Jul 052018
 

JakartaGreater.com – Pesawat tempur multiperan JF-17 “Thunder” merupakan salah satu pesawat hasil kerjasama China dan Pakistan yang paling sukses. JF-17 Thunder adalah varian ekspor dari FC-1 Xiao Long yang telah melewati banyak kesulitan untuk mencapai kesuksesan saat ini, seperti dilansir dari laman Bao Dat Viet.

Yang patut dicatat adalah bahwa Amerika Serikat juga turut memberikan kontribusi pada penciptaan dan pengembangan pesawat itu. Bagaimanakah Amerika Serikat berkontribusi pada penciptaan pesawat tempur JF-17?

Jet tempur multiperan JF-17 aka FC-1 ini dibangun oleh Chengdu Aircraft Industry Group (CAC). Desain jet tempur JF-17 adalah merupakan kombinasi dari jet tempur MiG-21 Rusia dan F-16 AS.

Jet tempur F-16 Blok 40 Angkatan Udara AS. © US. Air Force via Wikimedia Commons

Pada 1979-1992, Pakistan adalah salah satu pendukung utama Amerika Serikat melawan pemerintah Afghanistan yang didukung oleh Uni Soviet, sehingga Amerika Serikat mau membantu Pakistan di bidang militer.

Sebagai tanggapan terhadap pesawat tempur generasi baru yang dibangun oleh Soviet, yaitu MiG-29, Pakistan telah berusaha mengembangkan pesawat tempur baru. Maka dari itu muncullah proyek yang disebut Sabre II, versi perbaikan dari J-7, yang dilakukan oleh CAC dan Grumman.

Dibandingkan dengan pesawat J-7 atau F-7, pesawat proyek Sabre tersebut berukuran lebih panjang, saklar kontrol diganti, posisi serta ukuran intake mesin juga ikut berubah. Dengan meningkatkan fitur ini, proyek Saber II tidak berjalan sesuai yang diharapkan dan benar-benar ketinggalan zaman bila dibandingkan dengan MiG-29. Proyek Sabre II itu terpaksa ditunda.

Jet tempur MiG-29 Angkatan Udara Malaysia. (photo: Peter Gronemann via commons.wikimedia.org)

Karena proyek tersebut tidak berhasil, kemudian 3 negara bekerjasama, terdiri dari China, AS dan Pakistan. Pada tahun 1980-an proyek “Super 7” diluncurkan secara resmi. Kali ini ukuran sayap diperluas dan dirancang mirip dengan jet tempur multiperan F-16 AS, selain itu fitur aerodinamis juga turut ditingkatkan.

Namun, karena beberapa peristiwa pada bulan Juni 1989 memaksa pembuat pesawat AS “Grumman” untuk meninggalkan proyek “Super 7”. Kemudian proyek itu dibekukan selama 10 tahun, tetapi negosiasi antara China dan Pakistan terus berlanjut.

Pada tahun 1998 China dan Pakistan memutuskan untuk melanjutkan proyek “Super 7”. Biaya pembuatan pesawat itu dibagi rata antara pemerintah Pakistan dan CAC, dan jet tempur varian Pakistan diberi nama JF-17. Mereka dilengkapi dengan mesin Klimov RD-93 terbaru buatan Rusia.

Upgrade penting telah dibuat dalam pengembangan pesawat ini, yang merupakan desain saluran masuk udara (air intake) yang mengurangi penyimpangan aliran udara dari input udara supersonik. Selama penelitian banyak fitur baru diubah dan ditambahkan.

Pada tahun 2003 prototipe pertama dari JF-17 telah dibuat. Pada tahun 2006, jet tepur JF-17 telah menyelesaikan pengujian dan siap untuk produksi massal. JF-17 secara resmi disetujui pada tahun 2007. JF-17 pertama dibuat untuk Angkatan Udara Pakistan pada tahun 2008.

Keuntungan terbesar dari pesawat tempur JF-17 ini adalah harganya, hanya sekitar US $ 15 juta per unitnya. Ini jauh lebih murah daripada pesawat pesaing lainnya.

  7 Responses to “Benarkah AS Bantu Kembangkan JF-17 Secara Rahasia?”

  1.  

    Keuntungannya di harga. Itu kata artikel.

    Tetapi ingat, mesin Klimov ini setiap 300 jam digunakan harus dirawat, dan umurnya hanya kurang dari 3000 jam penggunaan.

    Versi terakhir dari mesin Klimov adalah RD-33MK.

    Umur mesin terbaru ini bisa untuk penggunaan 4000 jam.

    Walaupun begitu tetap harus ada cadangan safety hours dari 4000 jam itu, biasanya sekitar sepertiga sampai seperlimanya (untuk pemanasan, untuk maintenance test, untuk jalan di taxy way, take off dan landing).

    Saya ambil cadangan itu minimalnya seperlimanya.

    4000 / 5 = 800

    4000 – 800 = 3200

    Jadi untuk terbang hanya 3200 jam.

    Per tahun terbang 200 jam.

    3200 / 200 = 16 tahun.

    Jadi JF17 dengan seri mesin terbaru hanya bisa digunakan maksimal selama 16 tahun.

    Sedangkan Pak Presiden bilang kalau beli jet tempur itu harus punya nilai ekonomis minimal 20 tahun.

    16 tahun itu kurang dari 20 tahun.

    Jadi tetap tidak memenuhi persyaratan untuk diakuisisi.

  2.  

    Mantap penjelasannya om…

  3.  

    Harga cocok untuk pelanggan dr negara dunia ke3, klu untuk duel udara urusan belakangan yg ptg punya!he3

  4.  

    Mending pilih f16 viper ketimbang jf17 karena sudah ada radar aesa, tapi untuk petarung udara mending pilih su 35 karena sudah ada mode semi steatlh dan punya pelacak pespur siluman.

    😎

  5.  

    Yg penting bisa ngepul dapurnya lho…

 Leave a Reply