Jul 092019
 

Kapal Selam Nagapasa 403 TNI AL. (photo: Satsel Hiu Kencana)

Korea Eximbank akan menyediakan dana sebesar US$ 1,2 milyar untuk membiayai konstruksi tiga kapal selam diesel elektrik batch kedua untuk Indonesia, hal itu diumumkan oleh perusahaan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Co, Ltd.

Bank Ekspor-Impor Korea Selatan tersebut siap untuk mendanai pembangunan kapal selam Indonesia, menurut laporan spesialis industri pertahanan Media World Net. Menurut laporan, Bank Ekspor-Impor akan memberikan dana kepada Departemen Keuangan Indonesia dalam bentuk pinjaman, dan Departemen Keuangan Indonesia akan mendukung dana tersebut ke Galangan Kapal PT PAL.

“Kami mengharapkan tingkat pendanaan menjadi lebih rendah daripada kapal selam pertama karena Kementerian Keuangan menghargai nilai investasi Indonesia dengan baik,” kata Ilian Thorntal, Direktur Keuangan Keuangan di Kantor Surabaya.

Pada 12 April, DSME mendapat pesanan tiga kapal selam 209-1400 dari Indonesia senilai US$ 1,2 miliar dan akan bekerjasama dengan galangan kapal PT PAL Indonesia untuk membangunnya. Kapal selam akan dikirim ke Angkatan Laut Indonesia pada paruh pertama 2026 melalui konstruksi bersama dengan PT.PAL Indonesia seperti pada proyek pertama.

Kapal selam yang akan dibangun bersama oleh DSME memiliki pajang 61m dan dapat membawa 40 anggota awak. Kapal selam dilengkapi delapan peluncur yang dapat meluncurkan berbagai torpedo, ranjau dan rudal. Pembangunan kapal selam akan dimulai pada akhir tahun segera setelah DSME siap.

Sebelumnya, DSME dan PT PAL bekerjasama membangun dan merakit kapal selam Type 209-1400 di Korea Selatan, dan blok kapal selam terakhir di bangun di Korea dan akhirnya dirakit di galangan kapal PT PAL Indonesia di Surabaya – Indonesia.

Kapal selam pertama dengan nama Nagapasa dan kapal selam kedua Ardadedali sudah bergabung bersama Angkatan Laut Indonesia, sementara kapal selam ketiga Alugoro sedang menjalani tes navigasi laut.

G-enews.com

Bagikan:
 Posted by on Juli 9, 2019