Dec 232015
 

bebas visa

Pemerintah Indonesia secara resmi menolak memberikan fasilitas bebas visa kunjungan singkat bagi wisatawan asal Israel. Selain Indonesia dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik, keputusan ini sebagai wujud dukungan Pemerintah Indonesia bagi kemerdekaan Palestina.

“Kita tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel. Sekali lagi, pemerintah sangat berkeinginan bahwa persoalan kemerdekaan Palestina menjadi hal yang diutamakan. Itu menjadi semangat Pak Jokowi maupun Pak JK dan juga aspirasi yang muncul di kalangan pemerintahan,” kata Sekretaris Kabinet (Seskab), Pramono Anung, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, (22/12/2015).

Pemerintah memberlakukan kebijakan bebas visa terhadap 84 negara di dunia mulai pekan ini, untuk meningkatkan tingkat kunjungan wisata ke Indonesia.

“Setelah mengkaji keputusan pemberian bebas visa kepada 47 negara 3 bulan lalu, dampaknya positif. Artinya terjadi peningkatan turis dari negara negara yang diberi bebas visa,” ujar Menko Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli, di Jakarta, (21/12/2015).

Dalam rapat koordinasi ini hadir Kepala BNN Budi Waseso, perwakilan dari Kepolisian RI, Kementerian Keuangan, Kementerian Pariwisata, Dirjen Bea Cukai, Imigrasi, dan seluruh deputi.

Di antara 84 negara yang mendapatkan bebas visa, Israel sempat disebutkan masuk dalam daftar sebagaimana dilaporkan kantor berita Antara. Hal ini sempat menimbulkan polemik karena Israel tidak punya hubungan diplomatik dengan Indonesia. Namun, Rizal Ramli kemudian memastikan bahwa Israel tidak masuk.

“Ada yang usulkan Israel diberi bebas visa. Kami menolak,” ujar Rizal Ramli lewat akun Twitter, menjawab polemik yang berkembang.

Dengan penambahan itu, saat ini sudah 174 negara bebas visa ke Indonesia.

Negara-negara baru yang mendapatkan fasilitas bebas visa kunjungan di antaranya Australia, Brasil, Ukraina, Kenya, Uzbekistan, Bangladesh, Kamerun, Palestina, Honduras, Pakistan dan Mongolia, Sierra Leone, Uruguay, Bosnia Herzegovina, Kosta Rika, Albania, Mozambik, Macedonia, El Salvador, Zambia, Moldova, Madagascar, Goergia, Namibia, Kiribati, Armenia, Bolivia, Bhutan, Guatemala, Mauritania, dan Paraguay.

Ada beberapa negara yang tidak dimasukkan dalam daftar negara yang diberi bebas visa. Negara-negara tersebut merupakan negara yang aktif dalam perdagangan narkoba dan eksportir ideologi ekstrem. Hal terebut dilakukan untuk menghindari Indonesia menjadi ladang baru ideologi ekstrem dan radikal.

Juga terdapat negara-negara yang diberi perhatian khusus, yaitu Brasil, China, dan Australia. Brasil diberi setelah hubungan membaik pasca-konflik diplomatik terkait kasus hukuman mati.

Karena ketatnya aturan terkait bebas visa di Australia, Pemerintah juga akan melakukan negosiasi dengan dubes Australia terkait pemberian bebas visa dengan 3 komitmen, yaitu pemberian visa jangka panjang terhadap pejabat tinggi diatas direktur, pemberian visa untuk pebisnis, dan pengetatan bandara dan pelabuhan di sana terkait narkoba.

Pemerintah juga memberi catatan bagi China untuk mengantisipasi perdagangan narkoba dan cyber crime. Pemerintah akan mengundang Dubes China dan unsur terkait untuk melakukan kerja sama dalam bidang keamanan ini.

Untuk menyambut masuknya turis dari negara-negara bebas visa ini, pemerintah akan mensosialisasikan 90 titik jalur masuk dan keluar turis selain titik-titik masuk yang sudah populer seperti Batam, Jakarta, dan lain-lain.

Pemerintah mengharapkan pihak imigrasi, kepolisian, BIN, dan BNN melakukan monitoring lebih canggih pada titik-titik tersebut. Nantinya, data turis yang masuk ke Indonesia akan di-share ke kepolisian yang memiliki data black list dari Interpol.

Kompas.com

https://web.facebook.com/JakartaGreater

  29 Responses to “Bebas Visa 174 Negara. Israel Ditendang”

  1. hmmm

  2. tidak ada tempat untuk para zionist di bumi pertiwi……!!!!!!!

  3. jangan pernah datang ke bumi pertiwi kau zionist..tempatmu di hutan amazon sana..

  4. Save Palestine. Go to hell Zionist….!!!

  5. Katakan TIDAK untuk israhel

  6. Udeh kasih aja bebas visa buat israel, terus bentuk tim eksekutornya, begitu ntu orang masuk nkri pantau dan langsung sikat abis

  7. Tetap aja masuk tuh si zionis laknat dgn visa AS dan Erofa…ini sih cuma buat “penghibur” umat islam di indonesia.

    • Bung @Tukang Nyahut,….

      umat islam di Indonesia ngga perlu dihibur bung, kan udah bisa menghibur sendiri…ada musik qasidahan, musik gurun sahara dll…..hi.hi.hi.hi.hi

      terlepas mereka masuk Indonesia dgn passport AS & eropa, itu lain masalah
      ngga ada lambang2 negara yahudi di situ, krn aparat & masyarakat melihat mereka sesuai passport negaranya….

      kurang lebih sama dgn kejadian thn lalu, Tantowi Yahya bersama anggota DPR yg lain datang ke Israel memenuhi undangan parlemen Israel (Knesset), DPR & pemerintah melihat itu sbg pribadi si Tantowi Yahya dkk, bukan kebijakan pemerintah Indonesia.

      kebijakan pemerintah Indonesia TETAP, tdk mengakui negara yahudi israel, dari jaman Presiden Soekarno hingga kini.

  8. israel itu nama negara ya???

  9. di thn 1958, Andi Ramang, Maulwi Saelan, Thio Him Tjiang dkk yg tergabung dlm Timnas sepak bola PSSI melupakan mimpi mereka utk bermain di World Cup 1958 Swedia krn presiden Soekarno MELARANG mereka BERTANDING MELAWAN Israel di kualifikasi zone Asia

    padahal peluang menang atas Israel begitu besar, itu artinya lolos ke World Cup utk yg ke-2 kalinya semakin besar (setelah yg pertama thn 1938 masih bernama Hindia Belanda).

    JADI,….

    kita generasi yg hidup saat ini jangan melupakan pengorbanan generasi2 pendahulu kita,
    KITA TIDAK BISA MENERIMA BANGSA yahudi israel itu….

  10. “Coba anda sebut satu atau beberapa nama orang Indonesia yang anda anggap paling tidak suka kepada Israel. Saya yakin nama itu bisa langsung saya hubungi dan besok atau lusa kita bisa makan pagi, makan siang atau makan malam bersama”. – Meraba jaringan mossad di Indonesia
    http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&id=18002&type=15

  11. Sejumlah kebijakan AS merusak tatanan kekuatan Indonesia. Misalnya dalam kasus Timor Timur.

    Adalah AS yang mendorong Indonesia untuk menginvasi Timor Portugis pada Desember 1975. Karena AS tidak ingin Timor Portugis menjadi “sarang komunis” di tengah wilayah Indonesia.

    Semenjak itu, Jakarta menguncurkan dana pembangunan yang tak terhitung jumlahnya. Sementara porsi pembangunan bagi daerah lain dikurangi.

    Ironisnya, selama pendudukan Indonesia hingga bekas Timor Portugis itu lepas dari NKRI pada tahun 1999, AS tidak pernah mengakui keabsahan Indonesia di wilayah itu.

    AS sebagai pemegang Hak Veto di Dewan Keamanan PBB, seolah tidak tahu menahu tentang masuknya Indonesia di Timor Portugis.

    Sesungguhnya bukan hanya Marcos dan Soeharto yang menjadi korban dari kebijakan AS. Yang intinya, mula-mula sebagai sahabat tapi kemudian berubah menjadi orang yang tidak disukai.

    Ada kasus Panama, sejumlah negara di Amerika Latin, Taiwan, Mujahidin Afghanistan dan tentu saja Saddam Hussein, Presiden Irak.

    Semuanya pada momen yang sangat kritis, diingkari AS sebagai sahabat.

    Itu sebabnya curhat saya berjudul : AS Sahabat Yang Tidak bisa Dipercaya. Dan diturunkannya ulasan berbentuk curhat ini, karena sejatinya saya tetap khawatir dengan kabar yang menyebutkan, AS ikut ‘bermain’ di (Konflik) Papua.

    Semoga menghadapi konflik sekecil apapun skalanya bangsa Indonesia harus tetap lebih berhati-hati. Cari dan pilihan negara sahabat yang bisa dipercaya

  12. nyimak dulu….

  13. Agak lucu. UAV, senapan serbu galil dan uzi buat membantai warga acheh jadi bukti indo itu sekutu ama Israel

    • Malingsia negara islam juga kerjasama dan guna produk israel, malingsia munafik

    • cik ultra melayu bukanye kantor google di malaysia? cubelah cik google perusahaan maloon yg join dgn israhel, dan perlu cik tau, israhel dan maloon dr 1 rahim yg sama, rahimnya mama ely, yg menempatkan yahudi di palestin dan mendirikan negara israhel itu brutus, tak mungkinlah pak cik tak paham dgn brutush, jgn trlalu sering comen yg seperti melempar kotoran kemuka sendiri macam tu, tak elok,xixiixixix

  14. DAJAL TAI

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)