Jan 272015
 
Minyak bumi adalah energi tak terbarukan. Dengan jumlah cadangan minyak terbatas, Indonesia memerlukan kebijakan strategis untuk menjaga ketahanan energi di masa datang.

Minyak bumi adalah energi tak terbarukan. Dengan jumlah cadangan minyak terbatas, Indonesia memerlukan kebijakan strategis untuk menjaga ketahanan energi di masa datang.

 

Para ilmuwan perminyakan sepakat bahwa minyak bumi dan gas (migas) berasal dari makhluk hidup purbakala. Selain proses pembentukannya yang lama, sebenarnya tidak semua cadangan migas yang ditemukan bisa dimanfaatkan. Hanya cadangan yang cukup ekonomis untuk dikembangkan, yang akan diangkat ke permukaan sampai menghasilkan penerimaan (revenue). 

Pertanyaannya: apakah Indonesia betul-betul kaya minyak? Pertanyaan itu  dapat dijawab melalui dua pendekatan. Pertama, dengan membandingkan cadangan minyak yang dimiliki Indonesia dengan negara lain. Kedua, dengan membandingkan cadangan yang dimiliki dan diproduksi dengan tingkat konsumsi. Melalui pendekatan kedua ini akan diketahui tingkat kesinambungan produksi (sustainability) energi minyak bumi di Indonesia.

Cadangan minyak terbukti Indonesia per akhir tahun 2013 berada pada posisi 3,46 miliar barel. Sementara menurut statistik energi dunia yang dipublikasikan oleh perusahaan minyak dunia BP, cadangan minyak terbukti kita adalah sekitar 3,7 miliar barel. Dengan cadangan sebesar ini, publikasi tersebut menempatkan Indonesia pada urutan ke 28 negara-negara penghasil minyak. Jumlah cadangan kita ternyata jauh di bawah Venezuela dengan cadangan 298,3 miliar barel dan Arab Saudi dengan cadangan 265,9 miliar barel. Meskipun ada negara lain yang posisinya di bawah Indonesia, tidak berarti negara itu lebih “miskin” cadangan minyak, karena sesuai dengan pendekatan kedua, bisa jadi ia memiliki tingkat kesinambungan produksi yang lebih tinggi karena konsumsi minyaknya tidak sebesar Indonesia.

Saat ini Indonesia memproduksi sekitar 800,000 barel per hari. Bandingkan dengan dua negara pemilik cadangan minyak terbesar di dunia yaitu Venezuela  yang memproduksi 2,73 juta barel per hari, dan Arab Saudi memproduksi sekitar 11,53 juta barel per hari. Apabila tingkat produksi masing-masing negara dibandingkan dengan cadangan terbukti, maka akan terlihat bahwa laju pengurasan minyak di Indonesia jauh lebih tinggi dari negara-negara pemilik cadangan paling besar di dunia.Dengan asumsi tingkat produksi berada pada kisaran saat ini dan tidak ada penemuan cadangan minyak baru, cadangan minyak Indonesia diperkirakan akan habis sekitar 11 tahun ke depan.

Apakah kondisi ini sudah begitu mengkhawatirkan? Tentunya kekhawatiran berlebihan tidak diperlukan, karena cadangan minyak selalu bisa ditingkatkan melalui kegiatan eksplorasi. Kegiatan eksplorasi mensyaratkan investasi yang tinggi sehingga perlu dukungan iklim investasi yang kondusif seperti kelancaran perizinan dan kepastian hukum bagi kegiatan usaha hulu migas.

Selain itu, meskipun cadangan dan produksi minyak menunjukkan penurunan, cadangan dan produksi gas Indonesia memperlihatkan tren positif. Namun, tentu saja butuh keseriusan untuk membangun infrastruktur yang menjadi syarat pemanfaatan gas bumi. Hal lain yang perlu dilakukan adalah mengembangkan sumber energi terbarukan yang sebenarnya sangat melimpah di Indonesia.

Dukungan terhadap kegiatan eksplorasi, pembangunan infrastruktur gas, dan pengembangan energi terbarukan, adalah tiga faktor yang betul-betul harus harus dipikirkan secara serius oleh semua pihak untuk menjaga kesinambungan dan ketahanan energi agar Indonesia terhindar dari krisis energi yang dapat mengancam kelangsungan pembangunan untuk kesejahteraan rakyat. (Hulu Migas Untuk Negeri/kompas.com)

Bagikan Artikel :
 Posted by on January 27, 2015

  34 Responses to “Benarkah Indonesia Kaya Minyak?”

  1. wahid?

  2. …Pertanyaannya: apakah Indonesia betul-betul kaya minyak?…

    sedih banget denger pertanyaannya, yang nanya apa selama ini tinggal di mars, dan baru sebulan di indonesia?

  3. riset harus dipacu utk menemukan energi alternatif.

  4. keduax?

    • Saat ini Indonesia memiliki kurang lebih cadangan 3,5 miliar barel minyak. Apabila kita produksikan 800-900 ribu barel setiap hari, maka kira-kira cadangan minyak kita akan habis 12 tahun lagi. Itu logis, kalkulatif, semua dapat dihitung. Tetapi jangan lupa, cadangan minyak bisa bertambah, dengan cara eksplorasi. Ketika eksplorasi menghasilkan jumlah minyak yang sama untuk produksi maka level cadangan tidak pernah turun.

      Dahulu ketika tahun 1970 juga pernah dikatakan bahwa cadangan minyak kita akan habis pada 10 tahun lagi. Dan sekarang sudah tahun 2014 bahwa 12 tahun lagi minyak kita akan habis, tapi nanti mungkin dimasa yang akan datang ada juga yang mengeluarkan pendapat yang sama. Mengapa bisa begitu? Karena ada eksplorasi. Yang menyebabkan minyak kita akan habis atau tidak, adalah eksplorasi. Minyak yang kita sedot hari ini adalah hasil eksplorasi dari kakek dan orang tua kita 10-20 tahun lalu.

      Minyak adalah sebuah benda/cairan yang keluar dari bawah tanah, karena lebih ringan dari air maka bisa otomatis naik, apalagi gas. Minyak akan naik hingga berhenti di batuan cekungan ke atas. Untuk mencari minyak di dalam tanah maka kita lakukan ultrasonik dan ledakkan dinamit untuk mendapatkan seismik, bentuk batuan tanah. Ketika menemukan cekungan di dalam tanah, ada dua kemungkinan, apakah berisi air asin atau minyak bumi, kalau dapatnya air maka disebut dry hole.

  5. Katanya sih begitu…

  6. Ajib

  7. Sebenernya untuk menghemat BBM, Indonesia bisa pakai sumber tenaga air laut seperti yang dipakai di negara2 Timur Tengah dan Australia. Caranya adalah dengan membuat proyek Desalinasi. Nantinya dari proyek ini bukan hanya menghasilkan air bersih untuk diminum, tapi juga bisa menghasilkan listrik, dan juga garam.

    Contohnya seperti yang di Saudi Arabia berikut ini:
    http://www.greenprophet.com/2009/05/saudi-arabia-desalination/

  8. it data dri ilmuan nkri yg riset n eksplorasi, ap data dri pengeruk minyak nkri?

  9. Saat “jaya-jaya”-nya, produksi tertinggi minyak mentah Indonesia cuma pada kisaran 1,75 juta barrel per hari, Jadi, memang dari sejarahnya pun, Indonesia tidak kaya minyak. Saya katakan tidak kaya karena jumlah penduduknya yang terlalu besar, jika dibandingkan Brunei yang cuma ratusan ribu barrel per hari tapi cukup untuk menghidupi 500 rb penduduk.

    Eksplorasi cadangan minyak baru memerlukan biaya tinggi dengan resiko kegagalan tinggi. Dengan harga jual yang di bawah 50$/barrel saat ini, investasi di eksplorasi menjadi tidak realistis. Sayangnya, saat minyak dunia pada harga tertinggi selama bertahun-tahun, ratusan triliun anggaran habis percuma untuk subsidi BBM, yang menguap dalam sekejap ditengah kemacetan jalan dan perilaku pemakai yang boros.

    • energi murah beli saja.. ngapain harus eksplor.. malah sekarang saatnya nimbun, import minyak besar besaran.. atau bisa juga akuisisi / merger perusahaan minyak luar negeri yg mau jual murah (biasanya yg mau bangkrut)..

    • Pemerintah tidak menanggung eksplorasi migas yang membutuhkan dana besar maka dibuatlah kontrak eksplorasi, investor dipersilahkan eksplorasi. Kalau tidak dapat (dry hole), maka tidak diganti serupiah pun oleh negara. Kalau dapat minyak, maka baru diganti oleh negara setelah berproduksi. Dibayarnya bukan menggunakan uang, tetapi equivalent dengan minyaknya, ini disebut sebagai kontrak bagi hasil atau Production Sharing Contract (PSC). Silahkan investasi, tidak berhasil maka tidak dibayar. Kalau berhasil, seluruh produksinya dipotong dulu biaya eksplorasi, baru dibagi hasilnya. Itu pun bukan 50:50, tetapi negara mendapatkan 85% kontraktor hanya 15%.

      Bandingkan dengan industri pertambangan (Freeport), yang keluar dari tanah paling hanya 25 persen yang masuk ke dalam kas negara. Sisanya ke para kontraktor, karena mereka menggunakan konsep kontrak karya.

  10. betulkah minyak bumi berasal dari fosil” mahluk purbakala yg telah mati berjuta juta tahun dahulu????

  11. Uang Indonesia pertahun :
    Masuk : TKI 240 T, ekspor CPO 200 T, Coklat, kopi 50 T (mulai diproses industri dalam negeri), karet 20 T, Ikan 20 T Ekspor pangan 20 T Tambang BB 25 T mineral 50 T

    Keluar : TKA 100T, BBM 100 T (net), Impor barang 600 T Jasa 100 T (uang keluar dll) Pangan beras 10 T Gandum 25 T Buah2 an 40 T Lain2 20 T

    Kira2 masih defisit. Jadi kalau nga ada Investasi asing buat balance akan jatuh ekonominya. Buat barang, kurangi konsumsi impor.

  12. kalo gak salah sih, dulu pernah baca artikel kalo cadanagn minyak di Aceh lebih besar dari jazirah arab 3 kali lipat…mohon pencerahan

  13. saatnya beralih ke teknologi nuklir……

  14. Awas Bung ******, jangan sampai salah raba. Bisa bahaya nanti.
    😀
    hehehe. Salam bung.

  15. kalo gak kepepet gak akan bertindak itulah sifat kita. Harus ada satu kejadian yang besar baru bisa membuat kita bertindak. Sudah di kasih tahu fakta” tapi masih saja menyangkal. Yah kita lihat aja 11 tahun mendatang apa kita sudah jadi negara yang mandiri atau masih jadi negara konsumen

  16. Shrsnya sjk skrg kt mulai bralih ke bbg, sbb dsamping mlimpah & murh jg lbh awet dmesin. Sdg bbmnya kt ekspor sluruhnya utk cari devisa.
    Seandainya dr dulu pemerintah serius dlm konversi ke bbg, tentu kini kt tdk trlalu dpusingkn olh naik turunnya bbm dunia, & beban ekonomi dr bahan bakar bs ditekan. keenakan Cinanya sj.
    Ane yakin program konversi ke bbg tdk akn jalan, klu pemerintah tdk mau mmbangun spbg smp kdaerah2. Apa mungkin bus antar kota beli bbg diJakarta utk PP ke Brebes Jawa Tengah?

  17. produksi minyak 800 rb barrel per day? Angka tahun berapa? Saat ini produksi kita cuma 600 ribuan barrel day

 Leave a Reply