Nov 142017
 

Pasukan Sekutu , Australian Army’s , 7th Division di Morotai, Maluku, 10 Juni 1945.

Ambon, Jakartagreater.com  – Balai Arkeologi Maluku sedang mengusahakan untuk merekonstruksi lokasi bekas Perang Pasifik di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara. “Kami sudah memulainya sejak 2 bulan lalu. Baru penelitian awal sebab rekonstruksi ini akan dilakukan secara bertahap,” ujar Kepala Balai Arkeologi Maluku Muhammad Husni pada Senin 13-11-2017 di Ambon.

Usaha rekonstruksi lokasi bekas Perang Pasifik dan menjadikannya seperti semula, adalah permintaan khusus dari Bupati Pulau Morotai Benny Laos kepada Balai Arkeologi Maluku.

Bupati Benny, ujar Muhammad Husni, ingin menjadikan lokasi-lokasi bekas Perang Pasifik sebagai salah satu situs sejarah, destinasi wisata dan museum lapangan bagi siapa saja yang ingin melihat gambaran langsung situasi perang yang terjadi di masa akhir Perang Dunia II itu.

“Dari segi sejarah, Morotai sangat potensial untuk diteliti. Rekonstruksi ini juga berkaitan dengan pengembangan daerah itu, Bupatinya sudah memikirkan seperti apa nanti daerahnya pada 20 sampai 30 tahun ke depan,” ujar Muhammad Husni.

Terkait itu, Balai Arkeologi Maluku sudah menurunkan 6 peneliti melakukan studi penjajakan pada September 2017, guna mengumpulkan data titik-titik pengamatan untuk ditindaklanjuti. Riset yang dipimpin langsung oleh Muhammad Husni itu berhasil mengumpulkan berbagai data sisa-sisa peninggalan Perang Pasifik, salah satunya adalah bekas pangkalan udara militer Jepang di Daruba, ibu kota Morotai.

Wama Airstrip at Morotai in April 1945

Di pangkalan militer yang tidak terawat tersebut masih bisa ditemukan :

  1. Tujuh landasan pesawat terbang.
  2. Tank.
  3. Bunker.
  4. Meriam dan lainnya dalam kondisi rusak berat.

Selain itu, tim peneliti juga menemukan :

  1. Komplek pemakaman yang diduga adalah milik tentara Jepang yang tewas dalam Perang Pasifik.
  2. Galangan kapal militer yang tidak terawat.

“Penelitian kemarin masih dilakukan secara acak, tapi ada beberapa lokasi penting yang sudah kami tandai untuk nantinya didalami lebih lanjut,” ujar Muhammad Husni . Berada di bibir Samudera Pasifik, Morotai adalah salah satu pulau paling Utara Indonesia yang menyimpan sejarah Perang Asia Timur Raya atau Perang Pasifik antara tentara sekutu dan Jepang.

Sejarah mencatat tidak hanya Jepang yang pernah menduduki Morotai pada 1942 dan membangun pangkalan militernya di sana, Amerika Serikat dan Australia yang merupakan kelompok sekutu juga pernah menjadikannya sebagai basis utama untuk membebaskan Filipina.

Sewaktu itu, pulau kecil tersebut sempat mengalami perang dahsyat, yakni Pertempuran Morotai pada 15 September 1944. (Antara)

  3 Responses to “Bekas Perang Pasifik di Morotai Direkonstruksi”

  1. Strategis sekali kedudukan morotai bagi sekutu. saat inipun masih startegis jika akan digunakan bagi musuh NKRI dimasa mendatang. tempatkan sebagai pangkalan untuk BRIMOB sebagai arena pelatihan khusus.

    • Jika menilik dari sejarahnya, justru Jepang yang paling keranjingan membuat landasan pesawat di banyak pulau dari Filipina sampai ke Leyte… dengan tujuan akir menyerang Australia untuk memblokade armada USA… USA dan Australia yang memanfaatkan landasan2 peninggaln Jepang tersebut untuk melawan Jepang itu sendiri…
      Pulau adalah kapal induk yang tidak bisa tenggelam, itu yang dijadikan moto Jepang…

  2. Brilian jg sang Bupati menggali potensi wisata sejarah diwilayahnya!

 Leave a Reply