Jan 122019
 


Pesawat tempur ringan Tejas (foto : Common Wikipedia)

Pabrikan pesawat India Hindustan Aeronautics Limited (HAL) menyatakan Malaysia menyatakan ketertarikannya dengan pesawat tempur ringan (LCA) Tejas.

Angkatan Udara Kerajaan Malaysia (RMAF) menyatakan ingin mengevaluasi Tejas setelah sebelumnya sudah menguji coba JF-17 Thunder yang dikembangkan oleh Cina dan Pakistan.

Malaysia ingin India mengirim pesawat tempur Tejas ke Pameran Maritim dan Aerospace Internasional Langkawi 26-30 Maret 2019 (LIMA’19) untuk evaluasi, kata situs web Business Standard.

Dirancang dan dikembangkan bersama oleh Aeronautical Development Center (ADC) dan HAL, pesawat tempur multirole ringan tersebut memperoleh izin operasional akhir (FOC) pada 31 Desember.

Tejas, saat ini dihargai sekitar Rs 200 crore (US$ 29 juta) per pesawat, sedikit lebih mahal daripada JF-17 yang berharga US$ 25 juta, tulis Business Standard.

Tapi, Tejas konon dilengkapi dengan fitur-fitur yang lebih canggih daripada pesawat tempur yang sebanding lainnya termasuk sistem kontrol penerbangan digital, penggunaan bahan komposit yang lebih banyak, glass kokpit canggih dan mesin GE F-404IN buatan Amerika yang berkinerja lebih baik.

Malaysia bukan negara asing pertama yang menunjukkan minat pada Tejas, pihak HAL menyatakan ada beberapa negara yang ingin mengevaluasi seperti dari negara Timur Tengah dan Mesir.

Kepala HAL R Madhavan mengatakan ada minat dari luar negeri yang cukup besar bagi Tejas. “Ada minat luar negeri yang signifikan untuk membeli pesawat tempur Tejas. HAL sedang mengejar peluang segera di Asia Tenggara dan Asia Barat,” kata Madhavan seperti dikutip Business Standard.

HAL mendapat pesanan dari Angkatan Udara India (IAF) untuk 40 pesawat Tejas Mk-1. HAL telah mengembangkan pesawat tempur satu kursi Tejas Mk-1, pesawat latih dengan dua kursi dan varian untuk Angkatan Laut.

Laporan mengatakan HAL akan mengirim salah satu prototipe yang lebih tua ke Malaysia. Tejas ikut serta dalam Bahrain Air Show pada tahun 2016 yang memperlihatkan lonjakan minat dari calon pembeli. Dua pesawat tempur Tejas menempuh jarak 2.500 kilometer dari Bangalore ke Bahrain dengan persinggahan di Jamnagar dan Muscat.

Para pengamat mengatakan minat Angkatan Udara Malaysia pada pesawat tempur buatan India itu signifikan dengan semakin meningkatnya kerja sama pertahanan antara kedua negara. Sudah ada beberapa koordinasi antara keduanya atas Sukhoi-30 versi MKM sedang digunakan RMAF dengan Angkatan Udara India (IAF) yang menggunakan Su-30 versi MKI. IAF juga menggelar latihan bilateral dengan RMAF pada Agustus tahun lalu.

IBtimes

Bagikan:

  15 Responses to “Benarkah Malaysia Tertarik Tejas Buatan India?”

  1.  

    mendengar berita ini syahwat si “anu” pun bangkit kembali…… šŸ™„

  2.  

    Tak de wang, buat eject kat hangar

  3.  

    Malingsia mah apa aja pasti pengin….. ???

  4.  

    Udah beli aja lah

  5.  

    Baiknya Beli kosongan tanpa engine soalnya enginenya bisa hilang tak berbekas di makan b*ruk xixixi…

  6.  

    Mau bilang apa yah. . habis yang diinginkan pesawat super duper canggih semua, jf sulfur, tejas, belakangan kowsar. . .kah kah kahh

  7.  

    begitu Tejas memperkuat MALON, kuatlah mereka, tak ada yang berani mengganggu wilayah udara MALON

  8.  

    Bung Anu kemana neh? Pesawat nya laku tuh … šŸ˜€