Apr 292018
 

Jet tempur multiperan Su-35S Flanker-E Angkatan Udara Rusia. © Russian MoD via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Menteri Pertahanan AS Jim Mattis memperdebatkan keringanan untuk membiarkan sekutu dan mitra AS menghindari sanksi karena membeli senjata dari Rusia. Langkah itu bisa termasuk memberi Turki dan India izin pembelian sistem pertahanan udara S-400 yang canggih, seperti dilansir dari laman Military.com.

Dalam sidang Komite Angkatan Bersenjata di Senat AS pada hari Kamis, 26 April, Jim Mattis mengatakan “pengecualian keamanan nasional” harus dilakukan demi CAATSA untuk kepentingan jangka panjang AS.

“Ada beberapa negara di dunia yang mencoba untuk berpaling dari senjata dan sistem yang sebelumnya bersumber dari Rusia”, katanya.

Negara-negara yang sama, katanya, saat ini perlu menjaga jalur pasokan terbuka dari Moskow untuk mengisi kembali sistem warisan mereka.

“Kita hanya perlu melihat India, Vietnam dan beberapa negara lain untuk mengakui bahwa pada akhirnya kita akan menghukum diri kita sendiri di masa depan dengan kepatuhan yang ketat kepada CAATSA”, kata Mattis.

Mattis pun mencontohkan Indonesia, yang telah menjadi bagian yang semakin penting bagi strategi keseluruhan di Asia Tenggara dalam pemerintahan Trump.

“Indonesia, misalnya, berada dalam situasi yang sama, mencoba beralih ke lebih banyak pesawat tempur kita, sistem pertahanan kita, tetapi mereka harus melakukan sesuatu untuk mempertahankan legacy militer mereka”, kata Mattis.

CAATSA disahkan oleh Kongres tahun lalu untuk menghukum Rusia atas invasinya ke Crimea, yang memberikan dukungan kepada separatis di Ukraina, dan keterlibatan di Suriah. Presiden AS Donald Trump meragukan sanksi terhadap Rusia, dengan enggan menandatangani RUU tersebut Agustus tahun lalu.

Mattis meminta Kongres untuk memasukkan “pengecualian keamanan nasional” dalam Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional untuk tahun fiskal 2019 tetapi tetap mengakui bahwa penjualan sistem S-400 Rusia menyebabkan banyak kekhawatiran.

Presiden Rusia Vladimir Putin berada di Ankara pada awal bulan ini untuk memperkuat usulan penjualan sistem S-400 senilai $ 3 miliar, yang disebutnya sebagai “pembunuh F-35” alias “F-35 killer” bagi sekutu NATO yakni Turki.

Sekutu AS dan NATO telah memperingatkan Turki bahwa sistem S-400 tersebut tidak kompatibel dengan sistem NATO lainnya, namun Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah bersikukuh pada kesepakatan itu.

Pekan lalu, Asisten Menteri Luar Negeri AS Wess Mitchell mengatakan kepada Komite Urusan Luar Negeri bahwa Turki mempertaruhkan sanksi di bawah CAATSA, dengan menambahkan bahwa itu juga dapat diputus dari membeli Joint Strike Fighter F-35.

India juga berada di tahap akhir dari potensi $ 5 miliar untuk mengakuisisi sistem rudal S-400, yang dijuluki sebagai Sa-21 Growler oleh NATO. India memulai tawar-menawar dengan Rusia pada penjualan S-400 setelah saingan regional China menandatangani pembelian sistem S-400.

Bagikan :

  31 Responses to “Beli Su-35, Mattis Ingin Indonesia Tidak Kena Sanksi”

  1.  

    Maju terus alutsista indonesia

  2.  

    a…ha…pantes su 35 lama…

  3.  

    Hidup Perjaka Mattis hidupnya didedikasikan utk mempelajari sejarah dan peperangan.

    sungguh Sufinya para Ksatria.

    xaxaxa

  4.  

    bapak ini baik ya sampai segitunya perhatian sama indonesia……..

  5.  

    Lalu DR Mencak2 Daganganx Nggak Laris

  6.  

    Kalau su 35 mungkin tidak kena sanksi tapi kalau s 400 mungkin ya kena sanksi

  7.  

    Mantap, mumpung gak ada sanksi ayo borong yang banyak pak menhan

    dan itu program IFX jangan di hambat2, ntar kalau Indonesia beralih ke medium fighter Rusia lagi AS bisa kehilangan pasar lagi

  8.  

    no sukro no party

  9.  

    Btw jangan mikir alutsista terus bro inget pembangunan luar jawa biar gak di kira javanisasi padahal kita sering bayar pajak dan di kasih keluar jawa hiks hiks

  10.  

    just doing usual bussines jokowsky……..jajajajajaja

  11.  

    Saat ini Indonesia memiliki 16 pesawat tempur Su-27SK/SKM dan Su-30 MK/MK2. Hingga 2024, akan ada delapan skuadron yang berisi 16 unit pesawat tipe “Su” per skuadronnya. Kemungkinan skuadron tersebut akan diisi oleh pesawat unggulan saat ini, yakni Su-35

    https://id.rbth.com/news/2015/02/10/tni_au_berharap_pemerintah_setujui_pengadaan_sukhoi_su-35_26809

    validkah ini berita?

  12.  

    ASU OH ASU,selalu mencampuri urusan negara lain.emangnya RI beli sukoi pake duit dia apa?
    Maunya dagangan dia aja yang dibeli.Ban***t

  13.  

    haha kasih sangsi aja indonesia , tpi jangan salahkan indonesia kalau semakin dekat sama papa putin .
    Negara kok sukanya ikut campur urusan negara lain, giliran urusan negaranya di campuri negara lain kaing kaing kyak anak anjing

    •  

      Amrik kan butuh Indonesia, ntar siapa yg bayarin utang amrik kalau bukan Indonesia?, tuh sudah di sediain freeport oleh Indonesia … wkwk

      •  

        yah, tapi mereka bisa ambil jalan pintas bung untuk menghapus hutang… lha presiden AS aja mereka bunuh… agar hutang emasnya hilang jejak…

  14.  

    haha kasih sangsi aja indonesia , tpi jangan salahkan indonesia kalau semakin dekat sama papa putin .
    Negara kok sukanya ikut campur urusan negara lain, giliran urusan negaranya di campuri negara lain kaing kaing kyak anak Anj**g

  15.  

    Akhirnya memang terbukti S400 bikin ketakutan amrik dan dianggap senjata pembunuh f35 siluman ala amrik … 😀

  16.  

    Ikut ikut aja koment ini negara

  17.  

    Sebenarnya kita ini mau beli produk amerika karena harganya mahal dan sering trouble jadi gak beli produk mereka deh

    😎 huehuehue

  18.  

    Indonesia jangan banyak beli dari barat

 Leave a Reply