertanyaan bung@andry knp tni masih mau beli produk barat walau rawan embargo..harus nya tanya nya keuser nya donk TNI masa nanya ke forum warjager..ampe kiamat ga akan tau jawaban nya…nanti deh saya coba tanya ke om sby,,kali aja mau dijawab

          1967.. soeharto tidak lagi membeli produk dari uni sovyet dalam bentuk apapun, termasuk suku cadang..
          jadi bukan karena embargo..
          ( TIDAK MEMBELI ALUSISTA DAN SUKU CADANG)
          di garis bawahi kata TIDAK MEMBELI

          sebenar nya pertanyaanbung@andry sudah dijawab sendiri oleh bung@andry

          CIWWW..bikin kopi ah

          mari sesepuh mungkin bisa bantu 🙂

        • “BELAJARLAH DARI SEJARAH MAKA DIHARAPKAN PARA PEMBUAT KEBIJAKAN DI NEGARA INI TERMASUK TNI SEDIKIT MELIHAT MASA LALU YANG KELAM.
          HANYA KELEDAI YANG AKAN JATUH DUA KALI PADA LOBANG YANG SAMA…”

          Salam hangat bung kancil… klo seperti yg anda utarakan diatas kesannya kemenhan atau tni ga belajar dr sejarah jg dong ya??! Udh tau dulu di embargo kok masih mau makai atau beli lg…

          Mungkin selain pak sby bung kancil bs skalian nanya ke Alm pak harto apa benar yg dikatakan spt bung kancil pa harto tidak mau MEMBELI sucad dri uni soviet?

          Cb buka artikel “memilih pengganti F5 tiger dsitu ada komen dr bung satrio jg kok yg menyatakan embargo uni soviet atau russia…

          Pke CMIIW jg ahh 😀

        • Netral, kita berteman dengan siapa saja. Tapi itu lagi om, ada teman yang bisa buat tempat curhat, ada yang tidak bisa, karena reseh itu bawaan lahir boleh dibilang genetika, tidak harus “kaya” jadi reseh.. “miskin” tapi reseh banyak juga.

          point nomor 2, eittt.. “cm truck beginian” om.. itu truck bisa untuk ngeluncurin misil, jagoan segala medan, sudah terbukti tropis, subtropis ready to war. Kita belum menguasai yang ini. Lha kalau jerman udah kasih TOT marder kita minta tot light tank juga kan mubadzir om.. ini mungkin loh om.. sekali lagi saya ngawur..

        • Tidak ada kawan atau teman yg abadi dek didoth smua penuh tipu daya… boro2 berteman dgn bangsa lain, sesama bangsa sendiri aja sering ribut2….. jgn berpikir russia tdk menerapkan kebijakan standar ganda jg layak’y amerika, russia hanya bermain scra halus tidak frontal spt Amerika… klo memang russia kawan sejati indonesia, kmn peran russia saat timor leste lepas dr indonesia?? Ga ada sumbangsih sm skali kan?

          Point kedua klo cm mcm truk kamaz pindad mah bs bikin mainan kyk ginian.. itu mah trmasuk low technology, klo russia ngajarin buat pespur atawa heli serang atau tank.. baru ane angkat hormat ke russia

        • Kasus Timor Leste, kita sendiri yang menyetujui referendum. Saya tidak tahu pertimbangan apa, presiden waktu itu sebagai pemangku tanggung jawab atas referendum Timur Leste.

          Pindad bisa bikin truk seperti KAMAZ, saya tidak yakin om.. buktinya gak pernah buat, Masalahnya kan tidak sekedar buat saja om tapi masalah nilai ekonomis dibelakangnya 🙂

        • Betul om, tidak ada teman atau musuh yang abadi, tapi pada saat ini kita kan harus berteman om.. dan menentukan “teman”.

    • Assalamualaikum wr.wb
      Menurut saya embargo: memutus hubungan untuk merubah sikap kepada negara target atas dasar tertentu, sedangkan yang melakukan embargo adalah negara kompani peserta embargo. di sini mamarika mempunyai daya embargo yang sangat kuat, karena pencetus PBB, di dalam PBB terdapat WTO, dan belum lagi organisasian G8 dan gegean yang lain serta organisasi lainnya.
      Sedangkan dulu uni soviet pernah melakukannya karena takut teknologi timur jatuh ke barat.
      Keduanya memiliki alasan yang sama yaitu kepentingan dalam negeri, bisa saja kepentingan mereka bersebrangan atau sejalan dengan kita atau mungkin malah membahayakan kita.
      Misal saat mamarika mendukung terjadi pemberontakan aurev dimana pesawat aurev lebih canggih daripada kita sehingga harus mendatangkan teknologi dari timur untuk menandinginya.
      Sedangkan dari timur terjadi saat perubahan arah politik Indonesia dari timur ke barat.

      Untuk artikel Intelejen
      Artikel yang bagus bung PS
      Iya kalau mbah bowo intelejen la kalau dia hanya orang biasa yang hanya ikut-ikutan atas dasar lemahnya informasi dan pengetahuan, sehingga hanya di manfaatkan oleh tokoh utama.
      Untuk merubah pemikiran yang sudah di amini oleh seseorang itu sangat susah, sama halnya dengan ingin merubah keyakinan mereka, namun yang perlu di tekankan jangan sampai pemikiran mereka berlawanan arah dengan kepentingan nasional.
      Kalau tingkatan tokoh utamanya seperti sesepuh, atau mungkin lebih dari sesepuh? bisa satu RW masuk lubang semua.apalagi kalau dia figure masyarakat.

      Maka harus di liat rencana jangka pendek dan panjang bangsa Indonesia, agar mencapai tujuan.
      jangan sampai di belokkan ataupun di gagalkan sehingga tidak mencapai tujuan.
      harus memilih tindakan yang tepat dan terbaik untuk kemajuan Indonesia.
      Karena potensi bahaya selalu ada dan bisa terjadi dimana saja dan kapan saja.
      misalnya dalam waktu dekat akan ada pemilu maka janganlah golput 😀

      Kalau salah ya maaf 😀
      maaf kalau oot 😀

    • Bung @Andry

      Dari tulisan anda, Khok rasanya anda “reinkarnasi” wong lawas ya?
      Saya salut dengan Anda….
      Openmind anda OK

      Sebelum ngomong EMBARGO, harus ngerti dulu embargo itu apa ?
      Seluas-luasnya………….bukan sesempit-sempitnya
      Jangan asal nggachor mirip mayoritas anggota DPR yang sama sekali tidak saya hormati

      • Salam kenal bung melektech.. terimakasih atas penilaian anda terhadap saya… saya hanya ingin bangsa ini tidak terlalu termainstream mengagung2kan russia seolah2 russia ini baik.. tapi pada kenyataannya penuh tipu daya layaknya amerika dan sekutunya… siapa yg menjamin klo russia tidak menggunakan standar ganda jg layaknya amerika kpd indonesia…

  38. mbah bowo, ditunggu komentar atau statemen njenengan perihal “band wagon”, monggo.

  39. Pilih Presiden dengan akal dan nuranimu, minimal ini yang dapat kamu lakukan untuk negaramu.

  40. mbah bowo asam urat ny kambuh. . .jdi beliau gak bisa hadir d sini. . .hehe

  41. Stauq jg amien rais sebelum nggalang demo nurunin mbah harto dulu sempat sowan ke Gedung Putih jg

    • Padahal Pak Amien Rais saat itu habis-habisan mengkritik perjanjian tambang PT Freeport dengan Orde Baru. Jangan-jangan AS menekan Pak AR lagi soal kritikannya.

  42. Bang satrio … mantap sebuah pencerahan … makasih…. lebih dalam lagi bang … di tunggu….

  43. Muanteepp… Artikel yg sgt bagus dr bung@PS di lengkapi oleh Bung@Satrio.. 4 sehat 5 Sempurna nih.

  44. Sangat bagus tulisannya bung, utk kita. Disinilah sangat lihainya Pak Prsesiden kita dlm penggunaan srtategi alutsista, agar semua fihak tdk ada yg dirugikan utk kita tetap pada posisi nonblok dan dg harapan kita mendptkan teknologi alutsista yg sekaligus menyusun kekuatan utk nantinya sbg cikal bakal pengembangan akan kekuatan TNI mandiri serta menjadikan NKRI RAYA. Salam………….

  45. selama pengawasan media dan keseimbangan media tidak optimal ini celah juga.setuju dengan artikel Bung PS ruang gerak Intelijen kita masih tumpang tindih.

  46. Nah ini dia.!
    udah jelas di artikel bung PS, bagaimana kelicikan barat yg ingin mengobok-obok NKRI…
    masih aja ada yg pro-barat (mamarika n sekutu)..?!
    sungguh terlalu..
    bararti sudah kemakan bualan barat.
    padahal cuma bualan ‘bekas’, ‘rentan’, ‘banyak syarat’…

    • Kalau anda mengatakan spt itu knp pemerintah dan tni msh mau ya beli produk barat?””padahal cuma bualan ‘bekas’, ‘rentan’, ‘banyak syarat’ ” ? Klo berpikir spt itu anda scra tidak langsung menilai kemenhan atau petinggi TNI tidak cerdas memilih alutsista dong??

      • nah itu, kenapa masih mau?
        okelah mungkin maksudnya biar netral, dan meyakinkan dunia bahwa posisi kita memang non-blok. tapi sekeliling kita adalah sekutu barat, kalo mereka ‘iseng’, kita tidak bisa maksimal karena ‘syarat2’ tersebut.
        mohon maaf bung andri, bukannya kenapa2 nih.
        saya sebagai orang awam, sudah terlanjur sakit hati sama kebijakan luar negeri ‘pentolan barat’ ini yg seenak udelnya ngobrak-abrik urusan dalam negeri kita.
        keinginan kita cuma satu ‘nkri yg berdaulat adalah harga mati’ kita tidak mau kasus timor-timur atau sipadan-ligitan terulang kembali.
        terima kasih

  47. bgaiaman dgn gosip bahwa Indonesia dimasuki oleh 60rb intelijen asing?

  48. ilmunya bung dany masih cetek

  49. saya sih berharap Indonesia bisa menjadi lebih baik lagi dalam hal ini, syukur2 kalau hal ini bisa meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat kita.

  50. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai
    “BALANCE OF POWER” DAN KEKUATAN INTELIJEN KITA”.
    Dengan membaca artikel anda, pemahaman saya tentang intelejen menjadi bertambah.
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai Intelegen yang bisa anda kunjungi di Pusat Studi Sistem Intelejen

  51. MATA DAN TELINGA ALAT INTELIJEN UNTUK MENGAWASI SETIAP WILAYAH DI SEKITAR KITA

 Leave a Reply