Bantahan Lockheed Martin soal Kemampuan F-35

67
146

F-35

Setelah beberapa waktu lalu JKGR menurunkan artikel yang menampilkan kinerja pesawat F-35 yang sepertinya lemah (baca: Kenapa Flanker Rusia Masih Bisa Mengalahkan Siluman F-35 ) maka kali ini akan ditampilkan ringkasan bantahan dari Lockheed martin. Setidaknya dengan ringkasan ini bisa dinilai kemampuan F-35 secara obyektif dan bisa menjadi bahan analisa atas kemampuan F-35 dan proyeksi kemampuan TNI AU untuk menghadapinya kelak.

  1. F-35 memiliki radius tempur yang pendek

F-35A memiliki radius tempur di atas rata-rata pesawat Amerika. Range F-35A adalah 584 mil laut (InsideDefense, 2012), JAS 39 Gripen memiliki radius tempur 432 mil laut dan F-18 memiliki radius tempur sekitar 500 mil laut tergantung pada konfigurasi. F-22A Raptor memiliki radius tempur sekitar 540 mil laut. Sedangkan F-16 lebih payah lagi dengan radius tempur 340 mil laut.

F-35A menjalani pengujian sudut serang 50 derajat (foto: Lockheed Martin, 2012)
F-35A menjalani pengujian sudut serang 50 derajat (foto: Lockheed Martin, 2012)
  1. F-35 memiliki manuver yang terbatas karena badan yang tambun (mirip kalkun)

Kebanyakan manuver pesawat lain yang ditampilkan tanpa menggotong tangki bahan bakar cadangan dan persenjataan yang biasa dibawanya. SU-35 sering bermanuver yang ekstrem dengan badan pesawat yang bersih (tanpa beban senjata). F-35 dengan senjata di internal pesawat tidak akan dibebani masalah ini.

Upgrade pesawat akan meningkatkan aspek-aspek tertentu dari manuver keseluruhan F-35 dari waktu ke waktu. Perbaikan ke Blok 6 termasuk upgrade propulsi bisa mencakup daya dorong vectoring, supercruise dan peningkatan tenaga mesin. Namun, Blok 6 tidak akan beroperasi sampai melewati 2017 (Blok 3F operasional 2017). Secara keseluruhan ketika karakteristik manuver F-35 yang dikombinasikan dengan aspek-aspek lain (kemampuan dogfight), menjadikan F-35 adalah pesawat yang mematikan bagi lawan.

Weapon bay pada F-35 (foto : F16 net web forum)
Weapon bay pada F-35 (foto : F16 net web forum)
  1. Ruang senjata internal yang kecil

Saat ini ruang senjata internal F-35 hanya bisa menampung maksimal empat rudal udara ke udara anti pesawat. Pesawat tempur lawan dapat membawa sedikitnya delapan rudal anti pesawat. Kelemahan ini bisa diatasi dengan penggunaan rudal anti pesawat yang lebih canggih. Amerika memiliki beberapa rudal tercanggih di dunia saat ini.

Rudal AIM-120D memiliki data link dua arah, sistem pemandu GPS tambahan dan daya jangkau yang 50% lebih besar dari pendahulunya AIM-120C7. Secara khusus daya jangkau yang besar dari AIM-120D yang membedakannya dari rudal pesaingnya. AIM-120D berdaya jangkau 180km, MBDA Meteor 100km, Vympel R-77M-PD (Povyshlenayya Dal’nost ‘)milik Rusia 148km.

Rudal AIM-9X blok2, rudal berpandu infra merah terbaru dengan fitur flare rejecting IR seeker dan desain trust vertoring. Dengan helmet mounted display (HMD) dapat ditembakkan walau lawan berada pada sudut 90 °.

Demonstrasi rudal Python4 Israel, rudal AIM-9X memiliki kemampuan yang mirip dengan rudal Python4 (Gambar Defense Industry Daily)
Demonstrasi rudal Python4 Israel, rudal AIM-9X memiliki kemampuan yang mirip dengan rudal Python4 (Gambar Defense Industry Daily)

Rudal CUDA : Alternatif kedua untuk mengatasi kapasitas rudal F-35 adalah penggunaan rudal revolusioner yang dijuluki “CUDA”. CUDA Lockheed yang dirancang adalah rudal kecil peluru kendali yang tidak memiliki hulu ledak. Sebaliknya, CUDA menggunakan energi kinetik dari kecepatannya yang tinggi untuk membunuh target (Air Force Magazine, 2013) Akibatnya, ukuran CUDA jauh lebih kecil daripada rudal konvensional AIM-120D (seukuran bom berdiameter kecil). Jika kelak rudal ini sudah operasional maka F-35 bisa menggotong rudal CUDA hingga 12 buah. Selain dari informasi yang dibahas di atas, hampir tidak ada informasi yang dirilis tentang CUDA karena sifat rahasianya.

Close up dari CUDA konsep model yang disediakan oleh Lockheed Martin untuk Aviationist 2012.
Close up dari CUDA konsep model yang disediakan oleh Lockheed Martin untuk Aviationist 2012.
  1. Gas buang yang terlalu panas
Perhatikan gigi gergaji pada desain nozzle mesin yg berfungsi untuk mengurangi jejak radar. Perlindungan IR (infra merah) di bagian belakang pesawat F-35 tidak sebagus Raptor. Namun pesawat PAK FA Rusia dan pesawat siluman Cina tidak memiliki perlindungan IR dibagian nozel mesin. (foto: Lockheed Martin, 2011)
Perhatikan gigi gergaji pada desain nozzle mesin yg berfungsi untuk mengurangi jejak radar. Perlindungan IR (infra merah) di bagian belakang pesawat F-35 tidak sebagus Raptor. Namun pesawat PAK FA Rusia dan pesawat siluman Cina tidak memiliki perlindungan IR dibagian nozel mesin. (foto: Lockheed Martin, 2011)

Banyak metode yang digunakan pesawat tempur untuk mendeteksi target diantaranya adalah IRST (Infrared Search and track) . Penggabungan sistem ini telah menjadi semakin standar pada pesawat tempur yang dibangun Rusia. Untuk mengurangi efektivitas sistem IRST Rusia, F-35 didesain dengan sejumlah fitur untuk mengurangi jejak Infra Merah (IR)

image013

AGM-154 JSOW adalah rudal jelejah berpandu GPS. Ruang bom internal F-35 dapat menampung dua AGM-154 di samping dua rudal anti pesawat. Dalam misi untuk menghancurkan pertahanan udara musuh, beberapa F-35 yang akan membawa JSOW sementara yang lain akan memberikan pengawalan dengan beban penuh rudal anti pesawat.

Sumber : http://manglermuldoon.blogspot.com/2013/01/canada-and-f-35.html

Pengirim : Pecinta Wanita,  JKGR biro Jepara

67 KOMENTAR

  1. Ngga ngaruh, barang asu mo bagus juga percuma klo buat indonesia..jaminan bakal banyak embel”nye + resiko embargo..mending dari rusia stroong..!!! Masih mo pake produk geng si asu siap” aje bakal banyak tetek bengeknye dikemudian hari…ASU ga ada ikhlasnye bantu indonesia, dah jelas bapaknye israel, yg ada juga kepentingan.!!!

    …..NKRI HARGA MATI…

  2. Pesawat tempur sukhoi dari su27 keatas sdh ada yang pernah ikut tempur? Di atas kertas sang penjual sptnya menjanjikan tapi ketika dikeroyok negara siberat negara yang diserang langsung rontok karena tidak ada kerja sama blok militer dengan rusia dam china ya sama saja… siberat puntya nato dan pbb sdgkan rusia dan china berdiri dipojokkan. Sudah seharusnya dibentuk blok militer penyeimbang yang aktif mengcounter kepentingan siberat.. tanpa blok militer, omong kosong negara ini bisa selamat

  3. Hanya untuk perbandingan saja…

    Persenjataan SU35 :

    lengan suspensi pada semua jenis pesawat ini terletak di 12 cantelan – lengan suspensi 4 titik di bawah fyuzlyazhem dan 8 poin suspensi di bawah sayap.

    Gun
    dipasang di sayap kanan masuknya. 1 x 30 mm gun GSH-30-1, amunisi – 150 proyektil.

    Rudal “air-air” :
    10 x R-77 RVV-AE
    8 x rudal R-27RE / R-27TE
    6 x R-73, R-73m
    8 x rudal R-27 atau R-77 dan R-4 73

    12 cantelan dapat menggunakan rudal tipe KS-172, F-27E, F-77, R-73, RVV-SD, RVV-MD. 5 x KC-172 8 x P-27ER1 4 x R-27ET1 dan P 27EP1 12 x R-77 RVV-AE 6 x R-73

    12 cantelan dapat menggunakan rudal tipe :
    P-27E, F-77, R-73, RVV-SD, RVV-MD. 8 x P-27ER1 4 x P-dan R-27ET1 27EP1 12 x R-77 RVV-AE 6 x R-73 Options: – 9 x RVV-SD + 2 x RVV-MD; – 5 x RVV-SD + 2 x RVV-MD + 2 x drum rudal X-31.

    Rudal “udara-ke-permukaan” 6 cantelan dapat menggunakan :
    UR C-25LD, Kh-29l, Kh-59m, X-31A, Kh-31p; NUR jenis C-8 (sampai 6 unit), S-13 (sampai 6 unit) dan S-25 (sampai 6 unit) untuk penerapan Kh-29l, C-25LD dan X-59m pesawat harus dilengkapi dengan sistem kontrol senjata kontainer

    6 cantelan mungkin amunisi suspensi X-31, “Onyx” / BrahMos (1-3 buah), CD “Club” / “Kaliber-A” (sampai dengan 3), X-25, X-29, X-38 X-58USHKE, X-59MK (hingga 5 unit), C-25LD; roket tipe C-8 (dalam blok), C-10 (di blok) dan C-25;
    6 cantelan mungkin amunisi suspensi X-31, X-25, X-29, X-38, X-58USHKE, X-59MK (hingga 5 unit), C-25LD; roket tipe C-8 (dalam blok), C-10 (di blok) dan C-25;

    Bom:
    16 x FAB-500M54 (4 pcs pada dudukan mnogozamkovom)
    12 x FAB-500M62 / BetAB-500SH / ST-500SH
    8 x KAB-500Kr
    36 x FAB-250M54
    24 x FAB-250M62
    48 x FAB 100-120 (6 item dalam pemegang mnogozamkovom)
    8 x KMGU 8 x KAB-500Kr
    8 x KAB-500S-E
    3 x KAB-1500Kr
    3 x KAB-1500L bom berbagai kaliber
    4-5 x KAB-500Kr
    4-5 x KAB-500S-E
    3.2 x KAB-1500Kr
    2-3 x KAB-1500L bom berbagai kaliber

  4. untuk sekarang q pilih gripen aja, ama aew’nya,
    tahun 2020 moga dapet pak fa,
    pembuangan uang jika kita sekarang pilih su 35, ngak dapat tot,
    ngak stealt tu pesawat, pak fa langsung aja, kata orang jawa su 35 “magak”,
    ngak jelek juga ngak bagus, sedangkan tahun 2020 kita harus punya pesawat bagus, dan pak fa pilihanya, untuk gripen terpenting totnya dan kalo bisa kita harus membuka produksi line gripen di PT DI untuk regional ASEAN, sebagai contoh brasil

  5. Dua duanya dlm masa produksi masal.&dua duanya punya kelebihan juga kekurangan.kalo suruh memilih ya pilih mana yg bisa kebeli&mengguntungkan/bermanfaat (paling sedikit resikinya.) ngapain musti strong kanan,strong kiri kalo nantinya malah kagak ada.
    gitu aja kok repot.
    NKRI tetap jalan terus,itu yg utama
    salam

  6. SU 35 lebih sangar dan lebih terjamin di banding punya blok NATO. Ingat BARAT ITU LICIK. TNI harus kembali berkiblat ke timur (rusia). Om rusky itu sudah berasa kya sodara sndiri bung buktinya si om mau membantu kemerdekaan dengan tulus walau akhirnya di hianati oleh penerus bungkarno Yg antek barat maka dari itu kita harus kmbali ke timur dan memborong alutsista dari om rusky itung” kita balas budi sama om rusky yg udah mao bantu dan sekarang kita bantu untuk memborong alutsistanya. SU 35, semur jengkol, sekilo. Yakhnot, destroyer DLL bung

  7. di dunia ini satu2nya negara yg paling sering menguji ketangguhan persenjataannya dimedan pertempuran cuma amerika,berikutnya ya para sekutu anggota nato…hampir tdk pernah terdengar rusia maupun china pernah melakukan uji coba senjatanya di medan pertempuran!
    Jd sederhana sekali utk tahu alutsista mana yg benar2 teruji ketangguhannya dimedan pertempuran..

  8. Bung Frans, jangan salah mungkin karena Rusia tdk mau menyombongkan diri .. namun dibeberapa air show produk prspur Rusia unggul dimana tdak afa produk barat yg dapat menyaingi super manuverabilitas Sukhoi terlebih Su 35 … Kalo dipraktekin dalam perang sesungguhnya bahaya soalnya s 300 Famili, Iskander dan ICBM SS Satan mau ditaruh di negeri yg mana nich …

  9. Sudah dibandingkan. Misalnya kita anggap dua-duanya sama kuat dan sama-sama tidak kasih tot. Trus kita bisa beli. Mau yang mana? Boleh aja beli F-35 (pastinya type downgrade) kira kira dikasih sama senjatanya, nggak? Atau Indonesia dikasih berikut senjatanya tapi “dengan syarat” yang model ……..aja……nggak boleh ditempatkan di……….dan nggak boleh melanggar ham (asu suka melanggar ham nggak, ya?). Gitu aja kok repot.

  10. Salam kenal semua buat warjager.iku nimbrung..nurut gue..Beli aja dua duanya baik f35 maupun su35 masing masing 3 aja dulu, trus diadu pilot tni au.mana yg unggul itu yg dibeli banyak..minimal 4 skuadron..di sebar di empat penjuru mata angin..di barat (buat njegal malingsia,singo, )timur buat njegal amrik, utara buat malasia, selatan buat australia ..pisss

  11. amerika tahu bgt kelemahan produk2 rusia..apalagi sukhoi,saya rasa f35 tdk secara khusus utk berhadapan dgn sukhoi krn secara teknologi f35 jauh lbh unggul…apalagi f35 yg dibuat khusus utk militer amerika sdh pasti lbh tangguh ketimbang versi ekspornya…
    Klo utk pesawat tempur dan kapal perang,rusia sulit utk menandingi superioritas amerika,klo tdk blh dibilang mustahil…kecuali teknologi rudal “mungkin” amerika akan mendapat perlawanan serius dr rusia,namun amerika sdh mengetahui dan mengawasi lokasi2 peluncuran rudal icbm rusia

  12. Pada titik tertentu fakta berbicara sendiri .

    F35 telah dikonfirmasi sebagai pesawat generasi berikutnya utama untuk 10 negara di luar Amerika Serikat , beberapa di antaranya , ( negara-negara Eropa , Jepang , Turki , dll ) memiliki kemampuan untuk memproduksi sendiri pesawat generasi kelima mereka. Diakui beberapa memiliki rencana pembangunan untuk satu , namun tak satu pun dari ini diperkirakan menjadi faktor sebelum pertengahan 2025 , pada saat kompetisi generasi berikutnya dari Rusia dan China yang lebih penting akan datang ke dalam bermain . Selain 10 negara dipastikan , banyak orang lain , seperti Singapura telah menunjukkan minat yang besar F35 tersebut.

    Sekarang SU35 telah gagal untuk menghasilkan perintah ekspor dan angkatan udara Rusia hanya memerintahkan 48 dari pesawat ini , yang sedang digunakan sebagai batu loncatan untuk mencapai pesawat generasi berikutnya , yang PAKFA . Hal ini menunjukkan bahwa Rusia sendiri tahu bahwa SU35 tidak cocok untuk masa depan .

    Kita semua bisa duduk dan membandingkan angka dan membuat penilaian , tetapi mari kita hadapi itu , orang-orang yang telah disediakan dengan informasi yang jauh lebih banyak daripada kami dan memiliki jauh lebih banyak pengetahuan daripada kita mengenai kemampuan pengadaan dan memerangi masing-masing pesawat memiliki semua memutuskan bahwa SU35 tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan high end tempur udara modern.

  13. terlalu bxk coment bisa berbahaya terus terang analisa ane itu biar 4 f35 main keroyokan dgn su 35 tetap su 35 menang karna ada suatu perangkat yg lebih d dlm kokpitx malahan klo sy amsumsikan bahwa su 35 lawan 2 f22 boleh juga krn skrng uncle rusky sudh mulai strong jadi masih mau dukung f35 rongsokan mahal sama f22 juga rongsokan yg tdk jelas silahkan….

    we will goiber

    nkri jaya di darat, udara & laut