Jul 262017
 

“Kami sudah memperingatkan kepada Yordania untuk tidak ikut campur!” Menurut salah seorang pejabat Israel ketika perang 6 hari dimulai.

Tapi demi rasa solidaritas meraka sesama bangsa Arab, Operation Focus yang dilancarkan oleh Israel terhadap banyak sasaran di Mesir dan Suriah sudah cukup bagi Yordania untuk mengartikan bahwa perang sudah dimulai. Yordania yang memiliki afiliasi dengan pihak barat ketika perang 6 hari memang bukan target utama serangan Israel ketika perang 6 hari di tahun 1967 silam. Pihak Israel pun awalnya tidak mau membalas serangan Yordania karena kekuatan inti mereka berada di Sinai dan Golan.

Yordania sendiri menempatkan kekuatan sebesar kurang lebih 55.000 pasukan, 300 tank yang diujungtombaki tank M-48 Patton, ratusan meriam altileri termasuk meriam SPH M-52, dan angkatan udara mereka yang diujung tombaki 24 pesawat Hawker Hunter buatan Inggris.

Pasukan sebesar itu mereka bagi menjadi 11 brigade dan ditempatkan di Tepi Barat dan Jerusalem. Bisa dibilang fornt pertempuran antara Israel dan Yordania ini terbilang unik karena hampir alutsista yang bertempur di sini kebanyakan buatan Barat (berbeda dengan Mesir dan Suriah yang menggunakan alutsista Timur).

Kekuatan Israel di perbatasan Tepi Barat juga bisa dibilang lebih kecil dari pada pasukan Yordania. Israel hanya menempatkan sekitar 40.000 pasukan yang terbagi dalam 8 brigade dan kurang lebih 200 tank. Israel pada mulanya hanya berniat bertahan melawan serbuan pasukan Yordania, namun karena meriam dan pesawat tempur Yordania mulai menghantam Tel Aviv, tanggal 5 juni tepat pada pukul 12.00, pasukan Israel melancarkan sebuan kontra-offensive mereka ke Tepi Barat.

Pesawat tempur Israel yang baru saja pulang dari misi mereka di Mesir langsung diarahkan untuk menyerang pangkalan udara Yordania di Amman dan Mafrag. Tak perlu waktu lama, Yordania pun kehilangan aset udara mereka. Unggul di udara, Israel semakin merasa unggul di darat. Pesawat tempur mereka dengan bebas membabat tank-tank milik Yordania sehingga pasukan Yordania menjadi terdesak.

Di antara pilihan menyerah atau mundur, pasukan Yordania mencoba mundur dan memperbaiki perimeter pertahanan mereka di area Ammunition Hill. Mulanya Israel tidak menduga bahwa posisi ini dipertahankan dengan kuat oleh pasukan Yordania. Operasi untuk merebut Ammunition Hill ini sendiri dilancarkan Israel pada tanggal 6 Juni 1967 dini hari.

Batallion para ke-66 dari 55th Paratroopers Brigade menyerbu Ammuniton Hill yang dipertahankan oleh sekitar 150 pasukan Yordania. Pada awalnya Israel kewalahan dalam menghadapi pasukan Yordania yang bertahan gigih. Walau pasukan Israel berada di atas angin, pasukan Yordania memilih bertempur sampai mati. Tercatat 71 pasukan Yordania gugur dalam mempertahankan Ammunition Hill ini, sementara Israel kehilangan 36 pasukannya. menjelang pagi, pertahanan Yordania kolaps, dan pertempuran di Ammunition Hill pun berakhir.

Peta Israel Setelah Perang 6 Hari

Dengan jatuhnya Ammunition Hill, pasukan Israel merangsek ke kawasan kota tua di Jerusalem, tempat masjid Al- Aqsa berada. Walaupun pasukan Yordania masih terus melawan dari dalam permukiman di Jerusalem selatan dan titik pertahan lain seperti Mount of Olive dan Augusta Victoria hill, pada tanggal 7 Juni 1967 jam 10 pagi pasukan Israel mengkalim sukses mengusai seluruh wilayah Jerusalem.

Sejumlah usaha serangan balik dicoba oleh pasukan Yordania dari kota Jericho dengan sasaran Jerusalem dan Tepi Barat. Namun sebelum sampai sasaran, pasukan tank yang bergerak cepat ini terus dibombardir oleh serangan udara pasukan Israel sehingga tidak pernah mencapai sasaran mereka.

Pasukan Israel yang dimotori oleh Harel Brigade bahkan semakin sukses dengan berhasil menggulung pasukan Yordania yang bertahan di sepanjang garis Nablus-Rammalah. Pasukan Yordania yang tersisa pada akhirnya terpukul mundur ke wilayah mereka dan Israel pun meledakkan semua jembatan di atas sungai Jordan sehingga jalur darat antara Tepi Barat- Jerusalem- Yordania terputus.

Pada tanggal 7 Juni 1967 jam 8 malam, pihak Yordania dan Israel pun sepakat untuk melakukan gencatan senjata. Tercatat, kurang lebih 5000 pasukan Yordania gugur, ratusan tanknya hancur, dan angkatan udara mereka tersapu habis dalam perang ini. Selain itu Yordania pun kehilangan kontrol mereka atas kota-kota penting yang berada di wilayah Tepi Barat dan Jerusalem.

Penulis : Prasta Kusuma, S.IP
Alumni Ilmu Pemerintahan FISIP UNPAD

Bagikan:

  16 Responses to “Battle of Ammunition Hill : Gerbang Jatuhnya Jerusalem”

  1.  

    Semoga..xixixi

  2.  

    Andai pada waktu perang yom kipur negara arab tidak mudah diadu domba mungkin ceritanya akan lain,dan israel mungkin gagal jd pemenang

    •  

      Sepakat bung Ade…

      1. Pasukan ereb tidak satu komando.
      2. Masing2 negara punya kepentingan yg berbeda.
      3. Tentara Israel mayoritas veteran perang Dunia II, dan tidak tertutup kemungkinan diantara mereka terdapat pasukan2 veteran perang Dunia II dari british, Perancis, Jerman dan Amirikiya.
      4. Faktir badan intelijen Israel.
      5. Militansi tentara Israel sangat kuat dengan tujuan yg sangat jelas, berbanding terbalik dgn pasukan pak ereb.

  3.  

    Si israel.orang”nya kejam” lha kok di buat percobaan systim senjata amerika jadi klop..mungkin klo gak ada pasokan dari negara antabranta mana mungkin senekat itu.

  4.  

    Awal kekalahan dalam perang ini karena pertahanan udara yordania lemah. Kita harusnya bisa mengambil pelajaran dari perang ini.

  5.  

    arab saudi klo sm israel cm bisu,tuli..giliran sm yaman,suriah,libiya lgsg maen serang seenaknya

  6.  

    Kesimpulan yg dapat diambil militer Yordania tidak punya payung udara (SAM) sehingga setelah kalah dalam pertempuran udara dengan Israel, pasukan darat dan tank jadi Bulan2an pesawat Israel

  7.  

    Ha haaa..biang keroknya tetap mamarika..
    Jgnkan seluruh arab..andaikata di keroyok negara seluruh duniapun, minus china russia..perang secara militer, mamarika tetap keluar sbg pemenang..

    •  

      mna pernah As perang 1vs 1 …lawan irak aj ngajak 48 negara sekutunya(koalisi) kok….noh liat perang disuriah aj melibat kn bnyk sekutu2 As ..dari israel,arab,sampe negara2 Nato..As kliatan kuat krn bantu sekutu, tanpa sekutu As cm bs koar2

  8.  

    Itulah gunanya Isis di tanam di jazirah Arab setelah seteru beratnya sudah lemah dari segi militernya baru Israel barani berbuat hhhhhh Otak Israel sangat licik apa lagi di dukung ASU, kalau keadaan negara negara Arab sudah berkecamuk salaing perang meemrangi sesama negara Arab siapa yang di untungkan atas kejadian di timur tengah?? hehhh Suriah hancur Irak tak berdaya dengan militernya libya kacau balau bahkan sekarang mesir sedang memerangi IsIs di semenanjung Sinai, hhhh Arab saudi bagi bak jagoan selalu membuat suasana bertambah rumyam bukanya mendamaikan malah ikut ikutan membantu ASU bahkan saudi dengan Qatar mulai memanas, SIIIAAAPPAA yang di untungkan??? Orang orang Islam atau Israel dan ASU!! pikir pikir dulu sebelum menyerutup kopi khas padang?!

  9.  

    Kekalahan perang 6 hari bangsa Arab karena mereka tidak bersatu, benar apa yg di katakan bung @Ade & Colibri, itu saja sumber kekalahannya. Coba kalau bersatu, pasti buyar itu Israel.

  10.  

    Kan ini lagi panas-panasnya dunia Islam vs Israel tuh, coba suruh perang lagi itu Israel kalau gak kenak gebuk rudal Iran, masalah supremasi udara benturkan saja ke Turki Arab Qatar Algeria. Pasti rontok juga kok…..!!!!! Kalau nyonyarika ikut campur, tenang om bear sama om pyongkok ada tinggal mau gebuk apa gak wkwkwkwkkw

  11.  

    Timteng krg udah berhasil lg dbuat tak brdaya israel cs
    Mn bisa mngalahknnya hhhhh
    Dasar kaum muslim gampang diadudomba

  12.  

    Trimakasih banyak buat admin .ini sangat menghibur.semoga admin sehat selalu & mendapat rezki yg berlimpah

 Leave a Reply