Benarkah Indonesia Tertarik Fregat Bremen Class Jerman?

Jakartagreater.com –Kementerian Pertahanan Indonesia dilaporkan berminat untuk membeli fregat Bremen class (Type 122) buatan Jerman untuk mengisi kekuatan fregat Angkatan Laut Indonesia (TNI AL) untuk program baru yang dikenal sebagai Interim Readiness Frigate (IRF), lansir Jane’s.

Dokumen-dokumen yang diberikan kepada Janes pada 30 Juli menunjukkan bahwa IRF, dan rekomendasi untuk membeli satu-satunya fregat Bremen class yang tersisa di Jerman, didirikan berdasarkan surat pedoman dari Kementerian Pertahanan Indonesia.

Surat tersebut menetapkan pengadaan yang harus diprioritaskan antara tahun 2020 dan 2024, sehingga TNI-AL akan memenuhi persyaratan keamanan nasional yang diuraikan dalam fase ketiga cetak biru modernisasi militer Indonesia yang dikenal sebagai Minimum Essential Force (MEF).

Di antara prioritasnya adalah IRF, yang berupaya mengisi kekosongan operasional di masa depan dalam armada kapal perang kombatan permukaan TNI-AL. Angkatan Laut memiliki persyaratan yang luar biasa untuk setidaknya pembelian dua fregat kapal baru, dan telah menunjukkan minatnya pada Iver Huitfeldt class Denmark. Namun, tidak jelas kapan proses pengadaan untuk kapal perang Denmark itu akan terjadi.

Bremen class adalah kelompok delapan fregat yang ditugaskan oleh Angkatan Laut Jerman antara tahun 1982 dan 1990. fregat sepanjang 130 m ini dapat menampung awak 219, dan dapat memuat hingga dua helikopter.

Dalam hal persenjataanya, Bremen class dilengkapi dengan peluncur untuk rudal anti-kapal RGM-84D Harpoon, rudal pertahanan udara Sea Sparrow Raytheon, dan empat tabung torpedo 324 mm. Fregat juga dilengkapi dengan meriam utama naval Oto Melara 76 mm / 62 dan dua meriam sekunder 20 mm buatan Rheinmetall.

TERPOPULER

17 pemikiran pada “Benarkah Indonesia Tertarik Fregat Bremen Class Jerman?”

  1. Masih kabur, blom ada fakta penguatnya spt pespur Typhoon.
    Tp kalo toh benar, yg harus dipersalahkan adalah pihak Damen, sehingga PKR ke 3 dan 4 mundur jauh dr tengat waktu produksi. Damen sdh mangkir dr kesepakatan yg dibangun diawal dng alasan tidak ada perusahaan lokal yg mampu memproduksi plat baja sesuai keinginan Damen.

  2. Seharusnya memang utk jaga luas nya samudera peninggalan nenek moyang dari pada kita dikutuk oleh eyang buyut samudro karena kebodohan atau ketololan kita semua, sangat setuju sekali jika kita miliki kapal perang kombatan bertaji tajam, misal seperti fregat de seven provincien class Belanda atau Bremen Class Jerman, buat kejar kuantitas dan kualitas senjata lupakan sementara TOT, dan EMF bisa direvisi dalam perjalanan waktu sesuai dengan kondisi asal semua pemangku tanggung jawab sepakat demi jaga bahari nagari Nusantara, lepas ego sektoral masing2 instansi, anggap negara sekarang dalam keadaan genting, segera laksanakan pembelian G to G tanpa perantara untuk hindarkan leletnya waktu dan biaya mahal yang berpotensi mengurangi kualitas senjata utama.

    • TOT bukannya amanah Undang-undang Nomor 16 tahun 2012 tentang Industri Pertahanan … kalau tidak dilaksanakan berarti melanggar undang-undang; atau mungkin undang-undang direvisi kembali atau ditambah kausul “kedaruratan” terkait modernisasi alutsista yang dimiliki olej TNI

      • Setuju dan sepakat itu yang saya maksud bang, jangan terlalu sesuai text book.
        Coba lihat kurang jumawa gimana Vietnam dengan persenjataannya yg melebihi AL negara kita saja kapal nelayannya ditabrak coastguard cina di perairan Vietnam sendiri, atawa seperti Malaysia negara terjaguh di kolong jagat, kapal Petronas nya berada di teritori sendiri diusir cina, apalah kita dan cina dah buat statement ” Indonesia terlepas dari suka atau tidak suka tak bisa dipungkiri kenyataan bahwa perairan mereka adalah milik kita (cina) dan itu tak terbantahkan” nah mau terus bersikap santun dan diplomatis kah kita dengan cina daratan, mau kita disumpahi sama mahapatih Gajah Mada dari akherat sana, bisa kualat habis kita bang @oechop

  3. bentuknya ngotak, ga streamline kek martadinata class ato kapal2 destroyer barunya cina. Mendinga terusin proyek martadinata class, bikin biar 10 biji, panjang + lebarnya ditambahin biar muat banyak sensor n senjata, bisa nambahin jarak jelajah juga, biar setara fregat.

  4. Hemat energi bang, bisa jemur seragam harian awak kapal supaya bersih terus, full higienis, power kapal tak berkurang buat setrika seragam pelaut, apalagi jika jadi melaut di samudra bahari Nusantara yang terkenal kejam dan ganas panasnya

  5. Pas debat pilpres dia kritik changbogo class yg dianggap speknya nggak mumpuni utk persaingan alutsista modern di kawasan. Begitu jadi mentri incerannya barang jadul mulu kek baju model safari yg dipake.
    Orang ini mending geser aja jd mentri pertanian, bukankah itu yg awalnya dia incer?
    Pensiunan jendral yg kompeten masih banyak. Tokoh latar belakang sipil yg teruji jg banyak.
    Kalo mau pake Jonan terbukti jauh lbh gesit buat urusan negosiasi. Adaptative pula dgn tugas2 baru.

  6. Bilang ke Jerman, kita butuh kapal perang ini lengkap dengan senjatanya buat timpuk Cina serakah supaya mereka negara2 eropa juga tetap bebas bisa berlayar di laut cina selatan, dan ini kapal walau hanya berumur 10 tahun lagi sudah lumayan banget, kita tidak tahu besok bakal ada kejadian berbahaya apa di perairan teritorial Nusantara

  7. Wowo kok hoby bener yg second2, kasat kusut LCS jangan di jadikan alasan untuk langgar amanah uu’ uu tersebut dibuat karena tujuan pengadaan alutsista indonesia bukan sekedar beli alutsista tp lebih kepada usaha untuk bisa mandiri step by step, kasus LCS biar sampai kiamat gk bakal ada yg berani memulai perang antara china dan us, gitu2 ajanya itu dan lebih bersifat penegasan pengaruh terhadap negara2 yg bersengketa, china vs us perang = JANGAN KALIAN PIKIR RUDAL NUKLIR KE DUA NEGARA ITU TIDAK MENGARAH KE INDONESIA, PASTI AKAN ADA PROVOKASI2 AGAR NEGARA2 KAWASAN LCS BERKONFLIK, PERANG ANTARA CHINA DAN US AKAN SANGAT2 MENGHANCURKAN KE DUA NEGARA DAN KAWASAN SEHINGGA KE DUA NEGARA AKAN BERFIKIR SERIBU KALI UNTUK MEMULAI PERANG,,,YANG PENTING CHINA MASIH SANGAT2 RESPECT AME INDONESIA, GAK PERLU INDONESIA IKUT CAMPUR TERLALU DALAM PEREBUTAN SUMBER DAYA ALAM ANTARA US DAN CHINA, MESKI KEDOK KE DUA NEGARA BERBEDA TAPI TUJUAN US DAN CHINA SAMA YAITU MEMONOPOLI SUMBER DAYA ALAM LCS.

  8. Gue naksir kapal2 second dari Perancis, Italia dan Spanyol. Gue naksir kapal2 selam tipe U-209 second dari Turki. Gue naksir pesawat2 F16 second dari gurun ex USAF dan juga dari kepunyaan US ANG. Gue naksir AAV-7A1, M1A2, M777 serta LAV-25 second dari US navy.

    Akuisisi yang banyak biar target jumlah medium terpenuhi dulu baru pelan2 ditambah yang baru dan juga diganti yang baru.

Tinggalkan komentar