Nov 032017
 

Sebuah prototipe (purwarupa) jet tempur canggih Gripen NG © Saab.com

Saat ini contoh mengenai Transfer Of Technology pembuatan Pesawat Tempur adalah melihat program akuisisi Gripen NG untuk Brazil.

Artikel ini didasarkan pada arsip Swedish Agency For Growth Policy Analysis bulan Maret 2017, bagus untuk melihat lebih dalam update dan scope proyek Gripen Brazil.

In September 2015, the Brazilian Federal Government signed a contract with Saab for the development and production of 36 Gripen fighter jets. In addition to those fighter jets (8 two-seater and 28 single-seater), the contract includes 2 simulators (level 7), a 5year logistics support contract, 10 planning and debriefing stations, missiles (WVR/BVR/Anti-radiation) and bombs (laser guidance and INS/GPS). The transaction value is around US $ 5.4 billion and also involves technology transfer to the Brazilian industry.

Nilai Gripen Brazil komplit (Tot, support dan rudal) adalah USD 150 million/unit dan program dilaksanakan +/- 10 tahun 2015-2025. Sedangkan program IFX adalah USD 2 billion/80 unit atau USD 25 million/unit ditambah biaya produksi IFX diperkirakan USD 75million/unit , sehingga total biaya IFX adalah USD 100million/unit, dilaksanakan dari 2012-2026.

These projects involve a dozen of Brazilian companies and public institutions and encompass knowledge transfer in areas such as composites materials, simulation, mission planning; computer based training systems, design, development and support of avionic systems.

TOT yang didapatkan Gripen Brazil di atas sepertinya bukan hal asing bagi Industri Penerbangan Indonesia. Composite Materials PT. DI dengan Polymer-Honeycom sudah biasa dikerjakan untuk surface aerostructure. Struktur Airbus A380 juga dibuat disini dengan memakai HPC Composite. Sedangkan Simulation, mission planning, computer based training system dan avionic akan dibahas lebih lanjut di bawah.

The production of the aircraft will take place in three phases. The first aircraft will be produced at Saab’s facilities in Sweden. At this initial stage, knowledge transfer will take place “on the job”, bringing together engineers from FAB and all central suppliers. In phase two, the aircraft will be produced at Embraer’s facilities in Brazil, which will make the final assembly under Saab´s supervision. Embraer will act as an assembler in this phase, given that Saab will provide all necessary parts for assembly. In the last phase, the aircraft will be totally assembled in Brazil, without Saab´s supervision. About 80% of the main structural components and fuselage of the Gripen NG will be produced in Brazil, such as wings, doors, and fuselage segments. Regarding Gripen’s aerostructures plant, Saab confirmed that it will be built in São Bernardo do Campo, in Greater São Paulo. Called SAAB Aeronautica Montagens (SAM), the facility will manage the supply chain and will produce subassemblies for both the production line in Sweden and in Brazil, such as the WINGSs and front and rear fuselage of Gripen.”

Dalam berita yang lain disebutkan bahwa pesawat no. 1 s/d 8 akan dikerjakan dalam phase 1 sedangkan sisanya adalah phase 2.

Produksi Gripen Brazil secara mandiri/phase 3 akan dikerjakan setelah no. 36. Wings, doors dan fuselage akan diproduksi di Brazil, yang menjadi pertanyaan adalah kenapa masih berbendera SAAB atau SAAB Aeronautica Montagens ? Apakah ini berarti SAAB berinvestasi membuat Pabrik di Brazil ?

Kita akan melihat konsep TOT IFX, apakah berarti KAI akan membuat Pabrik di Indonesia. Sepertinya hal inilah yang akan membedakan konsep TOT Gripen Brazil dengan IFX, dimana IFX secara keseluruhan akan memakai Pabrik dan Lini produksi milik perusahaan Indonesia sendiri.

Selain itu dalam Paragraf ini juga mengkonfirmasi bahwa produksi Wings dan Fuselage juga sama dengan skope TOT PT.DI pada proyek IFX. Kenapa hal ini perlu ditekankan karena beberapa anak bangsa sepertinya memandang rendah bahwa “IFX HANYA memproduksi wings dan fuselage” padahal diproyek lain (Gripen Brazil) juga berlaku sama seperti ini.

Embraer, the leader of the Brazilian aeronautic chain, and other suppliers directly involved in the Gripen NG Project (AEL, Atech, Akaer, Inbra and Mectron), classified as first tier (Tier 1) suppliers.

Exhibt 3.2 – COPAC’s ongoing offset agreement.

Source: Presentation “Monitoring offset agreements”. 21 November 2016. Brigadier Paulo Roberto de Barros. Presentation about COPAC. 27 May 2015.

The Tier 1 suppliers for the development of Gripen NG project are: AEL/Elbit (avionics), Akaer/25%SAAB (fuselage design), Atech/100%Embraer (flight simulation), Inbra Aerospace (production of structural parts of the wing, back and front parts) and Mectron (integration of intelligent armaments and the data-link on the aircrafts’ communication system).

Tier 1 penerima TOT dari Gripen Brazil menjadi gambaran mengenai kesiapan industri kita dalam TOT IFX. Kelebihan Industri di Brazil karena telah didukung oleh Industri Penerbangan Global seperti kepemilikan Elbit Israel pada AEL, Saham 25% SAAB pada AKAER. Apakah kepemilikan Saham Asing ini sebuah keuntungan atau kerugian?
Berpaling pada kesiapan Industri yang sama di Indonesia dapat kita petakan sbb :

  1. Avionics AEL, Apakah PT. Global Info dan PT. LEN siap menerima TOT.
  2. Fuselage AKAER dan INBRA, sepertinya PT. DI dengan pengalaman untuk Airbus dan Boeing mampu untuk hal ini.
  3. Flight Simulation, PT. TES, PT. DI dan PT. LEN sudah sangat berpengalaman untuk hal ini.
  4. Datalink dan Communication system MECTRON, PT. LEN dan PT. INTI harus berkolaborasi menggabungkan kedua resources untuk tecknologi ini.

Gripen Brazil yang sangat dibanggakan oleh banyak pemerhati teknologi militer di Indonesia layak bagi kita untuk melihat dan belajar apa yang menjadi skope pencapaiannya dan keuntungan yang didapatkan. Lebih jauh lagi menumbuhkan optimisme kita bahwa TOT IFX seharusnya MAMPU dilakukan karena tidak terlalu jauh dibandingkan dengan apa yang dilakukan oleh Gripen Brazil.

By : Senopati Pamungkas

jakartagreater.com

  215 Responses to “Belajar dari Pesawat Tempur Gripen Brazil”

  1.  

    Dua jempol buat bung SP …

  2.  

    Mantap paparannya bung SP! Pukulan telak bagi Gripen Mania.he3. Pemerintah pasti telah merumuskan sampai hal terkecil atas positive dan negativenya suatu akuisisi alutsista untuk TNI.

  3.  

    Gripen sebenarnya lumayan bagus multirole fighter medium, hanya yg jadi alergi adalah kampanye DR ttg gripen yg berlebihan yg bisa mengalahkan semua pespur, jika ada yg berlebihan dlm kampanye nya maka biasanya rawan mark up harga dan gede nya fee dari makelar kacang.

    Nah alangkah baiknya disini ada diskusi yg ilmiah yg penuh kedewasaan bukan diskusi dgn lontaran kata2 “BODOH” terhadap lawan diskusi.

    Oke kita colek saudara TN phd, bung Yuli, Jimmy, colibri, Indo elite dan semua yg hadir disini, selamat diskusi…

  4.  

    Knp brasil sdh terima yy type ng ya? kan blm diproduksi massal…

  5.  

    Bakal rame ini

  6.  

    Koreksi bung Senopati,

    Bagian Indonesia dalam project KFX / IFX adalah mengerjakan sayap, ekor dan pylon (cantelan), silakan lihat

    https://jakartagreater.com/prototipe-jet-tempur-kfxifx-diproduksi-2019/

    TOT SAAB : doors, wings, fuselage (pintu, sayap, struktur body)…

    TOT KAI : wings, pylon, tail fin (sayap, cantelan, sirip ekor)

    Pespur pintunya di mana ya ? Apakah canopy bisa dibilang pintu ? Apakah tutup tangki bbm di sayap dan fuselage bisa dibilang pintu.

    Kalau ya seperti itu maka untuk IFX kekurangan TOT adalah : fuselage dan doors.

    Untuk sirip ekor PTDI memang sudah punya pengalaman membuat untuk F16 jaman Pak Habibie

    Untuk sayap PTDI juga udah pengalaman bikin sayap jet Airbus.

    Nah yang PTDI belum bisa itu adalah membuat fuselage pespur dan canopy pilot.

    Jadi bagaimana kalau kita ambil dua2nya KAI dan swedia sehingga hasilnya Gripen versi double engine…kerjasama RI dan Swedia.

    Xixixixixi edisi ngayal.com

  7.  

    Koreksi bung Senopati,

    Bagian Indonesia dalam project KFX / IFX adalah mengerjakan sayap, ekor dan pylon (cantelan), silakan lihat di artikel jakartagreater tentang prototipe jet tempur kfx

    (komentar saya yang menyertakan link hilang)

    TOT SAAB : doors, wings, fuselage (pintu, sayap, struktur body)…

    TOT KAI : wings, pylon, tail fin (sayap, cantelan, sirip ekor)

    Pespur pintunya di mana ya ? Apakah canopy bisa dibilang pintu ? Apakah tutup tangki bbm di sayap dan fuselage bisa dibilang pintu.

    Kalau ya seperti itu maka untuk IFX kekurangan TOT adalah : fuselage dan doors.

    Untuk sirip ekor PTDI memang sudah punya pengalaman membuat untuk F16 jaman Pak Habibie

    Untuk sayap PTDI juga udah pengalaman bikin sayap jet Airbus.

    Nah yang PTDI belum bisa itu adalah membuat fuselage pespur dan canopy pilot.

    Jadi bagaimana kalau kita ambil dua2nya KAI dan swedia sehingga hasilnya Gripen versi double engine…kerjasama RI dan Swedia.

    Xixixixixi edisi ngayal.com …..

    Xixixixi

  8.  

    Koreksi bung Senopati,

    Bagian Indonesia dalam project KFX / IFX adalah mengerjakan sayap, ekor dan pylon (cantelan), silakan lihat di artikel jakartagreater tentang prototipe jet tempur kfx

    (komentar saya yang menyertakan link hilang)

    TOT SAAB : doors, wings, fuselage (pintu, sayap, struktur body)…

    TOT KAI : wings, pylon, fin ekor (sayap, cantelan, sirip ekor)

    Pespur pintunya di mana ya ? Apakah canopy bisa dibilang pintu ? Apakah tutup tangki bbm di sayap dan fuselage bisa dibilang pintu.

    Kalau ya seperti itu maka untuk IFX kekurangan TOT adalah : fuselage dan doors.

    Untuk sirip ekor PTDI memang sudah punya pengalaman membuat untuk F16 jaman Pak Habibie

    Untuk sayap PTDI juga udah pengalaman bikin sayap jet Airbus.

    Nah yang PTDI belum bisa itu adalah membuat fuselage pespur dan canopy pilot.

    Jadi bagaimana kalau kita ambil dua2nya KAI dan swedia sehingga hasilnya Gripen versi double engine…kerjasama RI dan Swedia.

    Xixixixixi edisi ngayal.com …..

    Xixixixi

    •  

      Era Pak Nurtanio … canopy si Kumbang bikin sendiri
      Thn 1970 an sebelum jadi IPTN … canopy LT 200 bikin sendiri
      *sesepuh engineer nya msh panjang usia

      •  

        Jng lupa bung LT-200 hasil pengembangan dari PL-1 yg dibeli blueprintnya sama PT Chandra Dirgantara.. Tp menarik nih peswat, sayang ga dilanjutin.. Di Era pak habibie banyak proyek pak Nurtanio dan pak Suharto yg di cancel.. Pak habibie lebih seneng mengawalinya dgn licensi sambil nyiapin pondasinya..

    •  

      Apakah fuselage KAI akan ditransfer ke PT. DI ? kita lihat nanti
      Minimal pengalaman fuselage CN series dan Copter, tidak akan gagap teknologi bila akan dilakukan TOT bagian ini

  9.  

    Koreksi bung Senopati,

    Bagian Indonesia dalam project KFX / IFX adalah mengerjakan sayap, ekor dan pylon (cantelan), silakan lihat di artikel jakartagreater tentang prototipe jet tempur kfx

    (komentar saya yang menyertakan link hilang)

    TOT SAAB : doors, wings, fuselage (pintu, sayap, struktur body)…

    TOT KAI : wings, pylon, fin ekor (sayap, cantelan, sirip ekor)

    Pespur pintunya di mana ya ? Apakah canopy bisa dibilang pintu ? Apakah tutup tangki bbm di sayap dan fuselage bisa dibilang pintu.

    Kalau ya seperti itu maka untuk IFX kekurangan TOT adalah : fuselage dan doors.

    Untuk sirip ekor PTDI memang sudah punya pengalaman membuat untuk F16 jaman Pak Habibie

    Untuk sayap PTDI juga udah pengalaman bikin sayap jet Airbus.

    Nah yang PTDI belum bisa itu adalah membuat fuselage pespur dan canopy pilot.

    Jadi bagaimana kalau kita ambil dua2nya KAI dan swedia sehingga hasilnya Gripen versi double engine…kerjasama RI dan Swedia.

    Xixixixixi edisi ngayal.com …..

    Xixixixixi

  10.  

    Tekhnology Gripen dan F.35 beda jauh kelasnya dan tentu saja semua hal mudah saja jika mau mengembangkan Gripen di indonesia sejak dari dulu. IFX/KFX yang diharapkan itu memiliki keunggulan daripada Gripen, Rafele, Typoon yang setara dg apa yang dimilki oleh F.35 dan SU.35.

    •  

      Saab Gripen sebenar sudah diberikan kesempatan Bung Alone. Tetapi malah membuat skandal tahun 2007 di Korsel. Karena penyuapan dan pembocoran tender. Sejak itulah SAAB Gripen keluar dari Korsel dan 2012 KAI resmi menggandeng PT. DI utk Kfx.

      oh iya, mungkin saya yg telolet..
      Saya enggak tahu asal muasalnya gimana / kenapa pembelian SU35 dilekatkan oleh kata-kata KickBack / Korupsi ??? Saya pernah baca analisa Bradley Wood – australian University mengenai hal ini ? apakah dasarnya DR/GI adalah tulisan orang ini ?

      Padahal sejarah SAAB sendiri penuh dengan skandal kickback ini di berbagai negara.
      Coba cek investigasi kickback presiden Duma, skandal Gripen Afsel, skandal Gripen Ceko

      •  

        Kalo bicara skandal di dalam proyek KFX ini udah emqng banyak skandalnya.. Salah satunya pemilihan Radar AESA utk IFX antara LIG Nex 1 sama hanwa thales..

        •  

          yg saya maksud skandal yg sdh terbukti di pengadilan, bukan rumor.
          Aesa LIG NEx dikembangkan utk FA50, dirasa kurang mampu utk KFX.
          Saya sendiri suka dengan Thales, salah satu yang bisa ngelahin raptor adalah rafa +aesa thales/rbe

          •  

            LIG Nex 1 udah ngembangin radar aesa udah lama bung,, prototipe udah jd dan digadang2 cikal bakal radar AESA IFX.. Hanwa Thales itu anak perusahaan Samsung,, yg merupakan perusahaan trbesar di korsel dan punya pengaruh besar di pemerintah korsel.. Ga aneh kalo LIG kepental,, sementara hanwa belom pernah ngembangin radar aesa..
            skandal lainnya di KFX,, salah satunya:

            “South Korean officials have opened an investigation into defense acquisition contracts for F-35 and KF-X aircraft pushed for by former President Park Geun-hye, who was sentenced to prison in March for abusing the power of her office, bribery, coercion and leaking classified information.”

            Dari pihak korselnya sendiri emang penuh skandal.. Agak miris kalo bicara skandal jd alasan..

  11.  

    saya sebenarnya lebih khawatir akan kemaampuan kita (pemerintah) dalm berkomitmen khusus soal dana pengembangan. kita semua paham bahwa dibutuhkan dana yang cukup besar untuk riset dan pengembangan. ketika kita gagal melaksanakan komitmen otomatis pengembangan akan tersendat. apalagi kedua negara sedang sama sama belajar untuk mengembangkan pesawat.
    TOT Gripen mungkin terlihat lebih “menjanjikan” tetapi disisi lain proyek KFX/IFX memberikan manfaat lebih besar dibidang kemandirian meskipun resiko gagalnya juga lebih tinggi.

    •  

      disitulah kadang saya merasa khawatir 😀

    •  

      Apakah hal ini berarti “ganti presiden ganti kebijakan/komitmen ??”
      Satu tantangan awal tahun 2015 (pergantian pemerintahan) sudah terlampaui dengan baik.
      Apakah 2019 komitment tersebut akan diteruskan oleh Pemerintah berikutnya ?
      wallahu alam

      •  

        @Bung SP. saya mau tanyak nih, perihal tersendatnya proyek dg pemerintahan Korsel untuk IURAN tahunan dalam anggaran multiyears di MENHAN untuk proyek IFX/KFX konon isunya (belum pelaku) ada satu janda bohay lagi cari jodoh dari EROPA sono ke indonesia janda itu sangat menggoda pak menhan karena sexy siap TOT sangat menggemaskan kalau tak salah namanya Tante Gripen….

        Mengingat pak menhan yang lama dan yang baru tentang cita rasa yang berbeda -beda maka menurut kabar menhan yang baru ini kelihatannya lebih tergiur kemolekan si janda GRIPEN dari swedia ini. heheheeee

        Gmana nurut Bung SP monggo dijawab?

        •  

          Bung Alone dan Bung Garuda Liar (sama topiknya mengenai anggaran IFX)
          Sebelumnya gambaran mengenai IFX secara umum sbb :
          tiga fase yaitu :
          1. Technology Development Phase (TDP) – selesai
          2. Engineering and Manufacturing Development Phase (EMDP) – 75% dengan finalnya adalah prototype 2019
          Pada fase ini Indonesia harus membayar +/- 2.2 triliun dimana sudah dibayar 560 miliar jadi kurang 1.6 t.
          3. Production Phase (PP).

          Jika kita menghentikan saat ini maka :
          1. kehilangan waktu dan penguasaan teknologi yang telah dirintis 5 tahun terakhir
          2. kehilangan uang sebesar 500 miliar lebih
          3. kehilangan Muka dan reputasi
          4. kehilangan investasi infrastruktur hangar, plant dan SDM.

          dan semua itu hanya karena KESALAHAN ADMINISTRASI
          Perlu diingat bahwa kewajiban ini jatuh tempo 30 Okt 2017 belum seminggu dari sekarang. Masih sangat wajar mengingat Korsel pernah menunda program ini setahun lebih karena politik. Dan Anehnya pesimistis dan issue “kudeta” proyek ini sangat santer (dari satu kaum saja sich sebenarnya)

          Komitmen tentang ini keluar dari langsung masih segar dari : Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Rabu (1/11), menjadi keynote speaker dan secara resmi membuka Forum Komunikasi Litbang Pertahanan ke 28 Tahun 2017 yang diselenggarakan oleh Balitbang Kemhan di Kantor Kemhan, Jakarta.
          Tema yang diusung forkom litbang ke 28 kali ini adalah “Menyatukan Kemampuan Nasional dalam Mendukung Pengembangan Pesawat Tempur KFX/IFX Guna Mewujudkan Kemandirian Alutsista”.

          Ibu Sri Mulyani sendiri saat dengan Komisi 1, tetap berkomitmen utk hal ini. APBN bukan harga mati, masih ada APBN perubahan.
          Bahkan dulu Sesepuh-sesepuh Warjager pernah mempunyai kepercayaan “dana siluman unbudgeted” .

          Kegenitan tante Gripen di atas penderitaan/kesalahan/kelemahan orang lain sudah biasa dan saya pahami menjadi Karakter Tante itu.

  12.  

    Ini bung SP mau melanjutkan pembahasan yg kemarin dgn saya. Tapi krn kalau bahasnya ditulis dikolom komentar, rasanya sia2 menulis makanya dia menulis artikel.

    Kmrn saya bilang pembelian sukhoi 50% cash tapi bung SP bilang 15% cash, saya ngotot tapi malah dapat bonus artikel. Jadi kemungkinan 50% ini ditujukan utk membahas offset sukhoi yg 35%.

    Nah yg dimaksud dgn investasi 35% MRO paparannya tidak sesederhana yg diucapkan diawal.

    Utk menangani proyek MRO butuh perusahaan2 lain yg menyuplai komponen2 kecil lainnya, ada juga tim analisisnya juga, baik progress maupun keuangan. Semua dipaparkan diartikel ini.

    Memang utk investasi rusia tidak berhubungan langsung dgn pihak yg menerima, selain itu investasi bisa juga perusahaan atau negara lain ikut invest. toh namanya juga investasi. Ini dilakukan supaya tidak terbelit sangsi dari AS.

    Jadi penjelasan panjang lebar yg ditulis bung SP itu memang sulit dikunyah oleh fansboy. Jadi fansboy atau para pecinta gripen jgn senang dulu. Dibalik bantal yang empuk ada pisau tajam, hati2 xixixi. Analisis singkat dr saya.

    •  

      Kalau cerita nya begitu …
      Mari semua nya dan bung tn phd, bung Yuli, bung Jimmy, bro colibri, bro indo elite, mbah hari dll kita mundur dari diskusi ini yuuk …

      Xixixi …

    •  

      Bukan begitu Bung WI.
      Artikel di atas murni niatan saya sharing info tentang Gripen Brazil dikaitkan dengan IFX. Artikel ini sudah saya Email 2-3 hari yg lalu.

      Untuk masalah Countertrade dan Offset SU35 adalah topik yang lain, mungkin akan terbit artikelnya.

  13.  

    SR Dulu Ahhh. Nunggu Dulu Biar Rame

  14.  

    Jgn mangaku mandiri jika pt di/pal blm bisa menciptakan mesin sendiri.

  15.  

    Selamat bung atas artikelnya, Apa boleh saya katakan bahwa bung SP sekarang berpaling dan jadi pemuja Gripen sebelum bermetamorfosis utk menjadi sales Gripen spt bung TN, PHD.?

  16.  

    Yah nongol lagi dia…kirain udah di banned selamanya…hadeuuuhhh knp dia musti balik sih…

  17.  

    wakakaka…penulis artikel ini kayaknya kagum sama gripen tapi malu malu ya..hehehe..ya udah..gak papa kok..kesombongan itu mmg payah dibuang..tapi klu udah nyadar..ya bagus lah..bukti kebenaran udah sampai ke jkjr..tak perlu malu lah..ayo sama2 kita dukung gripen buat pespur utama mjaga kedaulatan nkri..bukan sukhoi gasak downgrade pujaan pengemis kickback..daya gentar nihil boros bbm…

    •  

      Hadeuh Ini Lagi Ada Anak Buahnya DR. 😆 .Bung @Seno/Welleeehh. Mau Nanya Nih. Gimana Kabarnya SAAB Dlm Program T-X nya USAF?

    •  

      Hah ??? pengagum Gripen ???
      Busyet dech , anda Hantu Air Newbie disini apa apa belum tahu komen saya sebelum-sebelumnya ?

      Jika Anda baca secara kritis artikel di atas , Komen Bung Andre Syamsudin sudah menggambarkan isi artikel di atas.

    •  

      Masih mending hantu air beneran, ini orang mungkin hantu bantar gebang kalleee, mungkin loe kagak tau apa penyababnya pespur itu boros & apa penyebabnya pespur gripen itu irit & bisa ngawar ngiwir

      Hahhahaaaaa

    •  

      TNI udah semakin professional.. Non blok tetep dijaga.. Salah satu blok udah di lock biar bung@Jimmy seneng.. Xixixixixixixi

      Justru selanjutnya tetep ngejaga keseimbangan non blok..

      Industri Dirgantara Brasil bisa berkembang kaya skrng karena ngambil konsepnya dari indonesia.. Itu pak habibie sendiri yg ngomong.. Cuma sayang krismon 1997/98 jd pukulan telak utk industri Dirgantara indonesia..

    •  

      Bung Hantu Air, kalo menurut ane daripada Gripen, lebih bagus F-35 loh. Apalagi pespur2 buatan LM udah teruji, bahkan Raptor sekalipun (sayang gak boleh dijual). Menurut bung Hantu Air gimana, lagian senjata yg bisa diluncurkan pake Gripen bisa dipake di F-35 loh.

      Hhhhhhhhhh

      •  

        Helloooo. Sebelum Menawarkan Barang Kepada Calon User Pastikan lihat Dulu Banyaknya Budget Yg Di Miliki Oleh Buyer. 😛 Klau Katanya Si Hitam ‘Jangan Cuma Nguntungin Diri Sendiri. Tapi Untungin Jg Orang Lain’. Emang Kamu Mau TNI Kolaps Ngurusin Repair&Oprational Cost F-35 Yg Mahalnya Gk Karuan!.

        •  

          Budget F-35 B aja sekitar USD 125-128 juta dg senjata lengkap. Blok A malah lebih murah sekarang, turun harga 57% sekitar USD 85-88 juta, full spek dan dukungan teknis sekitar USD 108-110 jt. Semakin banyak yg beli maka semakin murah. Tradisi Indonesia dalam membeli pespur biasanya beli pesawat yg jumlah produksi nya banyak, sudah diproduksi sekitar 1000 unit biar harga belinya turun. F-35 sekarang yg beli/pesan belum sampai 1000 unit tapi ttp aja ratusan yg udah dipesan/beli dan bandingkan sama Su-35.

          Sekarang Ane tanya, dg dukungan yg sama/full spek dan ToT berapa harga Su-35 perunitnya yg dibeli Indonesia coba.

      •  

        Ternyata agato, menyisipkan dagangannya diantara celah celah ketiak gripen, jd begini agato, gue tanya, knp f35 loe katakan pespur siluman & apa yg mmbuatnya siluman?

        Kebetulan karna loe sales mati matian dr f35, kan gak mungkin gue tanya si wi, karna dia jwb kelaut ajja kalleeee

        Hahhahaaaa

      •  

        kalau senjata F-35 juga bisa diluncurkan gripen ya mendingan beli gripen lah, lebih murah dengan promosi gila2an… kalau senjatanya muat di F-16 ya mendingan beli F-16…

        •  

          Loe mau beli kok banyak banget macam macam mu broo, loe ini mau yg mana, mig35, gripen atau f16?

          Hahhahaaaa

          •  

            kalau saya jelas pilih beli Su-35… beli alat perang itu jangan nanggung…
            Musuh potensial itu bukan lagi pesawat capung atau pesawat sipil… tetapi pesawat top dunia, seperti F-18, F-15, Rafale, Typhoon dan F-22…

          •  

            Betul bung yuli, su35 adalah jawabannya, dalam artian hanya su35 lah yg mampu menangani semua jet tsb utk saat ini…jjka su57 telah lahir, maka jawabannya akan berbeda..bisa jadi su57 bakal jadi jet tempur tercanggih abad ini….raptor lewat, F35 go away, rafale enyah kau de muka bumi…haha

          •  

            Nah Nanti Klau Bisa Hawknya Klau Dah Pensiun Di Ganti Ama Sukhoi S-54 Ataugak Yak-130.

          •  

            Kemungkinan nya kecil bung…pengganti terkuat hawk adalah FA 50 bung !!!

          •  

            Hayooo… Masa Sih Sukhoi S-54 Di Tolak. Kan Klau Bener Itu Project Di Hidupin Lagi Pasti Itu FA-50 Gk Ada Apa-Apanya

          •  

            Bukan ditolak bung, intinya diganti dgn jet tempur apa saja sy suka, tp ya realitanya kan kandidat terkuat saat ini dan yg santer beredar kan FA50 ato Gripen bung…klopun diganti sm S-53 dan Yak-130 sy juga setuju bgt bung,..gitu bung jim

          •  

            Sorry S-54 i mean…

          •  

            Hahaha… Kan Itu Masih Saat Ini Bung. Nah Klau Misalnya UAC Kasih Tawaran Blueprint S-54 Gimana?. Ya Tapi Kagak Mungkin Juga Sih. Lha Wong Belinya Aja Ketengan. 😆

          •  

            Hahaha….tuh kan udah dijawab sendiri…tp dr hati yg paling dalam, sy suka produk rusia (semua produknya tanpa kecuali)…titik !!!

          •  

            Bukan Su-57 Bung. Tapi Sukhoi S-54 AKA Versi Mininya Su-37. 😆 Dan Menurut Saya Itu Hawk Cocoknya Diganti Ama HEAT Ataugak Yak-130

          •  

            iya saya baru ngeh… single engine…
            Tetapi USA biasanya tidak akan membiarkan pesawat eropa bisa melenggang berjualan di mari bung… kecuali kalau ada isianya yang berbau USA… untuk alasan bisa dilakukan sangsi apalah…

          •  

            Setelah mrk bubaran? Kemudian italy mmbayar teknologi cetak birunya 70 juta dollar

            Hahhahaaaa

        •  

          Iya makanya kemaren kita beli F16 block 25 id..walaupun 2nd…tapi mampu menggunakan AMRAAM dengan maksimal..setahu saya…

        •  

          Kalo senjata Su-35 bisa dipake di pespur macam MKM/MKI kenapa Indonesia malah milih Su-35?? Senjata yg mematikan akan lebih baik untuk dipake di pespur yg lebih maju dan lebih baik kan?? Makanya walo harga Su-35 lebih mahal dari Su30 MKM series atau Su-30SM2 tapi pasti ente bakal nyaranin beli Su-35 yg karakteristik nya lebih bagus dari model sebelumnya. Ya begitu juga dg F-35. Gripen NG/F-16V sama2 udah pake AESA dan kemampuannya bagus tapi untuk perang di masa depan, F-35 masih jauh lebih unggul. Makanya kalo orang/organisasi macam TNI yg menginginkan produk terbaik ya tentunya harga bukanlah masalah, kecuali kalo Ente mikirnya barang yg murah, pake AESA dan semua senjata barat bisa dipake. Kalo cuma itu aja ya pake aja Tejas, bentar lagi tuh pespur pake AESA dan pastinya bisa aja kompatibel sama semua senjata barat termasuk meteor. Tapi ya itu tadi, kalo pengennya yg murah aja.

          Hhhhhhhhhh

    •  

      Kog bingung boros bbm…@hantu air.. diindonesia saja yg punya rubicon aja udah ribuan..full tank 1 jt itu..dan biasa2 aja…hehhehe

  18.  

    Aku baca berita di suatu Web berita Nasional menyatakan Bahwa Indonesia Gagal bayar Tahunan untuk project KFX/IFX tahun ini. nah bagaimana tuh kelanjutanya proyek kita?

    •  

      Kelaut ajjaa

      Hahhahaaaa

    •  

      Ada artikel sebelumnya yang mungkin berkaitan, dimana ketika menham meminta dana untuk project KFX/IFX dan disemprot sama Menteri keuangan…
      Sudah di jelaskan di beberapa artikel efeknya adalah program yang tertunda atau makin molor..

      •  

        Nah Makannya Untuk Mengantisipasi Bila Proyek Tsb Gagal. Maka Harus Ada Rencana Cadangan Yaitu Ikut Dgn Proyek Pembangunan Pesawat Gen 5 Antara UAE Dan Rusia.

        •  

          Pesawat gen 5 yg gimana pula itu broo

          Hahhahaaaa

        •  

          memangnya UAE mau ganti haluan bung??? bukanya doski deket bingit sama group sebelah???

          •  

            Entahlah Bung. Tapi Akhir-2 Ini Mereka Jadi Lebih Deket Ke Timur

          •  

            Mungkin itu strategi dr barat agar dpt tot dr hasil pembelian produk timur…setelah semua ilmu didpt, pst akan kembali ke pangkuan as…klo mau balik haluan itu ga semudah itu spt nya…dan rusia pun sdh mengetahui akan hal itu…sy yakin !!!

          •  

            Saya lebih yakin karena efek perang Suriah bung Seven… mereka seperti disuguhi promosi alat perang yang efektif dan sangar…
            tetapi saya juga yakin kalau sekarang USA sedang berpikir keras bagaimana caranya bisa mendapatkan pespur unggulan Russia… biasanya mereka baru bisa merasa percaya diri setelah bisa mendapatkanya dan mengetahui jeroanya…

          •  

            Semua kemungkinan bisa terjadi, yg lbh tau ya mrk sendiri, tp dr efek perang suriah betul jg, saban hari hari ada aja armada tempur rusia beraksi di sana, jd mrk berniat utk mencoba membeli, tp pst ada hal lain yg mrk inginkan dr pembelian su35 dan s400 ini…bukan hanya sekadae suka atau butuh, ada niatan lain spt nya…saya rasa spt itu…

          •  

            Tapi Tenang Aja Kok. Soalnya Itu Alutsista Untuk Negara Tertentu Sudah Melalui Berbagai Modifikasi.

          •  

            Justru di modif ya bung? bukannya di downgrade? artian modifikasi disni spt apa?

          •  

            saya pernah baca artikel kayaknya tahun 2015, saat Arab Saudi tertarik membeli S-400 kala itu, dari Irak dibilang, kalau beli senjata dari USA itu parah down gradenya… termasuk teknologi sensitifnya dipretelin dan untuk alat tertentu bahkan ga mau menjual, seperti THAAD yang super alot sehingga akirnya membuat mereka membeli S-400…
            Paling gampang dilihat ya MBT Abrams, versi eksport nya tanpa depleted uranium yang terbukti jebol di Irak maupun di Yaman…

          •  

            @bung seven, kalau USA di pretelin… ga tau kalau versi Russia, mungkin perangkat sensitif masih tetap digunakan tetapi tidak full, semacam PCB perangkat sensitif yang berbeda dengan yang versi asli… ada beberapa modifikasi yang menurunkan beberapa kemampuan tetapi masih terukur… atau mungkin ada vitur yang di lock, kalau di permesinan menurunkan kemampuan pada 90%, 80%, 70%… dan tidak mungkin di bongkar karena akan merusak alat itu sendiri untuk menjaga kemungkinan di oprek atau di kopi….
            Makanya saya tidak pernah percaya dengan teknik copy China, karena teknologi sensitif itu sebenarnya tidak bisa semudah itu dibongkar dan ditiru, satu2nya cara ya mengira2 atau mencoba membuat versinya sendiri yang tentu saja kurang valid…
            Berbeda dengan hardware yang lebih mudah dipelajari, dan mudah di copy, bahkan bisa sama persis dengan aslinya, bahkan bisa menggunakan bahan yang lebih baik

        •  

          Belajar pengalaman dari indihe itu sangat menyakitkan.. Xixixixixixixi

  19.  

    Aneh project fighter Brazil sebenarnya… Rafale dulu sempat jadi pemenang kabarnya pada kompetisi fighter project F-X2 brazil… Pd september 2009 presiden brazil Luiz inacio lula da silva mengumumkan Rafale menang sebelum kompetisi berakhir…Saab dan Boeing sama-sama marah, dan kemudian Lula menyatakan bahwa pemerintah akan menunda keputusan F-X2 sampai presiden yg baru berkuasa??

    Lalu Januari 2011, presiden baru Dilma Rousseff melirik yg lain karena Rafale dirasa kemahalan dan akhirnya melirik Boeing dan Saab mencari pilihan yg lebih murah… Boeing pun sebenarnya punya peluang besar dibanding gripik waktu itu tapi Masalah transfer teknologi mempersulit tawaran Super Hornet… Wah, Jadi inget sm F-16 indihe dasar emang pelit si Asu… Dan pilihan pun jatuh ke Saab selamat… Selamat… Ehh sekarang salesnya ngincer IFX disini setelah Sukro… Liat aja markas kaum Gripikiyah banyak artikel IFX dibanding sukro sekarang wkkkk…

    Tetot emang keknya jadi janji manis saab buat memperlancar dagangan… Entah dng yg lain kalau korsel menurut sy gak pelit kok, liat LPD/SSV kita yg dibeli pinoy kemaren itu hasil tetot dari korsel, yg pelit itu sekali lagi yg bilang diatas tuh Asu sudah janji mo bantuin penuh sampe korsel borong banyak siluman gendut tapi ga tahunya cuman janji palsu :v

    Kalau rusia hmm… kalau belinya banyak kek indihe mungkin… tapi entah indonesia belinya dikit jadi ga usah di bahas wkkkk… yg jelas dari project F-X2 brazil, KFX korsel dan Viper indihe yg ketauan super pelit tuh si asu xixixi….

    •  

      Saya ada kutipan dari kompas… sepertinya memang begitu…

      http://internasional.kompas.com/read/2012/02/13/14000180/Brasil.Kemungkinan.Besar.Pilih.Rafale

      Dari segi harga, Super Hornet buatan Boeing akan menjadi pesawat paling murah dibandingkan Rafale atau Gripen. Namun, pertimbangan Brasil tidak hanya menyangkut harga, tetapi juga kesediaan negara pembuat pesawat itu melakukan transfer teknologi pesawat tempurnya sehingga akan mendukung industri dirgantara dalam negeri Brasil.

      AS selama ini dikenal pelit menjual teknologinya kepada negara lain. Brasil juga pernah punya pengalaman pahit dengan AS yang melakukan veto terhadap rencana Brasil menjual pesawat tempur ringan Super Tucano buatan pabrikan Embraer asal Brasil ke Venezuela pada 2006 dan 2009. AS bisa menghalangi transaksi tersebut karena pesawat-pesawat Embraer mengusung teknologi buatan perusahaan-perusahaan asal AS.

      •  

        Wah, korban embargo sm kek kita yah hahaha… Tukino aja dilarang di jual, Ga kebayang kalau indihe ambil Viper nanti gimana kalau mo di jual yah wkkkk… KFX pun sekarang beralih ke eropa buat mengejar teknologi inti yg dulu dijanjikan tapi akhirnya ga dikasih sm Asu… Sy jadi teringat sm System sam korsel Cheolmae sam, hasil kerjasama dng Almaz antey… Korsel kan negara sekutu dekat Asu, kenapa ga ambil System Asu tapi malah bermitra dng Almaz antey yg dari rusia?? Padahal tetangganya jepang membuat system Sam baru Chu-sam berdasarkan teknologi patriot Asu ?? Mungkin harganya mahal atau Mungkin ada pilih kasih Asu sesama sekutu jepang di kasih tapi korsel nggak, liat kasus Turki yg beralih Ke S 400 kabarnya juha setelah ditolak sm asu sehingga turki beralih ke S 400… Aneh juga sebenarnya ini Cheolmae sam, System sam yg berdasarkan teknologi Rusia pd sekutu dekat asu haha… Coba dulu Korsel ga pilih si Loket buat KFX yah xixixi… Tapi keknya Kalau beralih semua dari si asu pasti bakal marah sih asu dan menekan korsel… Ya sudahlah sekarang korsel lagi mencari Alternatif ke eropa untuk teknologi yg tidak dikasih sm asu… sy masih percaya dng Project ini… Soalnya kita sudah barang bukti niat baik Tot dari korsel ke kita yaitu LPD/SSV

        •  

          Korea selatan pun sebenarnya sedikit tidak percaya dengan USA bung fnc… seperti mengenai artikel Tank K2 yang berawal dari kekawatiran pasokan senjata dari USA dimasa depan… misal USA sudah tidak mau menjual persenjataan atau suku cadang dan lainya… tetapi tetap membutuhkan dasar untuk memastikan pesawat ini bisa dirakit dan bisa siap tempur, sebagai mitra kuat USA, jelas langkah pertama pasti bekerja sama dengan USA, ketika mentok akan beralih ke eropa… setelah bisa membuat dan mandiri baru melakukan kemandirian total…
          Saya yakin USA tidak akan begitu saja membiarkan project dilakukan dengan pihak seterunya, karena pespur akan berpengaruh ke kondisi pasar, semakin minimnya muatan barang USA didalamnya mereka tidak akan bisa melakukan kontrol, dan itu jelas bisa mengakibatkan persaingan dengan barang jualan USA itu sendiri dan itu jelas sangat tidak disukai, apalagi kalau sampai jeroanya mengandalkan produk seteru utamanya…

    •  

      Bung Fnc dan Bung Yuli,
      Sebenarnya yang menyebabkan kekalahan Boeing dari SAAB di Brazil adalah :
      Boeing ketahuan telah dibantu oleh pemerintah USA memata-matai/spionase melewati NSA.
      Hal ini menyebabkan Pemerintah Brazil marah besar, dan serta merta memilih SAAB.
      Pada saat itu Brazil dipersimpangan jalan apakah memakai doktrin double engine ataukah single engine.

      Akan tetapi keputusan memilih Gripen (dengan emosi) di analisa beberapa forum merupakan kesalahan fatal Brazil di masa yg akan dating dan keuntungan luar biasa Gripen.

      Kenapa ?
      Negara Brazil adalah Tanah luas membentang membutuhkan Pesawat dengan combat radius dan range yang jauh. Hal ini juga karena posisi kota-kota border yang berjauhan dan masih banyak dikelilingi hutan dan pegunungan/dataran tinggi.
      Pemilihan Gripen dengan radius dan range yg relative pendek, akan memaksa Brazil berinvestasi lebih dalam dengan menambah jumlah pesawat, air tangker dan bandara-bandara di sepanjang border nya.
      Saya hanya share inti beberapa diskusi mengenai hal ini, benar tidaknya tidak ada yg 100% .
      Secara pribadi saya menilai karasteristik marketing SAAB adalah nantinya Brazil dari a – to z akan terikat produk-produk SAAB untuk menselaraskan NCW yang akan dibangun terkait Gripen ini, baik itu system radar, air defence, telekomunikasi dll. semua akan mengacu pada produk SAAB.

      •  

        Walah2 begitu toh pantesan ckckck…

      •  

        Terima kasih untuk pencerahanya bung SP, saya belum mempelajari artikel2 tentang kemenangan SAAB Gripen di Brazil, dan sepertinya itu menjadi salah satu hal yang sangat dibanggakan oleh SAAB…
        Gripen sebelumnya banyak diibaratkan seperti ikan piranha yang berbahaya ketika melakukan peperangan dengan cara keroyokan… tetapi tidak tahu apakah itu hanya istilah yang diciptakan untuk mendongkrak reputasi ataukah ada alasan lain… karena kalau dari artikel yang saya baca justru Gripen adalah pesawat tempur yang tidak pernah menmbakan rudal sejak tahun 1960 di medan perang…
        Sepertinya doktrin pesawat tempur menengah ringan sepertinya lebih cocok untuk negara2 yang wilayah udaranya kecil seperti negara2 eropa…

        •  

          Mungkin salah satu alasanya mereka pilih gripik karena tetangga2 mereka pespurnya masih seadanya haha… Liat tetangga kita gahar2 pespurnya, Apalagi langit di region asia tenggara di masa depan bakal dipenuhi pespur2 kek F-35 kangguru dan J -31 cina jadi mau tidak mau kita harus punya pespur antidotnya bung @yuli… Tapi sy setuju dng bung senopati super hornet itu cocok buat di wilayah langit luas seperti brazil sebenarnya di banding gripik… Tapi sayang jualannya pake acara Spionase si Boeing, Udah pelit doyan mata2 lagi haduh dasar asu…

  20.  

    Selamat bung seno atas artikelnya…semoga semakin josss!!..

  21.  

    Lorena?
    Simpatik?
    Safari Darma Raya?
    Dahlia?
    Gunung Harta?
    Indonesia Abadi?

  22.  

    Artikel ini bener2 jadi pencerahan, saling mengisi dan memahami, akhirnya sy tambah Ilmu tingkat dewa … okeh

  23.  

    Jika ifx berlanjut baik, kira2 ada ketergantungan dgn amerika tidak? Semisal kita boleh menggunakan IFX dlm konfrontasi pihak lawan? Di embargo sparepart nya

  24.  

    Jika ifx berlanjut baik, kira2 ada ketergantungan dgn amerika tidak? Semisal kita tdk boleh menggunakan IFX dlm konfrontasi pihak lawan? Di embargo sparepart nya

  25.  

    utk IFX … sy kira bisa dipertimbangkan kita ambil tekno dari SU35, mumpung kontrak resmi blm sign, minta tot utk mengisi kekurangan bikin IFX … artinya kita minta tlg Rusia bantu supervisi beberapa bagian IFX, bisa material logam, landing gear dll.
    Kita sdh punya SDM + desain + alat produksi PT DI, duit dari Menkeu msh bisa turun, pengalaman PT DI sdh oke buat jig & fixture … bikin fuselage IFX jg bukan hal yg sulit, ilmu fly by wire sdh oke, kemampuan Industri nasional pun sdh oke, ITB jg sdh faham teori & praktek MiG 21.
    Engine harus jujur kita msh impor, pilihan cukup byk di pasar dunia, bisa Perancis, Inggris, Russia, Amrik ato China … sekarang tinggal diperlukan kesungguhan utk sinergi seluruh perangkat Pemerintah, BUMN, Universitas, Industri Swasta utk melahirkan IFX, kita hrs menghargai para perintis penerbangan Indonesia yg pada jamannya telah mampu bikin sendiri pswt tempur dg peralatan se adanya … uppss jgn lupa plis dipertimbangkan jg hasil diskusi kaum warjag dimari … xixixi

  26.  

    kalo beli f 16 v dapat tetot apa donk?

  27.  

    kok gak ada yg minat ma fc 31 yak?