Jul 132018
 

Pesawat terbang tanpa awak MQ-9 Reaper di Afghanistan © US Air Force via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Belanda berencana menandatangani perjanjian pembelian empat unit pesawat terbang tanpa awak (PTTA) MQ-9 Reaper minggu depan, menurut 2 orang yang akrab dengan pembicaraan tersebut mengkonfirmasi kesepakatan yang tertunda karena keterbatasan anggaran, seperti dilansir dari laman Reuters.

Sebuah Surat Perjanjian untuk pesawat pengintai dapat ditandatangani minggu depan di Farnborough International Airshow di luar London, kata narasumber yang meminta agar namanya dirahasiakan.

Kesepakatan untuk drone MQ-9 Reaper yang dibuat oleh General Atomics yang berbasis di California, pertama kali disetujui oleh Departemen Luar Negeri AS pada tahun 2015, ketika menyebutkan harganya sekitar $ 339 juta.

Pameran dirgantara itu biasanya ditandai dengan perlombaan untuk pesanan pesawat komersial antara Boeing Co dan Airbus, tapi pada tahun ini Presiden AS Donald Trump mendorong inisiatif “Buy American” yang bertujuan bisa menarik miliaran dolar dalam penjualan alutsista bagi perusahaan AS.

“Kami akan membeli empat Reaper. Baru-baru ini surat dikirim ke parlemen. Surat perjanjian itu adalah rintangan terakhir”, kata jurubicara Kementerian Pertahanan Belanda Peter Valstar. Dia mengatakan bahwa penundaan itu bukan karena oposisi politik tapi karena alasan anggaran.

Pada bulan April, pemerintahan Trump meluncurkan perombakan kebijakan penjualan senjata sehingga lebih mudah untuk menjual senjata buatan AS kepada negara sekutu. Namun, orang-orang mengatakan bahwa penjualan keempat Reaper, peralatan terkait, suku cadang dan dukungan logistik tidak terkait dengan inisiatif kebijakan baru itu.

Pemerintah Belanda menyatakan niatnya untuk membeli MQ-9 pada tahun 2016 sebagai bagian dari program PTTA MALE (Medium Altitude Long Endurance). Kesepakatan itu ditentang oleh sejumlah anggota parlemen Belanda pada tanggal 5 Juli.

Juru bicara General Atomics mengatakan bahwa perusahaan menghargai hubungan yang mereka miliki dengan Angkatan Udara Belanda dan berharap melanjutkan hubungan itu karena Belanda bergabung dengan pengguna MQ-9 NATO lainnya seperti Inggris, AS, Prancis, Italia dan Spanyol.

Bagikan:

  8 Responses to “Belanda Diperkirakan Segera Teken Kontrak MQ-9 Reaper”

  1.  

    test

  2.  

    ini mungkin yang dimaksud lek joko drone…!!!

  3.  

    dulu janjinya akan ada 3 drone di tiga wilayah indonesia.dan kalau ga salah dulua akan terbang seminggu sekaleee.

    ga tahu waktu itu yg janji siapa yaaaa

  4.  

    Masa Airbus gak bs membuat platform yg sama? Malah eropa lbh tergantung buayan AS.

 Leave a Reply