Benarkah Masuknya Su-27SM3 Membuat AS dan NATO Gugup?

Su-27SM3 (foto : Wikipedia)

Sebuah formasi udara campuran dari Angkatan Udara ke- 4 dan Air Defense Forces dari Southern Military District di wilayah Krasnodar telah menerima beberapa pesawat tempur Su-27SM3 yang ditingkatkan, rilis layanan pers Southern Military District.

Jumlah pasti dari Su-27SM3 baru yang ditempatkan di Southern Military District Rusia tidak diungkapkan, tetapi diketahui Su-27SM3 akan beroperasi dalam Unit Komposit Angkatan Udara ke-4 Rusia, yang bermarkas di Daerah Krasnodar.

Su-27SM3 sebelumnya telah melakukan penerbangan dari pabrik pesawat di Komsomolsk-on-Amur dengan rute sekitar 10.000 km. Selama penerbangan Su-27SM3 mengisi bahan bakarnya di bandara di daerah Novosibirsk dan Chelyabinsk, tulis airrecognition.

Su-27SM3 adalah jajaran jet tempur canggih yang sangat kuat, didukung oleh mesin jet AL-31F-M1 baru yang diproduksi oleh Salyut. Mesin jenis ini memiliki daya dorong, kehandalan tinggi, dan masa pakai yang lama.

Setelah upgrade pesawat tempur Su-27SM3 akan dilengkapi dengan rudal udara-ke-udara jarak jauh seperti R-77 dan RVV-SD.

Selain dilengkapi rudal anti pesawat terbaru, Su-27SM3 juga dilengkapi radar RPLK-27P tipe-M, yang mampu mengendus keberadaan pesawat musuh didepan yang memiliki RCS 3m2 pada jarak 110 km, jarak 30–40 km disisi samping pesawat.

Su-27SM3 dapat melacak 10 target udara dan mengeksekusi 2 target udara dengan rudalnya secara bersamaan.

Untuk target darat, Su-27SM3 dapat mengidentifikasi target di darat pada jarak 100 km, untuk target kapal perang besar Su-27SM3 dapat memindainya pada jarak 350 km, sedangkan target kapal kecil pada jarak 120 km.

Pengamat militer Rusia menyatakan, pesawat tempur Su-27SM3 dinilai mendekati kemampuan dari Su-35, dan dengan Su-27SM3 yang terus masuk memperkuat Angkatan Udara Rusia, maka itu akan membuat Amerika Serikat dan sekutu NATO-nya gugup

Tinggalkan komentar