Des 212018
 

Kendaraan peluncur roket 122 mm BM-21 Grad Rusia dalam perjalanan © Vitaliy Ankov via Sputnik

JakartaGreater.com – Jepang mengajukan nota protes kepada Rusia mengenai pembangunan barak militer Rusia pada dua pulau yang disengketakan di lepas pantai Hokkaido di wilayah Utara Jepang, kata jurubicara pemerintah, seperti dilansir dari laman Mainichi pada hari Rabu, 19 Desember 2018.

Nota protes itu disampaikan melalui saluran diplomatik di Moskow pada hari Selasa, sebut Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga dalam konferensi pers. Pembangunan itu terjadi pada saat Jepang, yang mengklaim pulau-pulau dan Rusia bertujuan untuk mempercepat pembicaraan perjanjian damai yang telah terhambat oleh perselisihan teritorial atas pulau-pulau tersebut.

Empat barak militer disebutkan telah dibangun oleh Rusia di pulau Etorofu (Iturup) dan pulau Kunashiri  (Kunashir) serta 188 rumah tangga berencana untuk pindah ke fasilitas akhir bulan ini, menurut kantor berita Tass melaporkan.

Foto menunjukkan Pulau Kunashiri yang disengketakan antara Rusia-Jepang © Kyodo

Kedua pulau, bersama dengan pulau Shikotan dan gugusan pulau Habomai, disebut Wilayah Utara oleh Jepang dan Kuril Selatan oleh Rusia. Eks Uni Soviet menangkap mereka setelah Jepang menyerah pada Perang Dunia II.

Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono pada hari Selasa, 18 Desember mengatakan bahwa Tokyo berencana untuk mengajukan protes kepada Rusia.

Pangkalan Militer Rusia di Kepulauan Kuril © RFE/RL

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe dan Presiden Rusia, Vladimir Putin pada November lalu telah setuju untuk meningkatkan pembicaraan perjanjian damai berdasar perjanjian tahun 1956 yang menyebutkan serah terima oleh pulau Shikotan dan Habomai ke Jepang Uni Soviet setelah perjanjian damai ditandatangani.

Shinzo Abe diperkirakan akan mengunjungi Rusia untuk pertemuan puncak lainnya dengan Vladimir Putin pada bulan Januari mendatang.

  7 Responses to “Bangun Barak Militer, Jepang Protes Rusia”

  1.  

    Selama ini banyak yg komen dan mencemooh AS sebagai Poldun, nah, RI sebagai anggota DK-PBB minat gak gantikan posisi AS di Timur Tengah? Berani? 😀 hihihi

    Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyatakan, kini saatnya negara lain menggantikan posisi AS sebagai “polisi” di Timur Tengah dan berjuang untuk melawan kelompok teror di kawasan itu.

    Melalui akun Twitternya, Trump membela keputusan untuk menarik semua tentara AS dari Suriah. Dia menyatakan, sudah cukup bagi AS hambur-hamburkan uang di Timur Tengah untuk melindungi orang-orang yang tidak senang kepada AS. 

    “Keluar dari Suriah bukanlah suatu kejutan. Saya telah berkampanye selama bertahun-tahun, dan enam bulan yang lalu, ketika saya sangat terbuka untuk melakukannya, saya setuju untuk tinggal lebih lama. Rusia, Iran, Suriah dan lainnya adalah musuh lokal ISIS. Kami sedang melakukan pekerjaan di sana. Saatnya pulang dan membangun kembali,” kicau Trump, seperti dikuti Sindonews pada Kamis (20/12).

  2.  

    wow akhirnya Iwan And Root Beer merangkul prinsip neo-nasionalisme ?
    horeeee………
    hidup neo-nasionalisme……..
    hidup……….hik….hik…….Iwan And Root Beer.ngising lagi ah……..zzzzzzzzzzzz

  3.  

    Horeeeee Iwan And Root Beer ngising lagi…….broot bruutt

  4.  

    Good job Trumps, daripada memenuhi ambisi orang konyol d pentagon, keputusan bagus di tarik dari timur tengah sebelum jatuh terlalu dalam.

    Untuk Polisi dunia, daripada mengharapkan PBB, mending bikin satuan keamanan gabungan dari negara timur tengah, afrika, atau eropa, bebas dari pengaruh israel, US and the gang