Bangladesh Merilis Tender Pesawat Tempur Multiperan Baru

Direktorat Jenderal Pembelian Pertahanan (DGDP) Bangladesh merilis tender untuk 8 (delapan) unit pesawat tempur multi-peran baru untuk Angkatan Udara Bangladesh (BAF) dengan tambahan 4 (empat) unit – opsional.

Pada bulan Desember 2016, pemerintah Bangladesh berkomitmen untuk menyelesaikan pembelian pesawat tempur tersebut di tahun fiskal 2016 – 2017.

Jet tempur baru sedang dicari untuk memperkuat pertahanan Bangladesh melawan ancaman udara serta menyediakan platform untuk operasi anti permukaan, operasi kontra udara, operasi anti maritim dan operasi ofensif.

Sesuai kebutuhan BAF tersebut, jet tempur harus baru dibangun, dengan proses produksi tidak lebih awal dari tahun penandatanganan kontrak. Jet tempur tersebut haruslah bermesin ganda, dengan masing-masing powerplant setidaknya mampu memberikan daya dorong kering 5.500 kg dan daya dorong dengan afterburn lebih dari 8.000 kg. Pesawat tempur juga harus memiliki minimal 8 (delapan) cantelan serta muatan minimal 5.000 kg.

Pesawat tempur harus dilengkapi dengan radar AESA dengan jangkauan udara-ke-udara 150 kilometer dan jangkauan udara-ke-permukaan 50 kilometer. Dilengkapi dengan kemampuan pernika (peperangan elektronika) dan penanggulangan elektronika (ECCM).

Dilengkapi sistem pencari dan pelacak inframerah (IRST) dengan kemampuan melacak berbagai macam target pada jarak minimal 50 kilometer, helm dilengkapi sistem tampilan dan penglihatan (HMD/S), kokpit dengan kaca modern dan head-up display (HUD).

Angkatan Udara Bangladesh mencari paket lengkap yang terdiri dari pesawat, pemeliharaan dan paket pelatihan, serta lengkap dengan persenjataan udara-ke-udara dan udara-ke-permukaan.

Pesawat tempur tersebut yang akan disampaikan dalam 2 (dua) batch, dengan masing-masing terdiri dari 4 (empat) pesawat. Sementara batch kedua harus disampaikan 18 – 24 bulan setelah batch pertama diterima.

Merujuk pada spesifikasi yang diminta oleh Angkatan Udara Bangladesh diatas, Sukhoi Su-35 dan Su-30SM serta Mikoyan MiG-35 adalah pesaing terkemuka.

Sementara MiG-35 adalah satu-satunya platform tempur Rusia yang dilengkapi dengan radar AESA, meskipun iterasi terbaru dari Su-35 dan Su-30SM diharapkan mampu memenuhi permintaan BAF, yang membutuhkanarmada tempur untuk lingkungan dengan ancaman teknologi tinggi.

Tender ini juga menunjukkan bahwa BAF terbuka untuk penggabungan sub sistem Barat. Saat Mikoyan bersaing untuk tawaran jet tempur yang ditawarkan oleh Angkatan Udara India, MiG-35 telah dipertimbangkan untuk dilengkapi dengan helm HMD/S buatan Thales dan pod pernika Elettronica ELT/568 (v2) EW/ECM.

United Aircraft Corp (UAC) bisa memulai kembali hubungan tersebut dengan Thales dan Elettronica untuk memberikan panawaran kepada Angkatan Udara Bangladesh melalui MiG-35 atau Flanker E.

Sementara dalam hal desain mesin ganda, Su-35 dan Su-30SM jajaran pesawat tempur kelas berat dengan jangkauan lebih jauh dari MiG-35 yang merupakan platform kelas menengah.

UAC telah menyebut bahwa MiG-35 sebagai platform dengan teknologi tinggi yang memiliki harga terjangkau , kemungkinan harganya antara US $ 45 – 50 juta per unit atau setara dengan MiG-29M/M2. Harga tersebut sudah termasuk biaya pemeliharaan masing-masing dan biaya operasional serta persenjataan lengkap seperti yang diminta oleh Bangladesh.

Dalam program penerbangan lain, Angkatan Laut Bangladesh membutuhkan 2 (dua) unit helikopter anti kapal selam baru yang mengarah kepada Leonardo AW-159, sementara Angkatan Darat Bangladesh pesawat angkut utilitas & C295 dalam layanan.

Quwa

Sharing

Tinggalkan Balasan