Apr 242017
 

Great Wall China (Samxli)

Beijing – Pemerintah China telah menandatangani kesepakatan kerja sama perhubungan dengan 130 negara yang terlibat dalam inisiatif “Satu Ikatan, Satu Jalan” (Belt and Road) yang digagas Presiden Xi Jinping, termasuk dengan pemerintah Indonesia.

Juru bicara Kementerian Perhubungan China, Wu Chungeng, mengatakan bahwa kesepakatan yang ditandatangani selama lebih dari tiga tahun itu meliputi proyek pembangunan jalan kereta api, jalan raya, jalur pelayaran, jalur penerbangan, dan pelayanan kantor pos.

“Konektivitas transportasi dibangun sebagai bagian dari upaya implementasi ‘Belt and Road’,” katanya sebagaimana dikutip media resmi setempat di Beijing, 21/4/2017.

Negara berpenduduk terbesar di dunia China membuka 356 rute internasional untuk penumpang dan barang, sedangkan pelayanan transportasi laut telah melingkupi nagara-negara di sepanjang kawasan “Belt and Road”.

Wu juga menyebutkan setiap pekan tercatat 4.200 penerbangan langsung dari China ke 43 negara yang terlibat dalam inisiatif “Belt and Road” itu.

China masih terus akan menjalin kerja sama perhubungan terkait perencanaan dan standar pendukung transportasi, pembangunan rute transportasi darat dan laut, serta meningkatkan kualitas transportasi internasional.

“Belt and Road” yang diprakarsaii Presiden Xi merupakan penyatuan jaringan lintasnegara di Asia dengan negara-negara di Eropa dan Afrika serta mendorong pembangunan demi kesejahteraan negara-nengara yang terlibat dalam inisiatif itu.

Pada pertengahan bulan depan digelar Forum Kerja Sama Internasional Belt and Road di Beijing. Presiden Xi akan membuka forum yang rencananya dihadiri Presiden Indonesia Joko Widodo, Presiden Turki Tayyep Erdogan, Presiden Rusia Vladimir Putn, dan 23 kepala negara atau kepala pemerintahan lainnya, demikian pernyataan Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam konferensi pers di Beijing awal pekan ini.

Antara

Bagikan Artikel:

  13 Responses to “Belt and Road : China Teken Kerjasama 130 Negara”

  1. kok bisa ya orang jahat menang

    • Menentukan pemenang hanya ketika pertandingan telah usai…

      menyangkut artikel diatas pihak mana yg dimenangkan dan siapa yg dikalahkan ???
      Yg namanya kerjasama adalah saling membutuhkan dan saling menguntungkan…

      • Puruhita@apa yg diomongin cintia ada benarnya…anda saja yg gagal nangkep pesan yg dibawanya..permainan China antara cerdik dan licik…tergantung siapa yg nyampein,kl dia sekutunya bilang cerdik,tp bagi yg bersebrangan China brmain LICIK

  2. Satu dua tiga empat lima

  3. kok bisa ya pengemplang pajak sukses

  4. kenapa kok bisa
    dimana hati nurani kamu,anda,saudara
    apa tidak bisa melihat
    mana yg bekerja……..
    mana yg bisa,yg penting uang….

  5. tok

  6. Pada akhirnya mempererat pertemanan jadi alternatif politik utama lagi agar negara china kagak ancur lebur.

  7. Pikiran setiap org beda”…
    Sampai kpn’pun kita tdk akan mgkin bisa tahu apa yg di’pikir’kan apalg utk mengendali’kan pikiran org lain….

    Kita” tdk usah bingung apalg ngurusin pikiran org lain…
    Lg’an pikiran org lain itu mau ma benar or tdk benar , itu bukan urusan kita…

    Urusan kita , yaa tdk perlu hrs tahu dgn apa yg org lain pikir’kan & lakukan…

    Biasa’kan’lah utk jgn punya pikiran negative tet’hadap org lain/sekitar kita…
    Jgn punya niat culas & jahat…
    Suci’kan hati & pikiran kita sndr…

    Kalo bisa & mampu ber’buat baik & benar terhadap org lain, itu kita sndr yg tentu’kan & putus’kan dgn tnp keterpaksaan….

    • Kalau sudah ada urusan REAL POLITIK
      tidak ada yg namanya pikiran negative
      yg ada dan perlu adalah melangkahi langkah yg mau diambil lawan tanpa diketahui lawan tersebut sambil memasang kuda-kuda

  8. Boleh bekerjasama tapi harus waspada dan mendahulukan kepentingan Nasional dan Rakyat NKRI!

 Leave a Reply