Sep 102018
 

Assault Amphibious Vehicles (AAV) Korps Marinir AS © Courtesy Youtube

JakartaGreater.com – Korps Marinir AS (USMC) telah membatalkan rencana “upgrade” perisai lapis baja (armor) Assult Amphibious Vehicle (AAV) sebagai bagian dari program AAV Survivability Upgrade (AAV-SU).

Pembatalan pesanan AAV-SU ini terjadi karena Korps Marinir AS memutuskan untuk menghentikan penggantian armor kendaraan yang lebih tua dan fokus untuk membeli kendaraan baru, pengganti yang disebut Amphibious Combat Vehicle (ACV), menurut Manny Pacheco, juru bicara Korps Marinir AS.

Menurut The London Free Press, produsen telah kehilangan kontrak dengan pemasok yang menyediakan perlengkapan armor untuk armada kendaraan amfibi Korps Marinir AS, dan terpaksa memecat sekitar setengah dari tenaga kerjanya, Selasa 6 September.

“Kami telah memutuskan untuk membatalkan program tersebut. Kami memutuskan berfokus pada modernisasi daripada berinvestasi untuk upgrade sistem warisan”, kata Pacheco. “ACV telah tampil jauh lebih baik dari AAV”.

Melanjutkan bahwa keputusan tersebut tidak ada hubungannya dengan perisai lapis baja atau kendaraan, namun hal strategis. Korps Marinir AS ingin fokus pada modernisasi, karena AAV adalah sistem yang telah berusia 40 tahun.

Upgrade AAV-SU termasuk armor apung, kursi pencegah ledakan dan material spall liner. Semuanya termasuk perlindungan tangki bahan bakar, upgrade suspensi dan otomotif untuk menjaga mobilitas darat dan laut terlepas dari bertambahnya bobot.

Telah diasumsikan bahwa 392 unit kendaraan AAV-SU dapat melengkapi Korps Marinir AS dengan empat batalyon untuk operasi amfibi dan dukungan tambahan.

Berbagi

  6 Responses to “Batalkan Upgrade, Korps Marinir AS Pilih Beli Baru”

  1.  

    dollar ngamuk, susah buat hitung anggaran.
    tepatnya sih mending beli baru…..

  2.  

    Pejabat militer AS emang pinter jadi kadal, klo upgrade mereka cuma dapet amplop tipis, klo proyek ganti baru mereka bahkan bisa dapet koper, bukan cuma amplop 😀 hihihih 😛

    •  

      Mungkin …bisa saja …ke depan nya nanti ..
      Dijual Atau dihibahkan ke TNI dengan syarat yang rumit Berat Dan menjebak …
      Akhir nya …mungkin kita ..dapat Alutsista rombengan yang mahal…Dan tidak bisa dipakai.

  3.  

    Udahlah hibahkan saja semua 392 unit AAV-SU ini ke RI sebagai wujud dari offset pembelian ke depan dari Herky seri J, Poseidon, Pegasus, C17 globemaster .

    Lumayan lho 392 unit disebar di 14 Lantamal yang ada di Indonesia, jadi tiap lantamal bisa dapat 392/14 = 28 unit untuk marinir.

    Buat apa banyak-banyak ?

    Buat SAR !!!!

    Kabuuuuuurrr !!!!

 Leave a Reply