Home » Militer » Bela Negara Dalam Prespektif Strategi Pertahanan

Bela Negara Dalam Prespektif Strategi Pertahanan

Bandung, JakartaGreater   –  Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) M Herindra memberikan ceramah pembekalan kepada 446 Perwira Siswa Pendidikan Reguler Seskoad, pada Jumat, 26-2-2021 di Gedung Seskoad, Bandung, Jawa Barat.

Didampingi Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI AD ( Danseskoad) Mayjen TNI Dr. Anton Nugroho dan Dirjen Renhan Kemhan Mayjen TNI Budi Prijono, Wamenhan mengawali ceramahnya dengan dengan materi “Bela Negara Dalam Prespektif Strategi Pertahanan”, dengan menjelaskan perkembangan lingkungan strategis baik nasional, regional maupun global.

Wamenhan mengingatkan bahwa ancaman pertahanan negara saat ini sudah semakin kompleks, untuk itu TNI sebagai komponen utama pertahanan negara harus selalu siap terhadap berbagai kemungkinan termasuk kemungkinan perang, dirilis Situs Kemhan RI.

blank

Wamenhan M Herindra mengatakan :

  1. Berbagai potensi ancaman kedepan yang tidak hanya ancaman militer dan nir militer, tetapi juga ada ancaman Hibrida yang merupakan gabungan dari ancaman militer dan nirmiliter.
  2. Karenanya, menghadapi berbagai ancaman tersebut, salah satu kebijakan Kemhan dalam pembangunan untuk memperkuat pertahanan negara adalah dengan mengimplementasikan sistem pertahanan rakyat semesta, dimana dalam sistem tersebut melibatkan seluruh komponen bangsa termasuk rakyat dalam upaya bela negara.
  3. Terlebih, bela negara adalah hal yang sangat penting dalam sistem pertahanan rakyat semesta.
  4. Sebagaimana diamanatkan UUD 1945, bahwa bela negara merupakan hak dan kewajiban bagi seluruh warga negara Indonesia.
  5. Jika semua rakyat memiliki kesadaran bela negara, maka akan menjadi detteren effect atau efek gentar bagi pihak luar yang ingin mengganggu kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tinggalkan Balasan