Feb 042019
 

Balarusia akan segera menerima pesawat tempur Su-30SM pesanannya dari Rusia. Sebenarnya pengiriman akan dilakukan akhir tahun 2018, namun tertuda akibat sangsi yang diterima Rusia.

Sangsi terhadap Rusia tersebut menghambat produksi sistem radar kontrol penembakan, yang akhirnya mengharuskan Rusia memproduksi sendiri bersama mitranya.

Su-30SM untuk Belarusia sebenarnya merupakan pesawat tempur pesanan Polandia, namun batal dan Polandia lebih memilih pesawat tempur buatan Barat. Su-30SM akhirnya di akuisisi oleh Belarusia dengan nilai pembelian yang dirahasiakan.

Belarus memesan 12 pesawat tempur Su-30SM – yang nantinya akan menggantikan pesawat tempur MiG-29. Pembelian ini menjadikan Belarusia sebagai negara kedua bekas republik Soviet (setelah Kazakhstan) yang menjadi klien perusahaan Sukhoi Rusia. Negara bekas Soviet lain yang tertarik membeli pesawat tempur Rusia adalah Armenia.

Su-30SM adalah pesawat tempur multirole dari generasi 4+. Dikembangkan sebagai pesawat tempur superioritas udara dan kemampuan serangan darat, Su-30SM dilengkapi dengan rudal udara ke udara dan bom amunisi presisi.

Su-30SM menggunakan dua mesin Saturnus AL-31FP dengan daya dorong vektoring 2 Dimensi (dikombinasikan dengan sayap canard depan), memberikan S-30SM kemampuan manuver yang hebat.

Su-30SM mampu mengangkut hingga delapan ton persenjataan (bom, rudal udara-ke-udara dan rual udara-ke-permukaan). Pada ujung sayap ditempatkan tabung peperangan elektronik SAP-518 dan di lengkapi radar N- 011M Bars.

Kecepatan maksimum Su-30SM adalah sekitar Mach 2 dengan jangkauan 3000 km. Su-30SM juga memiliki opsi pengisian bahan bakar di udara untuk lebih memperluas jangkauan tempurnya.

defence24

 Posted by on Februari 4, 2019