Benarkah “Macan” Vietnam Akan Dihidupkan Kembali?

Jet tempur F-5E Tiger II Vietnam. © Wikimedia

Baru-baru ini, sejumlah media asing dan media Vietnam mencatat tentang kemungkinan jet tempur multiperan F-5E/F Tiger II tua yang sebelumnya diperoleh setelah Vietnam bersatu, akan kembali ditugaskan Angkatan Udara Vietnam, seperti dilansir dari Vietnam News.

Seperti diketahui bahwa di pertengahan tahun 1970-an, Angkatan Udara Vietnam mendapat warisan armada pesawat tempur dan helikopter militer buatan Amerika yang sangat banyak dari Vietnam Selatan. Termasuk jet tempur F-5A/B Tiger dan F-5E/F Tiger II.

Terlepas dari semua itu, jet tempur Tiger II Vietnam hampir sepenuhnya baru dan jarang di pakai. Selama 10 tahun berikutnya, F-5 telah di pergunakan oleh Angkatan Udara Vietnam dan bahkan berpartisipasi dalam sejumlah operasi militer di wilayah tersebut.

Vietnam dulu telah memindahkan sejumlah pesawat jenis ini ke Polandia, Cekoslowakia dan Uni Soviet untuk percobaan. Perlu dicatat bahwa pilot penguji dari Uni Soviet, yang sempat menerbangkan F-5, menghargai pesawat buatan AS tersebut.

Jet tempur F-5C Vietnam di pangkalan udara Bien Hoa. © Male 1971

Sekitar tahun 1980-an, karena sejumlah alasan teknis yang bersifat obyektif, jet tempur F-5 Angkatan Udara Vietnam telah menghentikan operasinya serta di masukkan dalam fasilitas penyimpanan.

Ada banyak bukti tak langsung yang menunjukkan bahwa pesawat tersebut sejauh ini masih berada dalam gudang di Vietnam dalam kondisi relatif baik, dan di beberapa negara, jet ini terus diperbaiki, mendapat suku cadang dan aksesoris. Versi F-5E Tiger II juga masih terus terbang di angkasa.

Atas dasar ini, para wartawan di media asing dan Vietnam mengajukan sejumlah pertanyaan tentang perlunya menghidupkan kembali sang “macan” untuk kembali beroperasi. Walau idenya fantastis, dengan membangkitkan kembali pesawat F-5 ini apa sudah cukup memadai dan memenuhi kondisi operasi sekarang? Dan apakah pesawat tersebut bisa berguna untuk misi apapun?

Menghidupkan Kembali “Sang Macan” Untuk Misi Pemboman

Seorang mantan pilot penguji pesawat militer, Makar Aksenenko saat diwawancarai Sputnik Rusia menyebutkan bahwa rencana tersebut bisa berguna untuk sementara waktu.

“Ikuti saya, jika pesawat Tiger II masih disimpan dan dalam kondisi perawatan yang baik, mereka bisa terus digunakan secara hati-hati setelah diperbaiki dan diganti dengan suku cadang asli serta dilakukan beberapa modernisasi”,  kata mantan pilot penguji tersebut.

Namun menurutnya, menghidupkan kembali F-5 Tiger II tidak dapat membantu Vietnam mengembangkan Angkatan Udara yang kuat. Untuk tujuan ini, Vietnam perlu melakukan pendekatan dengan teknologi pesawat generasi baru. Namun, rencana menghidupkan F-5 tersebut bisa menjadi solusi yang berguna untuk jangka pendek.