Des 122018
 

Jet tempur multiperan Su-35S Angkatan Udara Rusia Β© Dmitriy Pichugin via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – InterFax mengungkapkan bahwa Rusia tidak hanya menjual jet tempur Su-35 tetapi juga menjual beberapa teknologi yang terkait dengan jet tempur generasi 4++ itu kepada China, seperti dilansir dari laman Bao Dat Viet.

Beberapa waktu lalu diberitakan bahwa Moskow telah menyelesaikan kontrak dengan mengirim 5 jet tempur Su-35 terakhir dari total 24 unit jet tempur Su-35 ke Angkatan Udara China dibawah kontrak yang ditandatangani pada tahun 2015.

Menurut sumber dari Asosiasi Industri Pertahanan Rusia mengatakan bahwa kontrak itu rencananya diselesaikan di tahun 2020, tetapi pabrikan Rusia itu menyelesaikan transfer lebih cepat 2 tahun dari jadwalnya.

Hal khusus dalam kesepakatan ini adalah bahwa Rusia tidak hanya menjual pesawat tempur, tetapi juga dapat menjual teknologi pemeliharaan dan perbaikan minor plus melatih pilot China untuk pesawat baru.

Pada tahun 2015, setelah negosiasi tegang, khususnya dalam hal kuantitas serta hak cipta, Moskow dan Beijing menandatangani kontrak untuk memasok 24 jet tempur super-flanker generasi 4++ dengan kontrak senilai $ 2,5 miliar.

Jet tempur Su-35 China Β© Xinhua

Sebelumnya kantor berita Rusia melaporkan bahwa Rusia telah mentransfer sejumlah teknologi Su-35 ke China. Secara tradisi Rusia dan China berulang kali memposting informasi tentang 24 unit Su-35 yang dijual Rusia ke China dimana setengahnya akan diproduksi dibawah lisensi di China.

Namun, hingga kini, rincian ini belum jelas, tetapi tidak disangka bahwa Rusia telah setuju untuk bekerjasama dalam mengembangkan mesin tempur ini dengan Beijing.

Informasi ini diumumkan oleh Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia Yuri Slyusarev, dimana Rusia memutuskan untuk bekerjasama dengan China untuk mengembangkan mesin jet tempur baru berdasarkan “AL-117C”.

Selain memasok jet tempur Su-35, Rusia juga ingin bernegosiasi lebih banyak dengan pihak China terkait masalah teknis kontrak. Rusia dan Cina telah merundingkan ini sejak akhir 2012, dan negosiasi telah mandek selama bertahun-tahun.

Mesin afterburning turbofan Xian WS-15 untuk jet tempur siluman Chengdu J-20 China Β© CCTV 4

Menurut Vyacheslav Dzirkaln, wakil direktur Badan Kerjasama Teknis Militer Federal Rusia (FSVTS), kebuntuan kontrak itu adalah bahwa China membutuhkan perubahan spesifikasi Su-35 sebelum dikirim. Sementara pihak Rusia tidak berniat melakukan perubahan besar untuk varian ekspor Su-35.

Sementara itu, Itar-tass pada pertengahan tahun 2014, menurut sumber militer Rusia, mengatakan bahwa proses negosiasi berjalan panjang karena Rusia tidak melengkapi jet tempur canggih pesanan China seperti untuk Angkatan Udara Rusia, ini terkait dengan harga.

Tiga teknologi Su-35 yang diincar oleh China

Satu yang paling diincar adalah teknologi mesin Saturn AL-117. China diketahui amat menginginkan teknologi dari mesin canggih Saturn AL-117 yang melengkapi pesawat tempur Su-35. Mesin Saturn AL-117 nantinya akan dipasang ke jet tempur siluman J-20 yang sedang dikembangkan China.

Meski Rusia mengijinkan penjualan Su-35 ke China, namun setelah China bersepakat untuk tidak mengkloning teknologi mesin Saturn AL-117. Selain itu Rusia menyebut teknologi mesin Saturn AL-117 tidak akan mudah ditiru.

Untuk membuka dan menganalisis teknologi mesin Saturn AL-117 akan sangat sulit, membutuhkan perhitungan dan siklus produksi yang sangat kompleks. Dibutuhkan teknologi robot dan kemampuan khusus dari insinyur mesin yang berpengalaman.

Kedua adalah teknologi sistem IRST (Infra-Red Search and Track) OLS-35. Teknologi OLS-35 dirancang dengan dua kemampuan sekaligus. Selain melacak dan mendeteksi jejak panas dan infra-merah dari target udara seperti pesawat tempur siluman pada jarak 50 km, OLS-35 juga mampu melacak dan menetapkan target permukaan pada jarak 20 km.

Citra jet tempur siluman F-22 tertangkap sistem OLS + TP milik Su-35S Rusia Β© monitoring via Twitter

Dan ketiga adalah teknologi radar Irbis-E. Meski konon sudah mampu membangun radar AESA-nya sendiri, China ternyata juga membutuhkan teknologi radar Irbis-E.

Radar Irbis-E merupakan salah satu radar terkuat didunia. Ini memiliki jangkauan hingga 350 km pada target udara dengan radar cross section (RCS) 3m2. Radar itu mampu mendeteksi jet tempur siluman F-22 Raptor dengan RCS sebesar “kelereng” – sekitar 15 mm – pada jarak 31 km.

Radar Irbis-E juga memiliki kemampuan mengidentifikasi teman atau musuh (IFF) pada target udara dan target permukaan, mampu mengidentifikasi jenis dan ukuran target di udara, disegala cuaca dan tetap efektif walaupun menghadapi gangguan dari serangan elektronika (jammer) musuh.

Su-35 adalah jet tempur super manuver yang dikembangkan oleh Sukhoi Institute, Rusia. Pesawat tempur ini memiliki kemampuan tempur yang unggul dibandingkan dengan jet tempur generasi ke-4 dan ke-5 berkat kemampuan manuver dan sistem elektronika canggihnya.

Bagikan:

  20 Responses to “Benarkah Rusia Jual Teknologi Su-35 ke China?”

  1.  

    Su-35S telah mengalami banyak perubahan dan peningkatan, antara lain yaitu:
    – Di bagian atas hidung tidak hanya terpasang IRST, tapi juga bukaan (aperture) untuk infra merah pendeteksi rudal, yaitu MAWS (Missile Approach Warning Sensor) , satu diantara enam aperture yang terpasang di beberapa titik strategis yang melingkupi seluruh sektor di sekitar pesawat.
    – Roda pendarat depan Su-35S berkonfigurasi roda ganda (twin wheel) bersisian, dibanding roda tunggal Su-27.
    – Rem udara yang berukuran besar terpasang di bagian punggung atau dorsal airbrake (mirip pada F-15 Eagle dan menjadi ciri khas keluarga Flanker) dihilangkan pada varian Su-35S, yang otomatis menghilangkan sistem penggeraknya, sehingga mendongkrak kapasitas ruang dalam body yang dimanfaatkan untuk menambah 22 % kapasitas bahan bakar internal menjadi 11.500 kg atau sekitar 14.375 liter dari Flanker generasi awal.
    Selengkapnya : https://militerhebatdunia.blogspot.com/2016/07/sukhoi-su-35s-flanker-dinasti-flanker.html

  2.  

    Dikarnakan tekanan yang dihadapi rusia dari sekutu baik bidang ekonomi politik maupun militer sepertinya kemungkinan besar memang rusia harus menjual tehnologinya …dan cina memenuhi sarat tersebut…kalo indonesia belom ada wang….karna untuk membayar bunga hutang saja sudah buat napas ngos ngosan…dan jantung berdebaran…xaxaxa…

  3.  

    Mungkin russia sudah punya mesin baru & sistem teknologi baru pd pesawat kalleee, tapi penjualan trsebut bukan tanpa syarat, lagian china mmng ngebet mendapatkan teknologi canggih su 35
    πŸ˜† πŸ˜†

  4.  

    China beli Su-35 harga 104 jutaan perunit aja dapet ToT mesin pespur. Lah Indonesia yg beli Su-35 harga perunitnya hampir sama sekitar 103 jutaan aja dapetnya apa?? Wajan-panci, jam dinding, payung, atau piring cantik??? Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh

  5.  

    Jika penjualan teknologi trsebut batal? Baiknya china berjiarah ke makam leonid breznev, bukan cuman ahli taktik perang tapi juga ahli metallurgi, boleh jadi china bisa mmbuat mesin pesawat
    πŸ˜† πŸ˜†

  6.  

    ASIA akan di kuasai CHINA…….
    USA semakin bangkrut………
    EROPA pun akan menjauh dari USA……….
    EROPA akan dikuasai BRITISH……….