Mar 132017
 

Yon Armed menguji coba alutsista baru di Gampong Cumcum, Jantho, Aceh Besar, Kamis, 2 Juni 2016. (@Kodam)


Prajurit Batalyon Artileri Medan 17/Komposit melaksanakan latihan menembak senjata berat (Latbakjatrat) Alutsista jenis meriam 155mm KH 179, di daerah latihan di desa Kertimbang, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Aceh Tenggara, pada Rabu (8/3).

Komandan Batalyon Armed 17/Komposit, Mayor Arm Arief Darmawan, mengatakan bahwa latihan menembak tersebut menggunakan beberapa jenis munisi seperti 15 butir KH 179 tipe HE, 15 butir KH 179 tipe ERFB, 5 butir M107 HE, 6 butir ERO2A1 HE BB, dan 5 butir M1110A2 WP.

“Adapun sasaran penembakan yaitu di lahan milik Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) di Karvak Co.97367-60085 pada ketinggian 840 MDPL di Kecamatan Mardinding Tanah Karo Sumatera Utara,” ujar Mayor Arm Arief Darmawan.

Latihan menembak meriam 155mm KH 179 ini dihadiri oleh ketua tim Inspektorat Peralatan Angkatan Darat (Irpalad) Kolonel Cpl M. Apandi dan Kepala Peralatan Kodam Iskandar Muda Kolonel Cpl Arif Hendro Djatmiko.

Sumber: tni.mil.id

Bagikan:

  12 Responses to “Batalyon Artileri Medan 17/Komposit Laksanakan Latihan Menembak Meriam 155mm KH 179”

  1.  

    Mana rusdalnya ?

  2.  

    meriam ini cocok untuk di gendong pespur multi fungsi seperti tejas iya tejas .bwkakaakakak 😀

  3.  

    Disitu kadang saya miris lihat tni masih pakai meriam, padahal itu jadul

    •  

      Ini kan batalyon artikel medan bung ya pake meriamlah,kalo batalyon arhanud rudal baru pake rudal bung

    •  

      Maksudnya batalyon artileri bung

    •  

      Semua persenjataan ada fungsinya bung Ada. Semua bisa di sesuaikan dgn strategi di lapangan.
      Yg harus di pikirkan saat ini rudal memang semakin banyak ragamnya. Tp apapun jenisnya rudal itu. Pasti memiliki jejak emisi frekwensi atau gelombang mikrowave yg terpasang di sistem penjejak atau seakernya. Dimana itu di gunakan sebagai antena yg menangkap signal koordinat dari satelite.
      Nah, radar2 sekarang khususnya radar sista arhanud itu bisa menangkap dan membaca signal itu dan mencari posisi rudal berada serta mengeksekusinya.
      Sedangkan artileri manual itu cm menggunakan hitung2an yg di dapat pengamat secara manual sebagai guidance. Amunisinya jg gak perlu make seaker segala. Jadi secara teori lebih kebal kan.

  4.  

    Mantap ndan,terus berlatih yo

  5.  

    hmmm…kurang seru
    mendingan liat ini ajalah

    https://www.youtube.com/watch?v=hb6plZWdhfQ ( untuk hiburan )

    breaking news :
    Menurut “Interfax”, Direktur Kerjasama Internasional dan Kebijakan Regional korporasi “Rostec” dalam pameran “Aero India-2017” (Bangalore) mengatakan bahwa pada tahun 2017 diperkirakan akan menandatangani kontrak dengan Indonesia untuk penyediaan Su-35.

    Sebelum itu, pembantu presiden urusan teknis militer kerjasama Vladimir Kozhin diberitahu tentang hal yang menguntungkan dalam dialog yang relevan berupa
    Negosiasi pada pasokan untuk Indonesia 12 Su-35 merupakan hal yang positif.

  6.  

    Mungkin sistem ketapelnya yg harus elctric otomat, jadi prajurit tidak capek angkut amunisi …lalu lompat atau tiarap. Moncong atau laras diberi peredam agar suara senyap …..

  7.  

    mainan nya msh kygtu yah… pusing

 Leave a Reply