Banyak Kapal Pencuri Ikan Tidak Ditenggelamkan, Menteri Susi Marah Besar

136
350

image

Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kembali marah besar terkait penanganan kasus pencurian ikan. Susi tidak bisa menyembunyikan kemarahannya di depan banyak orang termasuk para media.

Pasalnya, banyak kapal pencuri ikan yang tidak dihancurkan tapi malah dilelang kembali. Susi menegaskan kapal asing yang telah ditangkap dan terbukti melakukan praktik pencurian ikan setelah melalui proses hukum, maka ‘haram’ hukumnya kapal yang disita dilelang. Ia mendorong agar kapal-kapal tersebut ditenggelamkan atau disita untuk negara.

Berikut kisah Susi dan para kapal pencuri ikan di perairan Indonesia seperti dirangkum detikFinance, Selasa (6/1/2015).

“Di Meulaboh (Aceh) ada 4 kapal Thailand dilelang dan dimenangkan oleh saudara Hendri dari Muara Baru Jakarta. Saya minta ditinjau ulang PK (Peninjauan Kembali)-nya,” kata Susi dengan nada marah di Gedung Mina Bahari III KKP, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Senin (5/01/2015).

Susi juga mengungkapkan keanehan lain, yaitu sebanyak 4 kapal asal Thailand yang dilelang berkapasitas 200 Gross Ton (GT), namun harga lelangnya hanya Rp 100 juta/kapal. Padahal di pasaran kapal berkapasitas 80 GT saja harganya sudah mencapai Rp 200 juta.

“Ini kita tidak bisa terima,” sambungnya

Kasus serupa juga ditemui di Pontianak, Kalimantan Barat. Usai melalui proses hukum, 33 kapal asing yang terbukti mencuri ikan di laut Indonesia diputuskan dilelang untuk umum.

“Saya minta Polisi, TNI AL menangkap dan memproses dengan Pengadilan Perikanan. Kita boleh tenggelamkan dan sita untuk negara. Tidak ada lelang, kalau ada pengadilan mau lelang kita demo, kalau perlu Bu Menteri datang,” tegas Susi.(Detik.com).

Menteri Susi: Bagusnya Tuhan Mengaramkan Kapal Pencuri…

Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti geram lantaran kapal asing yang terbukti mencuri hasil laut Indonesia justru dilelang di Aceh. Susi pun meminta adanya peninjauan terhadap pelelangan kapal tersebut.

“Di Meulaboh, Ibu Menteri (Susi) minta ditinjau kembali 4 kapal Thailand yang dilelang dan dimenangkan oleh saudara Hendri dari Muara Baru, Jakarta. Saya minta tinjau ulang,” ujar Susi di Jakarta, Senin (5/1/2015).

Susi menjelaskan, empat kapal yang dilelang di Aceh merupakan kapal Thailand yang ditangkap pada tahun 2014 lalu. Kata Susi, harga keempat kapal tersebut yaitu Rp 136,5 juta, Ulam 5 Rp 127 juta, Ulam 7 Rp 96 juta, dan Ulam 9 Rp 104 juta.

Kegeraman Susi juga dilatarbelakangi penjualan kapal tersebut yang hanya Rp 100 juta. Padahal kata dia, harga sebenarnya empat kapal tersebut adalah Rp 800 juta lantaran kapasitasnya yang mencapai 200 gross ton.

Oleh sebab itu, Susi mengaku akan berkoordinasi dengan instansi lainnya agar mampu menindak lanjuti pelelangan tersebut. “Bagusnya Tuhan mengaramkan kapal di laut, jadi kapal-kapal itu tidak bisa kemana-mana,” katanya. (Kompas.com).

136 KOMENTAR

  1. Emang sudah kodrat perempuan disaat tertentu gampang marah..
    yg punya istri pasti dah pd tau.
    Kalo udh pas saatnya..wuaaahhh. Maraah teruss. Diliatin rekening bank tetep aja marah krn memang lg pingin marah marah..

    Tapiii..kalo marah besar? Kurang jelas maksudnya apa marah besar??
    Mungkin pas marah lg pas di kapal induk

  2. negeri ku rusak parah,,kapal maling d lelang murah yg beli yg berduit,izin penerbangan bodong pesawat,gembong narkoba mau d dor malah ngajukan PK krna MK mengabulkan PK bisa brkali2,terbaru penangkapan narkoba 800kg oleh BNN.
    Warisan terdahulu yg sudah berurat berakar.

  3. Ibu susi kan menteri, pimpinan tertinggi, perintah langsung dari atasan tertinggi kok kurang di respon sama anak buahnya loh, ini pimpinan negara loh sedikit diacuhkan, atasan kalau sudah kurang dihormati ya morat-marit organisasinya. Jangankan bu susi Pak Jokowi saja tiga kali perintah baru di laksanakan, pantesan pejabat banyak yang di ganti anak buahnya kurang setia/kurang greget. Gajinya Kurang atau gimana.

    • Koordinasi Antar dept belum berjalan baik Dan sikap egoisme setiap dept masih sangat kuat. Pelaksana yg Ada dibawah pasti ikut nurut atasannya langsung. Ibu Susi jangan hanya teriak marah marah terus. Energy terbuang percuma. Mengapa tidak Ada inisiatif ajak kementrian lain yg terkait untuk rapat Dan membahas sampe tuntas. Kalo sudah Ada kesepahaman saya yakin semua akan ber sinergy untuk kepentingan bangsa. Dan satu Hal lagi pada saat bertemu dengan kementrian terkait lainnya, semua harus berpikir positif Dan mau mendengar opini pihak lain. Karena yg saya liat ibu teriak teriak terus Dan tidak digubris oleh yg lain, mungkin bukan Mereka tidak mau menjalankan akan tetapi mereka punya aturan Dan prosedur yg berbeda sehingga tidak dapat melaksanakan seutuhnya spt yg Ibu mau. Mereka juga butuh security atau jaminan Bahwa yg Mereka lakukan nanti adalah benar Dan tidak berdampak negatif atas profesi dan jabatan mereka. Begitu sih pemikiran orang awam…..

      • Saya kira pada hari2 pertama bu Susi sudah bertemu dan koordinasi dengan instansi terkait.

        Pendapat saya ini mirip dengan izin terbang Air Asia yang heboh. Masing2 instansi, termasuk Hankam bertindak sendiri2 sesuai dengan kepentingannya alias UUD (ujung2nya duit).

  4. jgn heran bung SE itu sdh membudaya aparat dan pejabat kita dr tingkat daerah smp pusat,dan itu jls krn lemahnya hukum sebab akibat dinegara kita,negara susah untuk maju..ibarat org berjalan negara kita ini banyak ganjalanya,,gak.sdikit tikus tikus yg menggrogoti pondasi atau kaki NKRI,rakyat masih jauh dr makmur.pdhal SDA kita berlimpah??dan pemerintah kurang memperhatikan nasib rakyat kecilnya,contoh kecil sbgai perbandingan,,sya pernh bekerja dimalaysia disana.gajiburuh bangunan lbh dr cukup jika untuk memenuhi kbutuhan kluarga,makan terpenuhi,rumah disediakan pemerintah dgn kredit murah,dan sekelas buruh bangunan dimalaysia berani mengambil kredit moge,skelas ninja4 tak kalo disini,bahkan.mobil sekelas proton,disana gaji buruh bangunan cukup untuk itu,beda bgt dinegara kita NKRI tercinta ini,kerja buruh bangunan????jgn ngimpi bs beli speda motor bekas,buat makan dan biaya anak sekolah sja pas pas an,bahkan itupun sdh mengorbankan hasil panen padi dri sawah,maaf sdkit oot,tp memang itulah kenyataan.

  5. CAPEKKK DENGERIN BERITA KOAR KOAR KAPAL TEMGGELAM, EMANGNYA TUGAS MENTRI PERIKANAN CUMA NGURUSI KAPAL DIBAKAR DITENGGELAMIN, ITU BUUUUU PARA NELAYAN KESEJAHTERAANNYA DAN KELUHANNYA DIDENGERIIN…., BNYK PARA NELAYAN KITA YG MASIH BUTUH BANTUAN DAN BNYK YG MASIH DIBAWAH GARIS KEMISKINAN….

  6. kalo artikel yg d angkat berhubungan dgn pemerintan,mentri susi & kapal asing pada reaktif,agresif menyudutkan pemerintah,
    mengelola negara yg ibaratnya terkena kanker yg sudah stadium 4 perlu dukungan semua elemen bangsa,KORUPSI yg sudah merajalela perlu penanganan extra,dan tidak mungkin bisa d rubah dlm sekejap sperti main magic,
    Yg 10 tahun aj blum mampu membereskan apa lagi baru 3 bulan.100 hari bukan patokan itu cuma ritual org indo yg tdk sabaran.

  7. Bawahanya bu Susi gak Ada yg membangkang. Yg dibilang membangkang itu dri kementrian lain yg tdk dibawah kementrian kelautan dan perikanan jadi namanya bukan membangkang. Menko maritim nya aja diem tenang2 sj, knp kementrian yg lain mau dengerin bu Susi. Jadilah team player yg baik, rangkul semua pihak terkait untuk mendapat dukungan atas misi Ibu Dan jgn malah pergi ke KPK

  8. pak Jokowi sering nya bilang akan meningkatkan kesejahteraan nelayan kecil.

    terus terang aja bahwa kegiatan ini akan meningkatkan keuntungan pengusaha besar, biar para nelayan/pengusaha kecil terpacu berusaha naik kelas jadi pengusaha besar.

    kasih ilmu, kasih kemudahan, kasih modal buat mereka. syukur2 para pengusaha baru bisa lebih kaya dari pengusaha lama. semakin banyak pelaku bisnis makin besar pemasukan pajak kita.

  9. Menurut saya pribadi kapalΒ² yg disita negara ,yg tak layak ditenggelamkan.sedang yg layak pakai dalam arti kondisi bagus diberiikan pada rakyat,tapi tdk secara cumaΒ² .berikan pada koperasi nelayan.mereka akan membayar pd pemerintah secara mencicil.