May 212017
 

Instalasi peluncur roket telah dipasang di terumbu karang Fiery Cross di LCS. © AMTI

Beijing telah memasang sejumlah peluncur roket di terumbu karang yang disengketakan di Laut China Selatan untuk menangkal para penyelam tempur militer dari Vietnam, menurut sebuah surat kabar yang dikelola pemerintah China, yang menyebut bahwa pembangunan instalasi militer China saat ini sedang berlangsung.

Daily Sabah dalam artikelnya menyebut bahwa pembangunan fasilitas militer di pulau-pulau buatan di Laut China Selatan akan dibatasi sesuai dengan persyaratan pertahanan dan dapat melakukan apa yang disukainya di wilayahnya tersebut.

Amerika Serikat sebelumnya telah sering mengkritik militerisasi China disana, membuatnya sebagai pos terdepan. Amerika Serikat menekankan perlunya kebebasan bernavigasi dengan melakukan patroli udara dan laut secara berkala disana hingga membuat marah Beijing.

Media pemerintah Defense Times, dalam laporan pada hari Selasa mengatakan bahwa sistem pertahanan peluncur roket anti-frogman Norinco CS/AR-1 55 mm yang punya kemampuan untuk menemukan, mengidentifikasi dan menyerang para penyelam tempur musuh saat ini telah dipasang diterumbu karang Fiery Cross di Kepulauan Spratly.

Laporan tersebut tidak menjelaskan secara rinci kapan pemasangan peluncur roket tersebut disana, namun mengatakan bahwa ini adalah sebuah tanggapan yang dimulai pada bulan Mei 2014, ketika para penyelam militer Vietnam memasang sejumlah besar jaring ikan diwilayah Kepulauan Paracel.

China telah melakukan pekerjaan reklamasi lahan yang luas di terumbu karang Fiery Cross, termasuk membangun bandara yang mampu menampung hingga 24 unit jet tempur, hingga saat ini China masih melakukan sejumlah pekerjaan di wilayah tersebut.

Selain klaim teritorial China di wilayah tersebut, Vietnam, Malaysia, Brunei, Filipina serta Taiwan memiliki klaim yang saling tumpang tindih diwilayah tersebut.

  27 Responses to “Beijing Pasang Peluncur Roket di Laut China Selatan”

  1.  

    1st

  2.  

    Ayo buruan dinyalain petasannya,biar dunia semakin rame dan hiruk pikuk.

  3.  

    gak USA kuatir semua senjata kW hahahahha, kemungkinan gak tepat sasaran, delay launched, rusak Kena karat

  4.  

    perlu roket juga ya…
    untuk menghadapi penyelam tempur…

  5.  

    Cocok jg sistem setara ini dipasang dipulau terluar NKRI agar tdk ada penyelam militer menyusup ke RI! China semakin sesuka hatinya apalagi negara2 ASEAN semakin tergantung pinjaman hutang kpdnya!

  6.  

    HUAHAHA !!! Kagak perlu khawatir dah…Entu rongsokan paling bise terbang 50 meter tambah dwelling time 15 menit, trus meledak ga karuan…Jadi…

    KAGAK MONCER NI BARANG !!!

  7.  

    Lcs kan badai nya ganas2, itu tmpat rudalnya deket bgt sm ombak, apa ga disamber tu pangkalan rudalnya sm ombak…hihihi

  8.  

    Pertahanan peluncur roket anti-frogman Norinco CS/AR-1 55 mm, semacam sistem pertahanan untuk menyerang para penyelam (pasukan katak) yg menyusup lewat laut? Itu berarti alamat buruk bagi pasukan katak Malaysia (paskal), jika ingin menyusup ke pulau sengketa, Spratley.

  9.  

    TIDAK ADA MILITERISASI DI LAUT CHINA SELATAN

    YG ADA HANYALAH SIPILISASI UTK TUJUAN SIPIL

  10.  

    ng’gak usah ngurusin negara lain…

    Sing penting Indonesia-Kita? itu gmn cara’x slalu bisa ber’satu-padu dlm suasana NKRI…
    Jgn lupa’kan kesatuan bangsa & negara dlm Pancasila…

    Jgn malah gontok”an, hasut-meng’hasut sesama anak-bangsa…

  11.  

    ng’gak usah ngurusin negara lain…

    Sing penting Indonesia-Kita? itu gmn cara’x slalu bisa ber’satu-padu dlm suasana NKRI…
    Jgn lupa’kan kesatuan bangsa & negara dlm Pancasila…

    Jgn malah gontok”an, hasut-meng’hasut sesama anak-bangsa…

    •  

      Kalau sibuk urusin dlm negri sama aja kita gakmau maju,
      Pikirlah secara luas kalau LCS dikuasai China sama aja dengan Jalur perdagangan LCS dikuasai China dlm arti sempit kapal kargo merekalah yg lbh bnyak dipakai untuk angkut brg2 ekspor-impor dgn dalih merekalah yg menguasai LCS.
      Kalau kita gakmau urus LCS, jd apa alasan China mau urusin dan ngotot soal LCS? Jawaban pastinya mereka mikir keuntungan sendiri kedepan dan kita hanya terima beres bayar administrasi + menggunakan Kapal mereka untuk ekspor impor, yg kita tau cuma Ekspor kita segini dan Impor mereka segini dengan inflasi segini tp kita gaktau di dalam EKSPOR IMPOR itu mereka juga mengambil keuntungan lain yg tak tercatat dlm dagang. Itu belum persoalan SDA yg menyinggung tetangga kita,
      Ingat kita ini ASEAN kalau kita tdk peduli ya apa gunanya Pahlawan kita dahulu mendirikan organisasi itu??
      ASEAN punya gagasan Perdagangan Bebas yg pastinya menggunakan LCS sebagai jalur transportasi tp kalau LCS dikuasai China gmna? Kacau balau Kawasan Kita gak baka maju bahkan bisa dikatakan bermimpi menyikut UE.
      Wassalam jkrgr..

  12.  

    Orang kalo bisa buat barang KW….karena dia tahu kualitas ORInya…

  13.  

    Met sore,
    Jam-detik ini aku sedih kawan, diantara bejibun teknologi mutakir yjng telah ada dipasar indonesia yang luas ini, mendengarkan musik tak lagi harus membawa radio heterodyne battry yang besar di frekuensi band MW dg speaker 4 inch kok masih ada juga siaran radio band MW itu disi. Radio itu radio pemerintah RRI, lantas siapa yang mendengarkan siaran itu.? apa tidak mubazir?
    Lalu kenapa sedih, iya. Jadi ingat jaman dulu waktu kakek nenek semua masih ada yang selalu setia mengikuti siaran serial sandiwara radio mulai Brama Kumbara, Babat Tanah Leluhur dan masih banyak lainya. Jadi ingat lgu dangdut Mas Joko dari Helvy maryan kalo gak salah.
    Sedihnya lagi kapan indonesia maju kalau band AM sudah tak lagi ada pendengarnya kok masih dipertahankan juga. Saya yakin 100% anak muda sekarang tak menyentuh chanel AM tersebut….Kapan kita maju,? Radio saja gak keurus….

  14.  

    hihihihi.. bung am fm .. angkatan 80 an y…org di kmpg yg super udik aj g ada yg nyetel am udh pasti fm dong..tp ya begitulah keadaannya ..ah sudahlah bikin sedih aj

  15.  

    Jangan jangan ini jiplakan juga dari DP-65 55mm anti saboteur grenade launcher buatan Russia? Tampangnya mirip dan kalibernya juga sama. Hanya nama yang beda. Yang satu pakai kata ‘grenade’ yang lain pakai istilah ‘rocket’.

  16.  

    Mungkin ini taktik China biar dpt kucuran dana dr Saud, jadi jangan marah haha

  17.  

    hm…