Apr 152017
 

Kapal induk super besar rancangan Krylov State Research Center. © KSRC

Menurut artikel The Diplomat, berbagai media Rusia melaporkan Krylovsky State Research Center (KRSC), sebuah lembaga penelitian dan pengembangan pembuatan kapal, berusaha untuk mendorong Kementerian Pertahanan Rusia menandatangani konsep “supercarrier” bertenaga nuklir baru, yang disebut sebagai Proyek 23000E Shtorm (Storm, Badai).

Berdasarkan perkiraan independen kapal induk super tersebut bisa memakan waktu 7-10 untuk membangunnya dan menelan biaya hingga US $ 9 miliar. Desain kapal itu pertama kali terungkap pada bulan Mei 2015. Berdasarkan atas informasi yang diberikan oleh KRSC, supercarrier baru tersebut akan berbobot antara 90.000-100,000 ton, dan akan memiliki panjang 330 meter, lebar 40 meter serta akan memiliki draft 11 meter.

Kapal induk Proyek 23000E tersebut akan dilengkapi dengan dua buah mesin bertenaga nuklir RITM-200 dan bisa berlayar dilaut selama 90-120 hari. Kapal induk Shtorm dapat mencapai kecepatan tertinggi hingga 30 knot (sekitar 55 km/jam). Kapal induk ini mampu mengakomodasi personil hingga 5.000 orang. Lebih lanjut, kapal induk super besar ini akan mampu membawa hingga 100 pesawat diatas deknya.

Kapal induk Proyek 23000E akan dimasukkan ke dalam program persenjataan negara periode 2019-2025. © Artem Tkachenko

Dilansir dari RBTH Indonesia, kapal induk terbaru Rusia, Proyek 23000E akan dimasukkan ke dalam program persenjataan negara periode 2019-2025. Kapal induk tersebut akan mulai dioperasikan oleh Angkatan Laut Rusia pada tahun 2030 dan akan bermarkas di pangkalan Angkatan Laut Severomorsk.

Selama menjalankan misi di Suriah, Moskow menyadari bahwa kapal seperti ini dibutuhkan. Rusia memang sudah mengirim kapal induk Admiral Kuznetsov ke Suriah, akan tetapi kapal induk itu sudah tua, berusia 30 tahun dan sudah semakin tidak layak digunakan.

“Kapal induk Admiral Kuznetsov hanya mampu menampung 30 pesawat, sedangkan kapal induk Amerika mampu menampung hingga 90 pesawat. Juga, satu pesawat butuh beberapa menit untuk lepas landas dari Admiral Kuznetsov, sedangkan di kapal induk Amerika tiga pesawat dapat lepas landas hanya dalam satu menit. Selain itu ada beberapa tugas yang tidak dapat dilakukan oleh kapal ini, sehingga memang Rusia membutuhkan kapal induk terbaru yang modern”, ujar seorang sumber di industri pertahanan Rusia.

Jika dibandingkan, kapal induk Proyek 23000E akan mirip dengan supercarrier Amerika, yaitu USS Gerald R. Ford, ujar Vadim Kozyulin dari Akademi Ilmu Militer.

Proyek 23000E Shtorm akan memiliki dek yang sepenuhnya terbuka, ini berbeda dengan Admiral Kuznetsov dimana deknya dilindungi oleh artileri. “Proyek 23000E akan menjadi bandara terapung yang dapat menampung satu skuadron pesawat”, tambah Kozyulin.

Dek lepas landasnya akan seluas tiga kali lapangan sepak bola. Dek tersebut akan memiliki empat jalur dengan panjang yang berbeda, serta sistem peluncuran springboard-catapulting dan springboard.

Dek Proyek 23000E akan mengangkut jet tempur MiG-29K dan pesawat T-50 berbasis kapal induk, kata Kozyulin. Sementara Angkatan Laut Rusia telah menerima jet tempur berbasis kapal induk tipe MiG dan mungkin telah mengujinya di Suriah, pesawat tempur siluman generasi terbaru Sukhoi T-50 PAK FA sedang dikembangkan di Rusia.

Sementara itu, satu-satunya kapal induk Rusia, Admiral Kuznetsov, akan segera menjalani modernisasi di awal Juli 2017 di galangan kapal Zvezdochka di Severodvinsk di Rusia Utara, yang dijadwalkan berlangsung selama 30 bulan (2,5 tahun).

Bagikan Artikel:

  18 Responses to “Benarkah Rusia Akan Membangun “Supercarrier” Yang Mampu Membawa 100 Pesawat?”

  1. Borong

  2. Indonesia jg ingin bikin 10 kapal induk..Ya ingin..

    • Bikinan Palembang ya bung?

    • Indonesia mending bikin Amphibious Landing Helicopter Deck aja yang 250-300 meter, yang agak kerenan dikit yang model wasp class punya nya amerika itu lho, yang coba di tiru China dan di model sendiri. Daripada Aircraft Carrier yang tidak bisa menggangkut pasukan darat.

  3. “Fakta bahwa 50 persen DNA manusia mirip dengan DNA pada pisang”.

    Apakah itu maksudnya yang dijadikan kelinci percobaan adalah beruk malon ya?

  4. Indonesia pesawat tempur aja masih kurang banyak…… belum perlu beli kapal induk…..

    pesawat aja dulu banyakin ……

    • Kalo udah punya kapalinduk tentu kemudian belanja pesawat. Cina udah punya kapalinduk maka rajin belanja pesawatnya.
      Sementara ini kita bagusin dulu Pasar Induk, biar ekonomi makin moncer.

  5. TAKDE WANG

  6. RI lebih baik banyaki dulu pespur dan kaprang untuk pengawalnya klu sudah mencukupi baru meningkatkan ketingkat selanjutnya dgn kapal induk!

  7. kegedean kapal segede gitu klo lewat selat malaka, bisa kedengeran suara propelennya sama kasel chang bogo yg ada di bali.
    makanya jepang pilih kapal induk helikopter, selain ringan nanti mampu bawa F-35B.

  8. Bukankan ini pesanan untuk RI pertama sebagai negara poros maritim dunia???

  9. duitnya dr mana, anggaran miiter rusia aja dah dipotong….

Orang Bijak Isi Komentar :