Aug 132017
 

Rancang bangun Bandar Udara Internasional Yogyakarta (New Yogyakarta International Airport.(NYIA)

Wonosari – Pengembangan Bandar Udara Gading di Kulonprogo, Yogyakarta, dilakukan untuk mengembangkan pariwisata di kawasan itu yang mulai tumbuh.

“Pemerintah akan mengembangkan Bandara Gading untuk mendukung Bandara Kulonprogo yang saat ini dalam taraf pembangunan,” ujar Menteri perhubungan Budi Karya Sumadi, usai Sosialisasi dan Dialog dengan tema Sinergi Membangun Bangsa, di Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, 12/8/2017.

Pemerintah pusat rencananya mulai mengembangkan Bandara Gading tahun 2018 dan selesai 2019 sehingga bisa didarati pesawat jenis ATR.

Masyarakat Gunung Kidul mulai bangkit secara ekonomi, sosial dan budaya seiring pertumbuhan sektor pariwisata yang berkembang pesat.

Sebelum pertumbuhan pariwisata, mata pencaharian masyarakat hanya bertani dan menjadi perantau di berbagai kota di Indonesia untuk mencukupi kebutuhan.

Gunung Kidul dikenal sebagai daerah miskin, kering dan terbelakang, tapi sekarang pertumbuhan ekonomi berkembang pesat terlihat dengan makin banyaknya wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung.

Namun, pertumbuhan sektor pariwisata belum diimbangi dengan infrastuktur pendukung, seperti infrastruktur jalan yang memadai, tempat parkir, hingga moda transportasi.

Kalau Bandara Gading dapat beroperasi untuk komersial, dan ada maskapai penerbangan yang mau membuat rute ke Gunung Kidul, maka sektor pariwisata di wilayah Gunung Kidul akan berkembang pesat.

Bandara Gading memiliki panjang landasan (runway) 1.500 meter cocok untuk pendaratan pesawat jet peribadi atau pesawat jarak pendek ATR.

Jika Bandara Gading didarati pesawat ATR maka wisatawan yang ingin langsung mengunjungi objek wisata di Gunung Kidul tidak perlu mendarat ke Bandara Kulonprogo.

Menteri Budi Karya mengatakan, pengembangan dan pembangunan bandara juga dilakukan di sejumlah daerah di Indonesia, dengan tujuan mempermudah hubungan masyarakat yang pada akhirnya meningkatkan perekonomian nasional, dirilis Antara, 12/8/2017.

Bagikan Artikel :

  5 Responses to “Bandara Udara Gading Kulonprogo Dikembangkan 2018”

  1. Ini bandara yg dulu heboh ada penampakan pesawat sayap delta yg dr perancis take off yg ternyata gambarnya sotoshop.

  2. Gading itu harusnya Kab. Gunung Kidul, ada lap udara lama. Sedangkan Kulon Progo ada calon Bandara internasional, ini yang dimaksud yang mana?

    • Artikelnya memang rancu bung. Itu membahas Lanud Gading milik TNI AU yang akan dikembangkan bandara komersil untuk mendukung pariwisata di GunKidul, tapi kecampur tentang calon bandara baru di Kulonprogo yang nantinya menggantikan bandara Adisutjipto.

  3. makin byk bandara makin bagus buat negeriku …

    hanya saja diperlukan perhitungan yg jelas utk jarak antar bandara khususnya di pulau Jawa, kalo jaraknya terlalu berdekatan jg cukup berbahaya utk ruang gerak pswt di udara, kelihatannya di pulau Jawa ada kemungkinan tiap kabupaten bakal punya bandara neh … padahal kelak hampir semua daerah di pulau Jawa akan terhubung jaringan jalan tol.

    sebaiknya pembangunan bandara baru + upgrade bandara lama, lebih byk dilakukan utk di luar pulau Jawa, membuka ekonomi & pemerataan + mendukung sistem pertahanan.

  4. Perancang Indonesia sbenernya sih bnyk bngt yg kreatif.. Harusnya para perancang yg tinggal diluar negri bsa kontribusi buat Negara sndiri.. Yg smoga bsa naek peringkat & bsa saingan sama bandara German dlu aja.. Klo mau ngalahin Changi Singapura masih tergolong jauh..

 Leave a Reply